
HARI KEBERANGKATAN
Ragel,Dave,Verlita naik di satu kereta dan di dampingi oleh beberapa pengawal.
Setelah seminggu perjalanan mereka sampai di pusat kota negara Hildan.
Mereka mencari penginapan di kota karna mereka tidak membuat laporan resmi tentang kedatangan mereka.
Dua hari sebelum pesta,mereka baru akan melapor dan tinggal di dalam istana yang sudah di sediakan.
Mereka berniat untuk berjalan-jalan dahulu untuk beberapa hari.
Mereka memesan tiga kamar besar yang berdampingan.
'' Kamu istirahatlah dulu...besok baru kita jalan-jalan'' kata Ragel pada Verlita
'' Iya,,aku lelah sekali..'' kata Verlita yang langsung masuk ke dalam kamarnya dan menutupnya.
'' Waahhhh keren banget kamarnya...!'' kata Verlita
Verlita melihat sekeliling kamarnya.Tempat tidur yang empuk dan kamar mandi di dalam ruangan yang bersih.
Verlita langsung membuka bajunya dan berendam ke dalam bak mandi dengan air hangat.
Lelah di tubuhnya seakan rontok karna air hangat dan aroma terapi.
Verlita menikmati suasana nyaman itu dan tak terasa ia tertidur.
Sejam kemudian baru dia terbangun karna air yang sudah tak hangat lagi.
'' Astaga...aku ketiduran. Aduh dingin banget..'' seru Verlita yang langsung mengeringkan tubuhnya dengan handuk.
Verlita memakai baju santainya dan naik ke atas tempat tidur.
Ia ingin melanjutkan tidurnya tapi perutnya tiba-tiba berbunyi tanda kelaparan.
Verlita turun dari tempat tidur dan berniat mengunjungi kamar kakaknya.
Dia melihat ke sekeliling tapi tak menemukan pengawal satupun.
'' Evan kemana ya?'' batin Verlita
'' Kak.....'' panggil Verlita dari luar kamar
Karna tak ada sahutan dari kakak nya ,Verlita langsung membuka kamar itu.
Ia melihat seluruh ruangan kamar itu tapi ia tak menemukan kakaknya.
'' Pada kemana sih? masa aku tinggal sendiri...'' keluh Verlita
'' Putri..'' tiba-tiba ada suara Evan dari arah pintu
'' Evan...'' kata Verlita yang langsung keluar kamar kakaknya.
'' Evan,kemana kakak?'' tanya Verlita
'' Yang mulia dan pangeran ada keperluan keluar.'' jawab Evan
'' Kamu tadi dari mana?'' tanya Verlita sambil cemberut karna di tinggal sendiri
'' Saya meminta pelayan memindahkan barang bawaan. Saya pikir tuan putri sedang istirahat,jadi saya tinggal sebentar. maafkan saya putri....'' kata Evan
'' Jangan pernah meninggalkan ku sendirian...'' rengek Verlita
'' Baik putri saya tidak akan mengulanginya lagi..'' kata Evan
'' Ya sudah..aku lapar,ayo kita makan.'' kata Verlita
__ADS_1
Evan mengawal Verlita dan menunjukan tempat restoran di penginapan itu.
Lantai dasar penginapan itu di khusus kan untuk restoran dan area santai pengunjung.
Banyak muda mudi disana yang makan bersama.
Verlita yang merasa asing,berjalan ke samping Evan.
'' Jangan jauh dari ku'' bisik Verlita
Evan hanya tersenyum mengangguk.
Evan tau bahwa Verlita masih belum terbiasa pergi di tempat ramai setelah kejadian penyerangan dulu.
Tapi penampilan Verlita sudah terlanjur menarik perhatian orang di sekitar mereka.
Kulit putih bersih Verlita yang berbeda dengan ciri khas negara Hildan yang dominan berwarna sawo matang.
Verlita yang tak memakai riasan dan mengurai rambut panjang nya,menampakkan cantik natural yang memikat siapa pun yang melihatnya.
Evan membawa Verlita ke salah satu meja kosong yang berada di sudut ruangan agar Verlita bisa nyaman.
Evan berdiri di samping kursi Verlita.
'' Kamu duduk di depan ku.kalau kamu berdiri di sampingku malah akan menarik perhatian orang. Ayo makan sekalian...'' kata Verlita pelan
'' Baik putri..'' kata Evan yang mengikuti perintah Verlita
Mereka memesan makan pada pelayan yang menghampiri meja mereka.
