
Evan langsung meminta pelayan memanggil dokter. Lalu meminta air bersih serta kain halus.
Evan langsung membasahi kain itu dan membersihkan wajah Verlita yang telah banyak darah yang mulai mengering.
Lalu dia mengelap tangan Verlita yang juga banyak bekas darah.
Verlita hanya diam mendapati Evan memperhatikannya.
Ia takut bersuara karna melihat wajah Evan yang marah melihatnya sakit.
Tak lama dokter pun datang..
Langsung memeriksa Verlita...
'' Putri hanya kelelahan...Putri kurang istirahat dan terlalu banyak pikiran. Juga sering telat makan'' jelas Dokter
'' hhhhh'' Nafas lega keluar dari Evan
'' Terima kasih Dok'' kata Evan
'' Usahakan putri tidur tepat waktu,dan makan yang teratur'' kata Dokter pada Evan
'' Baik dok'' jawab Evan
'' Baiklah...saya permisi.akan saya beri Vitamin untuk putri minum nanti'' kata Dokter
'' Ya '' kata Evan
Setelah Dokter pergi,dia baru ingat untuk melapor pada Ragel dan Dave.
Lalu dia meminta pelayan wanita mengganti pakaian Verlita,dan dua pelayan untuk melapor pada Dave dan Ragel.
Evan berada di luar kamar karna Verlita sedang mengganti pakaiannya yang terkena darah.
Tak menunggu lama Ragel,Leanna dan Dave datang ke kamar Verlita.
'' Verlita....'' kata Mereka serempak
Untung saja Verlita telah selesai mengganti bajunya yang banyak noda darah,,
'' iya...'' kata Verlita yang sedang berbaring
'' Kamu sakit apa?mana yang terluka??'' tanya Ragel sambil memeriksa tubuh Verlita
'' Aduuhhh kakak aku hanya kelelahan saja..tadi ada keluar darah dari hidung ku. tapi sekarang sudah tak apa-apa'' kata Verlita
'' Kamu jangan terlalu memporsir tenaga mu..'' kata Leanna sambil mengelus kepala Verlita
'' Sudah minum obat?'' tanya Dave
'' Tadi dokter memberi Vitamin,sudah ku minum.'' kata Verlita
'' Jangan keluar dari kamar selama dua hari, kamu tau kan maksud kakak??'' kata Ragel penuh penekanan
'' Baik kak...'' jawab Verlita
'' Ya sudah..istirahat lah...'' kata Ragel
Verlita mengangguk...
Semuanya telah pergi tinggal dia di kamar itu..
'' hhhh kayaknya aku memang butuh istirahat..Elias lagi apa ya..? aku kangen....'' kata Verlita
Tak lama,Verlita pun tertidur masuk ke dalam mimpi indahnya.
__ADS_1
********
Di sisi lain...
'' Apa maksud ayah??''Tanya Elias meninggi
'' Kamu harus segera menikah dengan Rosita anak paman mu'' kata Ayah Elias
'' Tidak mau.! aku sudah memiliki kekasih ayah'' bantah Elias
'' Siapa?'' tanya Ayah Elias
'' Ehm...tuan putri..'' jawab Elias pelan
'' Hahahhaha kamu sadar dengan ucapan mu??? dia itu berbeda dengan kita!! kamu lupa pembantaian anggota bangsawan?? membuat kita menjadi rakyat biasa tanpa status. '' kata Ayah Elias
Elias tak bisa berkomentar tentang kejadian itu...
'' Tapi kami saling mencintai...'' kata Elias kemudian
'' Jangan bodoh Elias.!! Ayah tak mau tau, Besok Rosita akan datang ke sini dan tinggal bersama kita sampai acara pernikahan kalian.!'' tegas Ayah Elias
'' Jangan begitu ayah...aku tak mencintai Rosita..!!'' kata Elias meninggi
'' Aku tak butuh persetujuan mu.! ini perintah!!'' bentak ayah Elias
'' Tapi ayah.!! bagaimana dengan kebahagiaan ku??'' kata Elias dengan emosinya
'' Kebahagiaan??Ayah tak mau tau,! kamu harus menikah dengan Rosita.!!!'' tegas Ayah Elias
Ayah Elias berlalu meninggalkan Elias yang masih syok dengan keputusan ayahnya.
