AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 44


__ADS_3

Mereka duduk di meja dekat jendela kaca yang menampakkan orang berlalu-lalang.


Verlita tetap nyaman walaupun banyak orang yang menatap mereka karna dia bersama kakak nya.


Melihat kakak nya cuek dengan pandangan orang,membuat Verlita ikut percaya diri.


Verlita duduk di samping Dave sedangkan Ragel berada di depan mereka berdua.


Mereka memesan makanan pada pelayan.


Dan tak lama makanan itu sudah tersusun di meja mereka.


'' Kakak kemarin kemana?'' tanya Verlita


'' Kedatangan kita ternyata di ketahui oleh Raja,jadi kami berkunjung ke istana untuk menyapa dan memberi tahu bahwa kita akan menginap di luar istana selama beberapa hari.'' jelas Ragel


'' Kakak pikir kamu pasti lelah jadi tak kami bawa'' lanjut Dave


''ehm gitu.'' Kata Verlita


'' Nanti sore kita melihat festival...bersiaplah..'' kata Ragel


'' Oke'' jawab Verlita semangat


'' Pakai pakaian yang nyaman saja. Biar kita tak terlalu mencolok..'' kata Ragel


'' Dengan wajah kak Ragel dan kak Dave saja sudah membuat kita menjadi perhatian, baju mah gak ngaruh..'' kata Verlita


Ragel dan Dave terkekeh perkataan adiknya.


Verlita tak menyadari bahwa kecantikannya juga menarik perhatian para laki-laki.


*******


Sore menjelang malam mereka bertiga pergi ke acara festival.


Para pengawal menjaga dari kejauhan dengan penyamaran.


Mereka bertiga yang keluar hanya memakai baju kaos dan di padukan celana jeans panjang.


Membuat mereka hanya terlihat seperti muda-mudi biasa yang sedang bermain.


Suara musik kemeriahan terdengar ke seluruh kota.


Banyak orang yang lalu-lalang di jalanan untuk mengelilingi kota festival.


Verlita melihat banyak jajanan yang jual.Ia membeli setiap makanan yang membuatnya tertarik.


Ragel dan Dave mengikuti Verlita.


'' Jangan banyak-banyak kalau makan..nanti kamu sakit perut'' kata Dave


'' oke'' kata Verlita sambil mengunyah makanan di mulutnya.


Melanjutkan perjalanan lagi,kemudian Verlita berhenti di toko aksesoris.


'' Ayo kita ke dalam'' kata Verlita sambil berjalan masuk ke toko aksesoris


Ragel dan Dave mengikuti adiknya itu dari belakang.


Verlita melihat-lihat aksesoris yang tersusun dengan rapi.


Matanya tertuju pada jam tangan dan menghampiri jam itu.


Ia membeli dua jam tangan laki-laki dan satu untuknya.


'' Aku beli ini...'' kata Verlita menunjukan pada Ragel dan Dave


'' Dave bayar lah...'' kata Ragel

__ADS_1


Setelah jam itu di bayar,lalu Verlita memakaikan ke tangan Ragel dan Dave.


'' Lumayan...'' komentar Dave


'' Itu biar kakak selalu ingat pada ku kalau melihat jam itu'' kata Verlita yang sedang memasang jam di tangannya sendiri.


'' Kami selalu ingat pada mu...'' kata Ragel sambil mengusap kepala Verlita


'' Aku tau...hehehe'' kekeh Verlita


'' Kemana lagi kita?'' tanya Dave


'' Ehm...Terserah kakak mau kemana lagi,aku ikut aja.'' kata Verlita


'' Oke'' kata Dave


Mereka menghabiskan waktu untuk menikmati keindahan festival sampai larut malam.


Karna sudah lelah,mereka kembali ke penginapan.


Verlita langsung mengganti baju nya dan melempar tubuhnya ke atas tempat tidur.


Tak lama ia pun terlelap dalam mimpinya.


*******


Setelah beberapa hari menginap di luar istana untuk menikmati acara festival,kini saatnya mereka memasuki istana.


Karna acara pernikahan tinggal tiga hari lagi.


Saat memasuki istana ternyata telah banyak tamu dari negara lain yang datang.


Tampak keberagaman pakaian yang mereka kenakan.


Ragel yang seorang Raja menempati kamar yang berbeda dari Dave dan Verlita.


Evan yang hanya bisa menjaga hingga pintu gerbang villa,menatap kepergian Verlita ke dalam villa wanita.


Verlita masuk ke dalam kamar yang telah di sediakan untuknya.


