
Seninnya sesuai yang di sepakati,Obel datang ke perusahaan.
Lea yang sebelumnya sudah di beri tahu oleh Verlita tentang Obel,langsung membawa Obel ke ruangan untuk meeting.
Verlita mengajak Dave untuk ke ruangan meeting menemui Obel.
Setelah Obel memberi salam pada Dave dan Verlita,rapat pun di mulai.
Sepeda itu juga berada di ruangan itu.
'' Kakak...aku berencana untuk memproduksi sepeda ini '' kata Verlita pada Dave karna dia memang belum menceritakan niatnya pada Dave
'' Apa ini bisa di pakai?'' tanya Dave
'' Aku sudah menguji cobanya. Dan aku yakin ini bisa berguna untuk rakyat Krynova.'' jelas Verlita
'' Baiklah...'' kata Dave
Setelah mendapatkan persetujuan dari Dave,Verlita kembali fokus pada rencananya.
'' Jadi...Sesuai janji ku kemarin,aku akan memproduksi karya mu ini. Tapi sebelum aku menyiapkan tempat untuk memproduksinya, aku mau kamu menyempurnakan sepeda ini'' kata Verlita pada Obel
'' Baik putri...'' jawab Obel
'' Jadi....kita perlu mengganti di bagian rantai untuk memutarkan roda. Akan bahaya kalau hanya menggunakan tali karet seperti ini. Lalu ini perlu di tambahkan rem untuk berhenti. Karna tidak mungkin kita memakai dengan pelan terus. Kemudian ayo kita tambahkan dudukan di belakangnya untuk membawa orang lain di belakang atau untuk mengikat barang.'' kata Verlita Lalu memberikan ringkasan catatan untuk memperbaiki sepeda itu
Verlita juga menggambarkan model rem untuk sepeda itu dengan sederhana.
Obel mempelajari semua catatan itu sambil melihat sepedanya,,
( Wah....bagaimana bisa putri memikirkan hal seperti ini? ini benar-benar akan menjadi luar biasa..aku harus melakukan yang terbaik) batin Obel
'' Bagaimana? apa kamu bisa memperbaikinya?'' tanya Verlita
'' Akan saya lakukan yang terbaik putri...'' kata Obel dengan percaya diri
'' Oke..datang pada ku jika kau membutuhkan bantuan. kamu juga tak perlu buru-buru..karna aku juga harus membangun tempat untuk memproduksinya''kata Verlita
Lagi-lagi Obel menangis...
'' Heyyy kenapa kamu menangis...??'' tanya Verlita kebingungan
'' Saya hanya merasa senang putri...terimakasih atas kepercayaan yang putri dan pangeran berikan pada saya..'' kata Obel
'' Hahahhaha...kalau ada yang melihat mu menangis bisa di kira aku menyakiti mu...'' ledek Dave
Semua pun terkekeh...mencairkan suasana haru.
'' Oh ya satu lagi...Kamu harus belajar menaikinya seperti ku..'' kata Verlita
'' Iya Putri,saya akan melakukannya.!.'' kata Obel dengan antusias
'' Bagus...bawalah Sepeda itu pulang,akan ada kereta di depan untuk mengantar mu. Dan datang kemari jika sudah selesai.'' kata Verlita
'' Baik putri..'' kata Obel
Obel pun pergi membawa sepeda itu dan diantarkan dengan kereta yang telah Verlita siapkan.
__ADS_1
Verlita dan juga Dave masih ada di ruangan itu..
'' Apa kamu akan membangun perusahaan?'' tanya Dave akhirnya setelah menahan rasa penasarannya dari tadi
'' Iya kak..aku berencana membuat perusahaan menggunakan dana pribadi ku.'' jawab Verlita
'' Apa kamu yakin?'' kata Dave
'' Iya...ini bagus untuk membantu para rakyat dalam kesehariannya.'' jelas Verlita
'' Dimana kamu tau tentang sepeda itu?'' tanya Dave
( aduh..! aku kan gak ijin waktu jalan sama Elias...) batin Verlita
'' Ehm....aku tau dari tempat pelelangan Sabtu kemarin'' kata Verlita dengan pelan
'' Pelelangan?? kenapa kakak tidak tau kamu pergi? dengan siapa kamu pergi?'' celoteh Dave
'' Aku gak mengira akan di ajak pergi kesana...'' kata Verlita
'' Siapa yang mengajak mu???'' tanya Dave
'' Ehhm.....E-lias...'' kata Verlita terbata
'' Elias???'' kata Dave meninggi
Verlita mengangguk...
