AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 73


__ADS_3

'' Lalu kenapa? Apa kamu tidak melakukan perlawanan?'' tanya Verlita yang mulai emosi


'' Hhhhhh'' Elias menenangkan diri


'' Sebenarnya keluarga ku memiliki hutang budi pada paman. Dan anak perempuannya menyukai ku,,,Tentu aku sudah menolaknya secara pribadi padanya.Tapi paman ku tipe orang yang akan melakukan apapun untuk anaknya. Maka dari itu...aku ingin mengajak mu menikah'' kata Elias


Verlita diam dengan banyak pemikiran di otaknya.


'' Lalu bagaimana kalau kita tidak menikah besok....?'' tanya Verlita


'' Aku akan di nikah kan Minggu depan....'' jawab Elias lemas


Verlita kaget dan tiba-tiba air matanya keluar...


'' Elias....aku perlu berfikir...'' kata Verlita lirih


'' Verlita...percaya pada ku...aku mencintai mu.!'' tegas Elias


'' Aku juga mencintai mu!! Hiks hiks.....''kata Verlita meninggi dan tangisnya pecah


Elias menggosok rambutnya kasar karna bingung harus bagaimana.


Keduanya terdiam...Verlita yang masih dalam tangisnya dan Elias yang pikirannya kacau.


'' Ayo kita lari..!'' seru Elias lagi


'' Kamu gila??! Kamu mau di bunuh kakak ku??!! '' teriak Verlita yang sudah tak mengerti jalan pikiran Elias


Verlita tau,kakak nya pasti tak suka jika ia mencoreng nama baik sendiri demi laki-laki.


Apa lagi jika seperti ini,,Ragel dan Dave akan sangat marah.


Andai pernikahan Elias bukan Minggu depan,mungkin masih bisa di atasi.


Apa lagi pihak wanitanya sudah datang dan orang tua mereka setuju.


'' Aku senang kamu jujur pada ku....tapi untuk saat ini kita sama-sama perlu mendinginkan kepala.'' kata Verlita yang langsung keluar dari ruangan itu menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


Elias dengan perasaan yang kacau pun pulang kembali ke rumahnya dan mengurung diri di kamar.


Verlita setelah mencuci mukanya,pergi ke ruangannya.


'' Kak...aku mu pulang'' kata Verlita


Dave melihat adanya perbedaan di wajah Verlita langsung mendekati Verlita.


'' Kamu kenapa?'' kata Dave


'' Aku tidak apa-apa..sepertinya badan ku masih perlu istirahat...aku pulang ya...'' kata Verlita menutupi


'' Baiklah...istirahat lah dulu.'' kata Dave yang tak ingin memaksa Verlita untuk cerita


Verlita pun keluar...dia mencari Evan di luar kantor.


'' Evan...'' panggil Verlita


Evan mendekat..


'' Ayo kita pulang...'' kata Verlita lemas


Evan hanya mengangguk dan mengikuti dari belakang.


Sesampainya di istana Verlita langsung masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Evan juga tak berani bertanya karna melihat Verlita yang terlihat tak ingin di ganggu.


Samar-samar Evan mendengar tangisan Verlita..


Di dalam kamar Verlita menangis di kasurnya,menumpahkan kesedihannya.


'' Aku harus bagaimana?? Wanita itu mencintai Elias,dia pasti terluka. Tapi aku juga mencintai Elias.!!'' Kata Verlita sendiri


'' arrgghhhj!!!!?'' teriak Verlita kesal


Hiks hiks...huuwaaaaaaa tangis Verlita semakin kencang.


Evan yang di berada diluar ingin sekali masuk dan menghibur ,tapi dia tak berani.


Selang beberapa lama tangisan Verlita tak terdengar lagi tinggal sisa-sisa sesenggukan.


Verlita ketiduran karna lelah menangis...


*******


Di perusahaan Dave merasa tak tenang...


Dia memutuskan untuk pulang lebih awal.


'' Frans kamu bisa handle sendiri kan? aku pulang dulu ya...'' kata Dave


'' Baik pangeran..'' kata Frans yang memahami situasi ya


Dave langsung menuju istana dan ke kamar Verlita..


'' Ada dia di dalam..?'' tanya Dave pada Evan yang berjaga di luar


'' Sepertinya putri tertidur setelah menangis'' kata Evan


Di lihatnya Verlita dengan rambut yang acak-acakkan ,tertidur sambil memeluk bantalnya.


'' Kamu kenapa sih....?'' guman Dave sambil mengelus kepala Verlita


Verlita terbangun karna merasa ada yang menyentuhnya...


