
Di tempat lain Ragel dan Dave mengerahkan semua kemampuan untuk menyelidiki penyerangan ini.
Semua penjahat yang tersisa berhasil di ringkus tetapi mereka bunuh diri dengan menelan racun yang ada di gigi mereka.
'' Arrggggg'!!!!'' suara umpatan keluar dari mulut Ragel dan Dave
Geram karna penyelidikan ini tak memberikan bukti sedikit pun.
Seakan sudah tersusun dengan rapi.
'' Bagaimana sekarang kak?'' tanya Dave pada Ragel
'' Hhhhh..'' desah Ragel yang juga frustasi
Menekan dahi mereka karena tak mendapatkan titik terang.
******
Beberapa Minggu kemudian....
Cailon sudah kembali menjaga Verlita..
Tetapi Anna yang sudah mulai sembuh melakukan perawatan bersama keluarga di kampung halamannya.
Verlita tau bahwa pelaku utamanya belum di temukan.
Tapi dia selalu memberikan ekspresi baik-baik saja pada keluarganya saat mengunjunginya di kamar.
Beberapa pelayan yang di minta untuk membantu Verlita langsung Ia suruh keluar kamar jika sudah selesai melakukan tugas mereka.
Verlita mulai takut untuk berinteraksi dengan orang lain.
'' Kalau di lihat dari keadaan waktu itu..pelakunya pasti orang dekat yang tau kegiatan ku..
Oh Tuhan....Rasanya aku ingin pulang saja ke dunia ku😭'' Verlita berbicara sendiri di dalam kamarnya
Takut....
Trauma...
Semua itu berkumpul menjadi satu..
Setiap harinya Verlita harus mengalami mimpi buruk..
Jika tengah malam Ia mimpi buruk,Ia terbangun dan memanggil Cailon yang berjaga di depan pintu kamarnya.
Setelah mendengar suara Cailon,baru dia merasa sedikit tenang.
Kemudian Ia alihkan dengan membaca buku sampai pagi hari.
Begitu seterusnya....
********
Suatu pagi datanglah Pangeran Dave ke kamar Verlita.
Membawa sarapan pagi di atas nampan.
'' Biar kakak yang menyuapi mu...'' kata Dave
'' Ehm.'' jawab Verlita mengangguk
Sampai habis makanan itu, tak ada satu kata pun yang keluar dari bibir mereka.
Hening...
Hanya suara dentingan sendok yang mengenai mangkok kecil di tangan Dave.
Tempat makan itu di letakkan di meja samping tempat tidur.
Dave kemudian duduk menghadap Verlita dan menatapnya lekat.
__ADS_1
Lama bertatapan kemudian Verlita menunduk.
Dave meraih tubuh Verlita dan memeluknya.
Tangis Verlita pun pecah di dalam pelukan Dave.
Dave hanya diam dan mengelus rambut Verlita.
Ia biarkan Verlita puas dalam tangisnya.
Setelah beberapa lama..tinggal suara isakan sisa tangisan Verlita.
Verlita mengontrol nafas nya yang tak karuan karna tangisnya yang pecah.
'' Sudah mendingan..?'' tanya Dave lembut
Verlita mengangguk...
Perasaan yang selama ini dia tekan,akhirnya bisa ia lampiaskan di pelukan kakaknya.
Dave mengusap air mata Verlita dengan sapu tangannya.
'' Apa mau kakak tidur disini menemani mu setiap malam?'' tanya Dave
'' Tak perlu sampai seperti itu...Ada Cailon yang menjaga ku di luar.'' jawab Verlita
'' Yakin..?'' Dave memastikan
'' Iya kak...terima kasih sudah mengkhawatirkan ku..'' jawab Verlita
'' Kakak akan terus mencari siapa pelakunya. Jadi tolong tahan sebentar rasa takut mu...'' kata Dave sambil memegang kedua tangan Verlita
Tak mungkin Dave tak mengkhawatirkan adiknya itu.
Sejak bayi Dave lebih sering bersama Verlita.
Melihat pertumbuhan Verlita...
Sekarang...
Ia bisa tau bahwa kejadian kemarin membuatnya ketakutan.
Pembantaian akibat meninggalnya Ratu saja sudah memberikan efek trauma rasa bersalah di dalam diri Verlita.
Sekarang dia harus mengalami penyerangan itu hingga terluka.