'' Dia mengajak mu atau kamu yang mengajak nya??'' tanya Dave yang masih belum yakin jika Elias yang berinisiatif
'' Dia yang mengajak ku kak....'' kata Verlita
'' Hehehhe'' Verlita hanya terkekeh
'' Atau jangan-jangan.....'' kata Dave
Wajah Verlita memerah lalu meninggalkan Dave dengan senyum malunya...
'' Verlita...! Astaga....'' kata Dave yang masih di tinggal di ruang meeting.
********
Seminggu kemudian sejak jalinan kasih Verlita dan Elias terjadi...
Setiap hari mereka selalu makan siang bersama.
Dave dan Frans yang berada di ruangan yang sama hanya menggelengkan kepala mereka setiap melihat Elias yang sering melirik Verlita sambil senyum bahagia.
Seakan melihat film romansa perkantoran...
'' Ahhh mata ku sakit kalau seperti ini terus...'' celetuk Dave
'' Iya...banyak sekali yang harus di lihat'' sahut Frans yang seakan tau maksud Dave
'' Apa kerjaan kakak banyak?'' tanya Verlita dengan polosnya
Elias yang tau maksud Dave dan Frans hanya diam sambil membaca dokumen di mejanya.
__ADS_1
'' Ah tidak juga...'' kata Dave
Verlita kembali fokus ke pekerjaannya sedangkan Frans terkekeh di balik dokumen yang menutupi wajahnya.
'' Oh ya kak...aku mau membangun gedung'' kata Verlita tiba-tiba
'' Apa tanahnya sudah dapat?'' tanya Dave
Elias dan Frans hanya mengamati karna tak tau arah pembicaraan Dave dan Verlita.
'' Iya,semalam Bailon sudah melaporkannya Dan aku sudah menyuruhnya untuk membelinya. Sekarang aku perlu tukang untuk membangun gedungnya dan juga desain bangunannya'' kata Verlita
'' Kalau tukangnya kakak bisa membantu mu mencarikan, kalau desain nya kamu kan bisa memanggil Dista..'' kata Dave
'' Aahhh iya...Baiklah,aku akan memintanya untuk membuat desain.'' kata Verlita
Elias yang mendengar nama Dista di sebut-sebut hanya diam tanpa menunjukan ekspresinya.
Verlita lupa bahwa Elias juga tahu bahwa Dista juga mendekatinya selama ini.
******
Malam harinya......
Verlita memanggil Neil masuk ke kamarnya...
Neil duduk berhadapan dengan Verlita...
'' Jujur pada ku..!! kenapa Evan belum kembali??'' tanya Verlita menginterogasi Neil
Neil bingung mau menjawab apa pada Verlita...
'' Sebenarnya saya juga kurang tau putri....'' kata Neil
'' Dimana dia sekarang??'' tanya Verlita
'' Ehm....dia meminta untuk mengikuti latihan tambahan ke Cailon'' jelas Neil pelan
'' Kenapa? Emangnya mau ada perang lagi?'' tanya Verlita yang tak mengerti jalan pikiran Evan
'' Bukan putri....dia hanya ingin menenangkan pikirannya'' kata Neil
'' Apa dia punya masalah serius?? cerita pada ku,mungkin aku bisa membantunya'' kata Verlita serius
'' Saya juga tidak tau putri.....hanya saja waktu dia meminta di gantikan oleh saya,wajahnya sangat lesu'' kata Neil berbohong
( Dan sekarang saya tau alasannya...sepertinya karna dia patah hati pada mu putri...) batin Neil
'' Berapa lama?'' tanya Verlita
'' Saya kurang tau putri....apa putri tidak nyaman bersama saya..??'' tanya Neil menyelidiki hati Verlita yang seakan merindukan Evan
'' Bukan gitu...aku gak masalah kamu menjaga ku. Hanya saja...'' kata Verlita terputus
( iya ya...kenapa aku mencari Evan terus? kenapa aku seperti kehilangan sosok Evan yang selalu di sisi ku?) batin Verlita
Neil tersenyum melihat reaksi Verlita yang bingung mencari alasan.
__ADS_1
( hahaha ternyata putri memikirkan Evan....Lalu bagaimana dengan pacarnya sekarang?) batin Neil