AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 48


__ADS_3

HARI KEBERANGKATAN


Kereta yang membawa mereka telah di siapkan di depan pintu istana.


Ragel mengantar kepergian Dave dan Verlita.


'' Jaga diri kalian disana....selalu kirim surat tentang kalian disana. Dave,lindungi adik mu'' kata Ragel


'' iya kak....kami bukan pergi berperang.'' kata Dave


'' Ini kepergian mu yang akan lama...Jaga kesehatan mu disana'' lanjut Ragel pada Verlita


'' Iya kak...kakak juga jaga kesehatan disini. aku akan rajin mengirim surat.'' kata Verlita sambil memeluk erat kakaknya


Ragel mengusap punggung Verlita dan mencium kening nya.


Ada rasa sedih karna tak bisa menemani adiknya.


Ragel tersadar bahwa sekarang adiknya telah tumbuh dewasa..


Lambaian tangan dari dalam kereta tanda kepergian mereka.


Ragel tetap berdiri di tempat itu hingga kereta tak terlihat.


Bailon yang melihat itu ikut prihatin,apalagi di dengarnya Ragel yang selalu menghela nafas nya.


******


Perjalanan pertama yang Verlita tempuh adalah wilayah Utara.


Tempat pertambangan yang paling besar di bandingkan yang lainnya.


Sebenarnya Verlita yang bertanggung jawab dengan wilayah Barat dan Selatan,sedangkan Utara dan Timur adalah bagian Dave.


Tapi beberapa waktu lalu Verlita tak sengaja melihat laporan jumlah keuangan Wilayah Utara yang hampir sama dengan jumlah keuangan di wilayah Selatan.


Verlita tak ingin menyimpulkan tanpa adanya bukti yang realistis.


Jadi Verlita ingin meninjau langsung keadaan di setiap wilayah.


Dave yang melihat ketertarikan Verlita pada pekerjaan ini hanya mendukungnya.


Padahal Dave sudah berharap setelah di tambahnya para karyawan baru,dia bisa istirahat sejenak.


Tapi ternyata semua mimpi itu sia-sia...


Sekarang dia harus terus bekerja di samping adiknya yang pecinta kerja.


Terkadang Dave masih belum bisa menggapai kecerdasan Verlita dalam berfikir.


Baru sebentar Verlita melakukan sesuatu,sudah di susul lagi dengan hal yang lain.


Seakan akan semua itu sudah di susun di kepalanya yang kecil.


Dave juga ingin Krynova berkembang,tapi dia tidak mengira kalau ambisi Verlita lebih besar darinya.


Bahkan Dave sering kualahan karna Verlita.

__ADS_1


Dia hanya takut jika ada orang yang ingin mencelakai Verlita.


Sebelum ada laki-laki yang benar-benar bisa melindungi Verlita,ia akan selalu berada di samping Verlita.


~~Tiga hari perjalanan mereka tempuh akhirnya sampai di wilayah selatan.


Mereka yang datang tanpa pemberitahuan ,membuat semua karyawan tegang.


Dave dan Verlita langsung menuju Villa keluarga kerajaan yang tak jauh dari perusahaan.


Mereka berniat untuk istirahat dalam sehari.


Seakan memberikan kesempatan untuk karyawannya mempersiapkan diri.


Hari berikutnya Dave dan Verlita datang ke perusahaan.


Mereka yang sebelumnya hanya mengenal Dave,penasaran dengan identitas Verlita.


Dave meminta di adakan rapat dan dihadiri oleh setiap kepala bagian.


Semua yang hadir tak ada yang bersuara sedikit pun.


'' Sebelumnya aku akan mengenalkan seseorang...dia adalah Verlita De Frainna.'' kata Dave


Semua langsung menatap ke arah Verlita dengan wajah terkejut.


Verlita yang di lihat mereka tak menampakan ekspresi apa pun.


Di awal dia masuk ke perusahaan,dia melihat bangunan yang seperti tidak di urus.


Mood Verlita seakan hancur duluan karna hal itu.


Perusahaan yang ada di pusat lebih awal pembangunannya tapi lebih terawat dari pada di sini.


Kertas-kertas di atas meja yang menurut nya sangat acak-acakkan.


Bahkan Meja yang mereka pakai tak tersusun dengan rapi.


Lengkapnya adalah semau mereka.!


