
SEBULAN KEMUDIAN
Setelah acara pesta di negara Hildan,banyak sekali surat yang datang untuk Verlita.
Dari surat undangan pesta ulang tahun..
Surat yang hanya sekedar menanyakan kabar...
Walaupun Verlita tak mengenal mereka,,,
Bahkan surat yang juga berisi hadiah perkenalan.
Surat-surat itu di masukan ke dalam satu kotak besar oleh Verlita.
Bukan karna dia tak suka,,tapi karna dia belum mengenal mereka itu membuat Verlita tidak nyaman.
Sulit untuk mengekspresikan isi surat dari mereka.
Verlita lebih tertarik dengan kiriman Bunga yang selalu ada di meja nya.
Dia dengan senyuman indah mencium bunga itu dan memasukkannya di dalam vas bunga.
Hal-hal kecil yang menurut Verlita lebih romantis dari pada kata-kata rayuan.
Ekspresi Verlita itu di tatap oleh sepasang mata yang tak jauh darinya.
Terukir senyum manis di bibir laki-laki itu.
Hari ini tetaplah hari sibuk bagi mereka,pasalnya para karyawan masih belum bisa di lepas dengan sendirinya.
Mereka masih harus melatih diri agar terbiasa dengan pekerjaan yang mereka pegang.
Di jaman ini belum adanya teknologi seperti komputer,dan di kehidupan yang dulu Verlita juga tak pernah merasakan perkembangan teknologi karna hidup di panti asuhan.
Jadi dia hanya bisa mengembangkan sedikit dari pembukuan yang telah ada.
Verlita lebih mengurutkan hal-hal yang menurutnya kurang rapi.
Dan menyusunnya agar lebih mudah di pahami.
Jika dulu Bagian keuangan di pegang oleh satu orang,,sekarang Verlita membaginya menurut bagian departemen masing-masing.
Dengan begitu bisa di bandingkan letak pengeluaran yang besar dan kecil.
'' Kak..'' kata Verlita
'' Ehm..'' jawab Dave sambil membaca dokumen
'' Ayo bulan depan kita berkunjung ke setiap wilayah'' kata Verlita
Dave,Elias dan Frans langsung menoleh ke arah Verlita.
'' Kenapa?'' tanya Dave di ikuti Elias dan Frans yang juga penasaran.
'' Ada yang mengganjal di laporan mereka. Entah karna mereka belum paham tentang pembukuan atau memang ada yang lain.'' jelas Verlita
'' Hmmmm'' Dave merenung
'' Tenang...dalam satu bulan ini akan aku buat para karyawan disini bisa mandiri.!'' kata Verlita dengan mata yang tajam
'' Serius??'' kata Dave
__ADS_1
'' Iya lah....'' jawab Verlita
'' Elias,Frans....mulai besok kalian harus mulai belajar lepas dari kami berdua. Belajar menjadi pemimpin,dan mengambil keputusan yang benar.'' lanjut Verlita sambil menatap Elias dan Frans
'' Baik putri'' jawab mereka
'' Akhirnya ....'' kata Dave lega
'' Jangan senang dulu...nanti kita juga sibuk disana'' kata Verlita mematahkan semangat Dave
'' Hhhhhh'' Dave menghela nafasnya
'' hahahah'' Verlita tertawa melihat keseriusan wajah mereka bertiga
*******
Makan malam.....
'' Kak...bulan depan kami berencana akan pergi mengunjungi wilayah pertambangan'' kata Verlita pada Ragel
'' Kenapa?'' tanya Ragel
'' Mau jalan-jalan'' jawab Verlita santai
Dave hanya menggelengkan kepalanya melihat Verlita yang menjahili Ragel
'' Berapa lama?'' tanya Ragel
'' Tergantung..kalau di sana suasana nya bagus,berarti agak lama menikmatinya'' lanjut Verlita sambil menahan tawanya
'' Lalu perusahaan?'' tanya Ragel lagi
'' Kamu ikut?'' tanya Ragel pada Dave
'' Kalau untuk bersenang-senang sih aku ikut...'' kata Dave yang mengikuti permainan Verlita
'' Hahahah....kami bercanda kak...'' kata Verlita yang sudah tak tahan melihat wajah serius Ragel yang tak rela di tinggalkan sendirian
'' Kami ke sana untuk mengecek saja...karna beberapa laporan mereka terasa aneh menurut ku.sekalian mau lihat keadaan disana'' lanjut Verlita dengan serius
'' Apa kamu harus pergi juga?'' tanya Ragel
'' Aku kan bersama kak Dave...'' jawab Verlita
'' Hhhhhh baiklah kalau begitu. Dave,siapkan pengawalan yang bagus. Lindungi adik mu'' kata Ragel
'' Iya kak'' jawab Dave
*******
Pagi hari Verlita langsung melakukan inspeksi ke setiap bagian.
