
Verlita dengan segera menerima uluran tangan itu dan menuju ke altar dansa...
'' Untung kakak datang di saat yang tepat..'' kata Verlita
'' Kamu psti bingung tadi..'' kata Dave
'' Iya...karna tak ada yang ku kenal dan aku tak tau siapa yang datang pertama menghampiri ku'' jelas Verlita
'' Lalu kemana para laki-laki yang selama ini mendekati mu?'' tanya Dave
'' Mungkin mereka tak benar-benar suka pada ku..'' jawab Verlita datar
'' Atau mungkin sebenarnya mereka ingin mendekat tapi sudah terdorong oleh para pangeran lain'' kata Dave karna memang tadi dia melihat Elias ingin mendekat tapi tak jadi
'' Ah sudah lah biarkan saja mereka semua itu...'' sungut Verlita
'' Hahahha sepertinya kamu menunggu salah satu dari mereka datang menghampiri mu ya??'' tanya Dave
'' iya..hehhehe'' kekeh Verlita yang tak bisa menyembunyikan perasaannya
Dave menggelengkan kepala melihat tingkah lugu Verlita...
Dan tak lama lagu pun selesai...
'' kakak aku lapar...'' kata Verlita
'' Kakak tak bisa menemani mu....masih banyak tamu yang harus ku temani. Pergilah bersama Evan atau pilih salah satu pria yang ada disini'' kata Dave
'' Gak mungkinlah aku ajak salah satu dari mereka.....mending sama pengawal tampan ku saja...heheheh'' kekeh Verlita yang langsung pergi ke arah Evan
Dave juga langsung mengarah ke salah satu tamu dari negara lain dan berbincang-bincang.
'' Evan,,ayo kita isi perut. aku lapar..'' ajak Verlita
Evan mengangguk dan berjalan mengikuti Verlita menuju stand makanan.
Verlita memilih Cake setrowbery kesukaannya...
'' Koki istana memang pintar memilih menu...heheheh'' kekeh Verlita sambil meletakkan kue ke dalam piring yang dia bawa
'' Ehem....salam putri Verlita....'' sapa seorang pria di sampingnya
'' Ah ya....'' kata Verlita yang refleks menunduk
'' Boleh saya berbincang dengan putri?''
'' Silahkan Pangeran Hose....'' jawab Verlita dengan senyum manisnya
( ya ampun....dia makin ganteng aja...hampir pangling sama penampilannya) batin Verlita
Hose yang ikut mengambil beberapa makanan dan pergi bersama Verlita ke arah balkon yang terdapat meja dan kursi yang telah di sediakan untuk istirahat.
Evan hanya berjaga di luar tirai yang menutupi balkon,,
Ia memberikan privasi untuk Verlita berbincang dengan pangeran Hose.
'' Bagaimana kabar putri?'' tanya Hose
'' Ehm..aku baik. bagaimana dengan mu?'' tanya Verlita
'' Aku juga...'' jawab Hose
Hening dan canggung menyelimuti tempat itu...
__ADS_1
'' Terimakasih ballpoint nya...aku suka'' kata Hose mencari bahan pembicaraan
'' Ah...itu...Aku juga suka dengan pembatas buku dari mu. Itu sangat berguna saat aku membaca buku'' kata Verlita dengan senyumnya
'' Kalau aku akan menghemat memakai pulpen itu..biar tak habis'' kata Hose
'' Eeyyyy itu kan bisa di isi ulang...'' kata Verlita
'' Itu benar...hanya saja ada rasa berbeda jika di isi ulang'' kata Hose dengan menatap ke arah Verlita
Wajah Verlita berubah menjadi pink karna perkataan Hose.
'' Aku akan berada disini selama dua Minggu...Mau kan putri mengajak ku berkeliling kota Krynova?'' pinta Hose
'' Tentu saja..aku akan menemani mu.'' kata Verlita dengan senyum nya
'' Aku senang mendengarnya....'' kata Hose
Mereka menghabiskan makanan itu dan kembali ke aula pesta.
Tentu saja banyak mata yang mencari Verlita sedari tadi.
Terdengar lagu dansa di mainkan tak di sia-siakan oleh Hose.
'' Mau kah putri berdansa dengan saya?'' kata Hose sambil mengulurkan tangannya
'' Ehm'' kata Verlita mengangguk dan menyambut tangan Hose
Mereka menuju altar dansa..
