
TIGA BULAN BERLALU
Verlita memutuskan untuk keluar dari kamarnya.
Pagi hari dia pergi ke meja makan untuk sarapan bersama keluarganya.
Semua melihat ke arahnya..
Verlita tersenyum kepada mereka.
Raja dan Pangeran bahagia karna Verlita sudah mau keluar dari kamarnya.
Mereka menikmati sarapan pagi dengan riang.
'' Apa rencana mu sayang?'' tanya Raja
'' Aku belum memutuskan Ayah..tapi aku ingin mengatakan sesuatu. Tolong semua pelayan tinggalkan kami..'' Kata Verlita
Semua pelayan meninggalkan ruangan itu.
Tersisa Verlita,Pangeran dan Raja.
'' Ada apa Verlita?'' tanya Dave
'' Aku ingin tau tentang perkembangan penyelidikan kasus ku. Apa belum ada titik terang?'' tanya Verlita
'' Maaf Verlita..Kami tak bisa menemukannya.'' jawab Ragel
'' Jujur saja aku merasa tidak aman di istana ini..'' ujar Verlita
'' Apa maksud mu sayang?'' tanya Raja
'' Karena setelah ku ingat-ingat,,,tak banyak yang tau bahwa kami akan pergi berbelanja. Bahkan Anna yang pergi menjemput ku waktu itu. Kemudian para pembunuh itu seakan sudah terencana untuk membunuh ku. Aku curiga mereka ada di sekitar kita..'' Jelas Verlita
'' Tapi kakak tak menemukan hal yang aneh di istana. Selama ini kami sudah menyelidiki semuanya.'' Ujar Dave
'' Tapi semakin kita tak dapat menemukannya,bukan kah lebih aneh?'' tanya Verlita
Semua terdiam...
'' Itu benar..'' guman Raja
'' Ah...kenapa aku tak berfikir ke sana ya..Hhhhh'' keluh Dave
'' Itu bukan salahmu kak...'' kata Verlita
'' Kita harus lebih perketat pengawalan untuk mu'' kata Ragel pada Verlita
'' Aku juga berencana untuk meminta ksatria lagi. Agar Cailon juga bisa istirahat. Aku butuh dua orang lagi,,jadi masing-masing libur dua hari dan menjaga ku sehari.'' kata Verlita
'' Itu sama saja dengan cuma satu orang yang menjaga mu. Kakak mau dua ksatria yang menjaga mu setiap hari.'' kata Ragel
'' Itu terlalu merepotkan kak....aku juga tak akan pergi jauh-jauh lagi. Aku memutuskan untuk di istana saja.'' jelas Verlita
'' Baiklah kalau itu mau mu. Nanti akan kakak pilih ksatria yang terbaik untuk mu..'' kata Ragel
'' Terima kasih kak..'' Verlita tersenyum riang
'' Baguslah kalau Verlita lebih ingin di istana...nanti kamu sering-sering saja bersama Ayah...haha'' kata Raja
'' Itu ide yang bagus'' jawab Verlita
'' Ya ya...Ganggu saja Ayah...hahahhaha'' ledek Dave
'' Ayah.....kakak tuh...'' rengek Verlita
'' Tidak apa-apa sayang...Ayah akan selalu mendukung mu..'' kata Raja sambil mengedipkan mata
__ADS_1
'' Wah.....ayah membuat ku merinding'' kata Dave
'' Hahahahahaha'' semua tertawa
*********
Setelah beberapa hari,datanglah dua ksatria menemui Verlita.
'' Salam tuan Putri...Nama saya Neil''
'' Salam tuan Putri..Nama saya Evan''
Mereka memberi salam sambil membungkuk dengan sopan.
'' Senang bertemu kalian..Mohon kerja samanya...'' kata Verlita sambil tersenyum
'' Baik putri.''
'' Aku akan memberi tahu pada kalian bertiga. Aku ingin kalian bergantian menjaga ku,kecuali ada hal yang mendadak. Dua hari libur, satu hari menjaga ku.
Aku tidak ingin kalian kelelahan harus dua puluh empat jam menjaga ku.'' jelas Verlita
Tampak wajah Cailon murung setelah mendengar ucapan Verlita.
