AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 69


__ADS_3

'' hhhhh ya sudah lah...biar saja Evan mendinginkan pikirannya dulu.'' kata Verlita mencoba menepiskan pikirannya


'' Baik putri...'' kata Neil


Neil pun pamit keluar untuk berjaga...


~~ Di tempat latihan tampak Evan yang masih terus latihan pedang.


Cailon yang melihat kondisi Evan jadi ikut prihatin.


'' Istirahatlah dulu..!! '' teriak Cailon


Evan pun berhenti dan menghampiri Cailon dengan cucuran keringat di tubuhnya yang kekar.


'' Kamu terlalu bekerja keras...'' kata Cailon


'' Ini lebih baik...'' jawab Evan


'' Kamu tak bisa selamanya menghindari putri....'' kata Cailon yang sebelumnya Evan sudah bercerita perihal hatinya


'' hhhhh'' Evan menghela nafasnya seakan-akan batu menimpa jantungnya


Mereka duduk di atas rerumputan sambil melihat ke langit yang bertaburan bintang.


'' Mau sampai kapan kamu begini?'' tanya Cailon


'' Aku tak tau....aku sedang mencoba menenangkan hati ku,,,,,ini sulit'' kata Evan lirih


Cailon menepuk pundak Evan...


'' Aku melihat setiap pertumbuhan putri...Dia terlalu baik pada siapa pun. Wajar saja kita kamu memiliki perasaan itu.'' kata Cailon mencoba mengalihkan perasaan Evan bahwa itu bukan rasa cinta


'' awalnya aku pikir juga begitu...tapi saat aku melihat nya berpegangan tangan bahkan berpelukan dengan pria lain,hati ku terasa sakit sekali...'' jelas Evan meyakinkan


'' Aku gak bisa Cailon...aku gak sanggup kalau melihatnya bersama laki-laki lain..! bahkan sekarang mereka sepasang kekasih.''lanjut Evan sambil meremas rambutnya


'' Kamu salah Evan....'' kata Cailon


'' Maksud mu?'' tanya Evan


'' Cinta itu tak harus memiliki..Dengan melihat orang yang kamu cintai bahagia,,itu sudah cukup. Bukan kah kamu juga bahagia kalau dia bahagia?. Harusnya kamu tetap disisi nya,memastikan dia bahagia..jangan menghindarinya'' kata Cailon menasehati


Evan terdiam..merenungi setiap perkataan Cailon.


Hatinya berpikir keras untuk menentukan tidakkan yang harus dia ambil.


'' Baiklah....aku akan kembali menjaganya. Terima kasih Cailon....'' kata Evan


'' Ya...sudah cukup selama ini kamu menenangkan pikiran mu. saatnya kamu menghadapinya'' kata Cailon


********


Pagi hari Verlita yang telah rapi ingin pergi ke ruang makan...


'' Pagi putri....'' kata Evan di depan kamar


'' Evan...!!'' seru Verlita yang langsung memeluk Evan


'' Kamu kemana saja??'' tanya Verlita yang sudah melepas pelukannya


Evan masih kaget dengan pelukan yang di berikan Verlita.


'' Hei...Evan.! apa kamu baik-baik saja??'' tanya Verlita lagi

__ADS_1


'' Ya putri..saya baik-baik saja.maaf saya pergi tanpa ijin dengan putri..'' kata Evan


'' Syukurlah kamu sudah kembali...ayo aku mau ke ruang makan'' kata Verlita


'' baik putri'' jawab Evan


Evan mengikuti langkah Verlita dari belakang.


Wajah Verlita yang telah melihat Evan kembali tampak ceria.


'' Selamat pagi....'' Salam Verlita dengan semangat pada Ragel,Leanna dan juga Dave yang sudah berada di meja makan


'' Pagi..'' semua menyahut


'' Kamu senang sekali...'' kata Dave


'' Masa sih...sepertinya biasa saja '' kata Verlita yang tak menyadari perasaan senangnya


Dave melihat Evan yang sudah kembali menjaga Verlita.


'' Dia sudah kembali?'' tanya Dave sambil menunjuk Evan yang tak jauh dari mereka


'' Ya...pagi ini dia datang'' kata Verlita


'' oooo'' sahut Dave


Mereka pun menikmati sarapan pagi di atas meja...


