
Makanan special telah tersusun di atas meja mereka.
'' Wah....kamu telah menyiapkan semuanya?-'' tanya Verlita
Elias hanya mengangguk dan tersenyum...
'' Silahkan di nikmati....'' kata Elias
'' Terima kasih....aku makan ya....'' kata Verlita
Verlita mulai mencicipi makanan itu...
'' Ehm....ini enak sekali..'' kata Verlita
Elias tersenyum menanggapi komentar Verlita yang menyukai makanan itu.
Mereka menikmati makanan itu dengan lahap...
'' Aaahhh aku kenyang sekali...'' kata Verlita
'' Syukurlah Putri menyukainya.....'' kata Elias
Pelayan datang membersihkan meja mereka...
Lalu tiba-tiba datang seorang pelayan mengantarkan sebuah buket bunga lili....
Elias berdiri mengambil bunga itu lalu jongkok di depan Verlita..
'' Verlita...aku menyukai mu...Maukah kamu menjadi kekasih ku?'' tanya Elias
Verlita kaget dengan perlakuan romantis Elias..
Bahkan saat ini semua mata menatap ke arah mereka...
Verlita mengangguk sambil tersenyum dan mengambil bunga itu...
Semua orang bersorak bahagia.....
Elias lalu memeluk Verlita dengan erat....
'' Terima kasih Verlita...'' bisik Elias
( aahhhhh aku malu...tapi aku suka.....) batin Verlita
Evan yang mendengar ada sorakan dari dalam,langsung masuk ke restoran.
Evan melihat Elias menyatakan perasaan pada Verlita hingga adegan pelukan.
Dan Evan baru menyadari bahwa hati nya terluka melihat hal itu...
Evan menyadari bahwa ia mencintai Verlita...
Evan kembali keluar restoran tak mampu melihat pemandangan itu...
Tak lama Verlita dan Elias juga keluar dari restoran...
Karna telah larut malam,Elias mengantarkan Verlita untuk pulang ke istana.
*******
Di dalam kamar Verlita hanya senyum-senyum sendiri karna bahagianya....
'' aaahhhhh aku seneng banget....aku punya pacar sekarang...aku suka...aku suka....'' kata Verlita sambil berguling-guling di atas kasurnya
Verlita masih menikmati belum percaya bahwa ia memiliki kekasih.
Seakan sedang terbang di atas awan....
'' Ternyata seperti ini rasanya jatuh cinta....hhhhhh'' kata Verlita sambil memeluk gulingnya.
__ADS_1
Evan yang berada di luar kamar mendengar setiap celotehan Verlita yang sedang bahagia.
( aku yang terlambat menyadari perasaan ini....hhhhh) batin Evan
Evan berkali-kali membuang nafasnya dalam-dalam untuk meringankan hatinya.
Sebuah penyesalan yang sulit untuk di kendalikan oleh nya....
~~ Pagi hari Verlita bangun dengan hati yang ceria....
Di Minggu pagi yang cerah seakan ikut menyambut kebahagiaannya...
'' Pagi putri....'' kata Neil saat Verlita keluar dari kamarnya
'' Neil...??? kemana Evan?'' tanya Verlita
'' Ehm...Evan meminta ijin karna ada urusan. Saya yang akan menemani putri selama Evan cuti'' jelas Neil
'' Apa dia baik-baik saja? dia sakit??'' tanya Verlita khawatir
'' Tidak putri...hanya ada urusan yang harus dia selesaikan..'' kata Neil
( maaf putri saya tak bisa memberi tahu alasannya...) batin Neil
'' Kenapa dia tak bilang dulu pada ku...? '' guman Verlita dengan wajah sedihnya
( Padahal kan aku mau cerita tentang Elias padanya...kenapa dia pergi tanpa memberi tahu ku?'' batin Verlita yang sedikit kecewa
Neil tak bisa berkata-kata lagi,dia takut jika keceplosan.
'' Apa putri mau pergi ke suatu tempat??'' tanya Neil mengalihkan pembicaraan
Verlita terlihat sedang berfikir...
( Niatnya mau ke taman sambil ngobrol sama Evan,,jadi bete.! ya udahlah aku cari kegiatan aja..) batin Verlita
'' Ah...barang itu ada di tempat penyimpanan barang. Apa mau saya ambilkan?'' tanya Neil
'' Gak usah..ayo kita kesana'' ajak Verlita
'' Baik putri...'' jawab Neil
Mereka berjalan menuju ruang Penyimpanan.
