
...PANGERAN CALLEID DE LANCHIA...
Raja muda yang kini naik tahta setelah perang saudara dengan kakak nya yang berbeda ibu.
Kakaknya adalah anak dari ratu,sedangkan Calleid adalah anak dari selir raja.
Bukan alasan sepele hingga akhirnya pilihan itu jatuh pada Verlita.
Banyak para putri yang telah di seleksi dan hanya Verlita yang sedikit informasinya.
Sehingga Calleid menjadi lebih penasaran dan melakukan pemeriksaan lebih detail pada Verlita.
Dan akhirnya di temukanlah bahwa Verlita yang tak memiliki kedekatan dengan banyak pria.
Dan Verlita merupakan wanita penggila kerja dengan sejuta idenya.
Semakin dalam rasa ingin memiliki di hati Calleid.
Dia pun dengan segera mengirimkan lamaran resmi..Dia juga melampirkan mahar yang akan di berikan jika lamaran itu di terima.
Seakan memberi tahu bahwa ia pantas untuk menjadi suami Verlita.
*******
Verlita duduk termenung di taman...
Tak sedikit helaan nafas yang dia hembuskan.
'' apa putri ada masalah?'' tanya Evan
'' Ya...'' jawab Verlita lesu
'' Apa saya bisa membantu?'' tanya Evan
Verlita langsung menoleh ke arah Evan yang ada di sampingnya.
Dia menatap wajah Evan ....
( hm...dari wajah sih dia ganteng,baik juga, walaupun aku gak cinta sama Evan tapi setidaknya dia orang yang ku kenal..mungkin aku akan bisa jatuh cinta nanti.) batin Verlita
'' putri....'' panggil Evan membuyarkan lamunan Verlita yang terus menatapnya
'' eh iya...'' kata Verlita yang mulai sadar
'' Apa yang sedang putri lamunkan?'' tanya Evan
'' hhhhhhhh.....Aku akan menikah Evan'' kata Verlita dengan menghela nafasnya
JLEB!!
Seakan tertusuk pedang,Hati Evan terasa sakit tak berdarah.
'' Menikah?'' tanya Evan
'' Ya...aku dapat lamaran dari negara Lanchia seminggu lalu'' kata Verlita
( Lanchia? Negara yang kekuatannya sama besar dengan Krynova....ini berat..) batin Evan
__ADS_1
'' Aku bingung harus gimana...jalan paling aman adalah aku harus menikah sekarang untuk menolak lamaran itu. Tapi kamu kan tau aku gak ada deket sama laki-laki lain setelah Elias. Dan yang lagi aku pikirkan adalah efek terburuk dari penolakan ini...PERANG.'' jelas Verlita
'' Kalaupun putri menikah sekarang untuk menolak lamaran itu,harus yang sepadan atau lebih tinggi dari Lanchia....'' kata Evan lesu
'' Benarkah??'' tanya Verlita tak percaya
(Padahal aku sudah mulai ada pandangan siapa yang akan aku ajak menikah).batin Verlita
Evan hanya mengangguk dengan wajah sedihnya...
'' Aarrhhhhggg.....'' kesal Verlita
********
Dua Minggu berlalu.....
Verlita sudah mulai tak fokus pada pekerjaannya..
Bahkan Dave yang seruangan dengan Verlita merasa ikut tertekan.
