AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 64


__ADS_3

Hari berikutnya Verlita mengajak Hose untuk menonton teater.


Sebuah gedung yang menampilkan seni musikal rakyat.


Pemilik gedung menggelar alas lebar untuk duduk.


Semacam nonton bareng di dunia Verlita dulu.


Hose senang bisa duduk dekat Verlita tapi ada yang mengganggunya.


Tentu saja Hose merasa tak nyaman dengan orang lain yang duduk di dekatnya.


Sisi kiri,depan,dan belakangnya terdapat orang asing yang notabene adalah rakyat biasa karna baju yang mereka pakai.


Semua itu tertangkap oleh mata Verlita...


Makanan kotak yang di bagikan untuk sambil menikmati teater juga tak di sentuh oleh Hose.



Hose memang asik di ajak berbicara..


Tapi kepribadian Hose sedikit membuat Verlita Kecewa.



" Evan....aku butuh makanan manis..." kata Verlita yang memunculkan kepalanya ke luar pintu kamar



Evan mengangguk dan meminta pelayan untuk mengambilkan cemilan manis.


Dan selang beberapa lama pelayan itu telah datang membawa makanan.



Evan menyerahkannya ke dalam kamar Verlita.



" putri...ini makanannya" kata Evan sambil meletakkan makanan itu di atas meja



" oh udah datang.makasih ya" kata Verlita



Evan mengangguk dan kembali keluar untuk berjaga.



" hhhhh setidaknya kue ini bisa menghiburku.." kata Verlita sambil memakan kue



Kunyahan demi kunyahan terus dia lakukan hingga kue itu habis.


Setelah itu dia naik ke atas ranjang dan membaringkan diri.



" Besok aku harus bicara pada Hose...'' kata Verlita sambil melihat langit-langit kamarnya.



\*\*\*\*\*\*\*\*\*



Besok nya dengan penuh keyakinan Verlita menemui Hose untuk memberi keputusan.



Verlita ingin segera menyelesaikan masalah ini,karna dia harus segera fokus bekerja lagi.


Dan tentunya agar Hose segera kembali ke negaranya.



Verlita mengajak Hose pergi ke taman,seperti saat membawa Hail.



'' Hose.....aku sudah memiliki keputusan'' kata Verlita serius



'' Benarkah? padahal masih ada waktu seminggu lagi untuk kita saling mengenal'' kata Hose



( *seminggu lagi jidat mu?!! ) batin Verlita*



'' Tidak perlu..aku sudah yakin sekarang.'' kata Verlita



Hose mendengarkan dengan sesakma....



'' Aku tak bisa mencintai mu.....'' kata Verlita



'' Apa alasannya?'' tanya Hose yang masih belum terima



'' Apa kamu benar-benar ingin mendengar kekurangan mu di mata ku? aku tak ingin melukai hati mu....'' kata Verlita hati-hati



Hose tampak berfikir...


__ADS_1


'' Hose,,,,aku hanya ingin berkata bahwa hati ku tak miliki perasaan kepada mu. Aku harap kamu menghargai pendapat ku.....'' kata Verlita



'' hhhhhhh baiklah...aku mengerti.'' kata Hose kemudian



Verlita diam sambil menatap Hose....


Lama keheningan itu terjadi....


Hose tampak kecewa hingga tak bisa berkata apa-apa lagi.



Verlita juga berfikir keras untuk menyusun kata-kata agar Hose tak sakit hati.



'' Maafkan aku Hose....'' kata Verlita pelan,hanya kata maaf yang bisa dia pikirkan.



'' Jujur hati ku terluka karna penolakan mu...tapi aku akan menghargai keputusan mu.'' kata Hose dengan senyum di wajahnya



'' terima kasih Hose...apa kita masih bisa berteman kedepannya?'' tanya Verlita dengan tersenyum



'' Tentu saja...'' jawab Hose semangat



Percakapan itu pun berakhir dengan candaan kecil keduanya.


Hose yang mencoba untuk menerima keputusan Verlita.


Begitulah akhirnya Verlita sudah merasa tenang karna menyelesaikannya dengan baik.



\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*



***SATU BULAN KEMUDIAN***



Semua telah kembali ke pekerjaan masing-masing.


Hanya saja ada yang berbeda untuk Ragel.


Kini dia lebih semangat karna selalu di temani oleh Leanna.



Leanna juga mulai belajar mengambil tugasnya sebagai Ratu.


