
Verlita gugup untuk menjawab perkataan Hail.
Entah kenapa hatinya tak bisa mengiyakan permintaan Hail untuk menjadi kekasihnya.
Seperti ada penolakan di hatinya..
Awalnya ia berniat untuk meladeni pendekatan semua pria,tapi ternyata itu langsung di tolak oleh hatinya.
Seolah hati ini tau bahwa ia tak memiliki ketertarikan.
'' Ehm...tolong beri aku waktu untuk menjawabnya'' kata Verlita untuk menetralisir keadaan
'' Baiklah...aku akan sabar menunggu mu'' kata Hail
Verlita memberikan senyumnya agar Hail tak terluka karna perkataannya.
( Sepertinya malam ini akan terasa panjang..dan malam ini aku akan terus di ajak berdansa oleh mereka...huffftt) batin Verlita?
Benar saja...setelah musik berganti lagu,Dista melangkah ke arah Verlita.
Sebenarnya kaki Verlita sudah mulai lelah..tapi ia tak mau mengecewakan Dista.
Mereka menuju altar dansa dan ini untuk kesekian kalinya bagi Verlita.
Dista merengkuh pinggang Verlita dan membuat kaki Verlita berada di kakinya.
'' Dista...aku berat'' kata Verlita
'' Aku tau kamu lelah... biarkan aku yang menopang mu..'' kata Dista
Verlita tersenyum senang karna perhatian Dista.
'' Benar nih aku gak berat?.'' tanya Verlita lagi
'' Iya..tubuh mu sangat ringan. Sepertinya aku akan sering-sering mengirimkan makanan ke kantor mu'' kata Dista sambil tersenyum
'' terima kasih...'' jawab Verlita dengan bahagia
'' ohya...Orang tua ku mengundang mu ke toko baru kami'' kata Dista
'' Apa Toko nya di jual?'' tanya Verlita
'' Tidak....kami hanya merenovasinya setelah membelinya.''jelas Dista
'' Wah...selamat ya..kalian telah memiliki tempat usaha sendiri.'' kata Verlita
'' Itu semua berkat bantuan mu'' kata Dista
'' Aku?'' tanya Verlita
'' Ya...semua kesempatan yang dulu kamu berikan padaku,sekarang telah membuahkan hasil.'' kata Dista tulus
'' Eeeyyyy jangan di ingat-ingat lagi ...itu semua kerja keras mu'' kata Verlita
'' Kamu memang wanita yang rendah hati....'' kata Dista dengan senyumnya
'' Hahahahah kamu memuji ku?'' tawa Verlita
Dista hanya menjawab dengan senyumannya.
Tampak di sudut ruangan laki-laki yang mulai galau karna melihat kedekatan Verlita bersama banyak pria.
'' Jangan patah semangat....'' tiba-tiba Dave muncul
'' Ah...pangeran'' kata Elias malu
'' Aku tau kamu menyukai Verlita...'' kata Dave
Elias hanya tersipu malu...
__ADS_1
'' Apa kelihatan?'' tanya Elias
'' Tentu saja.'' kata Dave
'' Tapi sepertinya putri banyak yang menyukai'' kata Elias lemas
'' Jangan berfikir seperti itu...kamu harus tunjukan tekad mu.Belum tentu Verlita menyukai para pria itu'' kata Dave menasehati
Elias mulai mencerna perkataan Dave.
'' Setelah ini dekati Verlita,,,melangkah lah malam ini atau kau akan menyesal karna para pria itu bukan lawan yang mudah.Bukannya aku mendukung mu,,tapi kalau ingin mendapatkan hati Verlita harus melalui usaha mu sendiri'' kata Dave sambil menepuk pundak Elias
'' Baik pangeran'' jawab Elias
Dan saat musik Dansa berakhir,Elias langsung maju mendekati Verlita.
'' Boleh saya meminta waktu putri?'' kata Elias
( aduh kalau dansa lagi bisa patah nih kaki)benak Verlita
'' Baiklah...'' kata Verlita
Elias membawa Verlita ke arah balkon yang pernah ia kunjungi dengan Hose.
'' Tunggu sebentar'' kata Elias pada Verlita yang saat ini duduk di kursi
Elias pergi ke suatu tempat dan tak lama ia kembali sambil membawa baskom berisi air hangat dan handuk kecil.
