AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 80


__ADS_3

Sebulan kemudian utusan itu datang ke Krynova.


Penuh dengan mahar yang akan di berikan pada Verlita.


Dan tiba saatnya Verlita harus bersiap untuk berangkat ke Lanchia.


Ada rasa berat untuk hidup jauh dari keluarganya.


Walaupun Verlita telah memantapkan hatinya untuk menikah dengan Calleid.


~ Para karyawan nya juga merasa bahagia sekaligus sedih karna harus jauh darinya.


VERLOUS ia titip kan pada Leanna jika untuk di kelola.


Sedangkan Perusahaan Krynova harus Dave yang memegang sendiri.


Rakyat juga ikut mendoakan pernikahan Verlita sebagai tuan putri mereka.


Sedangkan yang ingin menikah yaitu Verlita,terus tegang karna akan menyambut pernikahannya setelah di Lanchia.


Dengan segala persiapan, Semua kakak nya ikut ke Lanchia hingga pesta pernikahan selesai .


Perjalanan yang memakan waktu Dua Minggu itu terus membuat Verlita tambah deg deg an.


Bahkan Leanna sering menenangkannya agar tidak terlalu di pikirkan.


Verlita terus menarik nafasnya dalam-dalam.


Dan tibalah mereka di Lanchia.....


Sebelum masuk ke istana,mereka mampir ke penginapan untuk membersihkan diri mereka.


Verlita juga mengganti pakaian nya dengan dress nuansa soft.


******


Masuk ke gerbang istana....


Setelah semua turun dari kereta, tibalah giliran Verlita yang turun.


Calleid dengan jiwa cool nya mengulurkan tangannya saat Verlita hendak keluar.


Sesaat mata itu saling bertemu dengan pikiran masing-masing.


Semua mata yang melihat itu hanya bisa menahan senyum.


Bagaimana tidak....Raja yang tampan bertemu dengan putri yang cantik...


Pasti membuat semua mata terpana dan iri melihatnya.


Calleid membawa mereka untuk masuk ke dalam istana.


Para pelayan dengan sigap melayani pihak Krynova.


Semua pelayan bergegas mengantarkan ke kamar yang telah di siapkan.


Sebuah kamar yang mereka gunakan selama di Lanchia.


Tentu saja beda dengan Verlita....


Verlita di antarkan langsung oleh Calleid...


Awalnya Verlita aneh..karna biasanya bukan calon suami yang mengantar tapi kepala pelayan yang di tunjuk khusus untuk mempelai wanita.


Ingin dia bertanya tapi dia simpan di dalam hati saja.


Bahkan dia tak berani berkata sepatah kata pun sejak masuk ke istana.


'' Apa kamu takut pada ku?' tanya Calleid saat mengantarkan Verlita ke kamar


'' Ehm...tidak.'' jawab Verlita gugup


Calleid tersenyum...


Wajah tampan itu tak bisa Verlita pandang terus...dia hanya melihat ke arah lain karna rasa gugup nya.


Bahkan setelah sampai di depan kamar pun Verlita langsung memberi hormat dan langsung masuk ke dalam kamar.


Calleid hanya terkekeh dengan sifat Verlita yang menurut nya sedang malu.


CANTIK.... satu kata yang terus ada di pikiran Calleid.


Dia berjalan meninggalkan kamar Verlita dengan perasaan berbunga-bunga.


********


HARI PERNIKAHAN


Pagi hari Verlita sudah harus mandi dengan luluran sari bunga.


Pijatan halus di tubuhnya membuat pikirannya lebih relaks.


Setelah semua selesai...di lanjutkan dengan balutan gaun pernikahan berwarna putih yang membuat semua wanita ingin memakainya saat menikah.


Dengan riasan yang di wajah nya yang memang sudah cantik,membuat para perias ikut terpesona.


Semua yang melihat pun sangat terpukau.


~~Tibalah saat nya pemberkatan yang diadakan di pagi hari...


Verlita masuk ke aula dengan di gandeng oleh Ragel.

__ADS_1


Semua mata melihat kecantikan Verlita.


Bahkan tangan Ragel yang terasa lebih dingin dari pada Verlita karna gugupnya.


Ada butiran air jatuh di pipi Ragel dan Dave saat tangan Verlita telah di sambut oleh Calleid.


Adik tercinta mereka yang kini harus mereka lepas dengan suka cita.


Di sudut ruangan ada Evan yang dengan besar hati mendoakan kebahagiaan Verlita.


Walau air mata itu menetes,tapi dengan segera ia hapus dengan tersenyum.


Sumpah janji pernikahan telah di ucapkan,serta cincin telah melekat di jari mereka.


Kini pernikahan itu telah sah....


Sorak Sorai suara rakyat yang ada di luar istana terdengar penuh suka cita.


