
Verlita dan Evan menunggu Dave datang. Saat ini Dave sedang berbincang tentang bisnis dengan salah satu tamu.
Evan berdiri di samping Verlita.
'' hhhhh aku tak cocok di acara seperti ini...'' desah Verlita
'' Putri hanya belum terbiasa..'' kata Evan
'' Ya..karna terlalu banyak yang sudah kita alami...'' kata Verlita
'' Putri sudah melakukan yang terbaik...'' kata Evan
'' Ehm...sepertinya aku harus sering-sering memakai sepatu tinggi...hehehe'' kekeh Verlita
Evan tersenyum menanggapi gurauan Verlita...
'' Ohya...apa kamu tak suka pada pangeran Hail?'' tanya Verlita
Evan hanya diam tak menjawab..
'' Dia sudah meminta ijin dari ku tadi...'' kata Verlita
Evan menatap Verlita seperti mencari kebenaran di mata Verlita.
'' Hei.....kamu tau bagaimana sifat ku. aku tak mungkin membiarkan orang asing sembarangan di sampingku bahkan memegang ku. Aku mengijinkan dia karna kami sudah saling kenal lama.'' lanjut Verlita meyakinkan.
'' hhhhh'' Evan menghela nafasnya.
( astaga...aku seperti menjelaskan pada pacar yang sedang cemburu..! padahal kak Ragel dan kak Dave sudah tak terlalu over protektif lagi..kenapa Evan malah lebih parah begini? hadeehhh.) batin Verlita
'' Ayo lah....jangan di pikirkan lagi..'' rayu Verlita sambil tersenyum
Evan yang melihat itu terpaksa luluh dan mengangguk setuju.
Tak lama Dave datang....
'' Verlita..mana yang terluka?'' kata Dave
'' ini....'' tunjuk Verlita sambil merengek manja pada Dave
'' sudah di obati kan?'' tanya Dave sambil melihat kaki Verlita
'' Sudah Pangeran'' jawab Evan
'' Ini karna kamu yang belum terbiasa dengan sepatu tinggi atau memang bahan sepatunya yang membuat kakimu sakit?'' tanya Dave
'' Karna aku tak terbiasa kak..apa lagi tadi aku terlalu lama berdansa.'' kata Verlita
'' Saat kita kembali kamu harus lebih sering memakai sepatu tinggi agar kaki mu tidak seperti ini. Karna setelah ini pasti kamu akan sibuk..'' kata Dave
'' Sibuk kenapa?'' tanya Verlita tak mengerti
'' Kedepannya kamu akan kami bawa ke pertemuan seperti ini'' kata Dave sambil menyeringai
'' Astaga....'' kata Verlita sambil menepuk jidatnya sendiri
'' Selama ini kita tak pernah hadir ke undangan dari negara lain,,Karna sekarang kamu juga sudah dewasa,,jadi ini saatnya kita menjalin sosialisasi dengan negara lain.'' kata Dave
'' Baiklah....'' kata Verlita
'' Ya sudah...ayo kakak antar kamu ke villa'' kata Dave yang hendak mengangkat tubuh Verlita
'' Stop.'' kata Verlita membuat Dave mengehentikan niatnya
'' Biar aku jalan sendiri..aku tak mau menjadi bahan tontonan karna di gendong oleh kakak'' kata Verlita
'' Tapi kaki mu..'' kata Dave
^^^" Tenang...ini udah di balut jadi tak terlalu sakit kalau pakai sepatu. Aku hanya perlu berjalan dengan pelan." kata Verlita^^^
" Baiklah..ayo kakak tuntun.." kata Dave yang telah memasangkan sepatu Verlita
__ADS_1
Evan berjalan di belakang Verlita dan Dave.
Mereka berjalan keluar ruangan menuju villa Verlita.
" Kak,,Kalau berjalan santai begini Kita seperti sepasang kekasih yang sedang kencan...hehe" kata Verlita sambil terkekeh
" Benarkah? Hahahah" tawa Dave
" Sayang sekali kekasih kakak tak ada disini..." kata Verlita
" hmmm....kami sudah berpisah" kata Dave pelan
" kok bisa? " tanya Verlita
" Mungkin ada yang lebih baik dari kakak..." kata Dave sambil melihat ke arah bintang di langit
" hhhh....Sabar ya....berarti kita adalah tiga jomblo bersaudara...hahahhaha''" tawa Verlita meledek Dave
" Benar..hahahh" Dave terhibur dengan candaan Verlita
Mereka berjalan sambil bercanda tawa..
Tak terasa sudah berada di depan Villa wanita.
" Istirahat lah...kita akan kembali besok siang" kata Ragel
" iya kak.." kata Verlita
Verlita masuk ke dalam Villa menuju kamarnya.Dave kembali ke dalam aula pesta sedangkan Evan berjaga di depan Villa.
Verlita masuk ke kamarnya,mengganti baju nya lalu naik ke atas tempat tidur.
