
'' Ya sudah..nanti kakak pilih yang enak di lihat saja'' kata Dave
'' Astaga..! Berarti Frans di pilih karna enak di lihat?? ck ck ck....'' ledek Verlita
Semua melihat ke arah Frans...
'' Berarti aku ganteng dong....'' sahut Frans dengan Pede nya
'' Bukan itu maksud ku...Itu artinya kepintaran mu tak sebanding dengan wajah mu...hahahhahah'' tawa Verlita
Frans langsung menatap Dave meminta jawaban bahwa itu tidak benar..
'' Heii......jangan percaya dengan omongannya..Buktinya semua pekerjaan beres karena mu..'' kata Dave menenangkan
'' hahahaha...'' Verlita masih tertawa karna melihat wajah Frans saat di jahilinya.
*******
Besoknya Verlita telah mengambil salah satu anggota dari team marketing.
Kali ini dia mengambil wanita lagi.
Namanya Vina,,,umurnya sudah 27 tahun.
Wanita lajang ...
Dan Dave memilih mengambil dari team Quality.
Tentu saja dia memilih laki-laki...
Namanya Jack,,,,umurnya sudah 30 tahun.
Pria beristri dan memiliki anak satu.
Frans dan Imel mengajari Vina dan Jack.
Semua menampakan kerja sama yang baik.
Ruangan yang akan di gunakan Dave dan Verlita juga mulai di siapkan.
Kini di ruangan itu hanya ada mereka berdua.
~~ Seminggu berlalu....
Verlita juga mendapatkan asisten untuk VERLOUS yang di kenalkan oleh Imel.
Namanya Sila..Wanita berumur 21 tahun dan masih lajang.
Seperti kata Imel, Sila memiliki daya ingat yang tinggi. Sehingga tak sulit untuk mengajari nya.
Dan karna VERLOUS masih tahap berkembang,jadi belum banyak yang harus di kerjakan.
Tapi ini cara yang pas agar Sila tidak kesulitan nantinya.
*******
Beberapa bulan telah berlalu...
Ratu Leanna telah melahirkan pangeran kecil yang tampan.
Pesta rakyat selama seminggu di adakan untuk menyambut kelahiran Pangeran.
Pangeran Luis De Frainna...
Yang akan menjadi putra mahkota Krynova..
'' Kakak....aku mau menggendongnya....'' rengek Verlita
__ADS_1
'' Tapi hati-hati ya....'' kata Leanna
Verlita mengangguk dengan matanya yang berbinar bahagia.
Verlita sudah tak asing dengan anak kecil karna dulu dia sudah biasa merawat mereka di panti asuhan.
Dengan penuh kasih sayang dia menggendong Luis..
'' Halo....keponakan ku yang tampan...aku Tante mu ya...Selamat datang di dunia ini...'' kata Verlita
'' Kamu sudah cocok mempunyai anak...segeralah menikah..'' sahut Ragel yang selalu menemani Leanna waktu lahiran
'' Hehehe... kalau anak bisa di buat..tapi suami nya yang gak bisa..'' sahut Verlita
Dave hanya menatap iri...
'' Kamu kenapa??'' tanya Ragel pada Dave
'' Sepertinya dia juga mau punya anak'' celetuk Verlita
'' Iya....aku jadi ingin punya bayi juga...'' rengek Dave
'' kakak mau gendong bayi nya?'' kata Verlita
'' Bolehkah??'' tanya Dave antusias
'' Boleh tapi hati-hati..jangan terlalu kuat ngerangkulnya...'' kata Verlita
Dave langsung maju dan menerima uluran Verlita.
Kini Luis sudah berada dalam gendongannya...
Dave memegang tangan mungil Luis dan mengelus-ngelus pipi lembut nya.
'' Kak...boleh kah Luis untuk ku?? kakak bikin aja lagi.'' kata Dave tiba-tiba
'' Emangnya barang asal ngasi aja??!'' sungut Verlita
'' Dia terlalu lucu....aku juga mau yang seperti ini..'' lanjut Dave
'' Enak aja.! Kakak kalau mau yang kayak gini ya nikah. Melahirkan itu sakit,jadi jangan asal minta sama kak Leanna'' sungut Verlita
'' Kamu duluan yang nikah baru kakak'' kata Dave
'' Kalau gitu jangan terlalu berharap untuk segera memiliki anak'' jawab Verlita enteng
'' Kamu gak ada niatan mau nikah?'' tanya Ragel
'' Ada...tapi gak tau kapan.hehehehe'' jawab Verlita
'' Ya sudah kalau gitu kakak gak nikah juga'' sahut Dave
'' Apaan sih...! Kakak kalau mau nikah,nikah aja...'' kata Verlita
'' Nanti gak ada yang jagain kamu..Karna kakak akan merhatiin istri kakak juga..'' jawab Dave
'' Kan aku ada Evan'' jawab Verlita
Semua langsung menatap Verlita dengan intens..
