
'' Aku hanya bicara apa adanya...'' kata Dista dengan wajah yang serius
Verlita pun menatap wajah Dista...
Verlita merasa nyaman setiap berbicara dengan Dista...
'' Apa aku boleh mengajak mu lagi?'' tanya Dista kemudian
'' ehm..'' jawab Verlita mengangguk dan tersenyum
Mereka pun mengakhiri perjalanan singkat mereka hari ini...
Dista mengantar kan Verlita hingga ke gerbang istana..
'' Ini untuk mu...'' kata Dista sambil memberikan lukisan yang sudah terbungkus
'' Serius??'' kata Verlita
'' Aku cukup melukis mu lagi di kemudian hari....'' kata Dista dengan senyum tampannya
'' Makasih Dista....aku akan menjaga nya dengan baik .'' kata Verlita dengan senyum bahagianya
'' Masuk lah...'' kata Dista
'' ya..kamu hati-hati di jalan'' kata Verlita
Dista kembali ke rumah nya dengan perasaan bahagia.
Ia merasa sudah melangkah dengan perlahan menuju hati Verlita...
******
Verlita masuk ke dalam istana dan Evan membawa hasil lukisan tadi.
'' Ayo kita ke kamar....'' kata Verlita
Evan mengangguk dan mengikuti dari belakang.
Sesampainya di kamar....
'' Apa kamu bisa memasang itu di dinding sebelah sini?'' tanya Verlita sambil menunjuk dinding yang dekat dengan meja rias nya
'' Bisa putri...'' jawab Evan
Evan pergi mengambil peralatan yang di butuhkan dan memasang lukisan tersebut.
Verlita tersenyum melihat lukisan itu...
'' Itu adalah wajah putri...apa putri menikmati wajah putri sendiri??'' tanya Evan yang sedari tadi aneh melihat Verlita senyum-senyum sendiri
'' Iya...aku sedang menikmati lukisan ini...heheheh'' kekeh Verlita
Evan lalu meninggalkan Verlita dan berjaga di depan kamar.
Hati Verlita terus berbunga-bunga sejak kembali jalan-jalan bersama Dista.
******
Satu bulan kemudian
Saat sarapan pagi....
'' Bagaimana dengan pengerjaan Villa tamu?'' tanya Ragel pada Verlita
'' Tinggal sedikit lagi...sepertinya tinggal pembersihan dalam seminggu ini..'' jawab Verlita
'' Baguslah...'' kata Ragel
'' Apa pernikahannya sudah tidak bisa di tahan??'' ledek Dave
__ADS_1
'' Bukan begitu...kan kakak hanya basa-basi saja..hehehhe'' kata Ragel
'' Kapan rencana kakak ipar datang?'' tanya Verlita
'' Perjalanan mereka sekitar satu bulan baru sampai di sini...dan sekarang mereka sudah mulai berangkat. Tolong kamu pastikan semuanya beres sebelum mereka datang'' kata Ragel
'' Oke...nanti aku akan minta Bailon bicara pada mereka.'' kata Verlita
'' Ehem...ngomong-ngomong ku dengar kamu dekat dengan Dista...'' kata Dave
Uhuk...Verlita tersedak dan langsung minum air putih.
'' Siapa yang bilang?'' tanya Verlita
'' Banyak yang melihat saat kalian pergi bersama beberapa kali akhir-akhir ini.'' jawab Dave
'' Apa kamu suka padanya?'' tanya Ragel
'' Apa kakak tak menyukainya??'' tanya Verlita pada Dave dan Ragel
'' Dia anak yang baik...ku rasa tak masalah'' jawab Ragel
'' Yah.....yang pasti akan ada suasana muram di dalam kantor'' kata Dave
'' Tapi aku tak bilang kalau kami memiliki hubungan spesial ....'' kata Verlita
'' Maksudmu dia belum menyatakan perasaannya??'' tanya Dave
Verlita mengangguk,..
'' Jangan bilang ini cinta sebelah pihak...'' kata Ragel
'' Heyyyyyyy.....bukan begitu kak..kami hanya berjalan beberapa kali.Dan kalau misalnya dia memang tak menyukai ku,ya tinggal cari yang lain saja.'' kata Verlita menekan gengsinya
'' Wah.....tinggi sekali kepedean mu ya...hahahhaa'' kata Dave
Terkadang orang yang lebih baik di sekitar kita malah tidak terlihat akibat keangkuhan kita'' kata Ragel menasehati
'' Betul kak..contohnya saja Elias...padahal sejak dia kecil sudah menyukai Verlita tapi tak ada kepekaan'' tambah Dave
'' Hahahhaha...gak gitu juga...tapi dia sendiri yang gak melangkah dari Zona diamnya.'' bela Verlita
'' Ya sudah lah...kita selesaikan dulu jodoh kak Ragel..'' kata Dave kemudian
'' Betul...'' kata Verlita sambil mengangguk-anggukan kepalanya
~~Sarapan pun selesai....
