
Cailon dan Evan bergegas menuju Istana.
Sesampainya di istana,mereka langsung ke kamar Raja.
Tok Tok
'' Putri,ini saya Cailon'' terdengar dari arah luar
'' Masuk'' jawab Verlita
Cailon dan Evan masuk ke dalam kamar.
Sudah ada Neil yang mendampingi Verlita di ruangan itu.
'' Ada yang ingin aku bicarakan pada kalian'' kata Verlita yang masih duduk di sofa
Mereka bertiga berdiri menatap Verlita.
Mendengarkan apa yang akan Verlita katakan.
'' Kalian tau bahwa aku tak memiliki kekuatan untuk melawan pemberontak ini. Aku hanya bisa mengandalkan kalian bertiga. Aku tak bisa mempercayai orang lain.'' lanjut Verlita
'' Kami akan menuruti perintah putri.'' kata Cailon
Evan dan Neil mengangguk setuju.
'' Terima kasih. Sekarang aku harus bertemu kakak ku dulu. Tapi aku tak bisa meninggalkan ayah sendiri.
Evan, pergilah beri tau kakak-kakak ku utk kemari,jika mereka bertanya jawab saja seperti yang kamu lihat.'' kata Verlita
'' Baik putri'' Evan langsung pergi mencari pangeran Ragel dan Dave
'' Cailon,apakah kepala ksatria dapat kita percaya?'' tanya Verlita
'' Kenapa putri berfikir seperti itu?'' Cailon merasa aneh
'' Kamu lebih lama mengenalnya..aku hanya ingin memastikan saja'' kata Verlita
'' Ya. Dia dapat di percaya..'' suara Cailon agak ragu
'' Apa kau belum paham maksud ku Cailon?,'' tanya Verlita
'' Tapi itu tidak mungkin putri...'' raut wajah Cailon berubah
'' Aku juga berharap seperti itu....'' Verlita menghela nafas nya.
******
Di tempat lain Evan pergi mencari para Pangeran.
Saat di tanya perihal apa,Evan hanya menjawab dengan apa adanya.
Ragel dan Dave pun langsung pergi menemui Verlita.
Dengan perasaan yang resah mereka datang ke ruangan Raja.
DRAP DRAP DRAP!!
Suara langkah seakan di percepat....
Dua arah berbeda..
Ragel dari kamar pribadinya..
Sedangkan Dave dari perusahaan...
Dan tibalah mereka di kamar Raja...
'' Verlita..'' kata Ragel dan Dave
'' Kakak..!'' Verlita menghampiri Ragel dan Dave
'' Apa kau baik-baik saja?'' tanya Dave
'' Ya. Aku baik-baik saja. Apa kak Ragel dan kak Dave baik-baik saja? kenapa kakak tam memberi tahuku soal ayah???'' tanya Verlita
'' Kami baik-baik saja. Kakak hanya tak ingin kamu terluka..'' jawab Ragel yang langsung memeluk adik kecilnya itu
'' Bagaimana keadaan ayah?'' tanya Dave
__ADS_1
'' Dokter bilang,tak ada obatnya..'' jawab Verlita lemah
'' Kita harus segera menemukan pelakunya.'' kata Ragel geram
'' Ada yang ingin aku bicara kan pada kakak'' kata Verlita
Ragel dan Dave menatap Verlita.
Lalu mereka duduk di sofa...
'' Tolong kakak beri tahu aku situasi sekarang.'' kata Verlita serius
'' Untuk sekarang kita belum menemukan titik terang. Para pelayan tak ada yang mengaku. Perusahaan harus tetap ada yang mengatur,jadi hanya aku yang menyelidiki.'' jelas Ragel
'' Sepertinya kita sudah salah...'' kata Verlita
'' Apa maksud mu?'' tanya Dave
'' Coba kita pikir ulang...kita tau bahwa pelayan adalah kaki tangan mereka. Tapi ada yang aneh disini,,bagaimana mereka bisa dengan santainya melakukan itu? Semua ini seperti terorganisir dengan baik..pelan tapi pasti...'' kata Verlita terhenti sambil menatap kakak nya.
'' Orang yang dengan mudahnya keluar masuk dan mengontrol situasi di istana...'' tambah Dave
'' Astaga....'' kata Ragel yang tau siapa orang tersebut tapi tak bisa dia terima
'' Aku juga awalnya tidak berfikir bahwa dia yang melakukannya. Tapi sepertinya kita harus mulai menyelidikinya.'' kata Verlita
'' Ya . Kita juga harus mengumpulkan para ksatria yang ada di pihak kita. Biar aku dan Neil yang melakukan itu. Dave,biarkan Bailon yang menghandle perusahaan,bagian mu menjaga dalam istana. Cailon dampingi Verlita dan Raja. Aku akan menambahkan penjagaan di luar.'' kata Ragel
Semua bergerak sesuai instruksi Ragel.
