AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
Bab 42


__ADS_3

Sudah sebulan perombakan karyawan di laksanakan.


Hasilnya semua lebih efisien...


Bahkan kini Verlita terus menilai perkembangan karyawannya seminggu sekali.


Saat ini mulai terlihat dari perombakan itu,yaitu kurangnya pekerjaan Dave dan Verlita.


Kini banyak tanggung jawab yang di berikan pada Elias dan Frans.


Jadi banyak dokumen yang tak perlu Dave dan Verlita cek kembali.


Cukup dengan persetujuan Elias atau Frans saja,kecuali jika itu benar-benar penting.


Verlita juga menempatkan beberapa orang untuk membantu Elias dan Frans.


Sekarang perusahaan itu benar-benar sangat mirip dengan dunianya yang dulu.


Sekarang Dave dan Verlita memakai nama CEO .


Sedangkan Frans dan Elias di beri jabatan Presdir.


Begitu selanjutnya..setiap karyawan sekarang memiliki jabatan di bagiannya masing-masing.Sehingga semuanya lebih teroganisir dan tertib.


'' Ah...akhirnya bisa bernafas juga sekarang..'' kata Dave


'' Emang nya dari dulu gak nafas? '' kata Verlita


'' Ini namanya kata ki-a-san...'' sungut Dave


'' ya ya ya...'' kekeh Verlita


'' Kenapa tak dari dulu saja kamu buat seperti ini? hhh'' kata Dave


'' Semua butuh proses kak....'' kata Verlita


'' Benar'' kata Dave mengangguk


'' Aku ingin Negara ini makmur selamanya.'' Kata Verlita


'' Aku juga ingin seperti itu..untungnya ada kamu yang memiliki pemikiran yang luas.'' kata Dave


'' Bukan pemikiran sih...lebih ke imajinasi yang terlalu tinggi.hehehe'' jawab Verlita


'' Bisa aja kamu.'' kata Dave


Begitulah hari-hari mereka lalui hingga akhirnya Dave dan Verlita benar-benar bisa bernafas lega tidak melihat tumpukan dokumen di meja mereka.


Sekarang tinggal Elias dan Frans yang sibuk karna orang baru yang membantu mereka masih perlu belajar.


*******


Pagi hari yang indah Verlita dan Dave datang ke perusahaan.


'' Putri...ada kiriman dan sudah saya letakkan di meja putri'' kata Lea


'' Oke. terima kasih ya..'' kata Verlita dengan senyumannya


Dave dan Verlita masuk ke dalam ruangan.


Ada seikat bunga lili dan sepucuk surat...



Untuk Verlita De Frainna


Bunga ini seperti kamu.....


'' Apa arti Bunga lili kak?'' tanya Verlita

__ADS_1


'' Kesederhanaan dan keindahan...kenapa?'' tanya Dave


'' Katanya bunga ini seperti aku'' jawab Verlita dengan polosnya


'' Dari siapa?'' tanya Dave


'' Kali ini tak ada namanya...'' jawab Verlita


'' Banyak sekali yang mengagumi mu....'' kata Dave


'' Aku kan gak jelek-jelek banget.'' sungut Verlita


'' Cari lah yang benar-benar baik untuk mu'' kata Dave


'' Aku tunggu kakak menikah duluan...''kata Verlita


'' Kami laki-laki menikah di usia berapa pun bisa...kalau kamu?? mau jadi wanita tua?'' kata Dave


'' Eeiiiiii gak gitu juga lah...aku juga gak mau lama-lama nikahnya. Ini juga aku lagi nyari...hehehe'' kekeh Verlita


'' Sudah ada?'' tanya Dave


'' Aku gak seperti kakak,,,banyak wanita yang mengantri. gak banyak yang suka padaku'' sungut Verlita


'' Siapa bilang? Kamu itu cantik,,dan kamu berbeda dengan gadis lainnya. Kamu tak pernah memakai dandanan seperti mereka,itu membuat mu lebih alami. Dan sepertinya kamu yang kurang peka terhadap laki-laki yang menyukai mu..'' kata Dave sambil melirik ke meja Elias


'' Iya kah? Tapi tak ada yang pernah menyatakan cinta pada ku sampai sekarang...'' kata Verlita dengan polosnya


'' Uhuk Uhuk!!'' suara Elias yang tiba-tiba tersedak mendengar perkataan Verlita membuat semua mata menatap ke arah nya.


'' Minum Elias....'' kata Verlita


'' hhhhhh perjalanan mu masih panjang Elias...'' sindir Dave


'' Jalan apa?'' tanya Verlita


'' Astaga!!.'' celetuk Frans yang baru paham situasinya.