'' Kakak....'' lirih Verlita


Verlita duduk dari tidurnya ...


Dave merentangkan tangannya untuk memeluk Verlita..


Verlita langsung berhambur ke pelukan Dave .


Hiks hiks....Verlita kembali menangis dalam pelukan kakaknya.


'' Tidak apa-apa...ada kakak disini..'' kata Dave menenangkan Verlita


'' Kak....Elias akan di nikah kan....aku harus bagaimana??'' kata Verlita yang masih memeluk Dave


'' Maksud mu? bukannya kalian pacaran?'' tanya Dave


Verlita melepas pelukannya dan menarik nafasnya dalam-dalam.


Verlita menceritakan kejadiannya pada Dave.


Dave tampak berfikir untuk menanggapi masalah Verlita.


Dave tau bahwa orang tua Elias tak suka dengan keluarga kerajaan sejak terjadinya perataan status bangsawan.

__ADS_1


'' Apa kamu mau mendengar saran dari kakak?'' tanya Dave


Verlita mengangguk...


'' Kakak tau kalian saling mencintai...Kakak bisa saja memaksa mereka untuk menerima mu. Tapi masalahnya keluarga Elias sudah sepakat dengan keluarga wanita itu. Bahkan mereka sudah berada di rumah Elias. Bahkan mereka tau tentang hubungan mu dengan Elias tapi tak menggubrisnya. '' jelas Dave dengan logika menyadarkan Verlita


Verlita diam menanggapi perkataan Dave...


'' Sebelum semua nya terlalu dalam....lebih baik lepaskan..'' lanjut Dave


Hiks hiks....Verlita kembali menangis


'' Kenapa baru sekarang?? kenapa harus Elias??? Aku sudah terlanjur mencintainya kak.....!!!'' suara Verlita meninggi dengan tangisannya


'' Kakak tau...Tapi kita juga tak bisa egois karna status kita..'' kata Dave menyadarkan Verlita


'' Lalu aku harus bagaimana kak....??'' rengek Verlita


'' hhhhhhh'' Dave menghela nafas dan memeluk Verlita


'' Kakak tak tau kalau ternyata orang tuanya sangat menentang mu. Kakak senang jika kamu bersamanya. Tapi ada satu hal yang harus kamu tahu,,paman Elias adalah pria berdarah dingin.


Dia akan melakukan apa saja jika keinginannya tidak tercapai.'' kata Dave


Verlita mendengar perkataan itu langsung melepas pelukan Dave.


'' benarkah??'' tanya Verlita


'' Benar...apa lagi dia melakukan ini karna putrinya. Antara kamu yang berada dalam bahaya atau keluarga Elias yang akan di habisinya'' Kata Dave serius


'' Jadi itu sebabnya kakak meminta ku mundur..?'' tanya Verlita


'' Kakak ingin kamu bahagia,,tapi kalau dengan bersamanya kamu bisa dalam bahaya,kakak akan menentang itu'' kata Dave


Verlita terdiam menanggapi penjelasan Dave.


'' Pikirkan lah dengan logika mu...Mereka akan menikah Minggu depan. Hati mu masih bisa di sembuh kan jika sekarang kau lepaskan. Ada kakak yang akan selalu ada di sisi mu....'' bujuk Dave pelan


'' Bagaimana aku mengatakannya....aku gak kuat melihat wajah nya...'' kata Verlita


'' Tulis saja surat,nanti akan kakak yang urus. Beberapa hari ini kamu jangan bertemu dengan nya. Kakak takut jika orang tuanya mengintai dirimu...'' saran Dave


Verlita mengangguk ...dan Dave keluar dari kamarnya.


Verlita memeluk guling nya lagi sambil meratapi kisah percintaannya.


Di saat dia sudah memilih Elias,,,


Di saat ia sudah memberikan hatinya....


Sekarang dia harus merelakannya....


Ia tau bahwa akan sama-sama terluka...tapi Verlita tak ingin ada orang lain yang di korbankan gara-gara cinta mereka.


Verlita tak ingin ada pertikaian dalam hidupnya lagi,apa lagi jika ada yang meninggal karna nya.


Dia bisa saja egois karna akan ada banyak perlindungan untuk nya,,,tapi bagaimana nasib keluarga Elias?


Bagaimana kalau pamannya marah dan menyerang keluarga Elias?


Verlita memejamkan matanya yang lelah karna menangis...


Berharap saat bangun dia bisa berpikir dengan jernih.

__ADS_1


__ADS_2