AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 23


__ADS_3

Semenjak didirikannya perusahaan dan kantor pusat.


Ragel dan Dave sekuat tenaga tak ingin melibatkan Raja.


Mereka ingin Raja menikmati masa tuanya.Apa lagi dampak kehilangan Ratu sangat besar untuk Raja.


Walau tak di perlihatkan oleh Raja,tapi mereka bisa tahu.


bagaimana tidak,,,Raja dan Ratu yang saling mencintai harus berpisah dengan cara yang


seperti itu.


Mereka berharap,,itu adalah pertumpahan darah terakhir yang di lakukan oleh Raja.


Mereka tak ingin hal mengerikan itu terjadi lagi di keluarga mereka.


Ragel dan Dave ingin Raja sembuh dari rasa penyesalannya.


Perubahan yang di perlihatkan Raja setelah terus dekat dengan verlita,sangat signifikan.


seperti memberikan dampak positif yang luar biasa.


Oleh karna itu,mereka membuat keputusan untuk membuat Raja selalu berkaitan dengan verlita.


membuat Raja melupakan kesedihannya dengan menghadapi ide-ide verlita.


yah....walaupun sebenarnya itu lebih terlihat sebagai alasan untuk menghindari ide-ide verlita...


menurut mereka,menyelesaikan urusan negara lebih baik dari pada menghadapi hal baru dari ide verlita.


######


SEMINGGU KEMUDIAN


Hari yang di nantikan telah tiba...


Verlita berbicara dengan Bailon di taman.


gugup...itulah yang ada di wajah Bailon.


Duduk di depan gadis kecil...dengan teh di cangkir kecil di depan mereka.


6 bulan....


sudah selama itu Bailon menahan rasa penasarannya.


'' minum dulu teh mu...'' perintah Verlita agar Bailon tak terlalu gugup


Bailon menyeruput teh hangat nya.


sedikit tenang.....


'' aku tak akan minta yang aneh-aneh kok...'' kata verlita dengan senyuman nya


'' baik putri...saya akan membantu semampu saya..'' kata Bailon


'' tolong tulis di surat kabar,halaman paling depan,selama 1 minggu.tentang renovasi kamar tuan putri yang di lakukan oleh kumpulan pemuda berbakat.atau buat yang kata-kata yang bagus,sehingga mereka tertarik untuk membacanya.'' kata verlita


'' itu saja putri?'' Bailon mengernyitkan dahinya..karna menurutnya ini hanya hal yang kecil


'' ya ..itu saja.tapi semua jenis surat kabar ya...'' lanjut verlita


'' baik putri akan langsung saya lakukan.'' kata Bailon dengan penuh percaya diri


'' makasih Bailon..hehehee''


*******

__ADS_1


Wacana itu di lakukan oleh Bailon selama seminggu.


Raja dan Pangeran masih belum mengetahui maksud dari verlita.


saat makan bertemu pun verlita tak mengatakan lebih lanjut.


Seminggu...ya..seminggu sudah surat kabar itu menyebar ke seluruh kalangan.


kabar tentang para pemuda yang berbakat di tunjuk oleh putri untuk merenovasi kamarnya.


Lalu.....


datanglah Dista ke istana,meminta bertemu dengan verlita.


mereka pun berbicara di taman...


'' ada apa Dista...'' tanya verlita pura-pura


'' ehm..apa ini yang di maksud hadiah kecil dari tuan putri?'' tanya Dista


'' hehehe...'' kekeh verlita


Dista diam..menundukkan kepalanya...


'' keputusan ada di tangan mu...'' kata verlita lagi


'' ya...saya berniat untuk melangkah.tapi saya kurang paham tentang hal lainnya selain desain..''jelas Dista


'' aku tau kamu akan bicara begitu...,sebenarnya aku bisa saja membuatmu bekerja di bawah naungan kerajaan.tapi aku ingin kamu sukses dengan usaha mu sendiri....


aku akan membantu mu sekali lagi,,aku harap kamu tak menyia-nyiakannya...'' kata verlita


'' terima kasih putri....'' kata Dista tulus


Pertemuan itu pun selesai...


Lalu verlita memanggil Bailon...


ia ingin Bailon mengasah kemampuan Dista dan teman-temannya.


Upah yang di berikan verlita waktu itu mereka satukan dan menyewa toko yang ada di perkotaan.


mereka mulai dengan membagi tugas masing-masing agar teroganisir.


ya...dampak dari surat kabar itu ternyata sungguh mengejutkan.


