AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 70


__ADS_3

Evan hanya melihat Verlita yang bahagia ingin menemui Elias.


Walaupun hatinya terasa sakit,tapi ia mencoba tenang saat melihat senyum di wajah Verlita.


Evan tetap berjaga di luar perusahaan dan Verlita masuk ke dalam kantor.


Verlita membuka pintu ruangannya dan melihat ke tiga pria yang sedang serius menatap dokumen masing-masing.


'' ehem..'' Verlita sengaja berdehem


'' Kamu sudah kembali?'' tanya Elias spontanitas


Verlita mengangguk sambil tersenyum..


Sedangkan Dave dan Frans melongo melihat perubahan Elias.


Elias yang biasanya tak mengeluarkan kata-kata pada Verlita,kini dengan santainya dia langsung berucap.


Cinta memang membuat orang berubah....


Elias dan Verlita tak ingin menyembunyikan hubungan mereka di depan Dave dan Frans.


Menurut Verlita dan Elias,mereka pasti memahami.


Dan dengan perlahan Elias juga berubah lebih aktif untuk memperhatikan Verlita.


Seperti sedang di mabuk asmara..Elias dengan terang-terangan memberikan bunga di pagi hari pada Verlita.


Dan makan siang pun selalu di habiskan berdua..


Pokoknya seakan dunia milik berdua...


*******


Malam Minggu Elias mengajak Verlita untuk pergi menonton teater rakyat.


Tempat dulu Verlita mengajak Hose.


Kini Verlita bersama Elias menikmati teater dengan tenang.


Waktu berlalu,tiba-tiba Elias melepas jaketnya dan memakaikan ke tubuh Verlita.


'' Terima kasih...'' kata Verlita yang memang agak dingin


Mereka menikmati hingga teater selesai...


'' Mau langsung pulang ?'' tanya Elias


'' Iya..sudah hampir larut.'' kata Verlita


'' Ya sudah..ayo kita ke kereta'' kata Elias


Mereka menuju kereta yang di parkir agak jauh dari gedung teater karna padat nya rakyat yang hadir malam ini.


Dengan memberanikan diri,Elias meraih jemari Verlita.


Dia genggam tangan mungil itu...


Verlita hanya diam dengan hati yang berbunga-bunga..


( ah....aku gak pengen pulang...) batin Verlita


Wajah Elias juga tampak merona karna menggenggam tangan Verlita.


Tapi...ada laki-laki yang menahan hatinya di belakang mereka.


Evan....dengan pasrah dia melihat pemandangan itu.


Setelah naik kereta,tak beberapa lama mereka sampai di gerbang istana.


Elias memegang tangan Verlita untuk turun dari kereta.


'' Ini jaket mu...'' kata Verlita sambil memberikan jaket Elias


'' ya'' kata Elias mengambil jaket itu

__ADS_1


'' Pulanglah...'' kata Verlita


'' Ehm..Verlita..'' kata Elias ragu-ragu


'' ya'' kata Verlita


Elias melangkah maju mendekati Verlita...


Verlita menatap Elias...


GREP.....


Elias memeluk tubuh kecil Verlita...


'' Sebentar saja...'' bisik Elias


Verlita hanya diam membiarkan tubuh besar Elias memeluknya...


CUP.!


Elias mengecup kepala Verlita dan melepaskan pelukannya..


'' Selamat malam...masuklah ke dalam..'' kata Elias


'' Ehm'' Verlita mengangguk dan berjalan masuk ke dalam istana.


Elias pergi setelah Verlita masuk ke dalam istana.


Dengan perasaan senang ia pulang ke rumahnya.


Verlita dengan senyum-senyum sendiri berjalan ke arah kamarnya.


Dia masuk ke kamarnya lalu melemparkan tubuhnya ke atas kasur.


Verlita memegang kepalanya yang di kecup Elias.


Walaupun hanya kecupan biasa,tapi bagi Verlita itu sudah membuat dia terngiang-ngiang.


Bahkan pelukan Elias terus membuat Verlita berguling-guling di atas kasur.


******


Dia melihat tangannya yang memegang Verlita tadi...


Lalu bibirnya yang mengecup kepala Verlita...


'' Dia wangi....'' guman Elias


'' Entah kenapa aku tak bisa mengendalikan diri ku jika dekat dengannya...'' kata Elias


Elias lalu menutup matanya berharap bertemu dengan Verlita di alam mimpinya.


******


Hari-hari berikutnya Verlita sibuk dengan perusahaan barunya.


Dista yang sudah memberikan hasil desain yang memuaskan,Verlita langsung melanjutkan ke tahap pembangunan.


