AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 45


__ADS_3


Aura kecantikan Verlita membuat semua mata melihatnya.


Pasalnya Verlita memang tak pernah menampakan diri ke publik.


Jadi banyak sekali yang penasaran tentang dirinya.


Verlita yang berjalan sambil menggandeng tangan Dave.


'' Kak..aku gugup'' kata Verlita


'' Tenanglah...itu wajar karna ini pertama kalinya buat mu'' kata Dave


'' Pangeran,,saya akan menjaga dari arah sana.'' kata Evan sambil menunjuk salah satu sudut ruangan


'' Pergilah,,,tetap jaga Verlita dari sana walaupun dia bersama ku'' kata Dave


Evan memisahkan diri dan menjaga dari kejauhan, Ia membiarkan Dave bersama Verlita.


Sambil mengawasi dan datang ketika di butuhkan.


'' Ayo kita menemui kak Ragel'' ajak Dave


Verlita mengangguk..


Mereka berjalan menuju Ragel yang sedang berbincang dengan tamu lainnya.


'' Kak..''kata Dave


'' Kalian datang..'' kata Ragel


'' Siapa ini? Verlita?? wahhh cantik sekali ...'' lanjut Ragel yang pangling dengan wajah Verlita


Verlita hanya memberikan senyumnya yang malu-malu.


'' Siapa dia?'' kata Raja Vito negara Brytah yang sedang berbincang dengan Ragel


'' Perkenalkan ...ini adik saya Pangeran Dave De Frainna dan Putri Verlita De Frainna.. Dan ini Raja Vito La Brytah dari negara Brytah'' kata Ragel memperkenalkan mereka


Dave dan Verlita membungkuk hormat..


'' Ternyata Krynova memiliki seorang putri yang cantik..setelah malam ini sepertinya kalian para Kakak akan kesulitan..haha'' kata Raja Vito


'' Saya juga berfikir begitu...'' balas Ragel


Verlita dan Dave hanya mendengarkan percakapan itu.


Tak lama acara pun di mulai..


Sambutan dari Raja dan Ratu Hildan,,kemudian Dansa yang di mulai oleh Pangeran Raul dan putri Melia.


Kemudian barulah sesi dansa yang di lakukan oleh para tamu.


'' Ayo kita berdansa...'' kata Dave pada Verlita


'' Kakak yakin? aku belum pernah dansa di tempat umum begini...'' kata Verlita


'' Anggap saja kita sedang ada di Krynova...sayang sekali kita tidak menikmati suasana ini..'' kata Dave


'' Baiklah...'' kata Verlita


Dave dan Verlita menuju area dansa bersama para tamu lainnya.


Saat mereka berdansa,banyak yang mendatangi Ragel sekedar bertanya tentang siapa yang sedang bersama Dave.


Setelah mereka tau bahwa itu putri dari Krynova,banyak para pangeran yang mulai memperhatikan Verlita.


Awalnya mereka mengira bahwa Verlita adalah calon istri Dave,tapi setelah mereka mengetahui kebenarannya rasa ketertarikan pada Verlita mereka tunjukan dengan jelas.


Ragel yang melihat wajah para pangeran yang terus menatap Verlita hanya terkekeh.


Tentu saja akan banyak yang mengejar adiknya,,,tapi mereka akan kesulitan menghadapi Verlita.


'' Oke..kita istirahat dulu...'' kata Dave setelah berdansa satu lagu dengan Verlita


Mereka menepi dari altar dansa..

__ADS_1


'' Bolehkah saya berdansa dengan putri...'' tiba-tiba terdengar suara yang tak asing menghampiri Verlita sambil mengulurkan tangannya


'' Hail....'' kata Verlita dengan senyum manisnya


'' Pergilah..kakak disini.'' kata Dave


Verlita menyambut tangan Hail dan kembali ke altar dansa untuk lagu ke dua.


'' Bagaimana kabarmu?'' tanya Hail


'' Aku baik..bagaimana dengan mu?'' tanya Verlita


'' Aku sakit...'' kata Hail


'' Sakit apa?'' tanya Verlita dengan wajah serius


'' Sakit rindu pada mu...'' kata Hail yang membisikan di telinga Verlita


Verlita menundukkan kepalanya karena malu...


Jantung Verlita berdegup dengan kencang akibat rayuan Hail.


'' Jangan menunduk....aku ingin melihat wajah cantik mu...'' kata Hail


Verlita mengangkat wajah nya yang masih merona.


( gila..!! kayak gini rasanya di gombalin.....')benak Verlita


'' Sudah berapa wanita yang kamu rayu seperti ini??'' tanya Verlita


'' Aku belum pernah menjalin hubungan dengan wanita mana pun...kamu yang pertama'' kata Hail dengan senyumnya


'' Kamu membuat ku malu....'' kata Verlita pelan


Hail terkekeh melihat respon Verlita yang malu-malu.