Dave sudah tau bahwa mood Verlita sudah kacau saat masuk ke perusahaan,karna sedari tadi Verlita terus menghela nafas dan tak berkata apapun.


'' Kali ini yang akan memimpin rapat adalah putri Verlita. Saya hanya akan mendampingi.'' tegas Dave


Verlita berdiri dari tempat duduknya.


'' Saya Putri Verlita...Tolong kalian bacakan laporan kalian. Saya ingin mengetahuinya. Beri saya salinannya.'' kata Verlita dengan lugas.


Pimpinan perusahaan memberikan salinan kepada Verlita dan Dave.


'' Saya Delon yang memimpin perusahaan ini.'' kata Delon sambil membungkuk hormat pada Dave dan Verlita


Delon panjang lebar menjelaskan tentang perusahaan. Dari segi karyawan,gaji,pajak,perkembangan perusahaan dan lain sebagainya.


Setelah Verlita mendengar semua itu,Verlita hanya memijit kepala nya tanpa berkomentar apapun.


Keheningan terjadi selama beberapa saat setelah Delon selesai menyampaikan laporannya.

__ADS_1


Dave hanya dengan santainya membaca salinan laporan sambil meminum kopi yang ada di depannya.


Tak tak tak...


Jari tangan Verlita bermain di atas meja.


Verlita menyusun kata-kata agar mudah mereka pahami.Dia mencoba untuk menahan emosinya.


" Coba bacakan laporan keuangan kalian" kata Verlita pada bagian keuangan


" Saya Nela penanggung jawab bagian keuangan." kata Nela sambil memberi hormat pada Dave dan Verlita.


Nela menjelaskan rincian keuangan perusahaan.


Mulai pengeluaran bulanan,rinciannya hingga pemasukan perusahaan.


Setelah itu Verlita meminta laporan dari bagian lapangan.


Baru Verlita mengerti letak kesalahannya setelah mendengar penjelasan dari mereka semua.


'' Oke..Sebelum nya saya berterima kasih atas usaha yang kalian berikan untuk perusahaan. Tapi....jujur saja saya sedikit kecewa. Saya tahu kita semua ingin perusahaan ini maju sehingga rakyat juga merasakan hasilnya.


Tapi bagaimana kalian bisa mempertahankan perusahaan ini sedangkan kalian melupakan hal-hal kecil yang ada di depan mata kalian.??'' kata Verlita sedikit meninggi


'' Dalam tiga hari ini saya ingin keadaan kantor ini rapi dan bersih. Bila perlu besok libur untuk melakukan pembersihan secara total. Cat semua dinding dengan warna yang cerah. Susun meja-meja dengan rapi. Urutkan semua dokumen ke dalam satu rak lemari. Lap semua debu yang ada di kantor ini.! Ingat,tiga hari! .setelah itu baru kita bahas tentang perusahaan. Ada yang keberatan??!'' kata Verlita dengan suara lantangnya.


Semua yang ada di ruangan hanya menunduk diam karna takut.


'' Saya anggap semua setuju. Oke sampai bertemu tiga hari kemudian.'' Kata Verlita yang langsung mengambil bawaannya dan meninggalkan ruangan.


Dave hanya diam dan mengikuti dari belakang.


Setelah Verlita keluar,semua yang ada di ruangan itu menghirup nafas dalam-dalam.


Delon sebagai pemimpin langsung memimpin rapat dadakan untuk membagi tugas dalam tiga hari kedepannya.


Ia dengan segera memberi perintah untuk semua bagian membersihkan perusahaan.


Mereka yang mendengar itu langsung membagi tugas secara berkelompok.


*****


Verlita dan Dave kembali ke Villa.


Verlita langsung meneguk air putih yang ada di meja.


'' akhh!!'' kata Verlita sambil meletakkan gelasnya


Dave duduk sambil melihat Verlita.


'' Kamu marah?'' tanya Dave


'' Ya iya lah...!!'' jawab Verlita dengan suara tinggi


'' Biasa aja ....gak usah ngegas juga...'' kata Dave


'' Oh..maaf'' jawab Verlita yang langsung duduk di depan Dave

__ADS_1


'' Baru kali ini aku melihat ekspresi mu yang seperti itu ..'' kata Dave


'' Ini sudah ku tahan.....bayangkan saja,,gimana mau nyaman kerjanya kalau bentuk kantornya aja udah gak enak di lihat begitu.'' sewot Verlita


__ADS_2