AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 65


__ADS_3

'' Kak aku mau lihat-lihat karyawan dulu ya....'' kata Verlita tiba-tiba dan langsung keluar ruangan.


'' Apa lagi sekarang? kalian berdua harus menyiapkan hati dan pikiran untuk pekerjaan yang bertambah selanjutnya...'' ujar Dave pada Elias dan Frans


~~Verlita melihat para karyawannya sedang bekerja


Tak ada satupun yang bersantai..semua serius dalam pekerjaannya.


Verlita berjalan dengan pelan hingga menuju resepsionis.


'' putri....'' salam Lea sambil membungkuk


Verlita tersenyum...


Verlita hanya melihat ke luar...lalu kembali lagi ke ruangannya.


Verlita langsung duduk di mejanya tanpa menyapa siapa pun.


Dave hanya menggelengkan kepala melihat mood Verlita yang sepertinya sedang bosan.


Hingga tak terasa saatnya jam makan siang...


Namun belum Dave berdiri mengajak Verlita,Elias dengan terang-terangan mendekati Verlita.


'' Ayo makan putri...'' ajak Elias


Verlita menoleh dan secara refleks menganggukkan perkataan Elias.


Dave dan Frans hanya melongo melihat keberanian Elias. Keduanya saling memberi kode untuk memberikan ruang pada Elias dan Verlita.


'' Kakak gak ikut?'' tanya Verlita melihat ke arah Dave


'' Kalian duluan saja,kakak lagi ada urusan sama Frans.'' kata Dave mencari alasan


'' ooh oke'' kata Verlita yang langsung pergi tanpa ada curiga pada Dave


Elias dan Verlita makan di toko langganan mereka yang tak jauh dari kantor.


Elias langsung memesan makanan seperti biasa dan menambahkan es krim setrowbery untuk Verlita.


Makanan pun datang dan mengisi meja mereka.


Mereka menikmati makanan tersebut tanpa ada percakapan. Lalu setelah makanan itu habis seorang pelayan datang membawa dua mangkok es krim.


'' Uwahhhhh kamu yang pesan ini??'' tanya Verlita


Elias tersenyum...


'' Kamu memang paling tau kalau aku sedang butuh yang manis-manis.hehehe'' kekeh Verlita sambil memakan es krim itu


Elias juga ikut memakan es krim nya.


'' Apa putri ada waktu Sabtu ini?'' tanya Elias


Verlita menggelengkan kepala sambil mengemut es krim di mulutnya


'' Mau ikut saya?'' tanya Elias


'' kemana?'' tanya Verlita merasa heran perubahan Elias


'' Saya ingin menunjukan sesuatu pada putri...'' kata Elias dengan khas senyumnya


( eeyyy apaan sih...bikin aku penasaran aja...) batin Verlita


'' jam berapa?'' tanya Verlita

__ADS_1


'' Sore...tapi bisa sampai malam acaranya'' kata Elias


'' ooh oke.'' kata Verlita


'' Nanti saya akan menjemput putri...'' kata Elias lagi


Verlita mengangguk karna sambil memakan es krimnya yang terakhir.


Elias mengambil sapu tangan di saku nya dan mengelap sisa es krim di bibir Verlita.


Seketika Verlita menjadi kaku..


Verlita dan Elias saling menatap kemudian Elias memberikan senyum manisnya dan selesai mengelap bibir Verlita.


Wajah Verlita berubah menjadi merah...


Verlita terpesona dengan senyuman Elias...


'' Apa putri sudah selesai?'' kata Elias membuyarkan pikiran Verlita


'' Ah..i-iya..'' jawab Verlita masih gugup


'' Mari kita kembali...'' ajak Elias


Verlita mengangguk dan langsung berdiri dari tempat duduknya.


Mereka kembali ke kantor..


'' Terima kasih Elias...'' kata Verlita


'' Saya yang berterima kasih karna putri mau makan bersama saya...'' jawab Elias


Verlita tersenyum mendengar kata-kata Elias..


Entah kenapa dia selalu merasa nyaman dengan perlakuan Elias.


Hari weekend pun tiba.....


Verlita telah bersiap dengan kemeja putih nya dan memakai celana jeans.


Ia tak tau Elias akan membawanya kemana,jadi Verlita memakai pakaian yang membuat nyaman saja.


