AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 62


__ADS_3

Setelah membersihkan diri,Verlita pergi menemui Ragel dan Leanna yang berada di ruang kerja Ragel.


'' Kakak....'' kata Verlita sambil membuka pintu sedikit dan memunculkan kepalanya saja


'' Verlita..! kamu sudah sembuh??'' tanya Dave yang langsung berdiri dari kursinya dan menghampiri Verlita yang mulai masuk ke dalam ruangan.


Ragel memeriksa kening Verlita dan memeluknya.


'' Syukurlah kamu baik-baik saja....'' kata Ragel


'' iya kak...'' kata Verlita


Mereka melepaskan pelukan itu,dan Verlita menuju Leanna yang berdiri terdiam di samping mereka.


Verlita memeluk Leanna,dan di sambut hangat oleh Leanna.


'' Terima kasih kak...sudah merawat ku kemarin'' kata Verlita dengan manja


'' Itu tidak seberapa...syukurlah kamu sudah sehat sekarang.'' kata Leanna sambil mengelus punggung Verlita


Ragel yang melihat pemandangan harmonis itu jadi terharu.


Dia senang melihat kedekatan istrinya dengan adiknya.


********


Para tamu dari negara lain sudah mulai berpamitan untuk kembali.


Orang tua Leanna juga berpamitan untuk kembali.


Perpisahan anak perempuan dan orang tuanya tentu saja membuat haru siapa pun yang melihatnya.


Kasih sayang mereka membuat semua mata iri melihatnya.


Leanna melepas kepergian orang tuanya dengan hati lapang.


Leanna juga meyakinkan orang tuanya bahwa dia akan baik-baik saja di Krynova.


Tentu saja Ragel sebagai menantu juga memberi keyakinan pada mertuanya bahwa ia akan membuat Leanna bahagia.


Dan akhirnya mereka pergi dengan hati yang tenang.


*******


Malam hari.....


Verlita dengan hati yang sedang galau mengambil langkah untuk menuju kamar Dave.


Tok Tok Tok


'' masuk'' sahut Dave dari dalam

__ADS_1


Verlita membuka pintu...


'' Kakak sibuk??'' tanya Verlita


'' Tidak..kenapa? masuklah..'' kata Dave


Verlita masuk dan menghampiri Dave yang sedang berada di sofa sambil membaca buku.


'' Kak.....aku mau cerita'' kata Verlita yang langsung duduk mendekati Dave


Dave meletakkan buku yang tadi dia baca.


'' Ada apa..? kamu punya masalah?'' tanya Dave


'' iya..masalah besar'' kata Verlita serius


'' Apa??'' tanya Dave mulai panik


'' Aku di lamar'' kata Verlita


Dave mengerutkan alisnya...


'' Dilamar?? sama siapa?'' tanya Dave


'' Aku juga bingung sih ngejelasinnya. Jadi gini....aku jujur sama kakak ya.'' kata Verlita


Dave mengangguk dan mendengarkan dengan serius.


'' Jadi ada beberapa pria yang mendekati ku selama ini..Pangeran Hail,Pangeran Hose,Dista,dan kemudian Elias. Mereka memiliki cara nya masing-masing saat mendekati ku.'' kata Verlita


'' Ehm...pas pesta dansa kemarin Hail mengungkapkan perasaannya.tapi.....aku bilang padanya bahwa aku perlu berfikir'' kata Verlita


'' Apa kamu suka pada Hail?'' tanya Dave


'' Dia orang yang baik....tapi entah kenapa saat dia bilang begitu,hati ku tidak merasakan apa-apa.'' kata Verlita


'' Itu artinya dia tidak memiliki tempat yang spesial di hati mu.Menurut kakak sebagai laki-laki,kamu harus segera memberi jawaban padanya agar dia tidak berlarut-larut menunggu mu.'' jelas Dave


'' hhhhh baiklah.nanti aku akan menemuinya'' desah Verlita frustasi


'' Kamu harus segera mengatakannya,jadi dia bisa segera kembali ke Melvis dan langsung menata hatinya'' kata Dave


'' Iya,besok aku akan menemuinya.'' kata Verlita


'' Lalu,,tiga pria lainnya bagaimana?'' tanya Dave


Verlita kembali fokus lagi untuk curhat pada kakaknya.


