
Bukan hanya rindu yang di rasakan oleh Ragel pada Verlita,tapi juga rasa penasaran akibat banyaknya surat yang datang ke istana di tujukan untuk Verlita.
Ragel bisa melihat dari stempel kerajaan dari setiap amplop yang datang.
Tapi ada juga yang tak berstempel,seperti dari bukan orang kerajaan.
Dan karna Verlita tak ada,otomatis para surat itu tidak ada yang di balas.
Efeknya mereka mengirim surat lagi untuk Verlita seperti menanyakan balasannya.
Ragel terus tak mau membahas hal itu di surat yang ia kirimkan pada Verlita,ia ingin menanyakan langsung saat Verlita kembali.
Ia senang jika ada yang menyukai Verlita,tapi ada rasa di hatinya yang seakan sulit untuk menerima bahwa adiknya akan lebih dekat dengan laki-laki lain.
Bahkan Bailon yang menanggapi kegelisahan yang di tunjukan Ragel hanya geleng-geleng kepala.
Bailon kadang meminta agar Ragel segera mencari calon Ratu untuk mendampinginya.
Tapi Ragel tak menggubrisnya...
********
KEPULANGAN.....
Akhirnya Verlita dan Dave sudah kembali di Krynova setelah hampir satu tahun menjajaki setiap wilayah.
~~ Saat makan malam tiba Ragel,Dave dan Verlita saling bertukar cerita.
Mereka menikmati suasana santai dengan penuh canda dan tawa.
'' Ehem...! Selama kamu pergi,banyak surat yang datang..'' Kata Ragel tiba-tiba
'' Oh ya?'' respon Verlita yang biasa saja
Ragel menatap Dave....
'' Itu sudah lama terjadi kak....'' kata Dave
'' Jadi hanya aku yang gak tau??'' tanya Ragel
Verlita dan Dave hanya tersenyum..
'' Astaga.....'' desah Ragel lemas
'' Itu belum seberapa..bahkan setiap pagi ada bunga di atas meja kerjanya..'' celetuk Dave memanasi suasana
Ragel hanya menatap Verlita meminta penjelasan.
'' Jangan melihat ku seperti itu kak....kakak gak suka kalau ada yang suka padaku?'' tanya Verlita pada Ragel
'' Hhhhhh....Sejujurnya kakak masih menganggap mu anak kecil yang harus selalu kakak jaga'' kata Ragel frustasi
'' Kakak gak salah berfikir seperti itu...tapi sepertinya kakak harus mulai fokus untuk mencari pasangan kakak. Aku sudah dewasa sekarang..Lagi pula ada kak Dave disisi ku. Sekarang sudah saatnya kakak memikirkan kebahagiaan kakak sendiri.'' tutur Verlita sambil memegang tangan Ragel
'' Aku setuju...posisi Ratu harus segera di isi. Kak Ragel harus ada yang menemani dan membantu setiap hari. Lagi pula...ini sudah saatnya kakak memiliki istri.'' tambah Dave
__ADS_1
'' Kenapa jadi bahas tentang kakak sih? kan kita lagi bicarain surat dari para laki-laki itu..'' sungut Ragel
'' Ayo lah kak....itu gak usah di bahas. Aku juga gak kenal mereka.'' kata Verlita
'' Iya kak...Segeralah menikah...'' timpal Dave
'' Belum ada yang cocok untuk kakak'' jawab Ragel
'' Kakak jangan terlalu memilih...cukup wanita yang tak gila harta dan wanita yang baik-baik...segeralah pilih dia. Masa satupun gak ada yang kayak gitu..'' kata Verlita
'' Terus bagaimana dengan cinta? kalau dia gak cinta dengan kakak bagaimana?'' tanya Ragel
'' Astaga....siapa sih yang gak akan jatuh cinta dengan laki-laki tampan kayak kakak?. Kalau dia gak cinta,ya berarti kakak rayu dia agar jatuh cinta pada kakak.'' kata Verlita
'' Hhhhhh kamu pikir itu mudah?...kak Ragel kan belum pernah pacaran...hahahah'' ledek Dave
'' Hei.! sesama gagal dalam hubungan asmara gak usah komentar..!'' sungut Ragel pada Dave
'' Verlita juga belum pernah tuh...'' lontar Dave
'' Tapi kan aku wanita...jadi aku tau apa yang di inginkan wanita.'' bela Verlita
'' Iya juga sih...walaupun jomblo dari lahir..'' kata Dave
'' Hahhahaha'' mereka tertawa bersama
'' Tapi sebenernya bikin wanita jatuh cinta itu gampang'' kata Verlita
Ragel dan Dave menatap lekat Verlita menjadi pendengar dengan rasa penasaran yang tinggi
Ragel dan Dave mengangguk paham
'' Jadi wanita itu lebih suka di perhatikan,gak perlu dengan barang mewah...cukup dengan kakak tulus melakukan itu,dia pasti memikirkan kakak.
