
PESTA PERNIKAHAN
Kini tiba saat nya pernikahan antara Ragel dan Leanna.
Acara Pemberkatan di lakukan di pagi hari...
Setelah itu di sambut oleh pawai festival para rakyat.
Kali ini Verlita memberikan ide untuk semua yang mengikuti pawai agar menggunakan kostum yang berbeda.
Verlita ingin mengadakan cosplay di kalangan rakyat.
Ia ingin rakyat memakai aneka pakaian dan juga riasan wajah yang sesuai dengan pakaian mereka.
Canda tawa para tamu dan rakyat sangat terdengar riuh.
Alunan musik yang keras membuat situasi semakin bersemangat walaupun matahari semakin ke atas.
Dan tiba saat nya acara pesta di malam hari.
Tebaran kembang api terus menghiasi langit per satu jamnya selama sepuluh menit.
Itu semua semata-mata untuk membagikan rasa bahagia hari pernikahan Raja dan Ratu Krynova.
Taman istana yang ikut di buka agar para Rakyat yang ingin merasakan suasana Dansa serta menikmati hidangan istana,di perbolehkan masuk.
Walaupun tak bisa menampung semua rakyat yang ingin masuk menikmati dansa,suara alunan musik dansa di kencangkan hingga bisa di dengar hingga radius di luar istana.
Rakyat yang berada di luar ikut bahagia walaupun tak bisa masuk taman istana.
Para rakyat tak mau membuat kericuhan hanya karna tak bisa masuk taman istana.
Terkadang ada juga yang sadar diri,untuk bergantian dengan yang lain.
Dansa pertama di mulai oleh Raja Ragel dan Ratu Leanna.
Setelah itu barulah semua orang bisa menikmati pesta dansa.
Karna negara lain banyak yang di undang,bahkan semua kalangan bisa ikut hadir,,,kita tak bisa melupakan kemungkinan yang akan terjadi malam ini.
Beberapa mata telah menatap Verlita....
Verlita yang mengetahui itu terus memegang lengan Evan sebagai tameng nya.
Verlita tak bisa menganggu Dave,karna Dave harus menyapa para tamu undangan dari negara lain.
Untung saja Verlita sudah mengira ini akan terjadi,sehingga dia sudah meminta Evan untuk memakai pakaian formal.
'' Evan...kenapa aku merasa banyak yang menatap ku? Apa pakaian ku ada yang kotor atau make up ku terlalu tebal??'' bisik Verlita
Evan melihat tubuh Verlita sekilas.
'' Itu karna putri tampak cantik..maksud saya lebih cantik dari biasanya'' kata Evan
'' aahh aku serius nih..'' kata Verlita sambil mencubit kecil lengan Evan
'' Saya serius putri.....mereka semua tertarik pada putri'' jelas Evan meyakinkan Verlita.
'' Heheheh berati menurut Evan aku cantik kan....'' goda Verlita
'' ehem'' Evan berdehem sambil memalingkan wajah,tapi telinganya tampak memerah.
'' Hahahaha kamu lucu'' tawa Verlita
Secara tak sengaja saat Verlita melihat dengan seksama para tamu undangan,ada beberapa yang tersenyum padanya.
__ADS_1
Siapa lagi kalau bukan para pria tampan yang mendekatinya...
Ya...
Hail De Velano..
Hose De Gryna
Dista...
Elias....
Mereka yang berada di posisi yang berbeda namun menatap ke arah Verlita semua.
Verlita mulai gugup..
Ia sekarang mulai tahu dari pandangan mereka,,
Bahwa mereka semua ingin mendekatinya karna suka padanya.
Mereka menunggu respon dari Verlita...
Apalagi biasanya urutan saat Dansa dapat menilai seberapa dekat hubungan seseorang.
'' Evan....'' kata Verlita dengan gugup
'' Iya Putri...'' jawab Evan
'' Tadi katamu mereka yang melihat dan tersenyum padaku berarti mereka menyukai ku kan?'' tanya Verlita
Evan mengangguk....
