AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 29


__ADS_3

Ragel dan Dave kembali ke meja kerja...


Cailon berjaga di luar..


anna di samping Verlita duduk di sofa..


'' kak....apa setiap hari kertas itu selalu menumpuk?'' tanya Verlita sambil menunjuk tumpukan kertas di atas meja Dave dan Ragel


'' begitulah...tapi dengan begini ayah bisa lebih banyak istirahat..'' jawab Ragel


'' yah...walaupun ada yang mengeluh lebih baik main pedang dari pada mencoret buku..hehehe'' kata Dave menyindir Ragel


'' itu benar...punggung ku rasanya kaku semua..'' jawab Ragel


'' ehm....aku ingin membantu kakak'' kata Verlita


Ragel dan Dave menatap Verlita...


'' ehem..aku ragu...'' kata Dave menggelengkan kepala


'' aku juga..'' kata Ragel mendukung


'' iihhhh apaan sih..emangnya aku kenapa? kan aku bisa di ajari dulu...'' rengek Verlita


Bukan karna kamu tidak bisa...tapi karna kamu bisa itu yang membuat ragu...


pemikiran yang ada di pikiran Ragel dan Dave..


Bayangkan...apa yang terjadi jika Verlita ikut menyelesaikan laporan yang ada??


bukankan efek nya adalah akan bekerja terus-menerus?


oh tidak....!!


Verlita adalah tipe yang selalu memiliki sejuta ide untuk menyelesaikan masalah.


tentu saja itu bagus...tapi itu akan melelahkan.


'' bekerja itu melelahkan Verlita....'' rayu Dave


'' benar...nanti kamu akan cepat bosan..'' tambah Ragel


'' Aku bahkan belum mencobanya...'' gerutu verlita


'' Kamu mencari hobi baru saja...apa kita beli buku lagi?'' Dave mengalihkan


'' Ayolah kak....ijin kan aku membantu Kakak...Aku janji tak akan mengganggu..''rayu Verlita


Ragel dan Dave saling pandang..


Tak tega melihat wajah Verlita yang memelas...


'' hhhh. .baiklah..'' desah Ragel


'' Horeeeeeee....'' sorak Verlita


Begitulah akhir dari permintaan Verlita...


Bagi Verlita itu menyenangkan..tapi bagi Pangeran itu lebih ke perasaan yang tak dapat di gambarkan.


Seakan muncul di kepala mereka apa yang akan terjadi jika Verlita ikut bekerja.


*****


Makan malam.....


Beda halnya dengan Raja,saat mendengar tentang Verlita yang meminta ikut bekerja langsung setuju.


Mengingat usia Verlita yang sudah dewasa di anggap sudah waktunya untuk belajar tentang Negara.


Lebih bagus jika Verlita memiliki kemauan sendiri tanpa harus di minta.


Artinya ada rasa tanggung jawab sendiri yang akan Verlita pegang.


Hanya saja,,Raja meminta Verlita untuk lebih menahan diri.


Perbanyak belajar dahulu baru ikut mengambil keputusan atau memberi ide.


Raja ingin Verlita menikmatinya tanpa terbebani dengan banyaknya masalah Negara.


Dengan perkataan Raja yang seperti itu membuat hati Pangeran sedikit lega.


Dan Verlita juga berjanji menuruti kemauan Raja.

__ADS_1


*******


SEMINGGU KEMUDIAN


Hari pertama bekerja di perusahaan....


'' Lalu....Aku di bagian apa?'' tanya Verlita


'' hmm...kakak sudah memikirkannya.....kamu belajar di bagian keuangan..'' kata Ragel


'' Baiklah...dimana meja kerja ku?'' jawab Verlita


'' Kakak sudah meletakkan satu di sebelah sana...'' tunjuk Dave


'' Kita satu ruangan..?'' tanya Verlita


'' Ya...jadi Kakak tak perlu jauh-jauh menjaga mu..'' jawab Dave


'' Oke..aku juga suka dekat dengan Kakak...'' kata Verlita


'' Itu berbeda dengan wajah mu..'' sindir Ragel


''hehehhe'' kekeh Verlita


Tentu saja Verlita sedikit kecewa..karna dia ingin membaur dengan karyawan yang lain juga.


Dia ingin seperti pekerja biasa.


Dan...melihat wajah-wajah yang tampan lainnya...


Tapi dia akan menuruti kakaknya..


Masih banyak waktu yang akan dia jalani...


pasti ada kesempatan untuk semua itu...


Verlita menuju meja nya...


tentu saja ruangan ini luas..satu lantai hanya untuk Ragel dan Dave.


Dengan tambahan Verlita tidak akan membuat ruangan itu menjadi sempit.


'' Aku mulai dari mana kak?'' tanya Verlita


'' Sebelumnya siapa yang bertanggung jawab di bagian keuangan?'' tanya Verlita


'' Ada....tapi biar kakak saja yang mengajari mu saja..'' desak Dave


'' Kakak sudah banyak pekerjaan...biar saja orang itu yang mengajariku..'' sanggah Verlita


Dave diam..menatap lekat Verlita..


