AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 36


__ADS_3

Di tempat lain Ragel menyatukan para ksatria yang setia pada kerajaan.


Ia mengumpulkan mereka lalu menempatkan mereka di seluruh istana luar dan beberapa dia tempatkan di dalam istana.


Setelah ia hitung-hitung,ternyata yang ingin memberontak lumayan banyak.


Jika benar-benar terjadi perang maka ini akan membuat ketidakstabillan Krynova terjadi.


Di dalam istana Dave juga sudah menyusun beberapa strategi dan membagi para ksatria yang di kirim oleh Ragel.


Mereka melakukannya penuh dengan ke hati-hatian.


Mereka belum tau siapa di balik dalang pemberontakan ini.


Lalu Dave pergi ke kamar Raja....


Setelah masuk ke dalam kamar,Dave melihat Verlita yang tertidur di samping tubuh Raja.


Tampak wajah Verlita yang lelah...


'' Pangeran...'' kata Cailon


'' Ssttt...biarkan dia tidur..'' kata Dave yang belum tau situasinya


Cailon langsung sujud kepada Dave...


'' Hei...apa yang kau lakukan?'' tanya Dave


'' Pangeran....Raja telah wafat..'' kata Cailon pelan


Dave langsung melihat Raja,di pegangnya tubuh raja yang sudah dingin.


Verlita terbangun karna adanya gerakan dari Dave di sampingnya.


'' kakak...'' kata Verlita yang langsung memeluk Dave


Dave meneteskan air mata bercampur kemarahan di kepalan tangannya.


'' Kita harus bagaimana kak?'' tanya Verlita


'' Mmmm..Cailon,pergilah beri tahu kak Ragel. Bisikan di telinganya langsung,jangan ada yang tau.'' kata Dave


'' Baik pangeran'' jawab Cailon yang langsung pergi mencari Ragel


Setelah Ragel di beri tahu tentang kematian Raja, pucat pasi tergambar di wajahnya.


Tapi ia mencoba untuk menutupinya.


Tapi apalah daya...ternyata dinding istana terlalu tipis.


Gelagat mereka di ketahui oleh musuh.


Tak lama kemudian timbullah serangan dari luar istana.


Para rakyat yang ada di sekitar langsung pergi menyelamatkan diri mereka.


Tampak Andrea memimpin mereka untuk memberontak.


Kemudian dari dalam istana juga terjadi pemberontakan.


Cailon segera menuju ke tempat Verlita berada.


Dave juga selalu berada di samping Verlita.


Wajah Verlita tampak ketakutan tapi ia mencoba untuk kuat.


Tak lama Cailon pun datang dan melindungi Verlita.

__ADS_1


Dave pergi untuk memimpin pertarungan di dalam istana.


Sedangkan Ragel saat ini sedang melawan Andrea.


Verlita tetap berada di dalam ruangan itu bersama Cailon.


'' Cailon...apa kakak akan baik-baik saja?'' tanya Verlita cemas


'' Percayalah pada pangeran putri...semua akan berjalan dengan lancar..'' jawab Cailon menenangkan Verlita walaupun dia tahu bahwa melihat situasinya pasti akan sulit.


'' Apa masih belum kita ketahui siapa dalangnya?'' tanya Verlita


'' Belum putri...Di luar hanya Andrea yang memimpin'' jawab Cailon


'' Coba pikirkan lagi...apa Ayah dan Ibu tidak memiliki saudara lain yang mungkin memberontak?'' tanya Verlita lagi


'' Setahu saya semuanya sudah di bunuh oleh Raja.'' jawab Cailon yang juga ikut berfikir


'' Aarrgggghhh ini membuatku frustasi!! Masa iya aku mati dengan cara seperti ini?'' benak Verlita dalam hati


Di sisi lain Ragel yang melawan Andrea masih berlangsung.


Pertarungan sengit yang terjadi dengan penuh percikan dendam.


