AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 31


__ADS_3

Seperti rencana,,ketika sore Anna pergi ke perusahaan menghampiri Verlita.


Setelah selesai jam bekerja, Verlita,Anna dan Cailon pergi menjajaki toko yang ada di kota.


Ehm....bisa di katakan ini lebih mirip pasar dan banyak toko yang berada di pinggir jalan.


Karena jam sore,jalanan terasa ramai dengan banyaknya anak muda-mudi yang jalan-jalan.


Untung saja Verlita memakai pakaian yang biasa,jadi tidak menarik perhatian.


Orang tidak akan mengira jika Verlita seorang putri.


Tapi kecantikan nya tetap saja membuat pria melirik.


Turun dari kereta,dan memilih untuk berjalan kaki menyusuri setiap sudut yang ada di pasar itu.


Niat awal adalah ingin membeli baju,tapi setiap melihat makanan yang baru Verlita selalu mencicipinya.


Anna dan Cailon sampai menyerah untuk mencicipi lagi karna sudah terlalu kenyang.


Tapi Verlita masih terus penasaran dengan yang mereka jual di pinggir jalan.


'' Putri..jangan terlalu banyak makannya..nanti bisa sakit perut..'' ujar Anna yang mulai khawatir


'' Oke oke...ini cuma dikit kok..hehehe'' kekeh Verlita


'' Jadi gak papa nih kalau putri gemuk?'' sindir Anna agar Verlita berhenti makan


'' Mulai besok aku akan diet. Sekarang aku mau makan banyak..'' jawab Verlita yang masih tetap menikmati jajanannya


'' Baiklah...mulai besok akan saya buat menu sehat untuk menurunkan berat badan putri'' kata Anna


'' Oke..'' Jawab Verlita


Setelah beberapa lama...


Verlita berhenti mencicipi makanan dan mencari toko pakaian.


Untung saja pakaian di Krynova mirip dengan di dunianya dulu. Jadi tak terlalu sulit untuk memakai pakaian yang nyaman.


Tetapi sebagai putri kerajaan,dia lebih sering memakai gaun untuk menunjukan identitasnya.


Maka dari itu,,karna sekarang banyak baju nya yang tak muat jadi dia berniat sekalian mencari beberapa gaun yang simple tapi sopan agar bisa dia gunakan sehari-hari di kerajaan.


Setelah membeli beberapa pakaian,tak lupa Verlita juga membelikan untuk ayah dan kakak nya.


Dan juga ia membeli untuk Anna dan Cailon yang sudah setia menemaninya.


Waktu sudah mulai larut..


Mereka memutuskan untuk pulang ke istana.


Tapi di tengah jalan ada segerombolan laki-laki menghadang.


Melihat dari jumlah,tentu saja akan kalah.


Verlita hanya membawa Cailon dan Anna.


Sedangkan di depan mereka ada sekitar 15 orang memakai pakaian hitam dan menutupi wajah mereka.


'' Putri..jangan keluar dari kereta.! Anna,lindungi tuan putri.!'' seru Cailon


Verlita dan Anna mengangguk.


'' Anna...aku takut....'' rengek Verlita yang memeluk Anna


Badan Verlita dan juga Anna tampak gemetaran.


Cailon di luar melawan mereka sendiri.


Cailon menembakkan kembang api tanda peringatan bahaya untuk meminta bantuan.


Berharap agar Pangeran segera datang membawa pasukan.


Shuuttttt....!!! Panah menembus kereta


'' Aaaaakkkhh'' Verlita teriak kencang

__ADS_1


Darah mengalir dari bahu Verlita...


'' Putri....!!'' jerit Anna


Cailon yang mendengar teriakan Verlita langsung mendekat ke kereta.


Cailon melihat bahu Verlita yang tertancap busur panah.


Marah tampak di wajah Cailon.


Cailon melawan mereka lagi tapi ternyata banyak juga yang memakai panah.


Cailon menangkis para panah yang datang mengincar Verlita.


30 menit berlalu..


Cailon sudah tampak kehabisan tenaga..


Hanya separo dari mereka yang telah dia bunuh.


Luka tebasan di tubuhnya pun cukup banyak.


Lalu para penjahat itu mengepung kereta..


Sebagian mengahadapi Cailon dan sisanya mengincar dalam kereta.


Suara tebasan pedang terdengar nyaring..


Rasa sakit dan ketakutan di tahan oleh Verlita.


Anna meringkuk kan tubuh Verlita ke dalam tubuhnya.


Pedang datang menghampiri Anna dan Verlita.


