
Beberapa Minggu berlalu....
Saat makan malam,Ragel mengutarakan bahwa dia sudah mendapatkan calon ratu.
'' kakak serius??'' tanya Verlita masih tak percaya
'' Ini makanya kakak bilang sama kalian...kakak mau kalian mengutarakan pendapat.'' kata Ragel
'' Putri mana?'' tanya Dave
'' Putri Leanna Van Isbeth'' kata Ragel
'' Itu siapa? dari negara mana? cantik gak? baik gak? kapan kakak menikah?'' deretan pertanyaan yang ada di kepala Verlita di utarakan semuanya
Ragel dan Dave terperangah dengan banyaknya pertanyaan yang Verlita lontarkan.
'' Dia dari Negara British,bagian Utara. itu merupakan negara kecil yang penduduknya hanya berternak karna tanah mereka yang merupakan Padang rumput yang luas. Setelah mengumpulkan beberapa putri,menurut kakak dia cocok jika menikah dengan kakak'' jelas Ragel
'' Dari hal apanya kakak bisa berfikir akan cocok dengannya?'' tanya Dave
'' Dia memiliki jiwa yang bebas,dia dekat dengan Rakyatnya. Bahkan dia suka dengan pedang.'' Ragel memuji wanita itu
'' yah....aku sih ikut aja kalau emang kakak pilih dia. yang penting orangnya baik.'' kata Verlita
'' Walau aku gak tau dia cocok dimana nya dengan kakak yang kaku ini....tapi aku juga setuju kalau memang kakak memilih dia.'' sahut Dave
'' Kenapa aku merasa perkataan mu mengganjal di telinga ku. '' kata Ragel pada Dave
'' hahahaa sudah lah...jadi kapan rencana kakak?'' tanya Dave
'' Karna kalian setuju,aku akan segera mengirimkan undangan lamaran kesana'' jawab Ragel
'' Wah...enak banget ya. Asal suka langsung kirim undangan. Yakin nih dia gak punya kekasih??'' tanya Verlita
'' Tenang...Bailon sudah mengirim orang untuk mengkonfirmasi tentang kehidupan pribadinya.'' kata Ragel
'' Bagus lah kalau begitu...ngomong-ngomong kalau seperti ini,mereka boleh nolak lamaran kakak gak?'' tanya Verlita
'' Kebanyakan kalau wanita yang tak memiliki tunangan,pasti menerima lamaran.'' jawab Ragel
'' Walaupun yang melamar jelek atau jahat??'' tanya Verlita meninggi
Ragel dan Dave mengangguk.
'' Wah..bisa bahaya nih kalau terjadi sama aku.'' kata Verlita
'' Emangnya bakal ada yang melamar mu??'' ledek Dave
'' kakak.....'' rengek Verlita
'' Maka dari itu segeralah pilih pendamping...'' kata Dave
'' Bukannya gak mau..tapi belum ada yang nyatain perasaan ke aku'' kata Verlita
'' Lalu selama ini yang mereka tulis di surat itu apa? bukannya mereka mengirim surat karna suka pada mu?'' tanya Dave
'' Mereka cuma menanyakan kabar ku..belum ada yang menyatakan cinta '' jawab Verlita
Dave menepuk jidatnya.
'' Itu namanya mereka suka pada mu..mereka menunggu respon dari mu. Kalau kamu gak merespon,maka mereka juga belum menyatakan cinta.'' jelas Dave dengan gregetan
'' Masa??'' tanya Verlita
'' huahahaha'' tawa Ragel
'' Ternyata kita bertiga benar-benar buta masalah percintaan..hahhhha'' lanjut Ragel
__ADS_1
'' Bukan gitu kak....aku tau mereka mendekati ku..tapi belum ada yang membuatku tertarik..'' sanggah Verlita
'' Bagaimana dengan pengirim bunga di meja mu?''pancing Dave
'' Nah...itu romantis menurut ku..tapi kan aku gak tau siapa orang nya'' jelas Verlita
'' Ada kejadian seperti itu juga??'' tanya Ragel
Dave dan Verlita mengangguk.
'' Siapa pengirimnya?'' tanya Ragel
'' Aku tau...tapi Verlita sama sekali tak menyadarinya''kata Dave
'' Emang siapa kak??'' tanya Verlita penasaran
'' ehm.....dia Elias'' kata Dave
'' Hei.....itu gak mungkin..!'' kata Verlita membantah
Dave hanya menunjukan ekspresi serius.