'' Kak....aku sudah mulai gila'' kata Verlita
'' Kakak melihat itu di wajah mu'' kata Dave
'' Aku harus gimana kak?? padahal tadi nya aku udah niat mau ngajak nikah orang,tapi katanya harus yang setara atau lebih dari Raja Lachia'' keluh Verlita
'' Itu benar...Kamu akan menginjak harga dirinya jika menikah dengan laki-laki yang di bawah dirinya.'' kata Dave
'' Itu sulit kak...bahkan yang ku tolak kayak Hail sama Hose aja beda jauh sama Calleid'' kata Verlita
'' Sebenarnya alasan utama mu menolak lamaran ini apa??'' tanya Dave
'' Tuh kan...kamu aja gak dapet alasan yang kuat untuk menolaknya. Dulu kamu juga bilang,gak apa kalau ujung-ujung nya di jodohin'' kata Dave
( iya ya...kenapa aku kok kekeh banget mau nolak?. Dari segi kedudukan,dia seorang raja.) batin Verlita
'' Ada kemungkinan dia bakal jahat sama aku gak?'' tanya Verlita
'' Pasti kak Ragel akan memberi beberapa tuntutan dalam keamanan dan kebahagiaan mu'' jelas Dave
'' Dia bakal punya selir gak?'' tanya Verlita
'' Ehm...itu bisa kita ajukan pada mereka saat menikahi mu.'' kata Dave
'' Oh....jadi kalau dia punya selir aku bisa mengajukan perceraian?'' tanya Verlita
'' Iya'' jawab Dave penuh keyakinan
'' Hem....berarti ini tak terlalu sulit. Aku akan menjadi kak Leanna ke dua.'' kata Verlita
'' Jangan samakan kamu dengan kak Leanna....dia adalah wanita yang lembut...beda dengan mu yang gila kerja...hehhehe'' ledek Dave
'' Ih...kok gitu mikirnya...aku tu juga wanita lembut..hehehe'' kata Verlita
'' Eh tapi bagus juga kalau kamu gila kerja disana...biar mereka jadi banyak kerjaan gara-gara ide mu''kata Dave
'' Hahahhaha bener juga ....'' tawa Verlita
'' Jadi kamu setuju nih....'' kata Dave
__ADS_1
'' Kayaknya sih iya..tapi kalau dia gak bisa cinta sama aku gimana?'' tanya Verlita
'' Gak mungkin dia gak jatuh cinta dengan wanita cantik seperti mu...Kalau pun itu terjadi,kamu sibuk aja bekerja. Lagian masa kamu gak bisa taklukin hati laki-laki sih...'' kata Dave
'' Bener juga...anggap aja aku pindah kerja di kota lain.'' kata Verlita sambil manggut-manggut
'' Ya udah...segera bilang sama kak Ragel keputusan mu. Karna segala keputusan mu dapat berpengaruh pada negara kita.'' saran Dave
'' Oke kak. Nanti saat makan malam aku akan bilang sama kak Ragel'' kata Verlita
*******
Saat Verlita telah memberi keputusan untuk menerima lamaran itu,ada hati yang terluka tapi tak berdarah.
Evan..
Awalnya dia sudah mulai melangkah kan kaki nya untuk lebih dekat dengan Verlita,tapi sepertinya Tuhan memang berkehendak lain.
Evan harus mengubur hati nya dalam-dalam.
Sepertinya dengan selalu berada di samping Verlita adalah batas untuk perasaannya.
Dia tak bisa mengharapkan lebih...
Semua itu demi kebaikan nya dan juga Verlita.
Apa lagi setelah kejadian seperti ini..jika dia mengungkapkan perasaannya malah akan membuat Verlita tak nyaman.
Dan kemungkinan besar dia tak akan bisa menjadi pengawal Verlita lagi.
Kecanggungan itu yang sekarang Evan coba hindari.
Dia tak mau jauh dari Verlita,dia ingin terus memastikan ukiran senyum di wajah Verlita.
********
LANCHIA
Surat balasan itu telah mereka terima..
Terukir senyum di wajah Calleid,,
Dia memang tak pernah bertemu dengan Verlita,,tapi hanya dengan tau bahwa Verlita penggila kerja dan tak manja seperti tuan putri biasanya,benar-benar membuatnya tertarik.
Dia dengan segera membuat keputusan atas persyaratan yang di berikan oleh pihak Verlita.
Semua persyaratan itu hanya membuatnya terkekeh.
'' Mereka lucu...apa mereka pikir aku laki-laki yang kejam? .Sudah pasti aku tak akan menyakitinya...'' guman Calleid sambil membaca surat itu
Dengan segera Calleid memerintahkan untuk menyiapkan mahar yang telah dia janjikan jika menikah dengan Verlita.
Dan dia memerintahkan pada utusan yang menjemput Verlita,bahwa segala persyaratan itu akan terpenuhi.
Saat utusan Lanchia datang di Krynova,itu artinya tiba saat nya Verlita harus pergi ke Lanchia.
Dalam sebulan ke depan adalah pernikahan yang akan segera di laksanakan.
Calleid tak ingin menunda pernikahan nya.
__ADS_1