AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 38


__ADS_3

Tak lama di keluarkan lah berita tentang lowongan pekerjaan.


Banyak anak muda yang melamar pekerjaan itu.


Tak hanya untuk kantor pusat,bahkan di wilayah yang lain juga di buka lowongan untuk pekerja baru.


Verlita ingin kemakmuran Krynova di rasakan bersama oleh seluruh rakyat Dan ia ingin mereka juga ikut serta di dalam nya.


Perluasan perdagangan ke negara lain juga di kerahkan.


Verlita selalu memberikan ide-ide baru yang membuat pekerjaan mereka juga menjadi bertambah.


Sekarang dia sudah ada Elias yang membantu.


Dan Dave di bantu oleh Frans.


Padahal Verlita sudah menyiapkan sekretaris wanita untuk kakaknya,tapi Dave menolaknya.


'' Apa kakak normal?'' tanya Verlita


'' Tentu saja....!!'' tegas Dave


'' Setidaknya biar ada warna di kantor ini...ckckck'' kata Verlita sambil menghela nafas nya


'' Hei....kakak sudah memiliki kekasih'' sahut Dave


'' Emangnya aku pinta kakak untuk selingkuh? astaga....'' kata Verlita geleng-geleng


'' Urus dirimu sendiri...kamu juga belum pernah memiliki pasangan.'' ledek Dave


'' Aku hanya belum dapat aja kak...Mungkin karna sering melihat wajah kakak-kakak ku yang tampan jadi aku tak bisa melihat laki-laki tampan yang lain...'' kata Verlita


Wajah Dave memerah mendengar perkataan Verlita.


'' Tentu saja..tak ada yang bisa mengalahkan ketampanan kakak mu'' jawab Dave dengan sombong nya


'' Ckckck....ya ya...kakak ku yang tampan...tapi sayang sekali ketampanan kakak tidak bisa mengikat satu wanita untuk di jadikan istri'' ledek Verlita


'' Katakan itu pada kak Ragel..suruh dia segera menikah. Setelah itu kakak akan menikah juga'' Dave membela diri


'' Heissssttt yang ada dia akan menyuruh ku menikah duluan...'' kata Verlita


'' Nah...itu kamu tau...hahahhaha'' Dave tertawa melihat wajah Verlita yang memonyongkan bibir nya.


'' Sungguh percakapan yang sia-sia...hhhh'' kata Verlita


'' Kamu juga sudah dewasa...apa tak ada yang kau suka?'' kata Dave


'' Belum ada...'' jawab Verlita


'' Carilah....biar ada yang menjaga mu saat kami tak ada'' kata Dave


'' Kakak tak mau menjaga ku lagi??'' tanya Verlita dengan suara agak tinggi


'' Hei....bukan itu maksud kakak..setidak nya bertambah satu orang yang akan menjaga mu'' jawab Dave


'' Untuk saat ini aku hanya ingin bersama kak Dave dan kak Ragel....aku tak ingin jauh dari kalian'' kata Verlita


'' Jika ada laki-laki yang mendengar perkataan mu,pasti mereka akan sakit hati...'' ledek Dave


'' Biar lah...aku mau begini aja.'' tegas Verlita

__ADS_1


'' Jangan berlarut akan ketakutan...kami ada di sisi mu selalu'' kata Dave meyakinkan Verlita


'' Aku tau....'' guman Verlita


'' Atau kakak buat pengumuman utk mencari calon suami mu?'' tanya Dave


'' Kakak..! emangnya aku gak laku?!'' sungut Verlita


'' Hahaha biasa aja respon nya.....nanti bisa rusak kertas yang kamu pegang itu'' kata Dave


'' Lagian....'' kata Verlita sambil memperbaiki kertas laporan yang dia remas


'' Oke oke...kakak tak akan meledek mu lagi...heheheh'' kekeh Dave puas


'' Gini-gini aku juga mendapatkan gen cantik dari ibu...bukan kakak doang yang tampan. jadi tenang aja...aku pasti laku...'' kata Verlita meninggikan diri


'' Hahahahhaha'' tawa Dave pecah mendengar perkataan Verlita...karna biasanya Verlita tak akan menyombongkan dirinya .


Mereka berdua yang selalu sibuk namun tetap memberi selingan candaan.


Di sela-sela kesibukan yang tak pernah ada habisnya.


Untung nya sekarang mereka sudah di bantu oleh sekretaris,jadi tak terlalu berat lagi.


