AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 55


__ADS_3

~~Karna kakak nya ingin segera menikah,Verlita berniat ingin merenovasi villa untuk para tamu.


Ia ingat waktu dia dulu ke negara Hildan,betapa mewahnya villa mereka.


Tak menunggu lama,dia mengirim kan undangan kepada Dista untuk datang ke perusahaannya.


Dista datang dengan membawa beberapa sketsa yang akan di tunjukan pada Verlita.


Verlita pun berbincang dengan Dista di ruangan untuk tamu.


Lea menyuguhkan makanan kecil dan juga minuman.


Setelah sedikit basa-basi menanyakan kabar,mereka lanjut membicarakan tentang bisnis.


'' Aku tak mau merombak semua Villa nya karna waktu nya tak banyak. Aku hanya ingin kamu ubah Villa itu lebih cantik dan nyaman.


Kamu tau kan selera ku...? hehee'' kata Verlita


'' Kira-kira berapa bulan waktu nya?'' tanya Dista


'' Ehm...aku bisa meminta waktu sekitar satu bulan setengah. Nanti kamu datang saja ke Villa,Bailon yang akan membantu mu.'' kata Verlita


'' Jadi hanya agar merubah suasana saja ya..'' kata Dista


'' Iya...biar terlihat agak baru saja..dan kalau ada yang perlu di ganti,kamu bicara kan dengan Bailon.


Jangan di robohkan Villanya...'' kata Verlita


Dista tersenyum....


'' Ini saya membawa beberapa sketsa...'' kata Dista sambil menunjukannya


Verlita melihat sketsa tersebut dengan wajah seriusnya.


'' Semuanya bagus...aku pilih yang seperti ini.'' kata Verlita sambil menunjuk salah satu sketsa


'' Baik,saya akan menyimpannya.'' kata Dista


'' Kapan kamu akan memulainya?'' tanya Verlita


'' Setelah ini saya akan melihat Villa tersebut lalu merapatkannya dengan bawahan ku. Jadi besok akan ku mulai pengerjaannya'' kata Dista


'' Bagus..! nanti datanglah ke istana bersama Evan,dia akan membawa mu pada Bailon'' kata Verlita


'' Ehm...apa putri ada waktu akhir pekan ini?'' tanya Dista


'' Ada...'' jawab Verlita


'' Boleh saya mengajak putri ke suatu tempat?'' tanya Dista dengan sopan


'' Boleh...jam berapa?'' tanya Verlita


'' Sekitar pukul delapan pagi...saya akan menunggu di gerbang istana'' kata Dista


'' Oke..tunggu aku disana'' jawab Verlita dengan senyumnya


Dista juga tersenyum Karna Verlita menerima ajakannya..


Percakapan itu pun berakhir dengan hati yang berbunga-bunga.


Dista menantikan datangnya akhir pekan yang akan ia habiskan dengan Verlita.


Tapi sebelum itu,dia akan melakukan pekerjaan yang Verlita pinta dengan profesional


Dista ingin memberikan yang terbaik untuk Verlita.


*******


Rencana Verlita ingin mendekor ulang Villa tamu di setujui oleh Ragel dan Dave.


Dan semua itu di limpahkan pada Bailon.

__ADS_1


Sungguh orang tua yang malang...hehehe


Bailon terus melaporkan segala sesuatunya kepada Verlita.


Verlita juga meminta Bailon untuk memberikan pelayanan untuk para pekerja,seperti makanan dan minuman mereka.


*********


Akhir pekan yang di tunggu pun telah tiba...


Seperti sudah di setujui oleh alam...hari ini matahari terbit dengan indahnya.


Suara cuitan burung terdengar dengan merdu...


Bahkan Verlita yang biasanya sulit untuk bangun pagi,,sekarang sudah berada di depan meja hias nya.


Verlita memakai dress biru nya dan menggerai rambut panjangnya.


Tentu saja tidak menggunakan makeup yang tebal...


hanya taburan bedak tipis,lipstik pink,dan semprotan parfum yang menyegarkan.


Dista sudah menunggu sejak jam tujuh pagi..


Menunggu dengan hati yang berdebar...


'' Selamat pagi....'' sapa Verlita yabg datang bersama Evan


'' Pagi..'' jawab Dista tergugup karna melihat kecantikan Verlita


'' Kita mau kemana?'' tanya Verlita


'' Ehm...apa kamu sudah sarapan?'' tanya Dista


'' Aku meninggalkan sarapan pagi..heehe'' jawab Verlita


'' Aku juga belum...ayo kita sarapan dulu...'' ajak Dista


Mereka pergi menggunakan kereta milik Dista..