Elias tau bahwa pamannya lah yang menolong keluarganya saat tragedi itu terjadi.
Rosita juga pernah menyatakan perasaan padanya,tapi dia tolak. Elias menganggap Rosita hanya sebagai adiknya.
Pamannya meminta agar Elias menikah dengan Rosita sebagai balas budi atas pertolongannya dulu.
Elias bingung harus bagaimana jika Rosita benar-benar datang besok.
Dia juga bingung harus menjelaskan apa pada Verlita.
Terlintas dalam benak Elias untuk menikahi Verlita,tapi bagaimana dengan keluarganya?.
Elias bukan orang yang melupakan kebaikan orang lain.
Itu yang membuatnya sulit menolak permintaan Ayahnya.
~~ Dan benar saja...esoknya datang seorang gadis ke rumahnya.
Rosita dengan senyumnya menyapa Ayah dan ibu Elias.
Kemudian mencari Elias tapi ternyata Elias sudah berangkat bekerja.
Rosita pun menikmati waktunya dengan tenang di rumah Elias.
*******
Di tempat lain Verlita baru bangun dari tidurnya...
'' aahhhh tidurku nyenyak sekali....'' kata Verlita sambil merenggangkan tangannya ke atas
Verlita merasa tubuhnya mulai membaik setelah tidur dengan nyenyak.
Karna beberapa hari sebelumnya,dia hanya tidur dua jam sehari.
__ADS_1
Itu yang membuat tubuhnya lelah.
'' Evan....aku mau kopi...hehehhe'' kata Verlita sambil melongok kan kepala ya keluar pintu
'' Tunggu sebentar...'' kata Evan yang langsung memanggil pelayan dan meminta kopi untuk Verlita
'' Nanti antar ke dalam ya..'' kata Verlita yang langsung masuk ke kamar lagi.
Evan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Verlita yang seperti anak-anak.
Kopi pun datang dan Evan masuk membawa kopi itu ke dalam.
'' Putri...'' panggil Evan
'' Ehm. bawa kesini'' kata Verlita yang sudah duduk sambil membaca buku laporan
Evan meletakkan kopi di depan Verlita.
'' Putri...Istirahat lah dulu...nanti bisa sakit kalau kerja terus'' kata Evan
'' Iya Evan...ini cuma baca laporan doang kok.'' elak Verlita
'' Putri.'' kata Evan dengan wajah seriusnya
'' iya iya....'' kata Verlita yang langsung menutup buku laporan itu.
Evan mengambil semua buku di meja Verlita dan menyimpannya ke atas lemari agar Verlita tak mengambilnya.
'' Tapi aku bosan....'' rengek Verlita
'' Lebih baik putri membaca Novel agar pikiran putri lebih relaks'' kata Evan
'' ahh benar juga. Sudah lama aku tak membaca Novel ku yang tercinta....'' kata Verlita dengan lebay nya
Verlita menuju ke perpustakaan dan istirahat di sana.
Evan berjalan di belakang Verlita sambil membawa kopi yang belum di minum Verlita.
Sesampainya di perpustakaan Verlita langsung melemparkan tubuhnya ke atas kasur yang ada di sana.
'' Aahhhh sudah lama aku tak ke sini'' kata Verlita
Evan meletakkan kopi di meja lalu mengambil satu buku bacaan dan duduk di salah satu kursi.
Kali ini Evan tak mau menjaga Verlita dari luar,ia ingin terus berada di sisi Verlita.
Verlita berdiri dan berjalan ke arah rak novel milik nya.
Dia mencari-cari yang belum dia baca.
Setelah mendapatkannya,dia menghampiri kopinya yang ada di meja depan Evan.
Verlita meminum kopi itu....
'' Aahhh enak ....sekarang aku jadi suka kopi gara-gara setiap malam menahan ngantuk'' kata Verlita
Evan hanya mendengarkan sambil terus membaca bukunya.
Verlita pun langsung ke atas kasur dan membaca novelnya.
Keheningan terjadi....
Evan sesekali melirik ke arah Verlita....
Sudah banyak posisi yang Verlita pakai ..seakan dia tak masalah walaupun ada Evan di dekatnya.
__ADS_1
Dia terlalu menghayati isi Novel itu,,,
Tiba-tiba keluar komentar dari mulutnya,dan Evan hanya diam mengamati.