AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 75


__ADS_3

ENAM BULAN KEMUDIAN


Verlita kini akan melakukan peresmian pembukaan perusahaannya.


Dia memberi nama '' VERLOUS'' untuk Label perusaan miliknya .


Di perusahaan Krynova sudah ada asisten baru yang menggantikan Elias. Kali ini dia memilih perempuan agar ada temannya.


Namanya Imel....Yang baru berumur sembilan belas tahun.


Verlita mengambilnya dari team keuangan.


Ia menarik Imel agar menggantikan posisi Elias.


Imel yang cekatan dan energik dalam bekerja,membuat Verlita mudah dalam mengajarinya.


Kini Verlita harus mengurus VERLOUS untuk beberapa Minggu ke depan.


Verlita melihat-lihat kantornya,segala furniture,dan kebersihan nya.


Setelah semua siap untuk di tempati, Dia membawa Obel untuk melihat VERLOUS.


Sepeda yang telah di perbaiki oleh Obel juga memuaskan Verlita.


Verlita menunjukan ruangan lantai satu yang di gunakan untuk membuat sepeda.


Segala peralatan yang di butuhkan telah tersedia.


'' Kita akan memproduksi secara perlahan saja..karna kita juga harus melakukan pemasaran pada rakyat. Semua sepeda harus di uji keamanannya sesuai standar.'' kata Verlita


'' Baik putri'' kata Obel


'' Dan...aku akan membuka lowongan pekerjaan. Jika kamu ada orang yang menurut mu bisa bekerja bersama kita,bawa kemari. Untuk bagian manajemen serahkan pada ku. '' kata Verlita


'' Ehm...sebenarnya di area tempat tinggal ku banyak pemuda yang kerjaannya masih serabutan. Bolehkan saya membawa mereka?'' tanya Obel


'' Tentu saja..Asal mereka berjanji akan bekerja dengan baik. Aku akan menerima siapa pun yang mau bekerja keras.'' kata Verlita


'' Terima kasih putri...'' kata Obel.


Setelah itu Verlita membawa Obel ke lantai tiga.


'' Ini ruangan kerja mu...'' kata Verlita


'' wahhhh ini bagus sekali...Terima kasih putri....'' kata Obel sambil meneteskan air mata bahagianya


'' Ini semua akan aku tagih dari kerja keras mu hehehhee'' kekeh Verlita


'' Tentu putri.saya akan melakukan yang terbaik agar VERLOUS menjadi maju'' kata Obel penuh semangat


'' hahaha.,senang mendengarnya'' kata Verlita


'' Lalu dimana ruangan putri?'' tanya Obel


'' Ruangan ku yang di depan ruangan mu...'' kata Verlita


Obel manggut-manggut mengerti...


'' Segera siapkan karyawan yang bisa membantu mu memproduksi sepeda. bawa mereka secepatnya'' kata Verlita


'' Hari ini saya akan menemui mereka langsung,dan jika mereka mau maka besok akan saya bawa ke sini'' jawab Obel

__ADS_1


'' Oke.,besok kita atur lagi..kamu yang akan mengatur mereka nanti jadi ku harap kamu bisa mengendalikan mereka nantinya.'' jelas Verlita


'' Baik putri..'' kata Obel


*******


Sehari,,Seminggu,,,Bahkan Sebulan telah berlalu tanpa terasa..Itu semua di lewati Verlita dengan semua aktifitasnya yang sibuk dengan VERLOUS.


Kini meja karyawan di lantai dua sudah terisi oleh tim produksi dan team manajemen.


Obel juga sudah mulai mentraining karyawan produksi.


Verlita mengatur team menajemen dan semua itu berjalan dengan baik.


~~Verlita yang membagi pekerjaannya ke dua tempat yaitu Perusahaan Krynova dan VERLOUS,bisa di katakan terlihat mengerikan.


Dia bekerja tak kenal lelah dengan tubuh kecilnya..


Terkadang dia berpikir,untung saja dia patah hati di saat banyaknya pekerjaan.


Setidaknya ini adalah obat terbaik dalam menghadapi patah hati.


Kerja..kerja...dan kerja...


Dan waktu terus berlalu,,,,


Pembuatan sepeda sudah di lakukan..


Dalam pemasarannya...Verlita meminta karyawannya memakai sepeda saat hendak pulang pergi ke VERLOUS.


Tentu saja terjadi lah sesi belajar menaiki sepeda...


