
Aura kecantikan Verlita membuat semua mata melihatnya.
Pasalnya Verlita memang tak pernah menampakan diri ke publik.
Jadi banyak sekali yang penasaran tentang dirinya.
Verlita yang berjalan sambil menggandeng tangan Dave.
'' Kak..aku gugup'' kata Verlita
'' Tenanglah...itu wajar karna ini pertama kalinya buat mu'' kata Dave
'' Pangeran,,saya akan menjaga dari arah sana.'' kata Evan sambil menunjuk salah satu sudut ruangan
'' Pergilah,,,tetap jaga Verlita dari sana walaupun dia bersama ku'' kata Dave
Evan memisahkan diri dan menjaga dari kejauhan, Ia membiarkan Dave bersama Verlita.
Sambil mengawasi dan datang ketika di butuhkan.
'' Ayo kita menemui kak Ragel'' ajak Dave
Verlita mengangguk..
Mereka berjalan menuju Ragel yang sedang berbincang dengan tamu lainnya.
'' Kak..''kata Dave
'' Kalian datang..'' kata Ragel
'' Siapa ini? Verlita?? wahhh cantik sekali ...'' lanjut Ragel yang pangling dengan wajah Verlita
Verlita hanya memberikan senyumnya yang malu-malu.
'' Siapa dia?'' kata Raja Vito negara Brytah yang sedang berbincang dengan Ragel
'' Perkenalkan ...ini adik saya Pangeran Dave De Frainna dan Putri Verlita De Frainna.. Dan ini Raja Vito La Brytah dari negara Brytah'' kata Ragel memperkenalkan mereka
Dave dan Verlita membungkuk hormat..
'' Ternyata Krynova memiliki seorang putri yang cantik..setelah malam ini sepertinya kalian para Kakak akan kesulitan..haha'' kata Raja Vito
'' Saya juga berfikir begitu...'' balas Ragel
Verlita dan Dave hanya mendengarkan percakapan itu.
Tak lama acara pun di mulai..
Sambutan dari Raja dan Ratu Hildan,,kemudian Dansa yang di mulai oleh Pangeran Raul dan putri Melia.
Kemudian barulah sesi dansa yang di lakukan oleh para tamu.
'' Ayo kita berdansa...'' kata Dave pada Verlita
'' Kakak yakin? aku belum pernah dansa di tempat umum begini...'' kata Verlita
'' Anggap saja kita sedang ada di Krynova...sayang sekali kita tidak menikmati suasana ini..'' kata Dave
'' Baiklah...'' kata Verlita
Dave dan Verlita menuju area dansa bersama para tamu lainnya.
Saat mereka berdansa,banyak yang mendatangi Ragel sekedar bertanya tentang siapa yang sedang bersama Dave.
Setelah mereka tau bahwa itu putri dari Krynova,banyak para pangeran yang mulai memperhatikan Verlita.
Awalnya mereka mengira bahwa Verlita adalah calon istri Dave,tapi setelah mereka mengetahui kebenarannya rasa ketertarikan pada Verlita mereka tunjukan dengan jelas.
Ragel yang melihat wajah para pangeran yang terus menatap Verlita hanya terkekeh.
Tentu saja akan banyak yang mengejar adiknya,,,tapi mereka akan kesulitan menghadapi Verlita.
'' Oke..kita istirahat dulu...'' kata Dave setelah berdansa satu lagu dengan Verlita
Mereka menepi dari altar dansa..
__ADS_1
'' Bolehkah saya berdansa dengan putri...'' tiba-tiba terdengar suara yang tak asing menghampiri Verlita sambil mengulurkan tangannya
'' Hail....'' kata Verlita dengan senyum manisnya
'' Pergilah..kakak disini.'' kata Dave
Verlita menyambut tangan Hail dan kembali ke altar dansa untuk lagu ke dua.
'' Bagaimana kabarmu?'' tanya Hail
'' Aku baik..bagaimana dengan mu?'' tanya Verlita
'' Aku sakit...'' kata Hail
'' Sakit apa?'' tanya Verlita dengan wajah serius
'' Sakit rindu pada mu...'' kata Hail yang membisikan di telinga Verlita
Verlita menundukkan kepalanya karena malu...
Jantung Verlita berdegup dengan kencang akibat rayuan Hail.
'' Jangan menunduk....aku ingin melihat wajah cantik mu...'' kata Hail
Verlita mengangkat wajah nya yang masih merona.
( gila..!! kayak gini rasanya di gombalin.....')benak Verlita
'' Sudah berapa wanita yang kamu rayu seperti ini??'' tanya Verlita
'' Aku belum pernah menjalin hubungan dengan wanita mana pun...kamu yang pertama'' kata Hail dengan senyumnya
'' Kamu membuat ku malu....'' kata Verlita pelan
Hail terkekeh melihat respon Verlita yang malu-malu.