Contoh kecil adalah lelaki misterius yang selalu meletakkan Bunga di meja ku,itu murah tapi romantis dan aku suka.'' jelas Verlita
'' Bagaimana kalau dia wanita yang cuek?'' tanya Dave
'' Wanita cuek itu antara emang gak suka atau dia jual mahal sama kakak. Secuek-cuek nya wanita,mereka pasti memiliki titik lemah.'' kata Verlita
'' Lalu,kalau misalnya aku menyukai wanita yang gila harta bagaimana? seperti dia memiliki ambisi menguasai tahta...'' tanya Ragel
'' Kakak mau kita perang lagi??'' tanya Verlita
Ragel menciut...
'' Kan misalnya....'' guman Ragel
'' Gini aja....ayo kita kumpulkan biodata para putri yang belum menikah dan tidak memiliki pacar.Lalu kita selidiki kelebihan dan kekurangan mereka. Setelah itu,Kakak lamar dia.'' kata Verlita
'' Wah..ide bagus tuh ..'' sahut Dave setuju
'' Itu berarti kami menikah tanpa dasar cinta dong...'' kata Ragel
'' Ya ampun kak...nanti kalau sudah menikah,,cukup dengan kakak memberi rasa nyaman,pasti dia akan mulai mencintai kakak. Aku juga kalau ada laki-laki yang baik dan bisa membuat ku nyaman,aku mau menikah dengannya walaupun aku belum mencintainya.'' jelas Verlita meyakinkan kakaknya
__ADS_1
'' Baiklah...nanti kakak akan meminta bantuan Bailon untuk melakukan itu'' jawab Ragel menyerah
'' Kalau bisa,sekalian buat kak Dave..heheheh'' ledek Verlita
'' Gak usah repot-repot..! biar kak Ragel aja duluan.''sahut Dave
'' Hahahah'' Ragel dan Verlita tertawa melihat wajah Dave yang tak mau di suruh menikah.
'' Jadi,,,bagaimana dengan surat-surat itu?'' tanya Ragel
'' Emang ada dimana?'' tanya Verlita
'' Di kumpulkan sama Bailon..'' kata Ragel
'' oh..ya udah minta aja Bailon mengantarkan surat-surat itu ke kamar ku. Akan ku baca kalau aku ada waktu'' kata Verlita
'' Baiklah..'' kata Ragel
Dalam hati Verlita sebenarnya dia juga penasaran siapa yang mengiriminya surat.
Rasa berbunga-bunga seorang gadis yang mendapatkan surat cinta...
Walaupun tak mengenal siapa pengirimnya,tapi terkadang itu bisa membuatnya tersenyum senyum sendiri.
Bayangkan saja...gaya rayuan para laki-laki di jaman ini sangat membuat hati Verlita bergidik karna sangking lebaynya.
Tulisan puitis yang melebih-lebihkan membuat perut Verlita geli membacanya.
Di tambah lagi dia tak kenal mereka,itu membuat kita berfikir bahwa mereka laki-laki mesum.
Untung saja Verlita mengerti keadaan disini. Jadi dia hanya bisa geleng-geleng kepala jika membaca surat-surat itu.
Satu amplop berwarna Biru laut.,..
Verlita membuka surat itu..Isinya sepucuk surat dan sebuah pembatas buku yang terbuat dari bunga anggrek yang telah di awetkan.
***Untuk Verlita De Frainna***
***Aku melihat warna bunga ini***
***Dan aku ingat warna mata indah mu***....

__ADS_1
( Ini Bunga yang di maksud ya...βΊοΈ)