AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 53


__ADS_3

Verlita menatap ke arah kantor Dista sambil menikmati minuman dingin yang telah di pesannya.


'' lihat itu...'' kata Verlita pada Evan sambil menunjuk kantor Dista


Evan hanya melihat ke arah Verlita menunjuk.


'' Aku tau bahwa dia pasti bisa sukses....aku dulunya hanya memberi sedikit dorongan dan sekarang dia bisa maju dan memberikan pekerjaan pada orang lain'' jelas Verlita


'' Apa putri dekat dengan pemiliknya?'' tanya Evan


Verlita menggeleng...


'' Kami hanya tak sengaja bertemu,,lalu aku memintanya mendesain kamar ku. Pernah sekali dia mengirim surat untuk ku. Yang waktu itu pernah kamu ku suruh mengirim surat secara diam-diam...kamu ingat?.'' tanya Verlita


'' Ah....itu untuk nya...'' kata Evan yang baru mengingatnya


Verlita tersenyum lalu mencicipi makanan manis di depannya.


'' Putri menyukainya?'' tanya Evan penasaran karna melihat Verlita yang tersenyum sendiri.


'' Jangan berfikir yang tidak-tidak. Aku hanya teringat saat kami bertemu pertama kali,dia terlihat seperti anak kecil yang biasa saja.tapi saat terakhir kali kami bertemu di pesta,dia sudah berubah menjadi pria dewasa dengan baju yang dia pakai.'' jelas Verlita


( Anak kecil? bukankah putri saat itu juga masih anak kecil?) batin Evan sambil mengerutkan dahinya


Evan tak bertanya lagi,hanya meminum kopinya sambil melihat ke arah luar.


Verlita juga terlihat menikmati kue di depannya.


PLAK..!


'' Ah....aku ingat rasa ini.Ini yang waktu itu dia kirim! ''kata Verlita tiba-tiba sambil menepuk dahinya dengan telapak tangannya yang lumayan keras


Evan yang melihat itu langsung refleks memegang kedua pipi Verlita dan mengecek dahi Verlita.


Tampak memerah..lalu Evan meniupnya.


Deg deg deg....


Jantung Verlita berdegup kencang..


Verlita tak bergerak dan hanya menutup matanya saat Evan meniup dahinya.


'' Apa ini sakit?'' tanya Evan yang masih memegang pipi Verlita


Verlita membuka matanya dan melihat ke arah Evan.


Mata mereka saling bertemu...


Verlita menggelengkan kepalanya,lalu Evan mengusap halus kening Verlita.


'' Jangan melukai diri mu Putri...'' kata Evan lalu melepaskan tangannya dan duduk kembali ke tempatnya semula


'' Ah iya...'' kata Verlita canggung


( apaan sih? kok jantung ku deg deg an begini? wah...bisa gila gue kalau dia begitu lagi) batin Verlita


Verlita mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya karna rasa canggungnya.

__ADS_1


Lalu meminum sisa minumannya dengan sekali tegukan.


'' Ayo kita pulang'' kata Verlita tiba-tiba


'' Baik '' jawab Evan


Mereka keluar dari toko itu,dan kembali ke istana.


Sesampainya di istana,Verlita langsung masuk ke kamarnya.


Evan pun berdiri di depan kamar Verlita untuk berjaga.


'' Apa aku melakukan kesalahan? kenapa putri diam saja sejak keluar dari toko'' guman Evan


*Author* Dasar laki-laki kagak peka😂*


Di dalam kamar Verlita melemparkan tubuhnya di atas ranjang tidurnya.


Lalu memegang kedua pipinya.


'' Wah...yang tadi itu bahaya banget.!.kayak yang ada di cerita novel romansa..astaga!! arrrrggghh'' kata Verlita yang mengingat kejadian tadi.


'' Untung aja Evan itu pengawal ku,kalau dia pria di luar sana,pasti aku mengira kalau itu perhatian seorang laki-laki pada wanita yang di cintainya'' lanjut Verlita sambil memeluk guling dan berceloteh sendiri


'' Andaikan ada laki-laki yang romantis begitu...ah...lengkap sudah hidup gua..tapi kenapa kagak ada yang naksir sama gua ya? apa gua gak menarik? padahal menurut ku wajah ini cantik lho...tapi masa sampe sekarang belum ada yang PDKT sama gua ?..kencan kek,jalan berdua,gandengan tangan,,,aakkkkhhhh aku frustasi'' kata Verlita sambil mengacak rambutnya.