Ia senang sekali wanita pujaannya sekarang berada di depannya.
Sejak di mulainya pesta,Hail terus mencari Verlita.
Hail menunggu waktu yang tepat untuk menghampiri Verlita.
Dengan terus memandangi Verlita dari kejauhan.
'' Kamu cantik...'' kata Hail
'' Terima kasih...'' jawab Verlita
Tak terasa musik pun berhenti untuk lagu ke dua.
Hail dan Verlita berjalan menuju tempat Dave berada.
'' Salam Pangeran Dave...'' kata Hail pada Dave
'' Bagaimana kabar mu Hail?'' tanya Dave
'' Baik..hari ini bahkan lebih baik..'' kata Hail sambil menatap Verlita dengan senyumannya
Dave yang melihat itu hanya terkekeh,memahami situasi yang ada.
Lalu datang lah beberapa pangeran yang ingin berdansa dengan Verlita.
Verlita hanya bersama dua orang karna kakinya sudah tak mampu lagi.
Verlita dengan sopan menolak ajakan para pangeran yang ingin berdansa dengannya.
'' Kak....aku ingin duduk..'' kata Verlita
Dave menatap Evan,dan Evan yang melihat itu langsung datang menghampiri.
'' Pergilah bersama Evan,kakak akan berada di dekat kak Ragel.'' kata Dave
'' Bolehkah saya menemani putri..?'' tanya Hail
Verlita mengangguk.
Verlita memegang tangan Evan menuju salah satu balkon yang ada tempat duduknya.
__ADS_1
Verlita duduk dan memijat kakinya.
'' Ijinkan saya memeriksa kaki putri...'' kata Evan yang melihat wajah Verlita menahan rasa sakit
Verlita mengangguk..
Evan melepas sepatu yang di kenakan Verlita.
Tampak merah di tumit Verlita.
'' Sakit...'' kata Verlita
'' Pangeran,,saya titip putri sebentar. Saya mau mencari obat untuk kaki putri..'' kata Evan pada Hail
'' Oke'' kata Hail
'' Tunggu sebentar putri..saya akan segera kembali'' kata Evan
'' Ya..'' kata Verlita
Hail duduk di samping Verlita..Sebenarnya ia ingin melihat luka di kaki Verlita,tapi tidak sopan jika ia memegang kaki seorang putri yang tidak memiliki ikatan dengannya.
'' Apa sakit sekali?'' tanya Hail
'' Hanya perih...aku jarang memakai sepatu tinggi begini...'' kata Verlita
'' Boleh aku periksa kaki mu? hanya sebentar...'' tanya Hail meminta ijin
'' baiklah..''jawab Verlita sedikit ragu
Hail melihat kedua tumit Verlita yang memerah dan lecet.
Lalu dia meniup luka itu dengan perlahan.
'' Hail...'' panggil Verlita
'' Diamlah...ini bisa meredakan sedikit luka mu'' kata Hail yang sebenarnya tau bahwa Verlita merasa canggung dengan perbuatannya.
Udara yang keluar dari mulut Hail,bisa membuat tubuh Verlita bergidik.
Tak lama Evan datang membawa kotak obat.
'' Apa yang kau lakukan?'' kata Evan sedikit meninggi tak terima perilaku tak sopan Hail
'' Tenanglah Evan...dia hanya melihat luka ku'' kata Verlita menenangkan Evan
Hail melepas kaki Verlita dan berdiri di samping Verlita.
Evan mengambil obat untuk mengobati kaki Verlita.
Ada perasaan jengkel di hati Evan melihat Hail memegang kaki Verlita.
'' Akan saya oles obat nya,tolong tahan sebentar putri..'' kata Evan
'' Iya'' jawab Verlita
Evan mengolesi obat ke kaki Verlita.,Rasa perih itu di tahan oleh Verlita dengan meremas baju Evan.
Evan yang mengetahui itu segera menyelesaikan dan membungkus luka Verlita.
'' Selesai...'' kata Evan
'' Terima kasih Evan...'' kata Verlita
'' Kita tunggu disini sebentar...tadi saya sudah memberi tahu pada pangeran Dave'' kata Evan
Verlita mengangguk..
'' Pergilah...aku akan disini bersama Evan. Kamu nikmati pesta nya...'' kata Verlita pada Hail
'' Baiklah...tunggu kabar dari ku..'' kata Hail
Verlita tersenyum melepas kepergian Hail...
Ia tak nyaman jika harus menahan Hail di sampingnya.
Apa lagi ia melihat gelagat Evan yang kurang suka dengan Hail.
__ADS_1