Di tambah dengan sepatu putih dan tas selempang kecil.


Pelayan datang ke kamar Verlita memberi tahu bahwa Elias sudah menunggu di depan gerbang.


Verlita yang tentu saja membawa Evan untuk menjaganya,mereka keluar menemui Elias.


Laki-laki yang memakai kaos putih biasa dengan celana jeans nya...sungguh pemandangan yang belum pernah Verlita lihat pada diri Elias.


( astaga....cakep banget.......!!!) batin Verlita


Elias mengajak Verlita menaiki kereta yang di bawanya.


Mereka duduk saling berhadapan di dalam kereta.


'' Ah....baju kita sama...'' kata Verlita yang baru sadar kalau mereka ternyata memakai setelan yang sama


Elias tersenyum dengan penuh arti bahagia...


Bahkan wajah Elias tampak merona dan itu di lihat oleh Verlita.


( ya ampun...polos juga nih cowok..heehehe) batin Verlita


Sekitar tiga puluh menit perjalanan,akhirnya mereka sampai ke tujuan.

__ADS_1


Elias mengulurkan tangan nya untuk menurunkan Verlita dari Kereta.


Tangan itu di sambut Verlita..namun saat turun dari kereta,Elias masih tetap menggandeng Verlita dan masuk ke dalam sebuah gedung.


Evan tetap mengikuti hingga ke dalam gedung,dan melihat Verlita yang di gandeng tangannya oleh Elias.


Entah kenapa ada rasa tak terima di hati Evan.


Gedung yang dari luar terlihat seperti bangunan biasa,ternyata di dalamnya terdapat ruangan besar.


Elias menuntun Verlita dan duduk di kursi yang telah ia pesan sebelumnya.


Tapi Evan hanya bisa berdiri di jarak yang agak jauh ke belakang karna tidak ada lagi tempat duduk yang kosong.


'' Itu apa??'' tanya Verlita yang masih belum tau tentang panggung di depannya


'' Putri tunggu saja....'' kata Elias


( ini tangan kok gak di lepas-lepas....?udah kayak orang pacaran aja..) batin Verlita


Walaupun begitu,,Verlita merasa nyaman di pegang oleh Elias. Tampaknya Elias sengaja ingin memegang tangan Verlita.


Tak lama acara pun di mulai...


Seorang pembawa acara memberikan sambutan dan memulai acaranya.


Ternyata sebuah pelelangan....


Banyak sekali barang yang akan di lelang dan itu sangat membuat Verlita terkejut.


Ada sebuah kursi roda yang mirip dengan di dunianya tapi itu terbuat dari kayu.


Ada juga sebuah sepeda yang benar-benar sama persis dengan yang ada di dunianya.


'' Elias..aku ingin Sepeda itu. ah tidak,aku ingin bertemu dengan pembuat nya...'' kata Verlita dengan semangat


'' Baik putri...'' jawab Elias


Banyak pikiran yang muncul di hati Verlita..


Apa kah memang hanya kebetulan,atau pembuatnya berasal dari dunia lain sepertinya juga?.


Atau mungkin tahun-tahun segini memang mulai ada penemu sepeda?


Verlita sudah tak sabar menyelesaikan acara ini dan segera menemui pembuat sepeda itu.


Tapi bagaimana jika orang itu sama seperti dirinya? apa dia sudah lama hidup di sini?


Verlita masih saja berkecambuk dengan banyaknya pertanyaan di hatinya.


Dan setelah acara itu selesai,Elias membawa Verlita menemui pemilik acara lelang.


Elias meminta untuk bertemu dengan pemilik Sepeda.


Tapi pemilik lelang tak dapat memberikan informasi tentang pemilik dari sepeda.


Rasa frustasi tampak di wajah Verlita..


'' Bilang padanya bahwa aku putri Verlita De Frainna ingin bertemu'' kata Verlita tiba-tiba


'' Anda tuan putri??'' tanya Pemilik lelang


Verlita tau bahwa pemilik lelang pasti tak percaya,lalu Verlita mengeluarkan lambang identitas kerajaan dari dalam tas kecilnya.


'' Ah...maaf kan saya Putri...saya tidak tau jika anda tuan putri'' kata pemilik lelang itu

__ADS_1


'' Tidak apa-apa...jadi bisa kamu pertemukan aku dengannya??'' tanya Verlita


__ADS_2