
Begitulah akhir dari pesta malam itu...
Karna malam yang sudah larut,Verlita memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk istirahat.
Ia membuka bajunya dan merendam tumbuhnya di bak mandi yang berisi air hangat.
Ia ingin merelaksasi kan tubuhnya agar besok pagi tidak pegal-pegal.
Tapi apalah daya...karna Verlita kelelahan,dia malah ketiduran di bak mandi.
Setelah dua jam berlalu,untung saja ada pelayan yang masuk untuk membereskan kamarnya,kalau tidak mungkin Verlita akan tidur di bak hingga pagi.
Pelayan itu membangunkan Verlita agar menyudahi mandinya.
Verlita dengan nyawanya yang masih setengah ngumpul,pergi memakai baju tidur dan melanjutkan tidurnya di kasur.
~~Pagi hari menjelang siang Verlita tak kunjung keluar dari kamar.
Evan merasa khawatir dengan keadaan Verlita.
Evan membuka pintu dan masuk mendekati Verlita yang masih berada di atas ranjang.
Evan melihat wajah Verlita yang terlihat pucat lalu menyentuh dahi Verlita.
'' Astaga...putri sakit.'' kata Evan
Evan lalu pergi keluar dan meminta pelayan untuk memanggilkan dokter.
Evan juga meminta pelayan lain untuk melapor pada Dave.
Tak berselang lama Dokter dan Dave tiba di kamar Verlita.
Dokter dengan sigap langsung memeriksa tubuh Verlita.
'' Tuan putri hanya demam biasa...saya akan memberikan obat pereda demamnya.'' kata Dokter
'' Maaf Pangeran...sebenarnya semalam saya menemukan putri tertidur di dalam bak mandi'' kata pelayan
'' hhhhhh'' desah Dave
Verlita di beri obat penurun panas dan Dave mengompres kepala Verlita.
Semua keluar dari kamar Verlita menyisakan Dave yang tetap di samping Verlita.
Pelayan telah menyiapkan bubur dan air putih di meja untuk Verlita jika sudah bangun.
Dave dengan telaten mengganti kompres di kepala Verlita.
Kabar Verlita sakit terdengar oleh Ragel.
Dengan segera dia mengajak Leanna ke kamar Verlita.
'' Apa yang terjadi??'' tanya Ragel dengan rasa cemasnya
Leanna langsung mengambil alih mengompres tubuh Verlita.
'' Dia demam...semalam dia di temukan ketiduran di bak mandi'' jelas Dave
'' Sudah di kasi obat??'' tanya Ragel
'' Sudah..kata dokter sebentar lagi dia akan bangun setelah panasnya turun'' kata Dave
'' Syukurlah...'' kata Ragel lega
'' Bisa kalian keluar sebentar...? aku mau mengelap tubuh Verlita,,,dia penuh dengan keringat'' kata Leanna
Ragel dan Dave saling pandang kemudian pergi keluar kamar.
Leanna membuka selimut Verlita,kemudian mengelap tubuh Verlita dengan telaten.
Lalu dia mengganti baju Verlita dengan yang baru.
'' Ya ampun.....kecil sekali tubuh mu..'' guman Leanna
Leanna kagum dengan perhatian Ragel dan Dave pada Verlita.
Leanna juga mencoba untuk mendekatkan diri dengan mereka.
__ADS_1
Ia senang saat melihat wajah mungil Verlita dan keceriaan yang selalu Verlita tunjukan.
Bahkan sekarang ia merasa berkewajiban untuk menjadi sandaran Verlita sebagai pengganti ibu mereka yang telah tiada.
Setelah selesai mengganti pakaian Verlita,Leanna mempersilahkan Ragel dan Dave masuk kembali.
'' Sudah selesai?'' tanya Ragel pada Leanna
'' Sudah...'' jawab Leanna dengan lembut
'' Kakak istirahat saja...pasti lelah. biar aku yang menjaga Verlita '' kata Dave pada Ragel dan Leanna
'' Baiklah...segera kabari kakak jika ada apa-apa'' kata Ragel
'' iya kak...'' kata Dave
Ragel memegang tangan Leanna dan keluar kamar Verlita menuju kamar mereka.
Mereka adalah pengantin baru...tapi rasa sayang Ragel pada Verlita memang sudah menjadi prioritasnya selama ini.
