
Lalu di negara yang jauh disana,dengan hati yang berdebar-debar menunggu balasan surat dari Verlita.
Sudah dua Minggu sejak dia mengirimkan surat.
Berarti kalau Verlita langsung membalas,harusnya surat itu akan segera sampai.
Sehari berikutnya datanglah surat yang telah ia tunggu.
Dengan hati yang berdegup kencang ia memegang surat itu.
Lalu ia buka surat itu..
Untuk Pangeran Hail De Velano
Aku baik-baik saja..terima kasih sudah mengkhawatirkan ku.
Bagaimana dengan mu?
Apa keadaan disana baik-baik saja?
Pasti indah sekali patung itu hingga kamu sangat memujinya..
Aku jadi penasaran..hehehe
Pasti dingin sekali di sana...
Jangan lupa jaga kesehatan mu..walaupun aku tau kalian gudangnya obat.
Buatlah air hangat yang di campur irisan Jahe dan sedikit madu.
Itu baik untuk tubuh saat cuaca dingin.
Salam hangat dari ku
Verlita De Frainna
Setelah Hail membaca surat itu,hatinya menjadi berbunga-bunga.
Segera ia meminta pelayan untuk membuatkan minuman jahe di campur sedikit madu.
Hail menikmati itu..kemudian meminta pelayan membuatkan untuk orang tuanya.
'' Benar-benar hangat....'' guman Hail
''Minuman itu yang menghangatkan atau yang memberi resep minumannya??
Hanya Hail yang bisa menyimpulkannya...hehe'' (Author)
**********
####KRYNOVA####
Makan malam bersama di ruang keluarga adalah kewajiban bagi Ragel,Dave dan Verlita.
ini adalah moment di mana mereka bisa berkumpul setelah kesibukan masing-masing.
'' Ada yang ingin ku katakan pada kalian..'' kata Ragel
Dave dan Verlita menatap ke arah Ragel tanda ingin tau.
'' Sepertinya kita butuh liburan..'' kata Ragel
'' Eeiiiii kirain apa.'' respon Verlita datar
'' Kakak ingin melarikan diri dari tumpukan tugas ya? untuk sekarang ku tolak ajakan itu.'' jawab Dave
__ADS_1
'' Wah....kalian loyalitas sekali ya....'' kata Ragel terperangah melihat kedua adiknya yang sudah dewasa
'' Bukannya kami gak mau kak...tapi ini belum benar-benar stabil. masih banyak yang harus kami kerjakan. Dan kakak nikmati saja dulu pelajaran bersama Bailon...hehehe'' kata Dave
'' Arrgghhh...kepala ku sudah mau meledak ini...'' kata Ragel dengan ekspresi tak berdaya
'' Kami juga sibuk kak'' kata Verlita
'' Kamu juga..biasanya suka kalau di ajak jalan-jalan...'' cibir Ragel pada Verlita
'' Kali ini aku sedang membuat strategi baru....jadi sambil strategi itu berjalan,tolong kakak belajar menerima pekerjaan sebagai Raja.hehehe'' kata Verlita sambil mengejek
'' Strategi apa? kok kakak gak tau?'' tanya Dave
'' Itu baru muncul di kepala ku kemarin.'' jawab Verlita
'' Apaan??'' Dave penasaran
'' Aku ingin membuat sistem management yang lebih tersusun lagi.Selama ini kita hanya membagi dasarnya saja.'' tutur Verlita
'' Keuntungannya apa?'' tanya Dave
'' Kerjaan kita berkurang lah....'' kata Verlita
'' Oke.kakak dukung. Apa yang bisa kakak bantu?'' Kata Dave semangat
'' Lalu siapa yang membantu ku?'' Rengek Ragel seperti anak kecil
'' Astaga...Akhir-akhir ini kakak sering sekali seperti anak kecil'' Kata Verlita
'' Hahahaah'' tawa Dave
Ragel hanya cemberut....
'' Biasa nya kakak bisa menjaga ekspresi..sekarang kakak benar-benar berubah...ckckcck'' ledek Verlita
'' Oh tidak bisa.....aku tak tertarik dengan kedudukan Raja.'' Sela Dave
'' Aku wanita,itu tidak mungkin'' jawab Verlita
'' hhhhh'' Ragel menghela nafas untuk menerima kenyataan
'' Sabarlah kak...nanti kakak juga akan terbiasa. Aku tau kakak bisa. Di antara kita,hanya kakak yang berhak di posisi itu'' Verlita menasehati
'' Baiklah...kakak senang melihat kalian menjadi dewasa dengan keadaan kita yang seperti ini.'' kata Ragel dengan menatap kedua adiknya
'' Kami akan selalu mendukung kakak,jadi bertahanlah untuk kami.'' kata Dave
'' Ya...'' jawab Ragel yang sekarang mulai lega
*****
Esoknya di perusahaan....