Lengan Hose yang kekar merangkul pinggang Verlita.
Berdansa memang salah satu trik untuk mendekati wanita yang di sukai...
'' Putri....'' panggil Hose
'' Ya...'' jawab Verlita sambil menatap Hose
'' Mata putri indah sekali...'' kata Hose
'' Benarkah? '' tanya Verlita
'' ya..'' kata Hose sambil tersenyum
'' Apa putri sudah memiliki pasangan?'' tanya Hose langsung
'' Belum...apa karna aku kurang menarik ya..'' jawab Verlita dengan polosnya
'' Kalau seperti putri saja kurang menarik,,lalu wanita yang seperti apa kategori menarik??'' kata Hose
wajah Verlita berubah memerah karna perkataan Hose.
'' Jika memang putri tak memiliki pasangan....saya berniat ingin menjadi pasangan putri'' kata Hose dengan tatapan serius pada Verlita
'' Tapi kita belum saling mengenal...'' kata Verlita
'' Maka dari itu ..biarkan saya mengenal putri lebih dekat. Awalnya saya ingin langsung melamar putri...tapi saya takut putri tak menyukai hal itu.'' jelas Hose
'' Ya...aku tak suka jika tak saling kenal dulu..'' kata Verlita
'' Apakah putri ragu karna ada laki-laki yang putri sukai?'' tanya Hose memastikan
Verlita menggelengkan kepalanya
__ADS_1
'' Memang ada yang mendekati ku....tapi kami tak memiliki hubungan spesial'' kata Verlita jujur
'' Jadi...boleh kah putri memberi saya peluang?'' tanya Hose penuh harap
'' Kamu lucu...'' kata Verlita dengan senyumnya
'' kenapa? apa ada yang aneh?'' tanya Hose
'' Tidak ada yang aneh... Hanya saja kamu adalah pria yang bicara dengan terbuka pada ku.'' kata Verlita
'' Aku hanya ingin menghargai pendapat mu putri...'' kata Hose
'' Baiklah....mari kita lihat apakah kita bisa cocok selama dua Minggu ini....'' kata Verlita dengan senyumnya
Kalau menurut novel yang pernah Verlita baca...Hose termasuk pria yang To The Point'.
Sebenarnya sih bagus kalau bertemu pria yang seperti ini...
Tapi itu membuat Verlita jadi pusing karna para laki-laki yang mendekatinya memiliki sifat yang berbeda.
Semua memiliki nilai plus pada wajah mereka..
Dan mereka mendekati Verlita dengan tekniknya masing-masing.
Sekarang yang ada di pikiran Verlita adalah menikmati masa-masa muda yang indah.
( untuk sekarang ku nikmati saja dulu cara mereka mendekati ku...hehehehe'')batin Verlita
Dan setelah lagu berikutnya di putar...Hail tak mau kalah mengambil kesempatan.
Dia menghampiri Verlita dan berdansa di altar.
'' Apa kaki mu baik-baik saja?'' tanya Hail
'' Ya...sekarang aku sudah terbiasa menggunakan sepatu tinggi'' jawab Verlita
'' Syukurlah...'' kata Hail
'' Apa kamu datang sendiri ke Krynova?'' tanya Verlita
'' Ya,,dan rencananya aku ingin membawa calon istri ke negara ku'' kata Hail
'' Wah...siapa wanita itu?'' tanya Verlita sambil melihat ke kiri dan ke kanan mencari pasangan Hail
'' Kamu mencari siapa?'' tanya Hail
'' pasangan mu lah...'' kata Verlita polos
' Dia ada di depan ku...'' kata Hail menatap Verlita
'' Eeyyy kamu merayuku...'' kata Verlita yang mulai malu-malu
Hail tersenyum...
'' Aku serius Verlita...'' kata Hail
( Apaan sih..! kenapa semua pada nyatain perasaan begini?) batin Verlita yang mulai gugup dan bingung
'' Tapi kita belum terlalu mengenal...aku belum yakin'' jawab Verlita
'' Aku berjanji tak akan menyakiti mu dan menerima mu apa adanya'' kata Hail penuh keyakinan
( aduh.! mati gua...!) batin Verlita
__ADS_1