
,******"" MELVIS*****"
Kini kerajaan Melvis sudah tergolong makmur.Kehidupan rakyatnya sudah terlihat lebih dari cukup.
Namun kini ada satu hal yang harus di lakukan Hail.
Raja mendesaknya untuk segera menikah dan memberikan keturunan.
Raja yang sudah terlalu tua,ingin segera melihat Hail menikah.
Bahkan Raja sudah menawarkan untuk melamar Putri dari kerajaan lain.
Hail bukannya tidak ingin menikah..tapi ia tak tau apakah wanita pujaannya mau dengannya.
Apalagi dia sudah lama sekali tidak bertemu.
Rasa rindu yang ada di hatinya sudah menjamur.
Hail mengatakan pada Raja bahwa ada wanita yang ia sukai,,ia perlu waktu untuk mendapatkan hatinya.
********
****KRYNOVA....
Seminggu kemudian...
" Putri ada surat ....'' kata Mia yang datang keruangan kerja Verlita
'' Untuk ku?'' tanya Verlita
'' Ya.di sini tertulis untuk Putri Verlita De Frainna'' jawab Mia
'' Oke..makasih ya...'' kata Verlita
Mia mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan.
Sebelum membuka surat,Verlita melihat ke arah para laki-laki yang sepertinya menatap ke arahnya.
Tampak sekali di wajah Dave,Elias dan Frans yang penasaran dengan surat itu.
Verlita mengurungkan niatnya untuk membaca surat itu. Ia lipat surat itu dan di masukkan nya ke dalam saku nya.
Dengan wajah tanpa dosa dia kembali mengerjakan tugasnya.
'' Apa orang yang sama?'' tanya Dave
'' Apanya?'' Verlita pura-pura tak paham
'' Itu siapa yang mengirim? baru seminggu lalu kamu mendapatkan kue,sekarang surat cinta..??'' tutur Dave karna penasarannya
'' Ini dari orang yang berbeda..'' jawab Verlita
KRAKKKK!!!
Elias yang mendengar itu tanpa sengaja mematahkan alat tulis yang ada di tangannya.
Membuat semua orang menatapnya.
'' Oh maaf'' kata Elias kikuk
'' Jadi kamu tak mau memberi tahu kakak?'' tanya Dave memelas
Verlita hanya memberikan senyuman pada kakaknya sebagai jawaban tidak.
'' Sudahlah....ini urusan anak muda...hehhehe'' ledek Verlita
'' Kami bertiga juga masih muda..!'' sungut Dave
Elias dan juga Frans mengangguk setuju dengan Dave.
'' Hahaha....ya ya ya....kalian masih muda...''kata Verlita
'' hhhhh'' Dave membuang kasar nafasnya
__ADS_1
'' Sudah ah.! aku mau kerja. Hei Elias,kalau kau punya waktu memikirkan penggemar ku,ini masih banyak dokumen ku.kau mau???'' tanya Verlita sambil menunjuk tiga tumpukan kertas di mejanya.
'' Tidak,terima kasih'' jawab Elias yang langsung mengerjakan bagiannya yang tak kalah banyak dengan milik Verlita.
'' Bagus...'' kata Verlita yang kemudian kembali fokus pada kerjaannya.
Dave hanya terperangah dengan tingkah Verlita.
Lalu semua orang pun kembali fokus masing-masing.
*****
Malam harinya Verlita membaca surat itu di kamarnya.
Untuk jaga-jaga,ia mengunci pintu nya dari dalam.
Di bukanya secara perlahan agar tak merusak isinya.
Ia buka stempel merah yang menjadi lem dan berbentuk lambang suatu negara dengan hati-hati.
Untuk Verlita De Frainna
Bagaimana kabar mu?
Kita sudah lama tak berjumpa...
Disini sedang musim salju...
sebelumnya aku membuat taman bunga yang luas di Villa ku,karna musim salju aku membuat patung yang cantik dan tinggi disini.
aku bisa melihatnya dari jendela kamar ku...
Aku senang saat melihat patung itu...
Ingin sekali aku mengajak mu menikmati musim salju di Melvis.
Itu kalau kamu tak keberatan......
Hail De Velano
'' Ehm....aku balas aja kah?. Sekalian punya Dista yang belum ku balas.'' Lanjut Verlita
Lalu ia mengambil kertas dan alat tulis.