'' Astaga..!'' kata Verlita yang sadar bahwa itu dari Elias
Verlita masih sedikit tak percaya dengan jawaban Dave.
'' Dia sudah lama memperhatikan mu...masa kamu tak menyadarinya..'' kata Dave
Verlita menggelengkan kepalanya.
'' Wah....ternyata ada juga laki-laki tampan yang menyukai ku'' kata Verlita sambil tersenyum
Ragel dan Dave menatap Verlita yang menampakan respon senang.
'' Kamu suka padanya??'' tanya Ragel
'' Kalau dari wajah sih suka....tapi dia terlalu pemalu '' kata Verlita
'' Ah masa?'' tanya Verlita tak percaya
'' kakak serius....selama ini kan kakak juga mengamati dia'' kata Dave
Verlita manggut-manggut mengerti...
'' Yang pasti..jangan sampai kamu memilih laki-laki yang salah...kakak tak mau kamu bersedih karna laki-laki'' kata Ragel
'' Iya kak...berarti walaupun bukan seorang pangeran,boleh ya??'' kata Verlita
'' Apa kamu menyukai laki-laki tapi bukan seorang pangeran?'' tanya Dave penuh selidik
'' Ih....kan aku tanya doang..takutnya jodoh ku bukan seorang pangeran.'' kata Verlita
'' Tak masalah kalau bukan seorang pangeran,,,asal dia pria baik-baik'' kata Ragel
Dave yang mendengar pertanyaan Verlita ,mulai curiga kalau Verlita sudah menyukai laki-laki tapi bukan seorang pangeran dari negara lain.
Dave berfikir untuk membuat daftar laki-laki yang sering dekat dengan Verlita.
******
Di negara yang jauh yaitu kerajaan Gryna...
Seorang pangeran yang saat ini sedang tersenyum membaca surat dari Verlita.
Untuk Hose De Gryna
Maaf aku baru membalas surat mu...
__ADS_1
Aku baru kembali dari perjalanan bersama kakak ku.
Terima kasih atas hadiahnya...
Aku suka....
aku akan memakainya....
Ini ada hadiah kecil dari ku..semoga kamu menyukainya...
Verlita De Frainna
Hose melihat hadiah yang di sisipkan ke dalam amplop surat.
Ballpoint....
'' Tentu saja aku menyukainya.....'' guman Hose sambil terus memegang ballpoint itu
Hose terus tersenyum sambil menatap surat Verlita.
Dalam hatinya ini merupakan respon positif dari Verlita.
Hose berencana untuk terus mendekati Verlita.
Hose lalu memikirkan cara untuk mendekati Verlita.
Bayangan wajah Verlita yang cantik terus menghiasi mimpi Hose.
Ada perasaan yang berbeda sejak bertemu dengan Verlita.
Padahal dia baru pertama kali bertemu,tapi dia sudah memiliki perasaan suka.
Apalagi di lihatnya waktu pesta itu banyak laki-laki yang menyukai Verlita.
Hore berfikir untuk bergerak lebih cepat.
********
Di Negara Melvis surat Verlita juga telah sampai dan dengan segera Hail membacanya...
Untuk Hail De Velano
Maaf aku baru mengirim balasan...
Aku baru kembali dari perjalanan ku bersama kakak..
Terima kasih atas obat krim nya...
Aku akan menggunakannya sebaik mungkin..
Jaga juga kesehatan mu dengan baik...
Verlita De Frainna
'' Ah...aku pikir dia tak mau membalas surat ku..'' guman Hail yang mengira bahwa Verlita tak mau membalas suratnya yang waktu itu.
Setelah mendapat surat dari Verlita,ada perasaan lega karna ternyata Verlita memiliki alasan hingga tak bisa mengirim surat balasan.
Hail senang bahwa Verlita masih mau berhubungan dengannya.
Dia pun mulai semangat lagi setelah membaca surat Verlita.
Perasaan galau nya sudah hilang...
Selama ini dia mulai tak konsentrasi karna Verlita..
__ADS_1
'' Apa aku mengirim lamaran saja? tapi bagaimana kalau dia tak menyukai nya?'' guman Hail
'' Aku harus bagaimana? banyak pangeran yang pasti mendekatinya juga...aku harus bergerak dengan cepat. Apa aku ke Krynova saja untuk mendekatinya?'' lanjut Hail sambil berjalan mondar-mandir di kamarnya..