AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 19


__ADS_3

'' ahhh kakak....itu karna aku tadi melihat situasi saat aku datang.aku saja bingung harus bertanya pada siapa tadi . kalau ada penerima tamu, itu bisa memudahkan untuk bertanya.dan itu memang tugas mereka untuk melayani tamu.'' alasan verlita


'' baiklah..nanti akan kakak cari orang yang cocok.'' kata Ragel


'' lalu kamu kesini hanya karena bosan?'' tanya Dave


'' hehehe...'' verlita hanya tertawa kecil


'' tawa mu mencurigakan....'' sindir Dave


'' ya sudah,, bagaimana kalau kita siang di luar?'' tanya Ragel


'' mauuu......'' jawab verlita


'' ayo kita berangkat sekarang '' kata ragel


Mereka pun pergi ke salah satu toko makanan..


verlita melihat ke sekeliling ruangan toko itu.


ia takjub dengan desain yang mereka pakai.


ukiran kecil tapi detail di tambahkan di setiap sudut nya.lampu yang cantik seperti ala-ala eropa memenuhi setiap ruangan.


mereka duduk di salah satu meja yang berada di tengah.karna sudah memasuki jam makan siang,jadi banyak meja yang sudah terisi.


Ragel dan Dave memesan kan makanan .Verlita hanya duduk manis dan menikmati sekelilingnya.


'' apa kamu suka di sini?'' tanya Dave


'' ya...ruangannya menarik perhatian ku..'' jawab verlita


'' awalnya ini adalah bangunan tua..lalu di beli oleh mereka.anak laki-laki nya mendekorasi ulang,dan jadilah seperti ini..'' jelas Ragel


'' uwahh pasti hebat anak itu..boleh aku bertemu dengannya.?.'' tanya verlita


'' pasti sudah muncul lagi ide baru mu...'' kata Dave


'' hehehe bukan begitu kakak...aku hanya ingin melihat seperti apa orang berbakat itu...'' kilah verlita


Ragel dan Dave hanya terkekeh dengan tingkah verlita.mereka tau pasti ada yang muncul di pikiran verlita.


makanan pun akhirnya datang.lalu mereka meminta untuk bertemu dengan anak pemilik toko setelah makan.


mereka di antar kan ke teras kecil,terdapat meja kecil dan kursi mengarah ke air mancur yang di buat sendiri.


'' salam Tuan dan Nona...ada yang bisa saya bantu...'' laki-laki itu datang menghampiri mereka


Hmmm laki-laki yang tak jauh usianya dari verlita. lengan kecilnya yang putih tak mungkin bisa merubah sebuah bangunan.


verlita menatap laki-laki itu dari atas hingga bawah dengan banyak dugaan.


'' siapa nama mu?'' tanya verlita penuh antusias


'' nama saya Dista nona...'' jawab nya sopan

__ADS_1


Ragel dan Dave yang melihat antusias verlita,hanya mengamatinya.


mereka membiarkannya berbincang dengan Dista.


'' oh...panggil aku Verlita...'' senyum merekah di bibir verlita


suasana yang tadi nya canggung sudah mulai mencair.


'' berapa umur mu?,,'' tanya verlita


'' aku 17 tahun...'' jawab Dista singkat


'' aku akan banyak bertanya..apa kamu keberatan?'' tanya verlita


'' ehm ..tidak. silahkan bertanya apa saja..'' kata Dista


verlita yang duduk berhadapan dengan Dista ,mencoba untuk mengorek sisi pintar Dista.


verlita merasa Dista memiliki bakat yang bagus.


'' ehm..jangan melihat tubuh ku yang kecil.umurku tak jauh dari mu. jadi jangan menjawab remeh pertanyaan ku.'' tukas verlita


'' hehehe...kau seperti bisa membaca pikiran ku.aku pikir mereka berdua yang memiliki keperluan dengan ku,ternyata kamu yang terlihat seperti gadis kecil.'' kekeh Dista sambil menunjuk Ragel dan Dave yang berada di meja yang lain


'' aku sudah melihat dari gelagat mu yang canggung bicara dengan ku..'' kata verlita