Kecemasan masuk di hati Verlita.
Apa yang akan terjadi?
Kenapa harus begini?
Pertanyaan yang berulang-ulang ada di pikiran Verlita.
'' Aku kesal! Aku tak bisa melakukan apa-apa.! Aku hanya menyulitkan semua orang.'' kata Verlita frustasi sambil mondar-mandir
'' Putri sudah melakukan yang terbaik. Semua akan baik-baik saja...'' Kata Cailon
'' Ayah...!'' Verlita menghampiri Raja
Raja terbangun dan batuk darah...
Semua pakaian dan selimut terciprat darah raja.
Verlita mencoba untuk berkomunikasi pada raja,tapi raja terus batuk darah.
Dan kemudian.....
Suara batuk itu menghilang..
'' Ayah...ayah...! ayah kenapa? ayah bangun ayah!! ayah...!!!!!'' Jerit Verlita sambil menggoyangkan tubuh ayahnya
Cailon mendekat dan memeriksa nadi Raja.
Tiada....
Cailon menepuk punggung Verlita...
'' Raja sudah tiada..'' kata Cailon pelan
'' Bohong..!!! ayah...!! ayah bangun ayah..!!!!''
Verlita terus menangis tersedu-sedu.
Raungannya sangat menyayat hati yang mendengarnya..
'' Kenapa? kenapa Ayah dan Ibu meninggalkan aku sendiri? Untuk apa aku ke dunia ini kalau harus merasakan sakit seperti ini?? kenapa Tuhan? kenapa???'' teriak Verlita
Cailon menatap sedih ke arah Verlita..
Gadis mungil yang ia jaga dari kecil harus merasakan penderitaan seperti ini.
Walaupun kehidupan peperangan di dunia ini sudah biasa,tapi itu sungguh sulit bagi Verlita.
Ia lahir dengan harapan memiliki keluarga...
__ADS_1
Merasakan kasih sayang keluarga...
Hari ini semua itu menyadarkan Verlita...
Seakan Tuhan ingin Verlita melakukan sesuatu..
Kedatangannya bukan untuk mimpinya yang memiliki orang tua..
Bukan semata hidup bahagia untuk mengganti hidupnya di dunia yang dulu..
Apa?
Apa yang harus di lakukan oleh seorang gadis kecil yang tak memiliki kekuatan?
Verlita tak tau caranya bela diri...
Verlita tak memiliki ilmu-ilmu seperti yang ada di Novel bacaan nya..
Verlita hanya memiliki pemikiran yang berbeda dari orang disini...
Verlita hanya memiliki kemampuan dalam memimpin...
Ya..STRATEGI..!!
Hanya itu yang Verlita punya....
Verlita mulai menyusun hati nya..
Menerima keadaannya...
Seperti ramalan yang datang saat ia lahir....
MENGUBAH DUNIA....!!
Verlita bangun dari kesedihannya...
Ia tutup menutup tubuh Raja hingga kepala...
Lalu ia menutup mata dan berdoa untuk Ayahnya...
Sedih....
Tentu saja rasa sedih itu masih ada...
Bahkan air mata yang di tahan pun tetap berusaha menerobos untuk keluar...
Selesai berdoa,Ia menarik nafas dalam-dalam untuk melegakan dadanya.
'' Cailon. Jangan sampai ada yang tau tentang meninggalnya ayah. Jika musuh tau, aku takut perang besar benar-benar terjadi.'' kata Verlita
'' Saya mengerti putri.'' jawab Cailon
'' Oke. Sekarang kita tunggu kabar dari kak Ragel.'' kata Verlita
Ruangan itu pun kembali hening...
Cailon terus menatap Verlita yang mencoba untuk tegar.
*********
Lalu di suatu tempat...
Perbincangan terjadi...
'' Tuan..semua pelayan yang tertangkap sudah kita bungkam.'' kata Kepala Ksatria yaitu Andrea pada Tuannya
'' Bagus.! Kita tunggu kematian Raja sebentar lagi....setelah itu kita rebut kerajaan ini...hahahhahaha''
'' Bagaimana dengan para Pangeran?'' tanya Andrea
'' Tak usah khawatir..kita lakukan sesuai rencana kita. Setelah Raja mati, kita kepung istana ini.!''
Seringai di wajah mereka seakan siap untuk memakan mangsanya...
######
SIAPA MEREKA??
READER'S ADA YANG BISA MENEBAK..?
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA YA....