'' Kenapa? apa orang itu berpenyakitan?'' tanya Verlita penasaran dengan sikap kakaknya


'' Tidak...'' jawab Dave rendah


'' Dave..kerjaan mu itu banyak.Biarkan Elias yang mengajarinya..'' kata Ragel menengahi


'' hhhh Baiklah.....'' jawab Dave


Diminta lah Elias untuk datang ke ruangan mereka.


'' Salam Pangeran dan Putri...'' hormat Elias


Laki-laki yang memiliki tubuh tegap..


Tinggi....


Tentu saja Tampan...


Verlita menatap Elias membuat kakak-kakaknya gelisah.


'' ehem..kamu ajarkan pembukuan keuangan pada Verlita..'' Kata Dave membuyarkan tatapan Verlita


'' Baik Pangeran..'' jawab Elias


Elias berjalan mendekati meja Verlita


'' Salam putri..perkenalkan saya Elias De Krington..'' sapa Elias sopan


'' Elias De Krington ? (sepertinya pernah dengar)...'' kata Verlita


'' ya...kalian pernah bertemu saat ulang tahun pertama mu..'' kata Dave

__ADS_1


'' ooooo...( laki-laki yang berumur 4 tahun itu,gila..jadi ganteng ya....)'' kata Verlita


Tak mungkin Verlita jujur jika dia mengingatnya.karna saat itu dia berumur satu tahun.


'' sekarang aku paham dengan reaksi kak Dave tadi...'' celetuk Verlita


'' Maksud mu?'' tanya Dave


'' hahahha....aku sudah besar kakak...'' kekeh Verlita


Ruangan itu berubah menjadi canggung..


Hanya verlita yang menikmati..


Berada di antara para pria tampan adalah berkah yang tak boleh di tolak.


'' Dave kembali bekerja,Elias ajari Verlita sampai dia bisa. pekerjaan kita banyak..!.'' perintah Ragel membuat semua kembali fokus


Dave kembali fokus pada kerjaannya yang sudah menunggunya.


Elias pun mulai mengajari Verlita.


Verlita terus menunjukan wajah bahagia saat di ajari Elias.


Ajaran Elias juga lebih cepat masuk di kepalanya.


Tapi untuk mengulur waktu,Verlita sering pura-pura bertanya.


Verlita memanfaatkan waktunya bersama pria tampan.


karna kalau dia sudah bisa,pasti akan sulit untuknya menikmati situasi romansa perkantoran.


*****


Waktu bergulir...hingga sudah memakan waktu seminggu Verlita belajar dari Elias.


'' Verlita....jangan bilang kalau kamu belum bisa.Ini sudah seminggu,dengan kepintaran mu ini cukup meragukan.jujur pada kakak...'' kata Ragel


'' Atau kamu sengaja ya...'' sahut Dave


Verlita yang merasa terpojokkan hanya bisa tersenyum.


'' hhhhh....jangan tersenyum.itu mengandung arti yang buruk'' ketus Dave


'' heiii aku hanya ingin menikmati sedikit...hehehe'' kekeh Verlita


'' astaga....'' Ragel tak dapat berkomentar


'' hei..kamu wanita..jangan seperti itu'' kata Dave


'' iya iya...aku salah.aku minta maaf....aku sudah bisa semua kak...'' kata Verlita


'' berarti kita tak perlu memanggilnya kemari'' kata Ragel


'' Lalu dia di pindah ke bagian apa?'' tanya Verlita


'' Kakak menempatkannya di bagian pemasaran. Dia bisa mengembangkan perusahaan dengan kemampuannya yang cekatan.'' jelas Ragel


'' semoga dia tak marah pada ku karna posisinya ku ambil....'' kata Verlita


'' Sepertinya dia akan bersyukur karna lepas dari posisi itu....'' kata Dave


'' kenapa?'' tanya Verlita .


'' Pertanggung jawaban di bagian keuangan itu besar. Banyak yang harus di perhitungkan.'' jelas Dave


'' aku mengerti...'' kata Verlita


Tentu saja ini pekerjaan yang memiliki tanggung jawab yang besar.


Bukan hanya perkara mengeluarkan uang terus di bukukan...tapi disini harus membuat anggaran semua yang ada di Krynova. Bahkan hal-hal yang kecil.


Di tambah lagi sering ada permintaan untuk menambahkan jumlah anggaran.


Sehingga di perlukan kecakapan untuk lebih kritis di bagian keuangan.


Bahkan pekerjaan ini bisa membuat kita menjauh dari orang-orang untuk menghindari kedekatan.


Intinya harus ada ketegasan di bagian keuangan.


Tau saatnya mengeluarkan dana yang di butuhkan dan di tempatkan yang tepat.


#####

__ADS_1


__ADS_2