Anna terkena tusukan di punggung nya hingga muntah darah.


'' Anna..!!!!!!!'' histeris Verlita


Anna tergeletak pingsan.


'' Cailon...!!! '' teriak Verlita


'' Ayah...!!! Kakak...!!! tolong kami...aku takut..hiks hiks..'' jerit Verlita sambil memangku Anna


Datang lagi pedang yang mengarah ke Verlita.


'' Akkkkkkkkkhhhhh'!!!!!'' teriak Verlita sambil menutup matanya


JLEB..!!!!


Suara pedang menusuk tubuh...


Jantung Verlita berdegup cepat.


Dag dig dug....!!!


'' Verlita..!!'' teriak seseorang memanggil namanya


Dengan perlahan dia melihat ke arah suara itu...


'' Kakak....!!! '' Verlita menangis tersedu-sedu


'' Tidak apa-apa..Kakak ada di sini. Mereka sudah di kalahkan..'' Kata Ragel yang langsung memeluk Verlita


'' Kakak...tolong Anna..Cepat.!!'' kata Verlita


Ragel langsung meminta pengawalnya membawa Anna ke istana agar di obati oleh dokter kerajaan.


'' Bagaimana Cailon.?'' tanya Verlita


'' Dia akan bersama Anna untuk di obati...jangan melihat orang lain. Kamu terluka juga! Apa ini tidak sakit?? '' oceh Ragel


Verlita hanya diam dalam tangisnya..


Menahan rasa sakit di bahunya.


Ragel menggendong Verlita dan membawanya masuk ke kereta yang lain menuju istana.

__ADS_1


Verlita mulai lemas di dalam kereta..


Darah yang mengalir terlalu banyak..


Bahkan busur panah itu tertancap terlalu dalam,sehingga hanya dokter yang akan mencabutnya nanti.


'' Sakit....'' Verlita mengigau di pelukan Ragel


'' Tahan Verlita..Kita akan segera sampai...'' kata Ragel yang ikut meneteskan air mata melihat keadaan Verlita.


Setelah sampai di istana,Ragel langsung menggendongnya ke dalam kamar Verlita.


Raja dan Dave sudah bersama beberapa dokter kerajaan.


Semua terkejut melihat kondisi Verlita.


Darah yang sudah merembes ke seluruh pakaian..


Wajah yang sangat pucat...


Antara marah dan sedih yang mengisi hati orang melihat nya.


Segera para dokter memeriksa Verlita.


Semua peralatan sudah tersedia di kamar Verlita untuk mengantisipasi keadaan Verlita.


Semua menunggu di luar kamar Verlita.


Diam....


Tak ada satu pun yang membuka suara..


Rasa gelisah menyelimuti hati mereka.


Pelayan juga ikut cemas dengan keadaan Verlita.


Satu jam...


Dua jam...


Tiga jam berlalu...


Dokter keluar dari kamar Verlita..


'' Bagaimana keadaan Verlita..?'' Tanya Raja


'' Yang mulia...Panah itu terlalu dalam menancap di bahu putri. Sudah kami cabut, tapi untuk saat ini Putri tidak di perbolehkan menggerakkan bahunya.


Untuk seminggu kedepannya, Putri hanya boleh tengkurap agar lukanya tidak tergesek. Selebihnya putri baik- baik saja...tapi Putri belum sadarkan diri..'' jelas Dokter


'' Baiklah...Kami akan melihat keadaannya..'' kata Raja


Raja dan Pangeran masuk ke dalam...


Tampak Verlita terpejam dengan posisi tengkurap karna luka nya berada di bahu belakang.


'' Putri ku sayang....'' kata Raja membelai rambut Verlita


Semua meneteskan air mata melihat kondisi Verlita...


Raja duduk di kursi samping ranjang sambil memegang tangan Verlita.


'' Ragel,Dave,,,kalian tau apa yang harus kalian lakukan kan?'' kata Raja penuh penekanan


'' Iya ayah.'' jawab Ragel dan Dave


'' Pergilah..selesaikan itu secepatnya.!'' perintah Raja


'' Baik ayah..''


Ragel dan Dave keluar dari kamar Verlita.


Raja yang masih memegang tangan Verlita tiba-tiba menangis tersedu-sedu.


Ia sudah menahannya dari tadi...


Air matanya ia keluarkan semua..bahkan sampai terdengar isak tangis Raja dari luar kamar

__ADS_1


'' Kenapa...kenapa ini terjadi pada mu sayang....'' rintihan penyesalan keluar dari mulut Raja


'' Maaf kan ayah ....Maaf kan ayah....''


__ADS_2