'' Cailon...maaf aku tak melakukan hal ini sejak dulu. Kamu pasti kelelahan selama ini. Terima kasih untuk semua yang telah kamu lakukan untuk ku. Percaya lah...ini ku lakukan bukan untuk menjauhi mu,,tapi ini untuk kebaikan mu.'' jelas Verlita untuk meyakinkan Cailon
'' Saya mengerti putri. Terima kasih atas perhatian putri.'' jawab Cailon dengan wajah terlihat lega
'' Untuk besok,silahkan atur sendiri antara Neil atau Evan yang menjaga ku.'' kata Verlita
'' Biar saya yang mengambil jadwal besok.'' kata Neil
'' Baiklah. Aku akan mempercayai kalian dalam menjaga ku. Satu hal yang ingin aku tekankan,jaga mata dan telinga kalian lebih dalam lagi. Dan sebisa mungkin beri jarak agar aku tak dekat dengan pelayan di istana ini. Selebihnya mari kita bekerja sama dengan baik...'' jelas Verlita
'' Baik putri..'' mereka menjawab bersama
Begitulah akhirnya Verlita membuat pengaturan dalam penjagaan nya.
Verlita hanya berharap Neil dan Evan dapat di percaya seperti Cailon...
########
*****NEGARA MELVIS*****
Setelah kebijakan yang di lakukan oleh raja,kini perubahan di negara Melvis benar-benar terlihat.
Walaupun banyak dana yang sudah di keluarkan,
Semua itu telah terbayar dengan kemakmuran rakyat Melvis.
Pangeran Hail mulai memperkuat segi militer mereka.
Melatih para ksatria agar lebih kuat lagi.
Menyuplai senjata..
Memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi ksatria..
Setelah semua itu berjalan dengan lancar,dia sudah memikirkan untuk membuat perusahaan seperti Krynova.
Tapi ia perlu belajar jika ingin membuat perusahaan.
Raja yang sudah tua agak sulit untuk melakukan tugas yang menguras tenaga.
Hail ingin mempersiapkan diri menyusun negara agar saat dia menjadi Raja,semua sudah bisa berjalan dengan baik.
*******
__ADS_1
PERPUSTAKAAN VERLITA
Tampak Verlita mondar-mandir mencari buku..
Evan yang menjaganya mulai mengerutkan dahi.
'' Ada yang bisa saya bantu putri?'' tanya Evan
'' Aku bingung. Semua sudah pernah ku baca,novel ku juga sudah semua..'' jawab Verlita
'' Semua buku di perpustakaan ini??'' tanya Evan kaget
Verlita mengangguk ....
Evan hanya ternganga....
Ia tau kalau Verlita lebih lama di dalam istana,tapi ia tak menyangka bahwa Verlita sudah membaca semua buku di perpustakaan yang luas itu.
'' Aku ingin membeli buku lagi tapi aku tak mau keluar...'' guman Verlita
'' oh iya...aku lupa.! Evan coba kamu panggil Cailon...'' pinta Verlita
'' Saya tidak bisa meninggalkan putri. Saya akan meminta pelayan yang memanggilnya.''jawab Evan
'' Oke'' kata Verlita setuju
........Tak lama kemudian datanglah Cailon.
'' Putri memanggil saya..?'' tanya Cailon
'' Iya..maaf mengganggu libur mu..'' kata Verlita
'' Putri jangan berfikir seperti itu..Saya selalu senang melayani Putri...'' jawab Cailon
'' Hehe...baiklah..aku mau kamu melakukan sesuatu'' kata Verlita
'' Apa putri?'' tanya Cailon
'' Pergilah ke toko buku,beli lah buku Novel. Yang banyak ya..biar cukup untuk waktu yang lama. Minta pembayarannya pada Bailon,dia akan mengerti.'' kata Verlita
'' Buku Novel saja?'' tanya Cailon
'' Ya. Semua jenis genre ya...'' jawab Verlita
'' Baik putri. Saya akan pergi sekarang.'' kata Cailon
'' Hati-hati ya...'' Kata Verlita mengingatkan
Cailon mengangguk lalu pergi meninggalkan Verlita bersama Evan.
Bergegas melaksanakan tugas yang di berikan Verlita.
'' Evan...ayo kita ke taman saja. Aku bosan..'' kata Verlita
'' Baik putri..''
Mereka berdua berjalan menuju Taman yang biasanya dia kunjungi untuk bersantai.
Bunga-bunga tampak bermekaran..
Angin berhembus seakan menyapu segala kegelisahan hati..
Benar-benar pemandangan yang layak di nikmati...
Verlita duduk dengan memandang bunga-bunga....
Di biarkannya angin menabrak wajahnya...
__ADS_1
'' Evan....'' panggil Verlita pelan
'' Iya putri...'' Evan berada di sampingnya