AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 50


__ADS_3

Verlita dan Nela menyusun hal-hal yang harus di benahi terlebih dahulu.


Mulai dari mengganti alat-alat yang sudah tak layak pakai,perabotan pantry,menambahkan tong sampah kecil di setiap meja karyawan,menulis kata-kata untuk mengingatkan agar menjaga kebersihan,dan masih banyak lagi.


Berikutnya tinggal mengandalkan Dave dan Delon yang turun tangan.


Semua mereka lakukan tanpa mengganggu waktu kerja karyawan.


Delon hanya meminta bantuan pekerja kebersihan.


Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal,mereka menambahkan dua orang pekerja kebersihan.


Setelah semua barang yang di perlukan sudah ada,mereka menyusun ke dalam kantor tapi di saat para karyawan sudah pulang bekerja.


Dave membawa para pengawal untuk membantu.


Setelah para karyawan pulang,di mulailah aksi untuk mengganti perabotan.


Dengan penuh cekatan mereka di bagi beberapa kelompok agar lebih cepat selesai.


Karna kekuatan para pengawal yang kuat,mereka dengan cepat mengangkat barang-barang.


Tentu saja Delon yang melihat cara kerja para pengawal menjadi terperangah kagum.


Namun ia menyadarkan dirinya dan mencoba mengimbangi kecekatan mereka.


Hanya butuh waktu lima jam semua sudah tersusun dengan rapi.


Sampah-sampah mereka satukan dan di angkut langsung ke tempat pembuangan.


Verlita yang mendapat laporan bahwa mereka sudah selesai dengan cepat,langsung menuju kantor bersama Evan.


Verlita datang dengan pakaian biasa dan menyanggul rambutnya ke atas.


Dave yang berada di depan kantor melihat kehadiran adiknya itu.


'' Astaga...penampilan apa ini?'' kata Dave


'' Emang aku kenapa? Ini kan masih tertutup..'' sahut Verlita


Dave membuka jaketnya dan memakaikan ke tubuh Verlita.


'' Kamu itu Wanita...kalau banyak yang melihat mu seperti ini dirimu akan bahaya!.'' celoteh Dave


'' ooh...oke.makasih kak..heheheh'' kata Verlita sambil nyengir


'' Ayo masuk. Coba kamu cek,,sudah pas atau belum'' ajak Dave


'' Iya'' jawab Verlita


Dave dan Verlita masuk ke dalam kantor.


Ia melihat dari pintu masuk yang sudah tersedia meja resepsionis,kemudian menuju ruang tunggu yang terlihat lebih rapi setelah di ganti dengan sofa yang baru.


Lanjut menuju setiap ruangan yang di setiap meja terdapat tong sampah untuk memudahkan karyawan membuang sampah kertasnya.


Kemudian pantry yang lebih bersih dan perabotan yang baru semua tersusun dengan rapi.


Terdapat tulisan yang di tempelkan di dinding untuk mengingatkan agar membuang sampah pada tempatnya,menjaga keheningan saat bekerja,makan hanya di ruang istirahat,di meja kerja hanya boleh air minum bukan makanan.


'' Bagus.....aku puas'' kata Verlita

__ADS_1


'' Iya..ini lebih terlihat hidup dari pada sebelumnya'' kata Dave


'' Untuk saat ini,,,cukup begini. berikutnya di lakukan dengan bertahap.'' kata Verlita


'' iya...sekarang ayo kita pulang dan istirahat. Mereka juga harus istirahat.'' kata Dave


'' iya'' jawab Verlita


Dave dan Verlita menemui yang lain di luar kantor.


Sebelum membubarkan mereka,Verlita mengucapkan terima kasih atas bantuan mereka.


Setelah itu mereka semua kembali ke tempatnya masing-masing.


Verlita pulang dengan hati yang senang.


Mungkin bagi beberapa orang ini adalah gak penting,tapi bagi Verlita ini merupakan hal yang harus di terapkan.


Kantor yang bersih mencerminkan kepribadian karyawannya.


Dan ini semua di lakukan untuk kesehatan para karyawan,tidak semua memiliki daya tahan tubuh yang baik.


Mungkin sekarang mereka tidak sakit,tapi belum tentu kedepannya mereka tidak terkena penyakit karna pola hidup yang tidak sehat.