'' Baiklah kalau itu mau mu...apa kamu mau mencari pengganti Anna?'' kata Dave
'' Tidak usah kak..biarkan para pelayan menyiapkan kebutuhan ku kemudian pergi. Aku hanya ingin Cailon yang berada di samping ku. Aku tak ingin ada yang terluka karna aku lagi...'' kata Verlita murung
'' Jangan berfikir seperti itu...Semua orang pasti akan melakukan hal yang sama untuk melindungi mu. Anna menganggap mu sebagai anak nya,makanya dia rela melakukan itu.'' jelas Dave
'' Aku tau...tapi sulit untuk menerima kenyataan itu..Bagaimana kalau semuanya meninggal gara-gara aku? Bagaimana kalau kejadian itu terulang lagi? Bagaimana mungkin aku tak memikirkan semua itu? Nyawa mereka juga berharga..!'' Verlita mengeluarkan emosinya
Dave terdiam..
Sulit untuk Dave menyangkal semua itu...
Di salah satu sisi Verlita adalah tuan putri,pasti semua pelayan akan melindunginya hingga mempertaruhkan nyawa.
Tapi di sisi lain,perkataan Verlita memang benar.
Tidak ada yang mau melihat orang lain meninggal karna melindungi diri kita.
Pasti rasa bersalah akan terus menghantui kita.
'' Lalu bagaimana? apa kamu akan terus mengurung diri di kamar? Kami semua mengkhawatirkan mu...terlebih Ayah yang sering diam karna memikirkan mu'' kata Dave
'' Aku hanya belum siap kak....'' jawab Verlita menunduk
'' Kakak tak ingin melihat mu terus mengurung diri...'' kata Dave
__ADS_1
'' Beri aku waktu...jika aku sudah merasa aman saat keluar dari ruangan ini,maka aku akan menemui kalian.'' janji Verlita
'' Baiklah....Tapi jangan terlalu lama..Satu hal yang perlu kamu ingat,,Kami menunggu Verlita yang dulu..'' kata Dave
'' Iya kak..'' jawab Verlita
'' Beri tahu kakak jika kamu memerlukan sesuatu..''
'' Ehm...maaf aku tak berani pergi ke tempat kerja. Pasti menyulitkan semuanya..'' Verlita merasa bersalah
'' Jangan pikirkan itu..semua telah kakak atasi. Tapi ada kabar bahagia untuk mu.'' kata Dave
'' Apa itu?'' Verlita penasaran
'' Kamu ingat tanaman mu? Semua nya berhasil. Dan sudah di praktekan oleh tiap-tiap rumah '' kata Dave
'' Benarkah? itu bagus sekali...'' Wajah Verlita tampak bahagia
'' Maka dari itu...segeralah menyembuhkan hati mu.'' pinta Dave
Verlita mengangguk dengan senyum di wajahnya.
Ia senang karna itu bisa berguna untuk Rakyat.
Dia melupakan hal itu karna kejadian ini. Dia sungguh melupakan bahwa masih banyak hal-hal baru yang bisa dia bagikan untuk Rakyat nya.
Betapa banyak hal-hal kecil di dunia nya yang dulu,bisa dia berikan untuk Rakyat Krynova.
Dia harus segera lepas dari keterpurukan nya.
Menyusun kembali keberanian nya, menghilangkan rasa bersalah yang bersarang di hatinya.
Ia hanya akan rugi jika mengurung diri di kamar.
Kehilangan masa mudanya dengan sia-sia.
Banyak yang harus Ia lakukan yang belum pernah dia rasakan di hidupnya yang dulu.
Percintaan...
Kebersamaan keluarga...
Bahagia bersama Orang-orang yang di sekitarnya...
Jika Ia ingin merasakan semua itu,Ia harus bangkit dan melawan mereka yang ingin mencelakainya.
Para penjahat itu harus segera di temukan agar tidak menyakiti orang-orang yang dia sayangi.....
*******
Di Suatu Tempat...
'' Apa dia masih berada di dalam kamar?''
'' Ya Tuan. Dia tidak mau keluar. Tak ada yang bisa mendekatinya menjadi pelayan.''
'' Terus awasi dia.! Cari kesempatan untuk membunuhnya.!!''
'' Siap Tuan.''
'' hahahhahha....Verlita..Verlita...nikmatilah waktu mu sekarang..!!!!!!!''
#######
Terima kasih support dari kakak-kakak semua...
Jangan lupa Like ya...🤗
Biar aku tambah semangat update nya...
Salam bahagia dari Author....🥰🥰🥰
__ADS_1