Lontaran kata-kata Hidup Raja dan Ratu terus di ucapkan oleh rakyat.


Mereka dengan suka cita menyambut Ratu Lanchia.


Tak tanggung-tanggung ,,festival pun di adakan selama satu bulan.


Malam hari tibalah saat nya pesta....


Semua tamu dari belahan dunia datang ke Lanchia.


Tentu saja Hail dan Hose juga datang.


Para laki-laki yang dulunya dia tolak.


'' Selamat ya....'' kata Hail yang datang menghampiri Verlita dan Calleid


'' Terima kasih...'' kata Verlita


'' Kalian saling kenal?'' tanya Calleid


'' Kami teman dekat...'' jawab Verlita


'' Hahahahha....aku di tolak oleh nya dulu'' kata Hail yang ternyata juga teman Calleid


'' Benarkah?'' kata Calleid


Wajah Verlita memerah karna malu..


'' Dia juga temanku....jadi kalau dia macam-macam bilang pada ku.'' kata Hail pada Verlita


'' Kalian berteman??'' tanya Verlita


'' ya'' jawab Calleid


Akhirnya Verlita ikut terkekeh...


Lalu datang lah Hose menghampiri mereka bertiga.


'' Hai selamat ya...'' kata Hose ke arah Calleid


( mereka temenan juga?) batin Verlita


'' makasih ya...'' kata Calleid


Hose menjabat tangan Hail....


'' Verlita...semoga bahagia ya'' kata Hose


'' Terima kasih Hose...'' jawab Verlita


'' Kalian kenal juga?'' tanya Calleid


'' Jangan bilang kamu juga di tolak dia?'' kata Hail


'' iya'' jawab Hose dengan kekehanya


'' Astaga....!'' kata Calleid menepuk jidatnya


'' Kenapa?'' tanya Hose


'' Aku juga...hahahahha'' kata Hail


'' Hahahhaha'' tiga pria itu tertawa bersama


'' Ih...kalian saling kenal?'' tanya Verlita


'' iya'' jawab mereka serempak


Wajah Verlita menunjukan kaget yang luar biasa.


Bagaimana bisa dia bertemu dengan para laki-laki yang menyukainya.


Pesta pun meriah dengan canda tawa yang tampak di wajah setiap orang yang hadir.


Keluarga Verlita tampak senang saat melihat Verlita bercanda dengan Calleid ,Hail dan Hose.


Tentu saja awalnya Verlita tampak canggung untuk berbincang saat hanya berdua dengan Calleid.


Tapi setelah Verlita tau bahwa Calleid berteman dengan Hail dan Hose,barulah ia merasa nyaman.


Mulai tampak lah sifat Calleid yang ternyata hampir sama dengan Hail dan Hose.


Candaan ketiganya yang seperti reuni membuat Verlita mulai tertarik dengan Calleid.

__ADS_1




Malam telah larut...


Walaupun pesta terus berlanjut,tapi pengantin baru memutuskan untuk pergi istirahat.


Rasa pegal di kali Verlita sudah tak dapat di tahan lagi.



Dia pergi merendam diri dengan air hangat sebelum mengistirahatkan matanya.


Tapi ada satu hal yang dia lupakan...



Malam pertama....



Dia baru sadar saat keluar dari kamar mandi,,



( *oh iya...! ini kan malam pertama..aduh ) batin Verlita*



Selesai Verlita mandi,kini giliran Calleid yang membersihkan diri.



Tak ada suara...



Hanya senyuman penuh arti yang di tunjukan oleh Calleid pada Verlita.


Seakan kode untuk menunggunya sebentar....



Senyuman itu membuat tubuh Verlita bergidik.


Dengan segera dia memakai baju tidur yang telah di sediakan.



'' Astaga...!! ini tipis buangeett'' kata Verlita yang ingin teriak tapi di tahannya



Dia tetap memakainya dan langsung masuk ke dalam selimut.



Calleid keluar dari kamar mandi dan melihat Verlita yang masuk ke dalam selimut.


Calleid menghampiri Verlita dengan balutan handuk di pinggang nya.



Calleid masuk ke dalam selimut itu dan mendekap Verlita dari belakang.



'' Calleid..!'' kata Verlita kaget



Tangan besar itu telah memeluk tubuhnya yang kecil.



'' Boleh kah aku meminta nya...?'' bisik Calleid



Tentu saja itu membuat wajah Verlita merona...


Hanya dengan anggukan kecil tanda persetujuan dari Verlita.



Dan malam itu pun menjadi malam yang sangat hangat......


Dan benih cinta itu telah tertanam di hati mereka berdua.



![](contribute/fiction/1428420/markdown/7552499/1607928925471.jpg)



TAMAT



TERIMA KASIH ATAS SUPORT DARI READER'S.......

__ADS_1



😘😘😘😘😘


__ADS_2