'' Jujur aku bingung kak...Hose tipe pria yang blak-blak an,Dista romantis,dan Elias tak banyak bicara tapi mengerti apa yang ku butuhkan.'' kata Verlita


'' Hm...Kamu suka pria yang seperti apa?'' tanya Dave

__ADS_1


'' Kalau mau ku....Tampan....tinggi..baik,romantis,ngertiin aku,cinta sama aku,pokoknya yang bisa buat aku nyaman.'' kata Verlita sambil menghitung di jarinya.


'' Astaga.....kakak mu aja gak memiliki semua itu. Emang ada laki-laki kayak gitu di dunia ini?'' kata Dave


'' Hahhaha....kan tadi kakak tanya pria idaman ku ya ku jawab'' tawa Verlita


'' Lalu mereka bertiga ada yang masuk gak di kriteria kamu?'' tanya Dave


'' Ehm...kalau semuanya jadi suami aku ya lengkap kriterianya'' kata Verlita


Dave yang mendengar itu langsung menjitak kening Verlita.


'' Aaoooww!!'' jerit Verlita


'' Emangnya kamu mau bikin harem??hhhhh'' desah Dave


'' hehehehe'' kekeh Verlita


'' Habisnya aku bingung...semuanya juga ganteng'' lanjut Verlita


'' Kita selesaikan dulu dengan pria negara lain. Kalau Hail kamu kan sudah yakin gak ada perasaan,lalu bagaimana dengan Hose?'' kata Dave


'' Ehm...gimana ya.Bingung ngejelasinnya.,,Dia memang baik,,,tapi karna kami berjauhan jadi lebih ke cinta yang melankolis penuh rasa kerinduan kalau aku menerima cintanya. Sedangkan, aku sukanya di perhatiin terus.'' kata Verlita


'' Lalu kemarin waktu dansa kamu bilang apa ke dia?''tanya Dave


'' Aku bilang kalau kita belum saling mengenal dan Hose berniat tinggal disini selama dua Minggu agar kita saling mengenal'' jelas Verlita


'' Ya sudah,,kalau gitu kamu mencoba aja dulu dua Minggu ini sama Hose. kalau memang hati mu nyaman,ya lanjut...kalau tidak,segera beri kepastian untuk nya.'' jelas Dave


'' iya kak'' kata Verlita


'' Ingat....bicara baik-baik.agar tidak timbul dendam di hati mereka.'' lanjut Dave


'' hhhhh gak laku pusing,banyak yang suka juga lebih pusing'' desah Verlita


'' Hahahahha itu belum seberapa...untung saja mereka tidak langsung menyodorkan lamaran resmi ke Raja. Kalau itu sudah terjadi,akan lebih rumit mengatasinya.'' kata Dave


''Kalau kejadiannya kayak kak Ragel,aku sih mau aja.'' kata Verlita membandingkan


'' Ya itu karna kita sudah tau kalau kak Ragel orang yang baik.tapi bagi kak Leanna pasti akan galau juga seperti mu'' jelas Dave


'' iya juga sih...sebenarnya mereka semua juga baik,tapi karna aku banyak pilihan jadinya bingung. Kalau kak Leanna kan beda cerita sama aku,dia kalau ada yang deketin langsung kasi jarak kalau emang gak suka.kalau aku di layanin semua....untung aja yang ngasi lamaran resmi adalah kak Ragel,yang baik hati.hehehe'' kata Verlita


'' Benar itu..kamu terlalu memberi harapan pada semua nya'' kata Dave


'' Eeyyyy bukan ngasi harapan juga...aku tuh cuma gak enak kalau nolak ajakan mereka'' sanggah Verlita


'' Semua wanita memang seperti itu...dulu mantan kakak juga begitu.dan akhirnya dia membandingkan kakak dengan pria lain lalu lebih memilih pria itu. padahal kurang baik apa kakak?'' kata Dave yang mulai terbawa perasaan masa lalunya


'' ya ya ya...kakak memang baik.tapi masalahnya kakak itu kurang waktu....'' kata Verlita

__ADS_1


'' Gak bisa begitu lah...kalau emang dia sayang sama kakak,harusnya dia mengerti keadaan kakak.'' sungut Dave


'' Oh..jadi kalian para laki-laki berfikirnya kayak gitu...harusnya kakak itu intropeksi diri..kenapa pacar kakak pindah ke lain hati. Wanita itu kan udah bilang sama kakak kalau dia butuh perhatian dari kakak. Jadi wajar aja dia lebih memilih orang lain yang memberi perhatian lebih padanya'' tutur Verlita gak mau kalah sebagai wanita


__ADS_2