Ia menulis dua surat untuk membalas Hail dan Dista.
Di masukkan nya ke dalam amplop putih kemudian dia stempel lem berwarna merah dengan motif setrowbery kesukaannya.
'' Oke....besok tinggal aku pinta Evan mengirimkannya secara rahasia.bisa gawat kalau kakak tau. '' guman Verlita
Ia memasukkan surat itu ke dalam tasnya. Lalu ia menuju pintu kamarnya untuk membuka kunci kamarnya.
'' Evan...aku tidur ya...selamat malam'' kata Verlita sambil melongok kan kepalanya keluar.
'' selamat beristirahat putri..'' jawab Evan yang berdiri di depan pintu kamar Verlita
Dan kemudian Verlita menutup pintunya dan menuju tempat tidurnya.
Ia mengistirahatkan matanya yang sudah lelah.
*******
Esoknya sesuai rencana,Verlita meminta Evan untuk mengirim surat-surat itu.
Tentunya dengan rahasia.
'' Aku bisa mempercayaimu kan??'' Verlita memberikan pertanyaan yang menurut Evan tak penting,karna Evan dapat di percaya.
Evan yang terkekeh karna ekspresi wajah Verlita.
'' Putri bisa mempercayai saya..'' jawab Evan
'' Janji ya jangan beri tahu siapa pun. Tanpa kecuali Kakak ku.!'' tegas Verlita lagi
__ADS_1
'' Baik putri.saya mempunyai kenalan jasa pengirim yang bisa mengirim surat ini dengan aman dan rahasia'' kata Evan meyakinkan Verlita
'' Baiklah aku percaya padamu. Pergilah saat aku. dan kakak sudah di dalam perusahaan.'' kata Verlita
'' Baik putri.'' jawab Evan
Verlita memberikan surat itu.Evan memasukkannya ke dalam saku baju ksatrianya.
Hari itu lah di mulainya kisah asmara Verlita.
Ia berharap surat itu bisa sampai pada Hail dan Dista dengan aman.
Saat Verlita dan Dave telah memasuki gedung kantor ,Evan melakukan tugasnya.
Ia melakukannya tanpa ada curiga dari orang lain.
*******
Sore harinya sampailah surat itu ke tangan Dista.
Wajah Dista tampak berubah semu merah jambu.
Jantungnya dag dig dug karna rasa bahagianya.
Ia lihat sampulnya,,terukir cap setrowbery yang membuat Dista tersenyum.
Dia buka surat itu dengan perlahan...
Untuk Dista
Terima kasih cake nya..saya suka sekali.
Aku senang melihat mu sudah sukses sekarang.
Tetaplah menjadi Dista yang rendah hati ya..hehe
semangat..!!!
Verlita De Frainna
Senyum lebar mengukir di wajah Dista.
'' Ehem.!'' Rey datang tiba-tiba mengagetkan Dista
Dista langsung kikuk dan menyembunyikan suratnya.
'' Tak perlu malu....itu pasti dari putri kan?...wah...luar biasa...'' kata Rey
'' iya'' jawab Dista sambil tersenyum malu
'' hei....wajah mu memerah...! sesenang itu kah dirimu? ckckck bikin iri saja'' ledek Rey
'' hehehe'' kekeh Dista yang tak bisa menyangkal perkataan Rey
'' Lalu bagaimana selanjutnya?'' tanya Rey
'' Seperti kata mu waktu itu,aku harus mencoba untuk melangkah secara perlahan. Aku tak bisa memberikan permata Karna dia sudah memiliki segalanya. Aku akan melakukan dengan cara yang alami'' kata Dista penuh percaya diri
'' Baguslah kalau begitu. '' jawab Rey sambil menepuk pundak Dista
Rey ikut senang melihat Dista. Kegalauannya selama ini berubah menjadi bahagia.
Tak ada yang tak mungkin di dunia ini..siapa tau Dista berjodoh dengan putri Verlita.
Setidaknya Dista sudah berusaha untuk mendekati pujaan hatinya.
#########
HALO KAKAK....MAKASIH SUDAH MENGIKUTI HINGGA SEJAUH INI.
SILAHKAN BACA JUGA KARYA AUTHOR '' JANDA CANTIK KU''.
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA...
__ADS_1
BERIKAN NILAI BINTANG 5 PADA PROFIL AUTHOR YA...🤭🤭🤭🤭