'' Apa ada yang salah di muka ku?'' tanya Verlita sambil menepuk pipinya


Dista menggelengkan kepalanya...


'' Kamu cantik....'' kata Dista kemudian


Verlita menjadi tersipu malu karna ucapan Dista...


Dista yang melihat wajah Verlita merona pun terus tersenyum karna bahagia.


~~Mereka sampai di salah satu toko yang menyajikan roti dan bermacam-macam cake.


Mereka duduk di meja yang kosong,dan memesan beberapa makanan dan minuman hangat.


Tak lama hidangan itu sudah tersusun rapi di meja mereka.


'' Wah....ini pasti enak...'' kata Verlita


'' Ini adalah toko yang paling terkenal akhir-akhir ini'' jawab Dista


'' oh ya?,,,aku cobain ya...'' kata Verlita sambil mencoba cake yang ada di depannya.


'' Bagaimana?'' tanya Dista


'' Ehm.....ini enak banget.'' kata Verlita dengan mata yang terus menuju makanan di depannya.


'' Syukurlah kalau kamu suka....'' kata Dista


Verlita tersenyum dan terus menikmati...


Setelah selesai sarapan pagi...Dista membawa Verlita menuju tempat yang ingin dia kunjungi bersama Verlita.

__ADS_1


Setelah tiga puluh menit mereka akhirnya tiba di tujuan...


Sebuah tempat Dengan pemandangan yang indah menyambut mata mereka.


'' uwahhhh ini keren...aku baru tau ada tempat seperti ini..seperti berada di perkampungan....'' kata Verlita yang seketika ingat tentang kehidupannya yang dulu terdapat hutan di belakang panti asuhan.


'' Apa kamu menyukainya?'' tanya Dista


'' ehm...aku suka'' jawab Verlita mengangguk tapi tanpa terasa ia meneteskan air matanya.


'' Kamu kenapa?'' tanya Dista panik dan langsung mengambil sapu tangan dan mengusap air mata Verlita


'' Aku hanya senang...karna bisa melihat suasana seperti ini...'' jawab Verlita menutupi


'' Jika kamu membutuhkan teman bicara...aku akan siap menjadi pendengar yang baik..'' hibur Dista seakan tau bahwa Verlita sedang bersedih


'' terima kasih Dista....'' jawab Verlita dengan senyum manisnya


'' Baiklah....aku akan melakukan sesuatu hari ini...bisa kah kamu berdiri disana?'' kata Dista merubah situasi agar tidak terlarut akan kesedihan


Verlita mengikuti arahan Dista,,kemudian Dista memberikan topi jerami untuk di pakai Verlita.


Dista mengambil alat lukis dan duduk tak jauh dari Verlita


'' Kamu mau melukis ku?'' tanya Verlita


'' iya...sayang sekali jika tak mengabadikan ciptaan Tuhan yang sempurna....'' jawab Dista sambil tersenyum


'' Aaaaahhh aku jadi malu....'' kata Verlita


'' Kamu cukup berdiri saja di sana...selanjutnya serahkan pada ku'' kata Dista


'' Baiklah.....'' kata Verlita


Sesi melukis itu pun di mulai...


Tak mau membuat Verlita lelah karna terlalu lama berdiri..,jadi Dista melakukan dengan lebih cepat.


Hanya telah Tiga puluh menit lukisan itu telah selesai.


'' Selesai....'' kata Dista


'' Sudah??'' tanya Verlita yang langsung menghampiri Dista


Dista mengangguk...


'' Astaga..! ini aku??'' kata Verlita takjub dengan hasilnya


'' Apa kamu kurang suka?'' tanya Dista


'' Ini bagus banget....kayaknya cantikan lukisan nya dari pada aku...'' kata Verlita


'' Kamu lebih cantik Verlita....'' kata Dista


'' Hehehe...'' kekeh Verlita malu....


'' Jadi kamu bisa melukis juga? aku pikir cuma bisa bikin desain aja....'' kata Verlita


'' Aku mempelajarinya sebelum beralih ke desain...'' kata Dista


'' Ini benar-benar bakat yang luar biasa...coba saja aku memiliki satu bakat....'' kata Verlita


'' Kamu seperti ini saja sudah sempurna...mau yang bagaimana lagi...'' kata Dista


'' aaaahhhh Dista...! kamu merayu ku...'' kata Verlita


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Maaf ya baru update...


Leher author lagi sakit...

__ADS_1


Sepertinya salah bantal...hehehe


Jangan lupa tinggalin jejak ya...biar Author tambah semangat.


__ADS_2