'' Elias....bagaimana dengan perekrutan anak baru?'' tanya Verlita
'' Sudah di seleksi. Tapi ada sebagian yang tidak memiliki keterampilan jadi kami masukkan ke bagian produksi pertambangan.'' jelas Elias
'' Sisanya berapa orang?'' tanya Verlita
'' Yang bisa kita pakai di perusahaan ada tiga puluh orang.'' jawab Elias
'' Oke.terima kasih'' kata Verlita
Dave melihat dari arah mejanya,,mengingat perkataan Verlita malam itu.
Dave menyadari bahwa Verlita sedang melakukan rencananya.
__ADS_1
Dave hanya mengamati,,dia ingin Verlita mengambil tindakan sendiri.
Dia senang melihat kemandirian Verlita.
Adik mungilnya yang sekarang berubah menjadi dewasa dan berani memimpin.
Verlita menyusun rencana untuk membuat susunan perusahaan.
Dia ingin rakyat bisa menggunakan talenta mereka.
Kepintaran mereka harus di gunakan untuk negara mereka sendiri.
*******
Tiga hari kemudian....
Verlita sudah membuat skema baru di perusahaan
'' Elias tempelkan kertas ini di dinding depan perusahaan. Suruh mereka membaca ini,dan di lakukan mulai hari Senin. Jika mereka bertanya, Suruh menghadap saya'' kata Verlita
'' Baik putri'' jawab Elias yang langsung mengambil gulungan kertas yang lumayan besar.
'' Itu apa?'' tanya Dave dari mejanya
'' Aku sudah mensurvei hasil kerja karyawan selama ini. Aku melihat ada yang tidak cocok di tempatnya. Dan aku memasukan anak baru untuk membagi bagian yang harus di tambah. Sepertinya akan sedikit butuh waktu untuk menyesuaikan diri,tapi itu harus di mulai dari sekarang.'' jelas Verlita
'' Kamu sudah bekerja keras...'' kata Dave
'' Heheheh'' kekeh Verlita
Kertas pengumuman di tempelkan di dinding oleh Elias. Kemudian memanggil para karyawan untuk melihatnya.
'' Apa ini?'' tanya salah satu karyawan
'' Ini adalah ketentuan dari Putri Verlita. Silahkan di ikuti secara tertib.jika ada pertanyaan silahkan datang ke ruangan Putri.'' jelas Elias
'' Wah...ada nama ku. Aku di pindahkan..'' celoteh para karyawan
Ada yang senang ada yang bingung. Tapi mereka membaca Tulisan di akhir kertas itu.
KALIAN PENDIRI NEGERI INI.TUNJUKAN KEMAMPUAN KALIAN DENGAN TINDAKAN.
KRYNOVA PERCAYA PADA KALIAN...
'' ya...sepertinya Putri sudah menilai kemampuan kita masing-masing.'' kata karyawan
'' Benar. Aku kurang paham dengan bagian yang sekarang. Tempat yang baru itu lebih pas untuk ku.'' sahut yang lain
'' Wah..kita juga memiliki banyak anak baru.setidaknya tugas kita bisa lebih efisien lagi'' kata yang lain
Begitulah tanggapan para Karyawan yang menerima dengan pemikiran yang terbuka.
Walaupun awalnya mungkin mereka kurang percaya diri dengan bagian yang baru,tapi dengan di kumpulkannya semua semangat karyawan membuat ikut berani mengambil tindakan.
Kekompakan para karyawan terlihat sangat bagus. Semua menyetarakan derajat mereka tanpa ada diskriminasi.
Kalaupun itu terjadi,yang melakukan diskriminasi malah akan di kucilkan.
Verlita bekerja keras untuk membuat dunia nya yang sekarang lebih baik dari dunianya yang dulu.
Ia ingin Rakyatnya saling menolong tanpa pamrih.
Verlita menyadarkan mereka bahwa mereka memiliki kelemahan masing-masing. Jadi tidak di perkenankan untuk menyombongkan diri.
Banyak canda tawa saat mereka berkumpul untuk istirahat makan.
Dari kejauhan Verlita melihat wajah mereka,membuatnya terharu.
__ADS_1