'' Maaf karna telah membawa mu ke kamar Verlita..padahal kamu pasti lelah...'' kata Ragel
'' Tidak sayang....malahan aku akan marah jika kau tinggalkan. karna aku juga bagian dari kalian.'' kata Leanna
'' Terima kasih Leanna...'' kata Ragel dengan tulus
'' Aku yang berterima kasih..karna kamu telah menjadi sosok kakak yang menjaga adik-adiknya'' kata Leanna
'' Hmmmm aku memang tak salah memilih istri....'' kata Ragel yang langsung melahap Leanna.
Sore hari panas di tubuh Verlita mulai menurun.
Verlita mulai sadar dari tidurnya,ia melihat Dave tertidur di sampingnya.
'' Kak...'' kata Verlita pelan
'' Kamu sudah bangun...ini minum dulu'' kata Dave dengan segera mengambil segelas air putih
Verlita juga langsung meminumnya karna tenggorokannya terasa kering.
'' Makan ini sedikit untuk mengisi perut mu yang kosong'' kata Dave sambil menyodorkan sesendok bubur ke arah Verlita
Verlita tak mau menolak perhatian kakak nya.
Tapi baru beberapa suap,Verlita tak mau lagi.
Dave memegang dahi Verlita dan ternyata suhu panasnya sudah turun.
'' Apa ada yang sakit..?'' tanya Dave
Verlita menggelengkan kepalanya karna masih lemah untuk berbicara.
Wajah Verlita juga masih tampak sedikit pucat.
'' Istirahat lah lagi...jangan melakukan apa-apa. Kakak senang demam mu sudah mulai turun.tinggal istirahat saja dulu....'' kata Dave sambil menyodorkan obat untuk di minum Verlita.
__ADS_1
Verlita meminum obat dan kembali memejamkan matanya yang memang masih terasa berat.
Bahkan tubuhnya ingin terus berbaring di atas kasur.
Dave merasa lega dan dia berniat untuk mengisi perutnya yang sedari tadi sudah meronta-ronta.
Dave meminta Evan untuk menjaga Verlita di dalam kamar,sampai Dave selesai makan sekaligus mandi.
Evan yang melihat Verlita terkulai di atas kasur ikut prihatin.
Dia merasa bersalah karna tak menjaga Verlita dengan baik.
Setelah beberapa lama,,Dave kembali lagi menjaga Verlita.
Dave berencana untuk tidur di kamar Verlita.
Ragel juga memahami hal itu dan membiarkan Dave menjaga Verlita.
Pagi pun tiba.....
Tubuh Verlita sudah membaik...
Dia membuka matanya dan menggeliatkan tubuhnya.
Tapi tangan nya terkejut karna ada orang di sampingnya.
'' Astaga.! kakak....aku pikir siapa'' kata Verlita yang melihat Dave tidur di sampingnya
Verlita memiringkan tubuhnya menatap wajah Dave yang sedang tertidur karna semalaman menjaga Verlita.
Verlita bangga melihat kakaknya yang sangat menyayanginya.
Lalu Verlita menggeser tubuhnya dan memeluk Dave dengan manja.
'' Kamu sudah bangun...??'' kata Dave karna merasakan pergerakan dari Verlita
Dave memegang kening Verlita dan telah normal kembali
'' Makasih kakak ku sayang.....'' kata Verlita dengan manjanya di pelukan Dave
'' hhhhhh syukurlah kamu sudah sembuh'' kata Dave sambil mengelus rambut Verlita
'' Apa kamu lapar?'' tanya Dave
'' Iya..'' kata Verlita
'' Tunggu sebentar,biar kakak minta pelayan untuk menyiapkan makanan kita berdua disini'' kata Dave
Verlita mengangguk.
Dave keluar kamar dan meminta pelayan menyiapkan makanan.
Dave juga meminta Evan untuk memberi tahu Ragel bahwa dia akan sarapan bersama Verlita.
Dave tak ingin membuat keluarga Leanna merasa tersinggung karna ketidakhadiran Dave dan Verlita.
Sarapan pun tiba...
Verlita dan Dave menikmati makanan itu....
'' Kamu jangan tertidur lagi di bak mandi...'' kata Dave
'' Hehehe aku tak sengaja kak'' kata Verlita
'' Kakak tak mau melihatmu sakit...'' kata Dave
'' Iya kak...maafkan aku..'' kata Verlita
'' Tapi syukurlah sekarang kamu sudah sembuh.nanti pergilah ke kak Leanna,dia yang mengganti pakaian mu kemarin'' kata Dave
__ADS_1
'' Benarkah?? hmm...aku harus berterima kasih nanti...'' kata Verlita