
Verlita terus menjalani hari-harinya dengan damai...
Tapi Verlita bukan wanita yang suka dengan hari-hari yang membosankan.
" Evan...." kata Verlita saat di VERLOUS...
Jika di VERLOUS Evan akan mengawal hingga ke ruangan Verlita.
" ya putri...." jawab Evan
" Aku bosan.....Aku senang semua berjalan dengan baik karna semua orang bekerja keras. Tapi ini membuatku jadi ingin mengeluarkan ide-ide baru.....Tapi aku malas kalau nambah jam kerja...." kata Verlita dengan gaya rengekannya
Evan terkekeh melihat gaya Verlita
Ya...Verlita sudah mulai lelah di kesibukannya. Dia telah berniat untuk menikmati hari-harinya dengan bahagia.
" ah....! aku punya ide. Ayo ke toko buku..! Aku sudah lama meninggalkan hobi membaca novel ku.." kata Verlita
" Baik putri.." kata Evan
Sebelum pergi,Verlita memberi tahu pada Obel bahwa dia akan pergi.
Takutnya mereka mencari Verlita tapi tidak ada.
~~Tiba di toko buku yang berada di pusat kota...
Verlita langsung menuju rak yang tersusun rapi oleh kumpulan novel-novel.
" Ah...jadi inget Hail...hehehe" guman Verlita pelan
Verlita melanjutkan memilah-milah buku novel.
Evan bagian membawa keranjang di samping Verlita.
Sejam berlalu tanpa terasa,dan keranjang pun telah penuh hingga menjadi lima keranjang.
" Astaga...aku gak sadar ngambil semua itu...." kata Verlita
Evan hanya menggelengkan kepalanya..dia melihat sisi Verlita yang menggemaskan menurutnya.
Verlita membayar itu dan meminta pelayan toko mengirimnya ke istana.
Setelah itu Verlita berlanjut ke sebuah toko kue yang tak jauh dari toko buku.
" Sepertinya ini toko baru...ayo kita coba" kata Verlita
Sebuah toko dengan interior dinding kaca yang membuat kita bisa melihat orang yang sedang melewati jalanan.
Verlita duduk di salah satu meja dekat pintu,sehingga ia bisa melihat keluar dan seluruh isi ruangan Toko...Bisa di bilang itu tempat yang strategis tapi tak mencolok.
Verlita meminta Evan duduk di sampingnya,juga menikmati kue yang ia pesan.
Verlita tak mau duduk sendiri seperti wanita kesepian.
Dan Evan dengan senang hati menuruti permintaan Verlita.
Kue manis dengan secangkir kopi yang berlapiskan cream sangat menenangkan pikiran.
" Aku suka suasana ini...." kata Verlita sambil meminum kopinya
Namun.....
__ADS_1
Saat ia melihat keluar..tampak sosok yang tak asing menurutnya.
Berjalan dengan santai dan wanita itu merangkul dengan mesra.
Lama Verlita melihat itu...
Wanita yang perutnya terlihat membulat...
Mereka berjalan sambil bercanda ria..
Bahkan Laki-laki itu tampak tersenyum dengan bahagia pada wanita itu ...
ELIAS......
Ya....pria itu adalah Elias...
Laki-laki yang pernah di cintai Verlita Delapan bulan lalu...
Laki-laki yang membuat hatinya hancur...
Tak terasa air mata itu keluar dari mata Verlita...
Evan dengan segera mendekap Verlita ke pelukannya..
Evan juga melihat Elias di seberang jalan bersama wanita...
Sepertinya itu istrinya...
Verlita menangis di pelukan Evan...banyak pengunjung yang melihat adegan itu merasa haru walaupun mereka tak tau alasan Verlita menangis.
Mereka mengira Verlita menangis dan Evan sebagai kekasihnya menenangkan.
Evan mengeratkan pelukannya karna di rasanya Verlita semakin menangis keras.
Lima belas menit berlalu,hanya tinggal sesenggukan yang tersisa.
Evan dengan segera mengambil sapu tangannya dan mengusap air mata yang tersisa di pipi Verlita.
Evan mengusap rambut Verlita yang acak-acakan agar lebih rapi.