'' baiklah...berapa umur mu?'' tanya Dista


'' 15..'' jawab verlita


'' mereka kakak mu?'' tanya Dista


'' waahhh aku pikir kau masih 8 tahun dengan tubuh mu itu...'' kekeh Dista


'' ya ya ya...tertawa lah sepuas mu...aku sudah biasa mendengar itu. jadi mau berteman dengan ku?'' tanya Verlita


'' tentu saja...kau lucu seperti anak kecil...hehehe'' canda Dista


'' hhhhh aku hanya tak mau berolah raga saja...makanya badan ku tak mau bertumbuh..'' desah verlita


'' baiklah...aku tak akan menggoda mu lagi. jadi kenapa kau ingin bertemu dengan ku?'' tanya Dista serius


'' ehm..apa bangunan ini kau yabg mendesain?'' tanya verlita


'' ya..aku mencoba untuk mengubahnya namun tetap mempertahankan nilai bangunan lama ini...'' jawab Dista


'' kau melakukannya sendiri?''


'' tidak...aku hanya mendesain..selanjutnya aku di bantu oleh temanku.kami mengerjakannya secara perlahan...''jelas Dista


Verlita berfikir sejenak...


'' jika aku memerlukan bantuan mu,apakah kau mau menolong ku?'' tanya verlita


'' bantuan apa?''

__ADS_1


'' aku tertarik dengan desain mu...untuk sekarang aku sulit menjelaskannya. tapi yang pasti aku akan membutuhkan mu nanti. aku harus meminta ijin pada ayah ku,,setelah itu baru aku menemui mu. bagaimana?'' kata verlita


'' kalau hanya mendesain,aku bisa. tapi buatlah janji jika ingin bertemu dengan ku,karna kau lihat sendiri....aku harus membantu ayah ku di toko.'' jelas Dista


'' baiklah..aku akan mengabari mu..senang berbicara dengan mu..ehm..aku ingin sekali bekerja sama dengan mu..'' kata verlita


'' hahahah di usia kita,apa yang bisa kita lakukan? kita hanya bisa memegang hobi kita..'' kekeh Dista


'' tunggu saja....'' jawab verlita yang cukup meyakinkan


'' aahhhh ekspresi mu itu membuat ku merinding...'' keluh Dista


'' hahahahhaha'' tawa verlita yang membuat Ragel dan Dave menatap mereka.


'' sepertinya kita harus menyiapkan hal baru yang akan terjadi...'' kata Dave pada ragel


Ragel hanya mengangguk setuju pada Dave.


'' baru beberapa jam dia keluar rumah,tapi sudah muncul ide baru dari kepala kecil nya..'' kata Ragel


Ragel dan Dave pun terkekeh dengan tindakan verlita...


Waktu pun bergulir..verlita dan kakaknya undur diri.


mereka mengantarkan verlita ke istana langsung.


'' kakak mau langsung pulang juga?'' tanya verlita


'' ya..besok saja kakak lanjut bekerjanya...'' jawab Ragel


'' terima kasih karna sudah mau bermain dengan ku...'' kata Verlita


'' iya..kakak juga senang bersama mu hari ini'' jawab Ragel


Mereka sampai di istana..Verlita pergi ke kamarnya dengan Cailon yang menjaganya dari kejauhan.


'' hai anna...'' sapa verlita sesampainya di kamar


ia melihat wajah anna yang cemas.


'' kenapa putri tak membawa saya? bagaimana kalau ada yang putri butuhkan...'' kata anna dengan wajah cemberutnya


'' hei...aku bersama kakak tadi...Cailon juga ada menjaga ku.aku hanya ingin anna istirahat sebentar..hehehe'' kilah verlita


Anna tak bisa berkata lagi..hanya bisa tersenyum melihat rayuan verlita.


'' aku mau mandi...badan ku bau...'' rengek Verlita


'' ayo putri...sudah saya siapkan sejak tadi..'' kata anna


verlita pun membersihkan dirinya.tak lama waktu pun berganti malam.


verlita pergi ke ruang makan keluarga.


Tentu saja kali ini ada yang berbeda..dengan wajah yang penuh tanda tanya bagi yang melihat nya.

__ADS_1


saat ini dia sudah mempersiapkan rencana yang ingin dia katakan pada ayahnya.


Makan malam berjalan dengan tenang..tapi hanya untuk verlita.karna bagi Raja dan pangeran, seperti merasakan aura yang berbeda pada verlita.


__ADS_2