Tapi tetap saja mereka berdua hanya menghabiskan harinya di dalam kantor.


******


Di sisi lain Ragel yang belum lama menjadi Raja juga sibuk dengan pekerjaannya.


Dia masih harus belajar tentang kerajaan Krynova.


Untung saja ada Bailon yang mendampinginya.


Terkadang dia mengeluh pada Bailon..tapi Bailon terus menyemangatinya.


Kesetiaan Bailon selama ini membuat Ragel menganggapnya seperti ayahnya.


Usia Bailon tak jauh beda dengan Raja,bahkan bisa di bilang ini sudah saatnya untuk Bailon pensiun.


Tapi Bailon tak ingin melakukan itu..


Bailon ingin mengabdikan seluruh hidupnya untuk keluarga kerajaan Krynova.


itulah yang membuat Ragel nyaman jika berada di dekat Bailon.


Bailon dengan sabarnya mengajari Ragel.


'' Tapi kenapa menjadi Raja sibuk sekali..!!!'' keluh Ragel


Bailon hanya terkekeh melihat Ragel bersungut-sungut.


Selama ini Ragel selalu menampakkan sisi yang memimpin,tapi di belakang dia terus mengeluh.


'' Bailon....aku lebih suka berperang dari pada seperti ini. Kepala ku tak kuat....'' kata Ragel


'' Ini perkataan yang sudah sering yang Mulia ucapkan....'' jawab Bailon


'' Tau begini,ku berikan saja pada Dave tahta ini'' sungut Ragel


Bailon hanya tersenyum mendengar perkataan Ragel.

__ADS_1


Kata-kata yang hampir setiap hari ia dengar dari mulut Ragel,sekarang sudah seperti cuitan burung yang sedang bernyanyi.


'' Yang Mulia harus terbiasa dengan tugas ini...'' jawab Bailon


'' Tapi kenapa banyak sekali yang harus aku hapalkan? ini bahkan belum ada setengahnya...'' kata Ragel seperti anak kecil


'' Yang Mulia pasti bisa...saya akan terus di samping yang mulia..'' kata Bailon


'' Itu aku tau...terima kasih Bailon..'' kata Ragel tulus


'' Itu sudah kewajiban saya yang mulia..'' jawab Bailon


Begitulah...Bailon selalu memberikan rasa nyaman untuk Ragel.


Ragel tak malu menampakan sisi dirinya yang lain.


Awalnya Bailon kaget saat melihat Ragel terus mengeluh seperti anak kecil.


Ragel yang biasanya menampakkan ekspresi serius ternyata bisa seperti anak kecil juga.


Benar-benar menghibur hati Bailon yang kesepian.


Rasa kehilangan Raja terdahulu,terobati dengan melihat Ragel.


********


Masih ingat dengan Dista? ( BAB 19 )


Kini dia telah menjadi pengusaha sukses.


Banyak yang ingin bekerja sama dengannya.,


Bahkan para pelajar yang telah lulus akademi,dia rekrut untuk bekerja dengannya.


Dia selalu mengingat kata-kata Verlita untuk tidak menyia-nyiakan bakatnya.


Dia memperluas perusahaannya.,membuka cabang baru di beberapa wilayah.


Dia ingin Verlita melihat hasil jerih payah nya selama ini.


Rasa kagum itu pun seakan telah menumbuhkan benih-benih kerinduan.


Ia tau bahwa dia bukan seorang pangeran tapi ia mencoba untuk menjadi berhasil sehingga dapat di pandang oleh Verlita.


Selama ini dia tak pernah melihat Verlita lagi.


Terkadang ia berfikir bagaimana caranya dia bisa bertemu dengan Verlita lagi.


Mencari berbagai kesempatan tapi keberaniannya kadang menciut saat ingin melangkah.


Ia masih ingat Hail yang seorang pangeran lebih terlihat cocok dengan Verlita.


Hanya rasa rindu yang dia simpan selama ini.


'' Jangan terus di pendam....nanti bisa sakit..'' ledek Rey


'' Aku tau...'' jawab Dista


'' Pergilah ke kantornya...pura-pura apa gitu'' kata Rey


'' Aku juga maunya begitu,,tapi disana ada Pangeran Dave.'' kata Ragel galau

__ADS_1


'' Hei...kalau kau tidak segera melangkah nanti keburu di ambil orang'' Rey menasehati temannya yang selalu mendengar kegalauan Dista selama ini.


'' Apa kau ada saran?'' tanya Dista


__ADS_2