" hhhhh padahal aku belum mencicipi satupun makanan...sekarang aku lapar...Elsa kemana ya..." guman Verlita
Tok tok tok
" siapa?" teriak Verlita dari atas kasur
" Saya putri...Elsa" jawab Elsa dari luar
Elsa masuk ke dalam kamar..
" Saya melihat Putri kembali lebih cepat. Apa terjadi sesuatu?" tanya Elsa
" Iya..Kaki ku lecet. Kebanyakan dansa tadi..heheeh" kekeh Verlita
" Apa sudah di obati?" tanya Elsa
" Sudah. Tapi sekarang aku lapar..tadi aku tak mencicipi satu pun hidangan di sana.." kata Verlita
" Baiklah...akan saya siapkan . Tolong tunggu sebentar..." kata Elsa sambil tersenyum
" Makasih Elsa...." kata Verlita
Elsa pergi meninggalkan Verlita untuk mengambil makanan.
Elsa merasa nyaman melayani Verlita yang menurutnya sangat sopan dan tak merepotkan seperti putri lainnya.
Tak lama Elsa pun datang dengan membawa troly makanan.
Di bawanya makanan dan tak lupa desert yang ada di hidangan pesta.
" Wah...ini pasti enak sekali.." kata Verlita yang langsung berpindah ke sofa
Elsa menyusun makanan itu ke atas meja di depan Verlita.
" Duduk lah...ayo kita nikmati bersama" ajak Verlita
" Terima kasih putri...tapi kami tidak boleh duduk bersama tuan putri." jawab Elsa
" Tenanglah...tidak ada yang tahu. Aku tak bisa menghabiskan semua ini. Ayo..kamu pasti juga belum makan.." kata Verlita sedikit memaksa
__ADS_1
Elsa pun luluh dengan ajakan Verlita.
Akhirnya mereka berdua menikmati makanan itu sambil bertukar cerita.
" Jadi kamu sebenarnya bekerja di bagian cuci?" tanya Verlita
" Iya putri...karna ada acara besar,jadi kami di perintahkan untuk melayani para putri yang datang." jawab Elsa
" Ah...andai saja aku bisa membawa mu ke negara ku..."keluh Verlita yang merasa nyaman dengan Elsa
" Maaf putri,,kenapa putri tak membawa pelayan pribadi?" tanya Elsa
" oh...Dulu ada..tapi dia sedang bersama keluarganya di kampung." jelas Verlita singkat
"Jadi putri tak memiliki pelayan pribadi?" tanya Elsa
" hehe" jawab Verlita dengan tawa kecilnya
" Putri luar biasa..."kata Elsa yang kagum dengan kemandirian Verlita
Mereka menghabiskan semua makanan itu hingga kenyang.
Elsa merapikannya alat makan dan pamit undur diri.
Verlita yang sudah merasa kenyang,kembali merebahkan dirinya ke atas tempat tidur.
" Aku rindu padamu Anna...." guman Verlita
Tak terasa air matanya mengalir karna merindukan Anna Pelayannya dulu.
Verlita pernah mencari tau tentang kabarnya Anna,ternyata Anna sekarang sudah berkeluarga dan saat ini sedang mengandung.
Verlita hanya berharap agar Anna bisa hidup dengan bahagia bersama keluarga barunya.
Bukannya Verlita tak ingin mencari pelayan pribadi lagi,tapi menurut Verlita sekarang dia baik-baik saja.
Dia meminimalisir kedekatannya dengan orang lain.
Ia takut hal yang dulu terulang kembali.
Sekarang Verlita sudah terbiasa mandiri dengan kegiatannya.
********
Akhirnya tiba saat nya mereka kembali ke Krynova.
Mereka yang sudah berpamitan dengan Raja dan Ratu. Sekarang mereka tinggal bersiap untuk berangkat.
Tiba - tiba datang seorang laki-laki menghampiri kereta mereka.
Laki-laki itu berbicara dengan Ragel seperti meminta ijin,Lalu berjalan menghampiri Verlita yang sudah berada di dalam kereta.
" Maaf putri..." kata Laki-laki itu
Verlita yang merasa di ajak bicara membuka pintu kereta.
" Ada keperluan dengan saya?" tanya Verlita yang merasa tak asing dengan laki-laki itu
" Saya Hose De Gryna yang berdansa dengan putri semalam" kata Hose
" oohh ya..Ada yang bisa saya bantu?" tanya Verlita
" Ehm...ini hadiah untuk putri. Bolehkah saya mengirim surat untuk putri? saya ingin mengenal putri lebih dekat.." kata Hose dengan sopan sambil menyerahkan hadiah ke tangan Verlita
" Terima kasih..dengan senang hati saya terima niat pangeran" jawab Verlita dengan khas senyumnya.
" Baiklah...hati-hati di jalan.," kata Hose dengan wajah gembira
" Iya.." Jawab Verlita
Verlita memandangi Hose yang berjalan menjauh dari keretanya.
__ADS_1
####### FOTO HOSE DE GRYNAπππ