'' Ayo kita bawa ke ruang pertemuan keluarga'' kata Verlita
'' Baik putri..'' jawab Neil
Neil mengangkat sepeda itu hingga ke ruang pertemuan.
( Emang beda ya tenaga ksatria....padahal kan bisa di tuntun...hehehehh) batin Verlita
Verlita meminta pelayan untuk memanggil Bailon.
Dan tak lama kemudian Bailon pun datang.
'' Putri memanggil saya..?'' tanya Bailon
'' Ya..aku mau mendiskusikan sesuatu pada mu'' kata Verlita
Bailon hanya mengangguk dan menatap sebuah benda asing di depannya.
Verlita tau bahwa dari wajah Bailon ada rasa ingin tau tentang sepeda itu.
'' Ini namanya adalah Sepeda. Aku berencana untuk memproduksinya. Tapi sebelum itu, Tolong tunjukan pembukuan uang pribadi ku..'' kata Verlita
'' Baik. Akan saya ambil dulu catatannya...'' kata Bailon
Bailon pergi dan mengambil pembukuan uang milik Verlita.
__ADS_1
Di istana,setiap anggota kerajaan memiliki jatah bulanan untuk kebutuhan pribadi.
Dan semua itu di tulis dengan transparan dan di buat pembukuannya.
Tak lama Bailon datang dengan sebuah buku tebal di tangannya.
'' Ini adalah catatan dana pribadi yang putri miliki...'' kata Bailon sambil memberikan buku tersebut
'' Tebal sekali....'' kata Verlita
Verlita melihat isinya dan kaget dengan jumlah yang tertera di sana.
'' Ini gak salah?? banyak sekali..!!'' kata Verlita tak percaya
'' Itu semua benar putri...selama ini putri jarang menggunakan uang pribadi.hingga semua itu terakumulasi sebanyak itu'' jelas Bailon
( gila..!!! ini mah namanya milyader....) batin Verlita
'' Tapi waktu itu kan aku pakai untuk renovasi kamar...'' kata Verlita
'' Itu sudah saya kurangi putri...Dan dana yang di pinjam untuk kejadian Negara Melvis juga sudah di kembalikan ke dana putri. Serta semua dana yang selama ini tak pernah putri gunakan sama sekali semuanya tercatat dengan akurat..'' jelas Bailon
'' Aahhh ternyata aku irit sekali ya....'' guman Verlita
'' Lalu bolehkah aku menggunakan dana ini sesuka ku?'' tanya Verlita dengan polosnya
'' Tentu saja putri. Semua itu hak putri.'' kata Bailon
'' Oke.. Kalau begitu,tolong kamu carikan aku sebuah lahan yang lebarnya dua kali lipat dengan perusahaan di pusat. Lalu kamu beli tanah itu menggunakan dana pribadi ku...'' kata Verlita
'' Apa harus di pusat kota?'' tanya Bailon
'' Ehm....gak masalah harus di mana.'' kata Verlita
'' Baik putri.'' kata Bailon mengerti
'' Kira-kira berapa lama? aku perlu secepatnya....'' kata Verlita
'' Saya akan memerintahkan beberapa orang untuk bergerak sekarang.'' kata Bailon
'' Oke kalau begitu pergilah sekarang'' kata Verlita
'' Baik putri..'' jawab Bailon
Neil yang telah lama tak menjadi pengawal Verlita hanya diam mengamati.
'' Neil...bagaimana menurut mu sepeda ini?'' tanya Verlita
'' Itu baru pertama kali saya lihat. Apa bisa di gunakan?'' tanya Neil
Verlita langsung menunjukannya sambil berkeliling di ruangan pertemuan yang luas itu..
Neil syok dengan apa yang dia lihat...
( Bagaimana bisa benda itu berjalan dengan seimbang? Dan itu tampak menyenangkan..) batin Neil
'' Bagaimana? keren kan?'' tanya Verlita yang sudah berhenti di depannya
Neil mengangguk .....
'' Ini bisa berjalan....'' guman Neil sambil melihat sepeda itu
'' Iya....aku berencana akan memproduksinya. Tapi masih ada yang harus di perbaiki lagi...'' kata Verlita
'' wah...ini bagus sekali putri..'' kata Neil yang masih tak percaya dengan penglihatannya
Verlita hanya terkekeh melihat antusias Neil..
Verlita lalu mencari kertas dan pulpen untuk mencatat apa yang harus di perbaiki lagi.
__ADS_1