AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 37


__ADS_3

'' Keluarga?'' tanya Dave yang masih belum paham


Mereka bertiga pun saling bertatapan...


menghentikan sesaat pertarungan..


'' Jangan banyak bicara! aku harus mendapatkan apa yang menjadi hak ku.!'' kata Roan yang kemudian menyerang Dave


Dave langsung menangkis serangan Roan.


'' Kak lihat dulu Verlita,biarkan aku yang melawannya!'' teriak Dave


'' Tidak,kita harus membunuhnya dahulu.''jawab Ragel


Pertarungan dua lawan satu pun terjadi.


Ragel sudah muak dengan peperangan ini,ia ingin segera menyelesaikan semua ini.


Hanya karna satu tikus yang menurutnya sangat menyebalkan saat ini.


Tak lama Roan pun di lumpuhkan.


Lalu dengan tanpa ampun,Ragel memenggal kepala Roan.


Sisa-sisa ksatria yang berkhianat melihat tuan mereka telah mati menjadi kebingungan.


Lalu para ksatria yang setia langsung meringkus mereka semua.


Ragel dan Dave pergi menuju ke tempat Verlita.


Banyak mayat di depan pintu kamar Raja.


'' Verlita..!!!'' teriak Ragel dan Dave yang berlari ke dalam kamar


Tampak Verlita duduk di sofa..


'' Kakak....'' kata Verlita lirih


Cailon duduk di bawah dekat Verlita.


'' Apa yang terjadi? Apa kau terluka?'' tanya Dave yang langsung memeriksa tubuh Verlita


'' Tidak kak...Cailon melindungi ku dengan baik'' jawab Verlita


'' Syukurlah...'' kata Dave lega


'' Apa sudah selesai?'' tanya Verlita


'' Ya.kita sudah selesai...kita mengumpulkan tenaga sebentar'' jawab Dave


Mereka berempat duduk dengan mengatur nafas mereka.


Banyak sekali hal yang terjadi...


Mereka harus mendinginkan kepala mereka dahulu...


Setelah beberapa lama..


'' Aku senang kalian baik-baik saja...'' kata Ragel kemudian


Semua menatap Ragel yang menunjukan wajah sedih...


'' Sekarang kita harus membersihkan semua ini..Dave perintahkan orang-orang untuk membersihkan mayat yang ada di istana ini. Cailon sebarkan berita kematian Raja. Verlita..tetaplah di ruangan ini.'' kata Ragel


'' Tunggu. dimana Neil dan Evan?'' tanya Verlita


'' Aku belum bertemu mereka. Mereka ku minta menjaga gerbang depan dan belakang saat peperangan terjadi. Nanti akan kakak cari mereka '' jelas Ragel

__ADS_1


'' Semoga mereka baik-baik saja...'' kata Verlita


'' Baiklah..ayo kita lakukan tugas masing-masing. Aku akan ke aula utama untuk menyiapkan pemakaman Ayah..'' kata Ragel


Mereka pun berpencar melakukan semua itu...


Saat ini bukan waktunya untuk bersedih..mereka harus menghadapi keadaan ini.


Cailon meniupkan suara beduk tanda adanya anggota kerajaan yang meninggal.


Rakyat yang mendengar suara itu semuanya berhenti dari aktifitas mereka.


Mereka melihat bendera putih berada di atas puncak istana.


Lalu di sebarkan bahwa Raja telah wafat..


Suasana duka memenuhi seluruh Krynova..


Bahkan Negara lain juga sudah mendengar berita kematian Raja Krynova.


Waktu berkabung selama seminggu...seluruh Krynova hening kehilangan Raja mereka.


Proses pemakaman di lakukan dengan hikmad.


Tak ada satu kata pun keluar dari mulut Verlita.


Air matanya pun seakan sudah mengering..


Sekarang tinggal matanya yang bengkak akibat tangisnya dan berwarna hitam karna kurang tidur.


Setelah pemakaman selesai Ragel meminta untuk mengadakan pertemuan keluarga.


Ragel,Dave,Verlita.....


Di tambah Bailon yang mendampingi mereka..


'' Kita harus menjaga kestabilan Negara kita. Aku ingin mendengar pendapat kalian.'' Ragel membuka suara


Ragel mengangguk.


'' Syukurlah...'' kata Verlita


'' Bagaimana menurut mu Dave?'' tanya Ragel


Dave paham maksud kakaknya..