Ia senang sekali wanita pujaannya sekarang berada di depannya.


Sejak di mulainya pesta,Hail terus mencari Verlita.


Hail menunggu waktu yang tepat untuk menghampiri Verlita.


Dengan terus memandangi Verlita dari kejauhan.


'' Kamu cantik...'' kata Hail


'' Terima kasih...'' jawab Verlita


Tak terasa musik pun berhenti untuk lagu ke dua.


Hail dan Verlita berjalan menuju tempat Dave berada.


'' Salam Pangeran Dave...'' kata Hail pada Dave


'' Bagaimana kabar mu Hail?'' tanya Dave


'' Baik..hari ini bahkan lebih baik..'' kata Hail sambil menatap Verlita dengan senyumannya


Dave yang melihat itu hanya terkekeh,memahami situasi yang ada.


Lalu datang lah beberapa pangeran yang ingin berdansa dengan Verlita.


Verlita hanya bersama dua orang karna kakinya sudah tak mampu lagi.


Verlita dengan sopan menolak ajakan para pangeran yang ingin berdansa dengannya.


'' Kak....aku ingin duduk..'' kata Verlita


Dave menatap Evan,dan Evan yang melihat itu langsung datang menghampiri.


'' Pergilah bersama Evan,kakak akan berada di dekat kak Ragel.'' kata Dave


'' Bolehkah saya menemani putri..?'' tanya Hail


Verlita mengangguk.


Verlita memegang tangan Evan menuju salah satu balkon yang ada tempat duduknya.

__ADS_1


Verlita duduk dan memijat kakinya.


'' Ijinkan saya memeriksa kaki putri...'' kata Evan yang melihat wajah Verlita menahan rasa sakit


Verlita mengangguk..


Evan melepas sepatu yang di kenakan Verlita.


Tampak merah di tumit Verlita.


'' Sakit...'' kata Verlita


'' Pangeran,,saya titip putri sebentar. Saya mau mencari obat untuk kaki putri..'' kata Evan pada Hail


'' Oke'' kata Hail


'' Tunggu sebentar putri..saya akan segera kembali'' kata Evan


'' Ya..'' kata Verlita


Hail duduk di samping Verlita..Sebenarnya ia ingin melihat luka di kaki Verlita,tapi tidak sopan jika ia memegang kaki seorang putri yang tidak memiliki ikatan dengannya.


'' Apa sakit sekali?'' tanya Hail


'' Hanya perih...aku jarang memakai sepatu tinggi begini...'' kata Verlita


'' Boleh aku periksa kaki mu? hanya sebentar...'' tanya Hail meminta ijin


'' baiklah..''jawab Verlita sedikit ragu


Hail melihat kedua tumit Verlita yang memerah dan lecet.


Lalu dia meniup luka itu dengan perlahan.


'' Hail...'' panggil Verlita


'' Diamlah...ini bisa meredakan sedikit luka mu'' kata Hail yang sebenarnya tau bahwa Verlita merasa canggung dengan perbuatannya.


Udara yang keluar dari mulut Hail,bisa membuat tubuh Verlita bergidik.


Tak lama Evan datang membawa kotak obat.


'' Apa yang kau lakukan?'' kata Evan sedikit meninggi tak terima perilaku tak sopan Hail


'' Tenanglah Evan...dia hanya melihat luka ku'' kata Verlita menenangkan Evan


Hail melepas kaki Verlita dan berdiri di samping Verlita.


Evan mengambil obat untuk mengobati kaki Verlita.


Ada perasaan jengkel di hati Evan melihat Hail memegang kaki Verlita.


'' Akan saya oles obat nya,tolong tahan sebentar putri..'' kata Evan


'' Iya'' jawab Verlita


Evan mengolesi obat ke kaki Verlita.,Rasa perih itu di tahan oleh Verlita dengan meremas baju Evan.


Evan yang mengetahui itu segera menyelesaikan dan membungkus luka Verlita.


'' Selesai...'' kata Evan


'' Terima kasih Evan...'' kata Verlita


'' Kita tunggu disini sebentar...tadi saya sudah memberi tahu pada pangeran Dave'' kata Evan


Verlita mengangguk..


'' Pergilah...aku akan disini bersama Evan. Kamu nikmati pesta nya...'' kata Verlita pada Hail


'' Baiklah...tunggu kabar dari ku..'' kata Hail


Verlita tersenyum melepas kepergian Hail...


Ia tak nyaman jika harus menahan Hail di sampingnya.


Apa lagi ia melihat gelagat Evan yang kurang suka dengan Hail.

__ADS_1


__ADS_2