'' Oh iya...kak Dave aku hari ini mau menemui Dista..'' kata Verlita


'' Ehm..pergilah..apa perlu kakak bilang pada Elias jika dia mencari mu??'' kata Dave sambil meledek


'' Ada apa ini? sepertinya ada yang aku lewatkan?'' kata Ragel


'' Apa itu sepeda?'' tanya Leanna


'' Itu sejenis kendaraan roda dua kak...nanti kalau udah jadi,aku akan mengajari kakak'' kata Verlita dengan antusias


'' Benarkah..? sepertinya menarik...'' kata Leanna


'' Ya..tentu saja. tunggu kalau sudah di produksi ya...'' kata Verlita


'' Ehm'' jawab Leanna dengan anggukan


'' Kamu yakin mau buka perusahaan sendiri?'' tanya Ragel


''Iya kak.aku sudah menguji cobanya juga. Itu akan berguna sekali untuk rakyat Krynova'' kata Verlita meyakinkan


'' Baiklah kalau itu mau mu...kalau perlu bantuan kakak,bilang saja'' kata Ragel


'' Oke kak....'' kata Verlita


'' Tapi....apa hubungannya dengan Elias.?'' tanya Ragel


'' ah..ehm..dia kan yang menghandle bagian ku...ya kan kak Dave??'' kata Verlita sambil mengedipkan matanya


'' iya..'' kata Dave sambil terkekeh melihat aksi Verlita yang salah tingkah


'' ooo begitu...'' kata Ragel


~~


Verlita pergi bersama Evan ke kantor milik Dista.

__ADS_1


'' Permisi....apa ada Dista?'' tanya Verlita pada salah satu pegawai,


'' Dengan siapa?'' tanya pegawai itu yang tak mengenali Verlita


'' Bilang saja Verli...dia akan tau...'' jawab Verlita dengan senyum manisnya


Tak semua pegawai Dista yang tau identitas Verlita,sehingga wajar saja ada yang tak mengenalinya.


Tak lama Dista keluar menghampiri Verlita..


'' Verlita...kamu datang? ada perlu apa?'' tanya Dista


'' Aku mau berbisnis..heheh'' kekeh Verlita


' oohhh....ayo masuk'' ajak Dista


Evan juga mengikuti Verlita sampai ke dalam ruangan meeting.


'' Apa yang bisa ku bantu?'' tanya Dista


'' Aku mau membangun sebuah perusahaan.aku perlu desain dari mu..''kata Verlita


'' wah...perusahaan baru?'' tanya Dista sambil mengambil kertas kosong dan pulpen


'' iya'' jawab Verlita


'' Coba kamu beri gambaran sedikit...'' kata Dista sambil menyodorkan kertas dan pulpen


'' Oke....Jadi aku mau bangunan dengan tiga lantai. Lantai ke tiga buat dua ruangan khusus untuk atasan,lalu beri sedikit ruang untuk meeting,pantry dan kamar kecil.,lalu lantai dua buat empat ruangan yang luas agar para karyawan bisa berkumpul sesuai bagian,lalu pantry dan kamar kecil juga. Dan untuk lantai dasar,aku mau itu menjadi ruangan yang kosong. Ohya,aku mau gedung ini menggunakan material yang kedap suara agar tidak mengganggu warga di sekitar.'' jelas Verlita sambil mencoret-coret kertas


'' Sepertinya bangunan ini luas ya...'' kata Dista


'' iya..dua kali lipat perusahan yang di pusat.'' kata Verlita


'' Wah...ini proyek besar. Kapan kamu membutuhkan desain ini?'' tanya Dista


'' Kalau kamu tidak sibuk,aku perlu secepatnya. Karna aku ingin memulai pembangunan'' kata Verlita


'' Ehm...bisa beri waktu aku seminggu? karna ada proyek yang harus aku selesaikan dulu'' pinta Dista


'' Oke tidak masalah...aku akan menunggu'' kata Verlita


'' Ehm...sudah lama kita tak bertemu setelah pesta pernikahan Raja....'' kata Dista tiba-tiba mengalihkan pembicaraan


'' Ehm..'' kata Verlita yang bingung harus menanggapi apa


'' Apa kamu mau makan siang dengan ku?'' tanya Dista


( Aku harus memberi jarak pada Dista..karna aku sudah bersama Elias) batin Verlita


'' Ahhh maaf Dista...aku ada janji siang ini.'' kata Verlita tak enak hati


'' Baiklah...masih ada lain waktu.'' kata Dista


Verlita hanya tersenyum canggung...


'' Kalau begitu,aku permisi ya...'' kata Verlita


'' Ah..iya...hati-hati di jalan'' kata Dista


Verlita pun pergi dengan Evan dari kantor Dista.


Dengan rasa lega ia menolak ajakan Dista,,Sekarang ia ingin segera menuju kantor untuk melihat kekasihnya Elias...

__ADS_1


__ADS_2