'' Kakak adalah pengganti Ayah. Semua kami serahkan pada kakak. Kami akan melakukan sesuai perintah kakak'' jawab Dave


'' Baiklah...aku memohon kerja sama dari kalian berdua. Aku ingin kita bersama-sama menjaga Negara kita. Pelantikan ku harus segera di lakukan,karna bangku Raja tak boleh lama kosong.


Untuk urusan perusahaan aku serahkan pada kalian berdua. Verlita...apa kakak bisa mengandalkan mu?'' kata Ragel


'' Baik kak.aku akan membantu Kak Dave di perusahaan.'' jawab Verlita


'' Bagus kalau begitu. Bailon,,bisa kau urus sisanya? kau tau apa yang harus kau lakukan kan?'' kata Ragel


'' Ya pangeran...saya akan mengurus para pelayan dan menyiapkan untuk pelantikan Tahta.'' jawab Bailon


'' Aku mengandalkan mu Bailon..'' kata Ragel


Rapat itu pun selesai...


Semua mulai sibuk dengan kerjaan masing-masing...


*******


SETAHUN KEMUDIAN

__ADS_1


Krynova telah stabil di bawah kepemimpinan Ragel sebagai Raja.


Kerja keras Tiga bersaudara tersebar ke seluruh penjuru...


Cailon saat ini menjadi ketua ksatria...


Evan berada di samping Verlita..


Sedangkan Neil membantu Ragel di dalam istana sebagai ajudan.


Cailon membuka lowongan untuk para rakyat yang ingin menjadi ksatria.


Tentu saja itu semua di sambut dengan penuh antusias oleh rakyat.


Banyak yang ikut dalam seleksi itu..


Dave dan Verlita tengah sibuk di perusahaan.


'' Kak.......ayo kita cari orang untuk membantu kita. Lihat mata ku sudah menghitam.'' kata Verlita sambil menunjukan matanya


'' Hahahha jangan menunjukan ekspresi seperti itu..'' kata Dave yang tak tahan melihat wajah lucu Verlita


'' Kenapa dokumen ini tak pernah habis...hhhh'' desah Verlita


'' Itu semua adalah hasil dari ide mu dulu...apa kau lupa?'' kata Dave


'' Iya sih...tapi aku tak tau kalau ternyata pemimpin juga memiliki pekerjaan yang banyak'' bela Verlita tapi tetap mengerjakan tugasnya


'' Ini semua demi rakyat kita sayang.....'' kata Dave


'' Baiklah...aku mengalah...'' kata Verlita melapangkan dada


'' Kakak bersyukur harus berkutik di meja ini dari pada jadi Raja...'' kata Dave kemudian


'' Kenapa?'' tanya Verlita


'' yah...setidaknya setiap malam kakak masih bisa tidur dengan tenang.'' kekeh Dave


'' Hei.....emangnya seburuk itu?'' kata Verlita tak percaya


'' Jadi Raja itu sulit...Kakak beruntung tidak menjadi anak pertama. Menjadi Raja harus bisa mengambil keputusan dengan benar. Harus bisa menilai karakter orang-orang,,memikirkan Rakyatnya setiap hari,,dokumen yang harus di baca dengan teliti,,Bahkan gesekan antar saudara juga harus di perhatikan.'' jelas Dave


'' Wah...pantas saja dalam setahun ini kita sulit untuk berkumpul. Ternyata ada yang lebih parah dari aku ya....hahahhaha'' kata Verlita dengan tawa puas nya


'' Maka dari itu..nikmati lah hasil dari ide mu ini..'' sahut Dave


'' Tapi sepertinya kita harus buka lowongan pekerjaan lagi kak. Aku ingin semua rakyat memiliki penghasilan. Apalagi para pemuda yang memiliki bakat pasti masih banyak.'' tutur Verlita


'' Itu bagus..'' jawab Dave


'' Iya.pokoknya kita juga harus punya sekretaris masing-masing satu. Jadi aku dan kakak bisa terbantu juga.'' kata Verlita


'' Kakak belum dapat yang cocok di posisi itu..'' kata Dave


'' Aku sudah'' sahut Verlita


'' Siapa?'' tanya Dave penasaran


'' Elias...'' jawab Verlita sambil tersenyum


'' Mencurigakan.....'' kata Dave sambil menatap Verlita penuh selidik


'' Ayolah kak...jangan berfikir yang macam-macam. Dari segi kerjanya dia termasuk bagus.'' kata Verlita


'' Itu benar...'' Dave mengangguk setuju


'' Kalau wajah adalah bonus..heheheh'' celetuk Verlita

__ADS_1


'' Hei...jangan macam-macam'' sahut Dave


'' hehehe'' kekeh Verlita


__ADS_2