*****


Pagi hari saat kantor mulai kedatangan satu per satu karyawan.


Semua di sambut oleh Resepsionis yang telah Verlita pilih melalui Nela.


Rasa canggung mereka belum sampai disitu,,mereka membaca setiap tulisan yang di tempel di dinding.


Mulai dari himbauan hingga peringatan jika melakukan pelanggaran.


Hingga di atas meja mereka sudah tersedia satu gelas besar air putih hangat.


Semua hanya celingukan dan ada yang berkomentar tentang kebersihan.


Lalu tak lama Dave dan Verlita datang.


Semua karyawan membungkuk penuh hormat pada Dave dan Verlita.


~~Di ruangan pimpinan,Verlita,Dave,Delon dan Nela masih melakukan pertemuan.


Mereka masih membahas tentang masalah yang sedang di hadapi.


Delon juga memberi ide mengalokasikan dana cadangan untuk kemajuan wilayah ini.


Verlita dan Dave terus mendengarkan ide-ide yang di utarakan oleh Delon.


Bahkan Delon dan Nela sudah menyusun rincian ide tersebut beserta tafsiran dana yang akan di butuhkan.


Verlita bangga bertemu Delon yang memiliki pemikiran luas.


Dana cadangan yang sudah di pakai untuk memperbaiki kantor masih tersisa banyak.


Verlita meminta Delon untuk merealisasikan ide nya tahun depan.


Kemudian menambahkan kebijakan untuk menambahkan bonus tahunan jika keuntungan perusahaan meningkat di banding tahun lalu.


Lalu Verlita meminta Nela untuk memesankan pakaian kemeja putih dan celana hitam untuk para karyawan,masing-masing mendapatkan dua pasang.

__ADS_1


Verlita ingin membentuk kesetaraan di antara karyawan tanpa melihat harga baju yang mereka kenakan.


Memberikan kewajiban untuk memakai seragam yang di berikan oleh perusahaan.


Dan seragam ini akan di bagikan setiap setahun sekali.


Hingga hari-hari terus berlalu...


Para karyawan juga terlihat lebih tertib di banding sebelumnya.


Mereka juga menyadari bahwa ini di lakukan untuk kenyamanan mereka dalam bekerja.


Petugas kebersihan yang sudah di tambah juga melakukan tugasnya dengan baik.


Berbagai tulisan sanksi dan juga bonus yang di janjikan yang di tulis di dinding,membuat mereka termotivasi sekaligus lebih memiliki kesadaran.


~~Sebulan kemudian keadaan benar-benar telah stabil.


Verlita meminta Delon untuk terus melaporkan segala sesuatunya ke pusat.


Dan tidak malu-malu untuk menyampaikan ide yang dia punya.


Selama sebulan ada Dave dan Verlita,semangat Delon semakin bertambah dan penuh percaya diri.


Dia juga menampilkan kharisma dari kepemimpinannya.


Semua karyawan berubah dan mengikuti setiap instruksi dari Delon.


Dan tiba saatnya Dave dan Verlita berpamitan untuk meninggalkan wilayah Selatan.


Semua karyawan berkumpul mengucapkan permintaan maaf dan rasa terima kasih pada Verlita dan Dave.


Keadaan perusahaan berubah menjadi lebih hangat dari sebelumnya.


Mereka juga tampak lebih ceria dan senang.



Mereka pergi dengan rasa puas di hati mereka.



Lalu mereka pergi ke setiap wilayah.


Karna wilayah yang lain tak memiliki masalah,itu membuat mereka menikmati perjalanan.


Saat sampai ke wilayah lain,Verlita langsung menuliskan kebijakan seperti di wilayah selatan.



Melakukan sedikit perbaikan,Karna mereka lebih rapi di bandingkan wilayah Selatan.


Pengukuran baju dan celana di lakukan agar mereka juga memiliki seragam.


Tapi Verlita membedakan warna baju per setiap wilayah.



Tentu saja Verlita di balik kesibukannya Verlita tak lupa mengirim surat pada Ragel.


Bahkan kini dia sudah berada di wilayah terakhir.

__ADS_1


Mereka sudah menghabiskan waktu hampir satu tahun sejak keberangkatan meninggalkan Krynova.


__ADS_2