Banyak para kalangan wanita dari orang kaya yang tertarik dengan hal itu.


mereka berbondong-bondong membuat permintaan untuk merenovasi kamar mereka.


Bukan modal yang membuat Dista menemui Verlita tapi minimnya pengetahuannya tentang pembukuan.


karna jumlah permintaan yang sangat banyak,jadi dia berniat untuk membuat perusahaan.


Dia perlu untuk membuat perusahaan yang teroganisir agar bisa terus berkembang.


karna dia dan teman-temannya bukanlah orang yang memakan bangku sekolah,jadi satu-satunya jalan adalah menemui verlita.


Dan yang pasti Verlita sudah menebak situasi ini.


semua berjalan sesuai rencananya.Dia hanya sedikit mendorong Dista agar tak melepaskan bakatnya.


verlita meminjam namanya sebagai tuan putri untuk memancing para wanita elite di luar sana.


Sekarang Bailon sibuk membantu Dista sampai benar-benar bisa berdiri sendiri.


Tahukah...dampak yang akan menimpa Raja..??

__ADS_1


ya...kita melupakan hal ini.


Kabar tentang Verlita menemukan pemuda berbakat sudah menyebar ke seluruh kalangan.


bahkan nama verlita terus jadi perbincangan.


mereka kagum dengan verlita yang menolong pemuda jalanan.


Tapi ada juga yang menyayangkan sikap verlita karna tak memakai pekerja profesional.


Banyak Para desain profesional yang berunjuk rasa.


karna menurut mereka,gara-gara verlita pendapatan mereka menurun.


Banyak surat keluhan datang ke istana sebagai tanda protes.


Tentu saja semua itu membuat Raja sibuk sendiri..karna Bailon berada di luar istana membantu Dista.


Ragel dan Dave yang berada di kantor pun hanya mengamati dari belakang.


karna ini adalah bagian Raja...itulah menurut mereka berdua.


Bagaimana verlita...??


dia hanya diam di kamar barunya...membawa beberapa novelnya ke kamar.


menikmati suasana santainya..


'' putri...apa tidak apa-apa?'' tanya Anna khawatir


'' tenanglah....ayah bisa menyelesaikannya..mungkin sedikit agak sulit membuat mereka tenang..tapi itu akan membuat Dista lebih cepat belajar dan Bailon akan cepat pulang membantu ayah..'' jelas verlita


'' putri sudah menyiapkan semuanya ternyata....'' anna geleng-geleng


#####


MAKAN MALAM


'' apa kamu menikmati kamar baru mu..?'' sindir Dave


'' iya..heeh'' kekeh verlita


'' sepertinya ini kesibukan kecil untuk ayah ya...'' kata Ragel


'' hhhhh...aku membutuhkan Bailon..'' desah Raja


'' maaf ayah...'' kata verlita


'' tidak apa-apa sayang...'' kata Raja


'' sebenarnya apa rencana mu?'' tanya Ragel penasaran


'' rencana apa...?'' tanya verlita pura-pura


'' hei.. tak mungkin kau melakukannya tanpa perencanaan..'' sahut Dave


'' bukan begitu kakak....aku hanya ingin membantu Dista sedikit...'' kilah verlita


'' ini bukan sedikit....'' kata Ragel


'' aku hanya melihat dia memiliki bakat alami..lalu aku mendorong sedikit agar dia tak menyia-nyiakan bakatnya.lagi pula..kalau dia membangun perusahaan,banyak pemuda yang mendapatkan pekerjaan. Negara juga di untungkan dengan pajak yang mereka bayarkan.kalau untuk para desain profesional,,aku ingin mereka sadar bahwa standar estetika bukan hanya berada di tempat.


mereka sering menetapkan standar diri mereka untuk mendesain,tanpa meminta pendapat pelanggan.mereka lebih sering menetapkan yang harus di pilih pelanggan..'' jelas verlita


Raja dan Pangeran yang mendengar hanya manggut-manggut paham..


'' tentu saja...efek yang terakhir aku memang membutuhkan Ayah sebagai Raja yang menyelesaikannya....hehhehe'' kekeh verlita

__ADS_1


'' ya ya...aku setuju dengan pemikiran mu..'' kata Ragel


'' ya..kita memang butuh perubahan agar tak berhenti di tempat..'' kata Raja


__ADS_2