AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 34


__ADS_3

'' Jujur padaku...'' kata Verlita sambil menatap ke arah bunga yang indah


Raut wajah Evan seakan berubah..


'' Maksud putri?'' Evan bertanya


'' Apa yang kalian sembunyikan dariku?'' Verlita menatap Evan serius


Melihat wajah Verlita yang berubah,Evan mulai tak bisa mengontrol wajah nya yang gugup.


'' hhhh'' Evan menghela nafas yang dalam


'' Tak mungkin aku tak menyadari gerak-gerik kalian..Aku ingin mendengar dari mu.'' kata Verlita


'' Baiklah...saya akan memberi tahu putri...'' kata Evan kemudian


Verlita menatap wajah Evan dengan penuh rasa ingin tahu.


'' Beberapa hari yang lalu,Raja terkena Racun..'' Kata Evan pelan


'' Ayah!!'' Verlita langsung berdiri


'' Tunggu putri...!'' Evan menahan Verlita


'' Biar saya jelaskan,,,ini masih dalam penyelidikan. Pangeran tidak ingin putri sedih mendengar hal ini. Raja juga sedang dalam pengobatan.'' lanjut Evan


Seakan di sambar petir di siang hari.!


Perasaan Verlita tak dapat di kendalikan.


Sesak nafas menyelimuti dada nya.


'' Kenapa?! kenapa ini terjadi?! kenapa kalian tak bilang padaku?! aaakkkkhhhhh!!!!!'' Teriak Verlita menggema di seluruh taman


Tangis itu pun pecah....


Isakkan yang memilukan terdengar menyedihkan..


Evan memberikan sapu tangan pada Verlita..


Ikut terdiam dalam tangisan Verlita...


Seakan hanyut dalam kesedihan yang di derita Verlita.


Lama....


Tangisan itu hingga meninggalkan sisa sesenggukan.


Menarik nafas dalam-dalam..


Mengontrol emosi yang ada di hati..


Verlita bangun dari duduknya...


Di usapnya sisa air mata di pipinya.


Tanpa bicara,Verlita langsung pergi meninggalkan taman.


Evan yang melihat itu hanya mengikuti dari belakang.


Verlita menahan diri..


Mencoba melangkah dengan tenang..


Ia tak ingin ada yang melihat perubahan suasana hatinya.


Berjalan...terus berjalan..


Evan tau kemana arah Verlita pergi.


Raja...


Itu lah arah yang saat ini Verlita tuju...


BRAKK..!!!


Verlita langsung membuka paksa pintu kamar Raja.

__ADS_1


Pengawal yang melihat hal itu hanya diam.


Dari kejauhan Evan sudah memberi kode agar mereka membiarkan Verlita lewat.


Verlita berlari dari arah pintu ke ranjang tidur Raja.


'' Ayah....!'' Verlita langsung mendekati tubuh Raja yang tergeletak di atas tempat tidur


Bailon berdiri menjauh...


Evan menutup pintu kamar dan menjaga dari luar.


Hanya ada Raja,Verlita dan Bailon di ruangan itu.


Bailon sengaja tak keluar,karna ia tau bahwa Verlita pasti akan bertanya tentang Raja.


Lagi-lagi tangis Verlita mengisi kamar itu.


Di genggamnya tangan Raja sambil meraung melihat kondisi ayahnya.


'' Maafkan aku ayah..maafkan aku....'' kata Verlita berulang-ulang ia ucapkan di sela tangisnya.


'' Putri....'' kata Bailon


Verlita pun menoleh...


ya...Verlita harus bertanya pada Bailon.


Semua harus ia ketahui dengan detail.!


Verlita langsung berdiri dan duduk di sofa.


'' Katakan ...'' kata Verlita sambil berusaha tenang


'' Raja terkena racun yang di taburkan di selimut. Racun itu tak langsung bereaksi,dan akan menimbulkan efek setelah lama terhirup tubuh.'' kata Bailon


'' Jadi maksud mu ayah sudah lama menghirup nya?'' tanya Verlita


'' Benar putri..'' jawab Bailon lemah


'' Lalu..apa masih bisa di sembuhkan ?'' tanya Verlita


'' Apa kakak tau?'' tanya Verlita lagi


'' Ya. Pangeran juga sedang menginterogasi semua pelayan.'' jawab Bailon


'' Pergilah...Bantu kakak ku menstabilkan kerajaan. Pasti banyak pekerjaan yang terbengkalai. Biar aku yang menjaga ayah di sini. Jangan sampai kabar ini terdengar oleh negara lain.'' kata Verlita


'' Baik putri..''