*Author*kamu juga gak peka..😂*


Verlita yang frustasi memilih merendam tubuhnya dengan air hangat di bak mandi...


Tapi tiba-tiba...


'' Apa aku kurang agresif??'' pikiran Verlita mulai berfantasi gak jelas


'' hhhhhhh'' Verlita menghela kasar nafasnya


Niat hati ingin rileks tapi ternyata masih menganggu pikirannya.


Selesai mandi dia memakai bajunya,dan duduk di depan meja riasnya.


Ia melihat wajahnya lekat-lekat.


'' Tuh kan...wajah ini tuh cantik di banding wajah ku dulu...apa pakaian ku yang sederhana?? tapi aku nyaman pakai baju seperti ini...'' celoteh Verlita sambil melihat cermin


'' Ah bodo' amat dah...! kalau gak ada yang mau sama gua,ntar tinggal minta di jodohin aja lah.!'' sungut Verlita sambil menyisir rambutnya


Lama dia berada di dalam kamar hingga sore menjelang.


Verlita keluar kamar..


'' Aku mau ke taman...'' kata Verlita pada Evan


Evan mengangguk mengerti dan mengawal Verlita ke taman.


Tak lama Verlita duduk di taman,,Cailon datang menghampiri Verlita.


'' Putri...'' salam hormat Cailon

__ADS_1


'' Cailon...!'' kata Verlita yang langsung memeluk Cailon


Cailon juga menyambut pelukan Verlita yang sudah seperti anaknya.


'' Putri sudah besar ya....'' kata Cailon yang sudah melepas pelukan Verlita


'' Ya..! hanya tinggi ku yang kurang.hehehe'' kata Verlita


Verlita meminta Cailon duduk di kursi sampingnya.


'' Apa putri baik-baik saja?'' tanya Cailon


'' Aku baik.bagaimana dengan mu? apa pekerjaan mu sulit?'' tanya Verlita


'' hahahah putri masih belum berubah ya...'' kata Cailon yang tau bahwa betapa ceriwisnya Verlita


'' Hei.....emangnya aku kenapa?'' sungut Verlita


'' Putri masih terlihat seperti dulu...'' jawab Cailon yang tiba-tiba bekaca-kaca


Verlita menarik tangan Cailon dan menggenggamnya.


'' Aku merindukan mu Cailon...'' kata Verlita sambil meneteskan air matanya


'' Ya...saya juga.'' kata Cailon sambil menepuk punggung tangan Verlita


Evan yang melihat pemandangan mengharukan itu hanya diam dan memberi waktu untuk mereka berdua bernostalgia.


'' Putri sudah melakukan yang terbaik...sekarang saat nya putri menikmati rasa bahagia'' kata Cailon


'' Terima kasih Cailon...ini semua berkat mu juga.''kata Verlita


'' Hmm..'' kata Cailon yang tersenyum dengan wajah yang sudah bergaris keriputan kecil tapi tetap memperlihatkan wajah tampan dan gagah nya.


Verlita menatap Pria yang dulunya selalu menemaninya dari kecil,sekarang sudah tampak beberapa kerutan kecil di matanya bahkan rambut putih juga menghias di sela-sela rambutnya.


'' Kamu sudah tua..'' sindir Verlita tiba-tiba


'' hahahaha'' Cailon tertawa


Suasana pun kembali ceria..Verlita dan Cailon bersenda gurau sambil menceritakan kehidupan mereka sekarang.


Cailon menceritakan tentang pekerjaannya dan Verlita bercerita tentang segala kesibukannya selama ini bersama kakak-kakaknya.


Cailon bangga sekarang Verlita sudah mandiri dan bisa mengutarakan pendapatnya sendiri.


Cailon masih ingat kecerdasan yang di miliki Verlita,yang membuat Istana dalam masalah.


Tapi sekarang Cailon bisa tenang dan dia berjanji akan terus menjaga keamanan Krynova.


Dia ingin melihat Verlita selalu tersenyum dan menikmati hari-hari dengan damai.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Jangan lupa tinggalkan jejak ya kak☺️☺️☺️


Di tunggu Like , Komen ,dan Vote nya....🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2