'' ********!! Siapa yang menyuruh mu?!!'' teriak Ragel


'' Aku akan memberitahumu karna sepertinya ini adalah hari kematian mu..hahahahha'' kata Andrea


'' Sialan! Benar-benar tak tau diri!!'' kata Ragel yang masih terus bertarung dengan Andrea


'' Apa kau lupa paman mu yang telah di bunuh oleh Raja?'' tanya Andrea yang terus menebaskan pedangnya ke arah Ragel


'' Ia masih memiliki anak bernama Roan dari budak nya. kalian telah membunuh orang tuanya...tentu saja dia tidak akan tinggal diam'' lanjut Andrea


'' Kau gila?! Kau tau bahwa Paman melakukan pemberontakan!'' kata Ragel


'' Apa kau senang jika memiliki Raja yang hanya bersenang-senang dengan wanita dan mabuk-mabukan??!!!'' umpat Ragel dengan nafas yang menggebu-gebu


'' Apa pun itu, Dia adalah ahli waris yang seharusnya!!!'' tukas Andrea yang makin ganas menyerang Ragel


Di dalam istana Dave yang juga ikut bertarung membunuh para penghianat tiba-tiba di serang oleh orang yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


Orang itu juga hanya memakai jubah hitam,berbeda dengan ksatria yang berkhianat.


'' Apa dia pemimpinnya?'' Benak Dave dalam hati


Pertarungan pun terjadi dengan sengit..


'' Siapa kau?'' tanya Dave yang merasakan bahwa tenaga orang itu berbeda dengan ksatria.


Orang itu hanya tersenyum sinis pada Dave seakan meremehkan Dave.


'' Aku adalah orang yang akan membunuh mu...'' jawab orang itu


'' Apa mau mu...??'' tanya Dave


'' Hahaha...bagaimana dengan kado dari ku? apa peti mati sudah bisa di gunakan saat ini?'' tanya nya yang masih terus melawan Dave dengan pedangnya.


Muka Dave berubah menjadi merah padam.


Aura nya juga lebih seram dari awalnya,membuat siapa pun yang melihat akan bergidik.


'' Hei....tenang lah...masih ada lagi hadiah untuk kalian...Mmmm Putri?'' pancing orang itu


Dave langsung tersentak setelah mendengar kata-kata itu.


'' ********!!!!'' teriak Dave

__ADS_1


Pertarungan pun terus berlanjut,sulit untuk menentukan siapa yang akan menang.


Kemampuan keduanya bisa di bilang sama-sama tinggi.


Di balik kericuhan dalam dan luar istana,ternyata Verlita juga di serang.


Para pengkhianat itu menyerang ke ruangan Verlita berada.


Beberapa pengawal di luar kamar sudah mulai kewalahan melawan banyaknya penjahat yang menyerang.


Cailon juga bertarung tapi terus menjaga sekitar Verlita.


'' Jangan jauh dari saya Putri'' kata Cailon


Verlita mengangguk dan terus berada di sekitar Cailon.


Suara dentingan pedang terus terdengar di telinga.


Darah juga sudah menyebar ke setiap sudut istana.


Kericuhan yang terjadi di istana tentu saja sudah terdengar ke seluruh Rakyat Krynova.


Mereka cemas dengan apa yang akan terjadi.


Selama ini sudah baik-baik saja,kenapa sekarang harus apa perubahan?


Semua itu timbul di pikiran para rakyat.


Lama pertarungan itu terjadi...


Empat jam kemudian pertarungan yang terjadi mulai menguras tenaga mereka.


Saat ini sudah banyak mayat yang tergeletak.


Luka yang ada di tubuh Ragel dan Dave juga lumayan, sama juga dengan Andrea dan Roan.


'' Ayo kita selesaikan ini!!!'' kata Ragel yang mengumpulkan sisa-sisa tenaga nya.


'' Ya. Ayo kita akhiri ini!'' kata Bailon


Pertarungan berlanjut...


Dengan sisa-sisa tenaga mereka berdua,,


Suara pedang yang saling bergesekan kembali terdengar dan lebih sengit lagi.


SRING...!!!!!


Satu goresan yang dalam mengenai kaki Andrea.


Kelengahan Andrea tak di sia-sia kan Ragel,kemudian menusuk perut Andrea.


JLEB!!


Darah Andrea memuncrat ke muka Ragel.


Andrea tergeletak tak berdaya..


Ragel yang nafasnya tersengal-sengal,langsung pergi ke dalam istana.


Ia melihat Dave masih terus bertarung dengan orang berjubah hitam.


'' Apa kau Roan??!'' tanya Ragel


Roan pun menoleh ke arah Ragel.


Tetap dengan senyum sinis nya...

__ADS_1


'' Apa kita harus reuni keluarga sekarang?'' tanya Roan


__ADS_2