Bailon pergi meninggalkan Verlita...


'' Evan..'' panggil Verlita


Evan yang mendengar langsung masuk ke dalam.


'' Ya putri '' kata Evan


'' Aku akan pindah disini bersama ayah. Perketat pengamanan disini. Periksa setiap orang yang akan masuk ke dalam selain kakak ku.''


'' Baik putri.'' jawab Evan yang langsung kembali keluar.


Verlita menatap ayahnya dari tempat ia duduk.


Ia memegang kepala nya dan menunduk.


Berfikir...


Aneka pikiran masuk dalam kepala Verlita yang kecil.


Percuma jika ia hanya meratapi kejadian ini.


Ia harus mengambil tindakan secepatnya agar keluarganya tak terluka.


Diam nya Bailon tentang kesembuhan Raja membuat hati Verlita hancur.


Verlita merasa bersalah karna tidak memperhatikan ayahnya.

__ADS_1


Ia terlalu sibuk dengan ketakutan yang ada di hati nya.


Ia pikir keluarganya akan baik-baik saja karna banyaknya pengawal.


Verlita juga berfikir bahwa yang incar penjahat itu adalah dia.


Jadi dia berkesimpulan untuk diam di dalam kamar agar tak ada yang menyakitinya.


Semua itu salah....


Dengan menyakiti keluarganya,sama saja dengan menyakitinya.


'' Bailon akan menghandle kerjaan untuk sementara waktu, Kakak sibuk dengan kejadian ini, aku harus menjaga Ayah di sini. Tapi aku merasa ada yang salah....'' guman Verlita


Seakan merasa ada yang ia lupakan...


Verlita berdiri dan berjalan mondar-mandir....


memaksa otak kecilnya untuk berfikir..


'' Astaga..!!'' Verlita menutup mulutnya.


Ia langsung menuju pintu kamar.


'' Evan.! Segera panggil Cailon kemari. Aku hanya bisa percaya pada mu. Lalu panggil cari orang yang dapat kamu percaya untuk memanggil Neil. Sekarang!'' ucap Verlita


Evan langsung beranjak pergi meninggalkan Verlita.


'' Kalian,tetap jaga ruangan ini dengan ketat.! '' perintah Verlita pada pengawal yang ada di dekatnya.


********


Di ruang interogasi tampak tangan Ragel yang sudah di lumuri darah.


Cipratan warna merah itu menghiasi pakaiannya.


Teriakan manusia menggema di ruangan itu.


Tangisan dan rasa takut tampak di setiap wajah orang yang terduduk di lantai.


Tak ada yang mengaku..


Rasa kesetiaan para penjahat pada tuannya sangat membuat hati Ragel murka.


Ia tak menyangka bahwa mereka berani berkhianat pada keluarga kerajaan nya sendiri.


Selama ini dia terlalu fokus menjaga keamanan Verlita.


Ia tak menyangka target mereka beralih pada Raja.


Ragel dan Dave sengaja tak memberi tahu pada Verlita tentang keadaan Raja,karna itu bisa membuat Verlita hilang kendali.


Ia ingin segera menyelesaikan semua ini setelah itu memberi tahu pada Verlita.


Tapi ternyata kepekaan Verlita pada situasi yang tiba-tiba berubah membuat Ragel makin menggila.


Rasa sabarnya hilang sehingga ia bunuh para pelayan yang telah bersekongkol pada penjahat itu.


'' Kurung sisanya.! Terus interogasi sampai mereka jujur.! Kalau perlu siksa mereka agar mereka jujur.!'' perintah Ragel pada bawahannya.


Ragel langsung pergi meninggalkan ruangan penjara bawah tanah yang tampak seram itu.


Melangkah penuh kharisma menuju kamarnya.


Ia membersihkan tubuhnya dari darah manusia yang telah ia bunuh.


********


'' Cailon..!!'' teriak Evan sambil mendekat ke arah Cailon yang sedang berbincang pada pemilik toko buku.


Cailon yang melihat wajah Evan langsung meninggalkan pemilik toko dan menuju ke arah Evan juga.


'' Ada apa?'' tanya Cailon


'' Putri memanggilmu di kamar Raja.'' kata Evan


'' Kamu memberi tahunya??'' tanya Cailon

__ADS_1


'' Sepertinya saat kami ke taman,putri melihat keadaan istana yang terasa berbeda. Kemudian putri bertanya pada ku,jadi aku memberi tahu putri.'' jelas Evan


'' Ayo kita ke istana.'' ajak Cailon


__ADS_2