'' Lalu bagaimana jika mereka juga sudah sering bertemu dengan ku bahkan berkirim surat padaku?'' tanya Verlita lagi
'' Itu artinya mereka ingin menjalin hubungan yang lebih dengan Putri..'' jelas Evan
'' Itu cukup rumit jika lebih dari satu orang'' kata Evan
'' Lalu menurut mu harus bagaimana??'' tanya Verlita
'' Ehm...menentukan pilihan'' kata Evan
'' Tapi kan belum ada yang menyatakan perasaan pada ku...'' kata Verlita murung
'' Mereka sudah melangkah..selanjutnya mereka menunggu putri untuk melangkah juga..'' kata Evan
'' Tapi aku galau....'' guman Verlita
'' Baiklah...pakai saya sebagai perisai tuan putri'' kata Evan penuh keyakinan
Verlita terharu dengan perkataan Evan..
'' Memang cuma kamu yang bisa di andalkan...'' kata Verlita yang kembali tersenyum
'' Kalau begitu....maukah putri berdansa dengan saya...?'' kata Evan sambil membungkukkan badan dan memberikan tangan nya pada Verlita
''ehm'' jawab Verlita sambil mengangguk dan tersenyum.
Mereka yang tau bahwa Evan adalah hanya sekedar pengawal Verlita,tak terpancing dengan adegan tersebut.
Mereka menunggu saat yang pas untuk mendekati Verlita.
Verlita tak menyangka jika Evan juga pandai berdansa.
Bahkan Evan memegang pinggang Verlita seperti telah biasa berdansa.
__ADS_1
'' Aku tak tau jika kamu sangat pandai berdansa..'' kata Verlita di sela dansa mereka
'' Saya mempelajarinya setelah di tunjuk menjadi pengawal pribadi putri'' kata Evan
'' Wah..tapi kamu tampak sangat lihai lho....'' kata Verlita dengan kagumnya
'' Saya senang mendengarnya...'' kata Evan sambil tersenyum
'' Evan,,,jika lagu ini selesai lalu ada beberapa orang yang menghampiri mengajak ku berdansa bagaimana?'' tanya Verlita
'' Putri harus tetap memilih yang pertama datang...itu adalah Etika yang terbaik agar tidak ada yang tersinggung'' jawab Evan
'' Terkadang aku jadi menyesal karna sekarang aku sudah terbiasa dengan sepatu tinggi ku..hhhh'' guman Verlita di ikuti desahan frustasi
Evan terkekeh melihat wajah Verlita yang frustasi..
Pasalnya tuan putrinya itu telah belajar bagaimana menggunakan sepatu tinggi dengan terus memakainya selama sebulan di setiap aktivitasnya.
Verlita tak ingin merepotkan orang lain jika terluka lagi gara-gara sepatu tingginya.
Evan mengakui bahwa Verlita tipe wanita penuh tekad jika sudah merencanakan sesuatu.
Tapi Verlita yang akan ragu jika urusan dengan hati.
Mungkin karna banyaknya pria yang mendekati atau efek tak pernah memiliki kekasih jadinya tak mengerti hal-hal seperti itu.
~~Lagu telah berhenti...
Evan dan Verlita berjalan ke pinggir altar...
Verlita meneguk air yang ada di mejanya..
DRAP DRAP DRAP
Langkah kaki yang mengarah ke Verlita terdengar di telinga...
Verlita mencoba untuk tenang...
Dia mengikuti kata Evan untuk memilih yang pertama kali datang ke arah nya....
'' Putri....'' sapa suara laki-laki
Masalahnya bukan hanya satu orang yang memanggilnya...
Verlita menoleh ke arah yang memanggilnya...
Wajah para pangeran yang belum dia kenal namanya semua mengerumuninya sekarang..
Karna gugup Verlita merangkul tangan Evan,mencoba untuk terlihat tenang..
Verlita memberikan senyumnya...
Beberapa langsung memberi salam dan memperkenalkan diri mereka.
Verlita membalas perkataan mereka seadanya..
Lalu alunan musik dansa di putar kembali....
Semua pangeran mengulurkan tangan mengajak Verlita berdansa.
Verlita bingung..pasalnya dia tak tau siapa yang datang pertama.
Semua sudah berkumpul di depannya tadi....
'' Apakah putri mau berdansa dengan saya?'' tiba-tiba suara yang tak asing menurutnya
__ADS_1
Verlita tersenyum saat melihat siapa yang mengulurkan tangan gagah itu...