Semua mata rakyat melihat secara langsung bahwa sepeda sangat membantu di kehidupan sehari-hari.


Dan begitulah awal mula gebrakan VERLOUS untuk memproduksi sepeda.


Yang awalnya Verlita meminta agar di produksi untuk fasilitas karyawan,,sekarang mulai muncul beberapa pesanan.


Bahkan ada beberapa toko yang meminta VERLOUS bekerja sama dengan mereka untuk penjualan.


Begitulah akhirnya sepeda sudah di terima oleh rakyat Krynova.


Semua itu tak mudah tapi jika di lakukan dengan pendekatan, maka akan membuahkan hasil yang memuaskan.


*********


SAAT MAKAN MALAM


'' Selamat atas suksesnya VERLOUS.....'' kata Ragel


'' Makasih kak....hehehehe'' kata Verlita


'' Kamu mau fokus ke VERLOUS atau bagaimana? kamu bisa sakit kalau memporsir tenaga mu...'' tanya Dave


'' Kalau sekarang aku sudah tidak terlalu sibuk kak....sekarang aku hanya perlu melihat perkembangannya. Jadi bisa lah double job ..hehehe'' kekeh Verlita


'' Sayang sekali aku gak bisa mencoba naik sepeda....'' keluh Leanna


'' Tenang lah sayang...nanti kalau kamu sudah melahirkan kan bisa belajar naik sepeda.'' kata Ragel menenangkan hati istrinya yang kini sedang hamil empat bulan.


'' Iya kak...aku akan mengajarkan pada kakak nanti. Sekarang tolong jaga keponakan tersayang ku....heheheeh'' kata Verlita

__ADS_1


'' Baiklah.....hihihi'' kata Leanna


~~Selesai makan malam Verlita pergi ke taman untuk menikmati langit malam.


Dia duduk diam sambil melihat taburan bintang di langit.


Evan yang berjaga di belakang tersenyum melihat wajah Verlita yang terlihat tenang.


Evan melepas mantelnya dan memakaikannya pada Verlita..


'' Terima kasih Evan...'' kata Verlita dengan senyumnya


Evan hanya membalas dengan senyum di wajah nya..


'' Evan....kamu lihat bintang dan bulan itu...'' tunjuk Verlita ke atas


Evan menatap bulan itu...


'' Setelah ku pikir-pikir...aku iri padanya...'' kata Verlita


'' Kenapa?'' tanya Evan


'' Coba lihat ada satu bintang yang selalu di sisi sang bulan..bahkan saat siang pun dia selalu ada di samping bulan.'' keluh Verlita


Evan tersenyum....


'' Putri iri dengan bulan itu?'' tanya Evan


'' Sedikit....'' guman Verlita


Evan melangkah ke depan Verlita....


'' Saya akan menjadi bintang itu...yang selalu di sisi putri...'' kata Evan sambil bersimpuh


Sinar bulan itu seakan memberi cahaya pada wajah Evan..


Seketika wajah Verlita merona...


Tak bisa di pungkiri Evan memang memiliki wajah yang tampan.


Ya...Verlita memang menyadari bahwa Evan selalu diam di sisinya. Selalu menemani saat-saat terpuruknya.


Walaupun dia memang berkewajiban menjaga nya..tapi di lubuk hati yang paling dalam Verlita merasa nyaman bersama Evan.


'' Ya...jadilah bintang di sisi ku...'' kata Verlita dengan senyumannya


'' Hari sudah malam...ayo saya antar istirahat'' kata Evan dengan mengulurkan tangannya


Verlita mengangguk dan menggapai uluran tangan Evan untuk berdiri...


Setelah di depan kamar,Verlita.mengembalikan mantel Evan.


'' Selamat malam putri...'' kata Evan saat Verlita hendak masuk ke kamar


'' Malam juga Evan....'' kata Verlita


Verlita masuk ke kamarnya dan beristirahat dengan perasaan yang damai.


Dia baru menyadari bahwa hanya dengan adanya Evan,dia bisa tenang di setiap waktunya.


'' Hhhhhh setidaknya sekarang aku sudah tenang...walaupun jomblo tapi usaha ku sukses. Setelah ini aku gak mau asal nerima perasaan laki-laki.! Yah..kalau emang harus hidup sendiri maka aku akan bekerja saja terus,sepertinya gak terlalu buruk menjadi wanita karir...'' kata Verlita yang mencari pembelaan jiwa jomblo nya.

__ADS_1


__ADS_2