Kecekatannya membuat Ragel senang.



Ragel tak mau jauh-jauh dari Leanna.


Seakan ada Leanna sudah menjadi candunya.



Leanna yang mendapat perhatian dari Ragel juga sangat senang.


Leanna mencoba yang terbaik sebagai istri seorang Raja.



Bahkan saat sarapan pagi Ragel dengan santainya menyuapi Leanna di depan Dave dan Verlita.


Tentu saja itu membuat Dave dan Verlita iri karna kemesraan Ragel dan Leanna.



'' Aku juga mau di suapi....'' kata Verlita saat melihat adegan Ragel menyuapi Leanna



'' Sini-sini biar aku yang menyuapi mu.....'' sahut Dave



'' Aku mau suami ku....'' rengek Verlita



'' hahhhahha''' semua tertawa melihat wajah cemburu Verlita



'' Aku masih belum terbiasa dengan pemandangan romantis di istana ini...tolong kakak hargai kami yang jomblo ini..'' kata Verlita sok serius



'' Kakak hanya ingin mentransferkan energi baik untuk kalian....'' ledek Ragel



'' Arghhhhh sepertinya kalau Kak Dave menikah aku juga harus menikah secepatnya. aku gak mau adegan romantis menyakiti jiwa jomblo ku...'' celoteh Verlita



'' Tenang saja....kakak akan mengalah. Kamu saja yang menikah duluan'' kata Dave



'' Itu karna kakak gak punya pasangan makanya bilang begitu'' ledek Verlita


__ADS_1


'' Emangnya kamu punya?'' tanya Ragel menyelidiki



'' Gampang....tinggal keluarkan saja jurus pesona kecantikan ku,,,pasti langsung ada yang melamar ku.hehehehe'' kekeh Verlita



'' Awas....ntar bingung lagi ngadepin para pria itu..'' kata Dave



'' oh...ada yang melamar mu??'' tanya Ragel



'' Ada..tapi udah ku tolak'' jawab Verlita



'' siapa?'' tanya Ragel penasaran



'' Pangeran Hail sama Pangeran Hose'' kata Verlita santai



Ragel terperangah karna kagetnya.



'' Kenapa? mereka tampan dan baik'' kali ini Leanna buka suara karna penasaran juga



'' Itu benar kak...tapi hati ku gak mau sama mereka'' jawab Verlita jujur



'' Emang kamu suka yang seperti apa?'' tanya Leanna



'' Tampan,baik,asik,peka,bikin nyaman...'' kata Verlita



'' Ah....si Hail dan Hose juga mencangkup semua itu tapi kamu menolaknya'' sahut Dave



'' Iya juga sih...'' kata Verlita



Semua menggelengkan kepala melihat kepolosan Verlita.



~~Selesai sarapan Dave dan Verlita pergi ke kantor..



Tentu saja bunga menyambut Verlita di mejanya..


Namun sekarang berganti dengan mawar merah....



Verlita datang mencium bunga tersebut



'' Hmmmm wangi....'' kata Verlita



Elias puas melihat reaksi Verlita...


Dan Verlita yang sudah tau bahwa itu pemberian Elias,dengan sengaja menunjukan responnya.



Dave dan Frans hanya menggelengkan kepala mereka sambil terkekeh melihat aksi asmara Elias.


Mereka pun sibuk masing-masing dengan pekerjaan.


Begitulah keseharian mereka tanpa adanya perubahan.



Verlita yang pekerjaannya hanya sedikit karna Elias dengan rajin menyelesaikan sendiri.


Itulah yang membuat Verlita bosan dan malah memikirkan ide-ide baru.



Dan itu tentu saja membuat pekerjaan bertambah nantinya.


Verlita duduk sambil melihat ke langit-langit rumah..



KLETAK KLETAK KLETAK....



Verlita memainkan jari-jarinya di meja.


Dave menangkap hal itu dan yakin bahwa Verlita pasti memiliki ide yang baru lagi.



( *kalau bosan pasti muncul ide di kepala kecilnya itu..apa lagi kali ini..hhhh.) benak Dave*



Sudah lama Verlita tak melakukan hal-hak baru.

__ADS_1


Karna merasa sudah tak terlalu sibuk,dia mulai memikirkan ide-ide baru untuk kemajuan Krynova.


Sesuatu yang bisa membuat gebrakan...


__ADS_2