Vendor yang sudah di carikan oleh Dave,mengerti kemauan Verlita sesuai hasil desain Dista.


Verlita tak mau ada kekeliruan sedikit pun karna ini merupakan perusahaan milik nya.


Verlita yang terjun langsung dalam pembangunannya,benar-benar sangat menyita waktunya.


Pagi hari dia masih harus ke perusahaan dan siangnya dia pergi ke tempat pembangunan.


'' Kamu jangan terlalu lelah....'' kata Elias saat makan siang


'' Iya...aku akan ingat istirahat.'' jawab Verlita jika di beri nasehat


Kadang Verlita bahkan tak pergi makan siang dan langsung menuju area pembangunan.


Elias sedikit sedih karna merasa jauh dari Verlita.


Elias tau kalau Verlita memang seorang pekerja keras,tapi kali ini Verlita benar-benar sulit membagi waktu untuk nya.

__ADS_1


Padahal baru beberapa bulan berpacaran,tapi sudah ada cobaan seperti ini.


Di saat Elias sedang ingin selalu dekat dengan Verlita,tapi Verlita di sibukkan dengan pekerjaan baru.


Di ruangan kerja pun dia banyak melamun melihat meja Verlita yang kosong.


( kita lihat....seberapa lama kamu kuat..heheheh'') batin Dave


Bahkan akhir-akhir ini Verlita tak pergi ke perusahaan dan sibuk dengan bahan material yang akan di gunakan oleh pembangunan.


Verlita hanya menitip pesan melalui Dave agar Elias tau kalau dia lagi sibuk di pembangunan.


Verlita yang selalu tak main-main jika mengenai pekerjaan.Ia selalu memberikan segala yang terbaik untuk pekerjaannya.


Apalagi ini adalah hal spesial untuknya ..Sesuatu yang sama dengan di dunianya dulu.


Tak lupa Verlita mengunjungi Obel di rumahnya,ia melihat Obel yang masih membuat rantai dari besi.


'' Apa kamu kesulitan?'' tanya Verlita


'' Ya...saya mencari ide membuat rantainya.'' kata Obel


Verlita terdiam dan mengingat-ingat model rantai sepedanya dulu.


Verlita mengambil kertas dan pulpen dari tasnya.


Lalu Verlita membuat bentuk rantai..


'' Ehm...buat seperti ini. Jadi bikin besi pipih dua sisi yang sama,lalu di beri lubang kemudian kamu buat besi bulat kecil untuk menyatukan keduanya dan di timpa oleh besi pipih berikutnya...'' jelas Verlita


'' Ah..seperti itu. Baik akan saya coba.'' kata Obel


'' Aku kurang yakin dengan bentuknya..tapi kira-kira seperti ini. nanti kamu tes saja dulu.'' lanjut Verlita


'' Baik putri,ini sangat membantu saya'' kata Obel


'' Bagaimana dengan yang lainnya?'' tanya Verlita


'' Untuk rem dan tempat duduk belakang sudah saya buat,tinggal membuat rantai nya saja'' kata Obel


'' Oke bagus. Segera kamu buat,,sekarang aku sedang membangun kantornya. Usahakan segera selesai sebelum kantor jadi ya...'' kata Verlita


'' Baik putri..'' jawab Obel semangat


~~


Setelah bertemu Obel Verlita berniat untuk kembali ke istana karna sudah malam.


Badannya juga sudah terasa lengket karna banyaknya aktifitasnya.


Evan yang hanya setia berada di belakang Verlita terus mengikuti kemana pun Verlita pergi.


Tiba-tiba Verlita berhenti melangkahkan kakinya..


'' Evan...'' kata Verlita pelan


Evan langsung berjalan mendekat ke arah Verlita dan membalik tubuh Verlita.


Verlita menyentuh darah yang mengalir dari hidungnya..


'' Darah....'' rengek Verlita yang hampir menangis


'' Astaga..'' kata Evan yang langsung mengangkat tubuh Verlita menuju kereta yang di parkiran.


Di dalam kereta,Evan mengelap darah itu dengan sapu tangannya.


Setelah sampai di gerbang istana,tanpa berkata-kata Evan langsung menggendong Verlita hingga di kamar dan membaringkan ke atas kasur.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Gak terasa sudah 70 BAB 🀧🀧🀧


Terima kasih atas kesetiaannya mengikuti karya saya...


Semoga kalian selalu sehat ya...πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

__ADS_1


Kedepannya siapkan mental dalam membaca...😁😁😁


Jangan lupa Like ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2