'' Astaga..apa yang kamu lakukan? ini pekerjaan pelayan..'' kata Verlita kaget
Elias hanya diam dan meletakkan baskom itu di sisi kaki Verlita.
'' Maaf putri...'' katanya sambil melepas sepatu Verlita
Elias mengangkat kaki Verlita ke dalam baskom.
Verlita tak bisa berkomentar apa-apa atas tindakan Elias.
Dan kembali dengan piring yang berisi makanan dan minuman di tangan nya.
Elias meletakkan makanan itu di meja.
Sedangkan Verlita masih belum memahami situasi saat ini.
'' Kaki putri pasti lelah karna terlalu banyak berdansa...'' kata Elias
( so sweet.....tau aja nih orang..) batin Verlita
'' Terima kasih..'' kata Verlita
Elias mengangguk
'' Minumlah..'' kata Elias sembari memberikan air
Verlita mengambilnya karna memang Verlita sedang haus.
'' Makanlah...aku tak tau mana yang putri suka'' lanjut Elias
Verlita menatap makanan yang di bawa Elias...
Semua nya adalah Cake setrowbery kesukaan Verlita .
( nih cowok emang irit ngomong tapi ngerti banget apa yang gua mau) batin Verlita
'' Aku suka semua...'' kata Verlita
Verlita memasukkan Cake itu ke dalam mulutnya yang kecil.
Elias tersenyum bahagia karna Verlita menyukainya.
__ADS_1
Evan yang berdiri di luar terkadang mengintip keadaan Verlita.
Evan tenang karna Elias memperlakukan Verlita dengan baik.
Setelah beberapa saat Verlita merasa kakinya sudah mulai enakan.
Ia berniat ingin mengelapnya dengan handuk kecil tapi kalah cepat dengan gerakan Elias.
Elias mengangkat kaki Verlita dan menepuk kaki kecil itu dengan handuk secara lembut.
Wajah Verlita merona karna perlakuan Elias.
Setelah kering,Elias memasangkannya ke sepatu Verlita.
Lalu meminggirkan baskom itu ke sudut,agar tidak tersenggol.
'' Terima kasih Elias...berkat mu kaki ku sudah tidak pegal lagi'' kata Verlita tulus
Elias hanya mengangguk dengan senyum di wajahnya.
Verlita mencari cara untuk membalas kebaikan Elias.
'' Mau kah kamu berdansa dengan ku?'' tanya Verlita sambil mengulurkan tangannya
Wajah kaget terlihat di wajah Elias,,seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
'' Ayolah...tangan ku mulai pegal ni..'' kata Verlita
'' Ah iya,.'' Kata Elias yang mulai sadar dan menyambut tangan halus Verlita
Mereka berjalan ke arah altar dansa.
Tentu saja itu terekam oleh Dave.
'' Luar biasa....'' guman Dave sambil tersenyum tak percaya
Kali ini Verlita sangat menikmati berdansa bersama Elias.
Entah kenapa seperti tak ada yang membebaninya melalukan dansa.
Elias juga memperlakukannya dengan sopan.
Elias dan Verlita hanya saling menatap tanpa mengeluarkan kata-kata.
Seakan-akan mata mereka yang sedang berbicara.
Verlita benar-benar merasa tenang di pelukan Elias.
Verlita menatap wajah Elias dengan lekat.
( Ternyata Elias tampan banget...kalau dia di dunia ku dulu pasti udah jadi artis. Apa lagi orangnya peka banget.) batin Verlita
( kamu wanita paling sempurna di mata ku...apakah aku bisa memiliki mu....?) batin Elias?
Karna terlalu menikmati ,,tak terasa musik telah berhenti.
Mereka menepi dari altar dansa.
Elias membetulkan rambut Verlita ke belakang telinga.
Adegan romantis yang tiba-tiba itu membuat jantung Verlita Dag Dig Dug.
Bahkan Dave yang melihat itu dari jauh langsung tersedak seakan tak percaya bahwa itu Elias yang ia kenal.
'' Terima kasih...'' kata Verlita gugup
'' Apa putri akan disini hingga pesta berakhir?'' tanya Elias
'' Tidak...aku akan pergi istirahat setelah ini. Kamu adalah pasangan dansa terakhir ku...'' kata Verlita dengan tersenyum
__ADS_1
'' Itu melegakan...'' kata Elias