( kok pada lihat aku begini? Ah...) batin Verlita
'' Kan Evan pengawal ku.....'' lanjut Verlita
Semua masih melihat Verlita, seakan mencari tau apa ada hubungan di antara Verlita dan Evan.
'' Hei...kami tak ada hubungan yang seperti itu...'' kata Verlita
__ADS_1
'' Kalaupun ada juga gak papa kok...gak usah panik gitu...'' ledek Dave
'' Ih apaan sih.'' Kata Verlita jadi salah tingkah
Ragel dan Leanna hanya terkekeh....
********
Di akhir pekan Verlita menghabiskan waktunya di perpustakaan miliknya..
Evan yang setia menemani ikut membaca buku yang ada di sana. Duduk dengan manis di kursi langganannya.
Verlita tiba-tiba bangun dari badannya yang sedari tadi membaca sambil berbaring di ranjang.
'' Evan...'' kata Verlita
'' iya putri...'' kata Evan dengan tetap membaca
'' Apa kamu ada niatan mau menikah? '' tanya Verlita
Evan langsung menoleh ke Verlita ..
'' Maksudnya?'' tanya Evan
'' Enggak....aku hanya kepikiran aja kata-kata kak Ragel dan kak Dave. Aku gak mungkin nahan kak Dave untuk menunggu ku menikah,sedangkan aku aja gak ada kekasih. Kak Dave gak mungkin jagain aku terus. Makanya aku tanya kamu...apa kamu ada niatan mau nikah suatu saat nanti? kalau misalnya gak ada niatan,berarti aku masih bisa mengandalkan mu menjaga ku..'' jelas Verlita
'' Apa putri mengharapkan saya menikah?'' tanya Evan
'' Eeeiiii kamu kan laki-laki normal..gak mungkin kan gak ada niat mau menikah??. Aku gak akan menahan mu kalau itu terjadi'' kata Verlita
'' hhhhhhh'' Evan menghela nafasnya dan kembali membaca buku di tangannya
'' iiiihhhh kok ngehindar sih??'' kata Verlita
Evan masih tak mengubris Verlita..
'' Heiii Evan..! Jawab dong...kamu nikah gak? Apa mau tua bareng aku??'' lanjut Verlita
Evan menoleh dan menatap Verlita.Ia bangun dari duduk nya dan berjalan menghampiri Verlita.
Kini kedua nya berada di jarak yang sangat dekat.
Mereka saling menatap dengan wajah Evan yang serius....
'' Apa putri mau tua bersama saya?'' tanya Evan
'' Ehm.'' jawab Verlita dengan anggukan nya
'' Apa Putri tau arti dari kata-kata itu?'' tanya Evan
Wajah Verlita tampak bingung...
'' Saya harap putri tak melupakan kata-kata putri tadi...karna saya akan melangkah mulai sekarang...'' kata Evan sambil tersenyum penuh arti
( Melangkah? apaan sih maksud nya?) batin Verlita
'' Saya akan berjaga di luar putri...'' kata Evan yang langsung melangkah keluar dengan senyum yang masih menghiasi wajah nya.
Verlita masih terbengong dengan senyuman yang Evan berikan.
Sisi lain yang Evan tunjukan....
'' Kenapa aku merasa ada yang janggal ya?..tapi apa ya??...Kayak ada yang aneh tapi apa....'' guman Verlita
Sedangkan di luar perpustakaan Evan tersenyum sambil mengingat ekspresi polos Verlita.
Dalam hatinya mulai sekarang dia akan mulai lebih menunjukan perasaannya.
__ADS_1
Evan menyadari bahwa Verlita tipe wanita yang harus di beri perhatian dan perlu ketegasan dalam hubungan.
Jadi langkah selanjutnya adalah Evan akan mengungkapkan perasaannya.