Dengan cekatan Verlita menilai kerja para karyawan.
Dia mengajarkan secara langsung bagi karyawan yang merasa kesulitan.
Verlita juga menekankan kepada kepala bagian untuk lebih memperhatikan kekurangan bawahannya.
Verlita meminta mereka untuk lebih meningkatkan rasa kerja sama yang tinggi.
~~ Seminggu berlangsung inspeksi itu di lakukan oleh Verlita,sekarang telah menampakkan perubahannya.
__ADS_1
" Evan,,tolong kirim kan surat ini sekarang juga." kata Verlita sambil memberikan beberapa amplop putih
" Baik putri.." jawab Evan yang langsung pergi
" Itu surat apa?" tanya Dave dari meja kerjanya
" Aku membalas beberapa surat yang datang waktu itu.." jawab Verlita
" Luar biasa.....di sela-sela kesibukan mu tapi tetap bisa mengurusi masalah asmara mu..?." kata Dave
" Aku cuma membalas singkat aja kok..kan gak enak juga kalau gak ada yang di balas.lagi pula kita akan pergi untuk waktu yang agak lama..," kata Verlita
" Kasihan sekali para laki-laki yang menyukaimu...ckckck" kata Dave
" Memangnya aku kenapa?"" tanya Verlita
" Wanita pecinta kerja...hahahha" tawa Dave
" Enak aja... ! nanti kalau sudah menikah,aku juga gak mau kerja lagi. Aku hanya ingin menjaga anak-anak ku..." kata Verlita
Dave melirik ke arah Elias yang sedari tadi juga mendengarkan.
" Wah...berarti suami mu harus bekerja keras ya...." kata Dave sambil menyindir Elias
" Ya iya dong...siang dia harus bekerja,dan malam harus untuk keluarga. Kalau laki-laki beristri harus seperti itu." celoteh Verlita
Terukir senyum tipis di wajah Elias,dan itu di tangkap oleh lirikan Dave.
" ya ya ya....kakak doa kan yang terbaik untuk mu" kata Dave
" Tapi tetap aja....harus kakak dulu yang menikah baru aku" kata Verlita
" Ya sudahlah...kalau begitu kita hidup bertiga aja sampai tua." kata Dave
" ihhh kok gitu?!'' sungut Verlita
'' Kamu kan tau kita sibuk masing-masing..mana ada waktu buat mencari pasangan. Bahkan di tinggalkan iya..'' kata Dave lirih mengingat percintaannya yang kandas
'' Aku gak mau tau. Kalau gitu,mulai sekarang ayo kita cari calon buat kak Ragel dulu. Masa iya sih gak ada yang mau sama kak Ragel dan kak Dave....'' kata Verlita
'' Bukan gak mau...tapi mencari wanita yang tahan akan kesibukan kita itu sulit. Kasihan kalau mereka tersakiti karna kesepian'' jawab Dave
'' Iya juga sih....banyak perselingkuhan akibat kurangnya perhatian dari pasangan...hhhhh'' kata Verlita
'' Kamu menyindir kakak?'' kata Dave
'' Itu bukti nyata kak....'' bela Verlita
'' Kalian juga...jangan lupa kasi perhatian ke pasangan kalian. Di selingkuhin baru tau rasa...'' kata Verlita pada Elias dan Frans dengan muka seringainya
Elias dan Frans yang tadinya hanya menjadi pendengar,langsung menoleh ke Verlita sambil mengangguk mengiyakan.
'' Kamu memberi nasehat tapi belum pernah mengalami sendiri...wkwkwk'' kata Dave
'' Itu dapat dari novel hahahahaa'' Verlita tertawa puas
'' Jadi pembicaraan kita narasumbernya dari novel yang kamu baca semua??'' tanya Dave terperangah
'' Ya iya lah...kan aku juga belum pernah pacaran..hehehe'' kekeh Verlita
'' Astaga...'' kata Dave tak percaya
__ADS_1