Dave dan Verlita pergi ke perusahaan walaupun pekerjaan mereka berdua hanya sedikit.
Di dalam ruangan kerja di sambut oleh Bunga lili yang masih segar...
'' Ah.....kalau nanti kamu sudah pacaran dengan orang itu..akan bahaya kalau dia tau ada laki-laki lain yang sering memberimu bunga...'' celetuk Dave dengan suara keras sambil menuju meja kerjanya
'' Apa putri memiliki kekasih?'' kata Frans seakan tau jalan pikiran Dave untuk menyindir Elias
'' Cuma dekat saja...'' jawab Verlita canggung
Elias tak berkomentar...dia hanya mencoba untuk tetap konsentrasi membaca dokumen.
'' Wah...selamat putri..biar berkurang jiwa jomblo di ruangan ini..hehehe'' kata Frans
'' Benar...nanti tinggal aku dan Elias menyusul'' kata Dave sambil melirik Elias
Elias yang namanya di sebut hanya bisa memberi senyuman kecil.
Verlita yang melihat itu merasa kasihan...
Dia tau bahwa Elias adalah pria baik-baik..
__ADS_1
hanya memang kepribadian Elias yang sedikit malu pada wanita.
'' Dia hanya mendekati ku...belum menjadi pasangan ku. Aku juga sedang menyeleksi untuk pasangan ku'' kata Verlita sedikit memberi dorongan pada Elias agar tidak patah hati
'' ooohhh jadi masih ada kesempatan untuk pria lain mendekati putri..??'' kata Frans
'' Ehm..'' jawab Verlita dengan anggukan
Elias yang mendengar itu,wajahnya berubah menjadi tenang.
'' Wah...harus gerak cepat ya..'' sindir Frans
'' Hahahhha''.tawa Verlita yang sudah tak sanggup lagi bermain kata dengan Frans
Begitulah ruangan itu di mulai dengan candaan di awal bekerja.
Semua kembali fokus pada pekerjaan nya kecuali Elias yang mulai memikirkan ide untuk melangkahkan kakinya mendekati Verlita.
Tentu saja itu terlihat oleh Dave dan Frans,,
Mereka pun hanya bisa tersenyum melihat keadaan Elias yang galau.
~~ Makan siang pun tiba...
Dave dan Frans sengaja keluar ruangan sebelum jam makan siang dengan alasan ada urusan.
Lalu dengan perasaan memberanikan diri,Elias menghampiri meja Verlita.
'' Apa putri mau makan siang bersama saya?'' tanya Elias hati-hati
'' Boleh..aku juga sudah lapar.'' jawab Verlita
Mereka pun pergi bersama menuju salah satu tempat yang belum pernah Verlita datangi.
Mereka mengambil tempat duduk yang kosong.
'' Aku belum pernah kesini...apa makanan disini enak?'' bisik Verlita
Elias mengangguk..
'' Apa mau saya rekomendasikan makanan yang enak disini?'' tanya Elias
'' boleh..'' kata Verlita
Elias memesankan makanan untuk mereka berdua.
Verlita melihat makanan yang baru pertama kali di lihatnya.
Verlita mencicipinya,dan merasa makanan itu enak di mulutnya.
'' Aku suka makanan ini..'' kata Verlita di sela makannya
Elias melihat rambut pajang Verlita yang di urai sedikit menganggu,lalu berdiri dan mengambil sapu tangannya lalu mengikat rambut Verlita dari belakang.
Verlita diam membeku saat Elias merapikan rambutnya dan mengikatnya dengan sapi tangan.
Tentu saja wajah Verlita jadi memerah karna gugup.
Elias mengikatnya dengan tanpa kata lalu duduk kembali...
Mereka melanjutkan makan hingga selesai..
'' aahhhh....aku kenyang'' kata Verlita
'' Tunggu sebentar...'' kata Elias yang berdiri menuju meja pelayan
Elias mengambil pesanan Es krim setrowbery dan membawanya ke meja.
'' Ini untuk putri'' kata Elias memberikan es krim pada Verlita
__ADS_1