Untung saja Verlita tak suka memakai riasan,sehingga tak membuat wajah nya berantakan karna make up.
" Putri sudah tenang..?" tanya Evan pelan
Verlita mengangguk...
Setelah menangis hati Verlita lebih tenang,apa lagi ada orang di sisinya.
" Aku baik-baik saja...terima kasih Evan..." kata Verlita
" Air mata putri terlalu berharga untuk menangisi pria itu..," kata Evan
" Aku menangis bukan karena dia. Aku menangisi kebodohan ku selama ini...Ternyata hati bisa berubah kalau sering bersama..Sepertinya dia sudah mencintai istrinya. Aku hanya bisa mendoakan kebahagiaan mereka..." kata Verlita
Evan mengelus rambut Verlita...
" Putri telah melakukan yang terbaik...." kata Evan
Verlita tersenyum menatap Evan...
********
__ADS_1
Ya...Elias kembali ke rumah ayahnya karna ia ingin anaknya lahir di Krynova.
Elias yang awalnya sangat menolak pernikahan itu,kini dia menerimanya.
Perlakuan Rosita yang terus mendekati Elias membuat Cinta itu tumbuh.
Rosita sebenarnya memang wanita yang baik...dia hanya mencintai Elias.
Bahkan itu menjadi obsesinya untuk memiliki Elias.
Dengan dukungan ayah nya yang kaya..itu semua dengan mudah di kabulkan oleh ayahnya.
Kini semua rasa Elias yang mencinta Verlita,mulai terkikis dan di gantikan oleh Rosita.
Ntah karna semua laki-laki memang akan berubah secepat itu,atau hanya Elias saja....
*******
Beberapa hari berikutnya di perusahaan Krynova...
'' Imel...kamu punya teman wanita yang mau kerja gak?'' tanya Verlita
'' Ehm...ada putri. Tapi untuk bagian apa?'' tanya Imel
'' Aku perlu untuk asisten di VERLOUS....badan ku gak bisa ku belah jadi dua.'' kata Verlita
'' Oh...kalau begitu saya punya teman yang sepertinya cocok di bagian itu.'' kata Imel
'' Oke,bawa dia kemari secepatnya...''kata Verlita
'' Apa sudah sesibuk itu? jangan bilang kamu ada kerjaan baru lagi??'' tanya Dave curiga
'' Gak kak...aku hanya ingin gak terlalu capek..aku gak mau wajah ku timbul keriput. heheheh'' kata Verlita
'' Kamu meledek kakak ya??'' kata Dave
'' hahahhah gak lah...kakak tetap tampan kalau bertambah keriput'' kata Verlita
'' hhhhhhhh'' Dave menghela nafasnya
'' Ohya...aku juga mau nambahin satu asisten disini untuk bantuin Imel.,,,jadi masing-masing pegang satu wilayah. Kakak mau nambah asisten gak?'' tanya Verlita
Frans yang mendengar itu tampak setuju...karna pekerjaannya memegang dua wilayah.
'' Hmmmm..... boleh'' kata Dave
'' Oke..kalau begitu, nanti kita berdua pindah ke ruangan lain. Terlalu ramai kalau kita disini semua...'' kata Verlita
'' Ruangan yang mana? gak ada ruangan kosong lagi'' kata Dave
'' Kita ambil aja ruangan meeting di sebelah....nanti di tengah ruangan ini kita buat meja panjang untuk meeting..'' kata Verlita
'' Ide bagus..'' kata Dave
'' Lalu....siapa yang nyari anggota baru nya? Kalau aku mau ambil dari bagian marketing saja. kalau kakak?'' kata Verlita
'' Kalau kita ambil dari team mereka...berarti kita kurang orang dong...'' kata Dave
'' Ya nanti kita buka lowongan kak...gak mungkin kan kita ambil asisten tapi gak tau tentang seluk-beluk kantor ini?'' kata Verlita
Dave manggut-manggut....
__ADS_1
'' Intinya terserah kakak ambil dari team mana. Aku ngambil dari team marketing,soalnya Imel udah ku ambil dari team keuangan. Aku gak enak ngambil dari sana lagi...hehehehh mereka pasti sibuk gara-gara Imel ku ambil dadakan waktu itu'' kata Verlita