Verlita melihat isi kamarnya...


Tentu saja kemewahan yang luar biasa.


'' hmmmmm sepertinya aku juga harus merombak villa untuk tamu di Krynova. Suatu saat kalau kak Ragel atau kak Dave menikah,pasti banyak tamu yang datang.Harus dari sekarang aku persiapkan.''guman Verlita yang terkagum-kagum oleh dekorasi kamar yang ia tempati.


TOK TOK TOK


Verlita menoleh ke arah pintu yang di ketuk dari luar kamarnya.


Verlita berjalan untuk membuka pintu.


'' Salam putri..Saya di tugaskan untuk melayani putri selama ada di sini'' kata pelayan wanita yang umurnya sekitar tiga puluhan


'' siapa nama mu?''tanya Verlita


'' Putri bisa memanggil saya Elsa..'' jawabnya sopan


'' Baik Elsa...mohon kerja samanya selama aku disini ya...ayo masuk'' kata Verlita


'' Baik putri..'' kata Elsa


'' Elsa...bisa kamu ceritakan tentang pesta nanti?'' tanya Verlita sambil duduk di sofa


'' Pesta pernikahan akan di mulai saat pagi menjelang siang,lalu akan di susul oleh parade para rakyat dan malam harinya adalah pesta dansa,kemudian festival rakyat akan berlangsung hingga satu bulan.'' jelas Elsa


'' Wahhhh keren....aku jadi penasaran..heheh'' kata Verlita antusias


( sepertinya putri Verlita bukan wanita yang sombong seperti putri lainnya..syukurlah..) benak Elsa

__ADS_1


'' Saya akan menyusun barang-barang putri..apa ada yang putri butuhkan saat ini?'' tanya Elsa


'' Tidak.pergilah..'' kata Verlita


Elsa pergi menyusun barang-barang pribadi yang di bawa Verlita.


Verlita merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


( kamar ini bagus,lebih ke elegan tapi terlalu melancolis.bikin hati tenang tapi aura sedihnya berasa banget. kalau kamar ku begini,tiap malam bisa nangis aku..) benak Verlita yang melihat langit-langit kamar


'' nanti setelah pulang,aku akan meminta Dista mendesain kamar di villa.'' guman Verlita


*******


Hari pernikahan....


Acara pemberkatan di pagi hari berjalan dengan lancar hingga keramaian parade rakyat yang terlihat meriah..


Tibalah saatnya waktu yang di nanti-nantikan bagi para tamu sosialita muda.


Para putri memakai dress dan berdandan secantik mungkin.


Tak kalah dengan wanita,para Pangeran memancarkan ketampanan masing-masing.


Ragel sibuk berbincang dengan para golongan Raja dari negara lain.


Dave menjemput Verlita dan menunggu di depan Villa bersama Evan.


Kali ini Evan memakai pakaian formal agar terlihat seperti tamu undangan.


Dengan wajah tampannya tentu saja membuatnya lebih terlihat seperti seorang pangeran.


Semua putri yang keluar dari Villa menatap Dave dan Evan.


'' Kenapa dia lama sekali?'' tanya Dave


'' Mungkin putri sedang berdandan..'' jawab Evan


Tak selang lama mereka menunggu,keluarlah Verlita dari villa wanita.


Tapi Dave dan Evan tak mengenali Verlita yang malam ini memakai riasan.


'' Kak'' kata Verlita yang menghampiri Dave


'' Verlita??'' tanya Dave memastikan


'' Iya lah..emang siapa lagi?..aneh kah??'' tanya Verlita


'' Kamu cantik ....'' kata Dave


'' Beneran nih?'' tanya Verlita butuh kepastian


'' Iya sayang...'' jawab Dave


'' Hehe'' kekeh Verlita


Evan yang melihat Verlita juga ikut terkagum-kagum dengan penampilan Verlita malam ini.


Putri yang biasanya hanya memakai pakaian seadanya dan tanpa riasan di wajah,kini tampil bak putri dari khayangan.


'' Wah....Evan ganteng juga kalau pake baju begini'' ledek Verlita


'' Terima kasih putri...'' kata Evan dengan tersipu malu


'' Malam ini kamu jadi pasangan kakak. Tapi kalau sekiranya Kakak pergi bertemu pangeran dari negara lain,kamu harus berada di samping Evan.'' kata Dave


'' Siap'' kata Verlita


Mereka bertiga berjalan menuju aula pesta yang telah di tentukan.

__ADS_1


__ADS_2