Di lihat dari kejauhan,mereka lebih terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang makan bersama.
Orang-orang tak lagi terlalu tertarik ke arah Verlita.
Verlita lebih bisa menikmati makanan karna Evan ikut makan bersamanya.
'' Mereka pasti mengira kita sepasang kekasih..hehehe'' kekeh Verlita
Evan hampir tersedak mendengar ucapan Verlita. Ia baru sadar tujuan Verlita memintanya ikut makan bersama. Evan pikir Verlita hanya ingin di temani karna tak suka makan sendiri di tempat ramai.
'' Tenang. .kakak ku tak akan marah kalau tau.nanti aku bisa jelaskan.'' lanjut Verlita
'' hhhh'' Evan menghela nafas nya
Verlita terkekeh melihat reaksi Evan. Verlita tau bahwa tak ada pengawal yang akan duduk di satu meja bersama tuannya.
Dan Evan yang usiannya masih muda lebih sering Verlita manfaatkan untuk menjadi tamengnya saat kakaknya tak bersamanya.
Evan sangat loyalitas dengan pekerjaannya,ia tak pernah menolak apa yang di perintahkan Verlita.
Evan berada di bawah didikan Cailon langsung.
Cailon selalu menekankan pada Evan untuk selalu membuat Verlita aman dan nyaman.
Setelah selesai makan ,Verlita kembali ke kamarnya.
Ia melewati kamar kakaknya yang masih sepi.
'' Ingat ya....jangan tinggalin aku sendirian'' kata Verlita
'' Baik putri.saya akan berjaga di sini'' jawab Evan meyakinkan Verlita
'' Oke.'' kata Verlita sambil masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.
Verlita menuju jendela kamarnya...
Suasana sore hari menjelang malam memancarkan sinar matahari berwarna oranye yang indah di lihat.
__ADS_1
Rumah penduduk yang bisa di lihat dari atas kamarnya membuat ia tertarik untuk terus melihat ke bawah.
Festival yang akan di mulai untuk menyambut pernikahan pangeran Raul terlihat di sambut dengan penuh antusias seluruh rakyat.
Besok malam adalah malam pertama diadakannya festival.
Hati Verlita sudah berniat untuk pergi bersama kakaknya besok.
Malam ini dia akan istirahat dengan nyaman untuk menghilangkan lelahnya.
*******
Pagi hari Verlita sudah bangun dan langsung membersihkan dirinya.
Memakai dress sederhana dan mengurai rambutnya.
Ia keluar kamar dan menuju kamar Dave.
'' kak....'' panggil Verlita dari luar kamar
'' Iya..'' jawab Dave sambil membuka pintu kamarnya
'' Ayo sarapan..'' ajak Verlita penuh antusias
'' Oke,kakak juga lapar. Ayo kita panggil kak Ragel'' ajak Dave
Verlita mengangguk dan menggandeng lengan Dave.
Mereka menuju kamar Ragel.
'' Kak...''panggil Dave
'' Masuk..'' Kata Ragel dari dalam kamar
Dave dan Verlita masuk ke dalam kamar Ragel.
Terlihat Ragel sedang meminum kopi dan membaca surat kabar.
'' Kakak gak lapar?'' tanya Verlita
'' Kalian mau makan?'' tanya Ragel
'' Iya ..kami lapar'' jawab Dave
'' Oke.ayo kita ke bawah'' kata Ragel
Mereka bertiga keluar kamar.
'' Tunggu.'' kata Verlita tiba-tiba
'' Evan.kamu istirahat saja dulu,,aku akan bersama kakak ku'' kata Verlita pada Evan
'' Tapi putri..'' Evan enggan meninggalkan Verlita
'' Percayalah...aku aman bersama kakak ku'' kata Verlita meyakinkan
'' Baik putri'' kata Evan
Verlita berjalan ke restoran hanya bersama Ragel dan Evan.
Tentu saja itu mengundang tatapan para wanita yang ada di restoran itu.
Verlita yang berjalan di tengah kakaknya hanya geleng-geleng.
Verlita melihat kakak nya tetap santai walaupun menjadi tatapan banyak wanita.
__ADS_1
''Orang ganteng emang beda....heheheh'' batin Verlita