Frans menatap Dave meminta kepastian apa yang di pikirkannya dan Dave tersenyum.


Kemudian Frans melihat ke arah Elias yang tak menyangka jika selama ini ternyata menyukai Verlita.


'' Kalian kenapa sih?'' tanya Verlita


'' Gak pa pa'' jawab Dave singkat dan berpura-pura melanjutkan pekerjaannya.


Frans dan Elias pun menghindari Verlita agar tidak di tanya lagi.


'' hhhh aneh!'' celetuk Verlita lalu pergi mencari vas kosong untuk bunganya.


**********


#######DI ISTANA.......


'' Yang mulia...ini ada undangan dari Negara Hildan'' kata Bailon


'' Tentang apa?'' tanya Ragel


'' Pangeran Raul menikah dengan Putri Melia dari kerajaan Lington Kita di undang ke acara tersebut.'' jelas Bailon


'' Kapan ?'' tanya Ragel


'' Bulan depan Yang mulia'' jawab Bailon


'' Ehm...perjalanan ke sana memakan waktu sekitar satu Minggu. Ayo kita kesana dua Minggu sebelumnya. Aku akan membawa Verlita dan Dave juga. Kamu persiapkan semuanya'' kata Ragel


'' Baik yang mulia'' jawab Bailon


Kerajaan Hildan adalah salah satu negara yang melakukan kerja sama dengan Krynova.

__ADS_1


Mereka adalah penghasil beras karna tanah mereka sangat subur.


Ragel berfikir bahwa ini saat yang tepat untuk membawa Verlita mengenal dunia luar.


Mereka harus tau bahwa Krynova memiliki rasa kerukunan antar saudara.


Beda dengan negara lain,,banyak sekali perang antar saudara untuk menduduki tahta.


Ragel ingin mereka tau bahwa keluarga adalah pendukung utama dalam suatu negara.


Sayang sekali mereka tidak tau kalau sebenarnya Ragel sering mengeluh karna pekerjaannya sebagai Raja yang membuatnya pusing.


Ragel sangat menyayangkan jika ada perebutan tahta antar saudara.


Karna kalau itu terjadi pada Ragel,ia dengan senang hati memberikan tahta ini pada saudaranya.


Malangnya Dave pun tak berniat mengambil tahta ini.


******


Malam hari saat makan malam Ragel membicarakan perihal undangan dari negara Hildan.


'' Kalian ikutlah bersama ku...'' kata Ragel


'' Kapan kak?'' tanya Verlita


'' Dua Minggu lagi kita berangkat.Kita akan tiba seminggu lebih awal agar bisa beristirahat di kota dan kakak ingin mengajakmu jalan-jalan'' jelas Ragel


'' Kalau begitu,akan ku atur jadwal ku pada Elias.'' kata Verlita


'' Berapa lama kita disana?'' tanya Dave


'' Sekitar dua minggu'' jawab Ragel


'' Baiklah'' kata Dave


'' Gak pa pa nih kita pergi semua?'' tanya Verlita


'' Bailon akan mengurus disini...nanti akan di bantu Cailon menjaga istana.'' jawab Ragel


'' Evan ikut kan?'' tanya Verlita


'' Tentu saja'' jawab Ragel


'' Oke sip'' kata Verlita


'' Ada kami di samping mu...kamu nikmati saja saat di sana..kamu kan belum pernah pergi ke acara pesta seperti itu'' kata Dave


'' Baik kak'' jawab Verlita


Bukan karna takut,,tapi Verlita hanya terbiasa ada orang yang menjaganya.


Apalagi kalau misalnya Kakak-kakaknya sibuk berbincang dengan orang terus dia jadi sendirian dan tak memiliki teman.


Kalau ada Evan,dia bisa berbincang dengan Evan untuk menghilangkan rasa kikuk nya di pesta nanti.


Evan juga memiliki postur wajah yang lumayan,jadi bisa dia bawa sebagai tameng saat di ganggu oleh laki-laki nakal.


Evan yang usianya sama dengan Dave membuat Verlita menganggap Evan seperti kakaknya.


Evan juga cepat tanggap walaupun Verlita tak mengatakan yang dia butuhkan.


Walaupun terkadang Verlita merindukan Cailon yang sudah seperti ayah nya.


Sekarang Cailon sudah sibuk dengan kedudukannya sebagai pemimpin ksatria.


Tanggung jawab besar yang Cailon pikul saat ini membuat nya jarang melihat Cailon.


Di hati Verlita,Cailon tetaplah pengawal nomor satu di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2