
Di Kantor Krynova......
Frans ingin memberitahu niatnya yang akan menikah..
Dia pun masuk ke dalam ruangan Dave dan Verlita.
'' Pangeran..Putri...saya ingin mengajukan cuti.karna saya akan menikah Minggu depan'' kata Frans
'' Wah...selamat ya...'' kata Dave
'' Lea..kamu ada perlu apa?'' tanya Verlita pada Lea yang ikut masuk ke ruangan
Lea hanya tersenyum malu....
'' Saya akan menikah dengan Lea....'' kata Frans
'' Apa??'' kata Dave dan Verlita kaget
Frans menggandeng tangan Lea...
'' Mohon restui kami...'' kata Frans sambil memberi hormat
'' Wah....ini benar-benar kejutan ya...'' ledek Dave
'' Selamat untuk kalian berdua...Ambilah cuti kalian dua Minggu.'' kata Verlita
'' Terima kasih putri...'' kata Lea
Setelah meminta ijin,mereka pun langsung pulang dengan wajah bahagia.
'' Astaga...ternyata mereka selama ini pacaran..'' kata Verlita
'' Kakak juga baru tau...'' sahut Dave yang juga masih kaget
'' Berkurang sudah orang jomblo di kantor ini...haaha'' kata Verlita
'' iya...semoga mereka bahagia'' kata Dave tulus
'' Aku akan mengirimkan kado pernikahan untuk mereka...Satu paket honeymoon.....hehehhe'' kata Verlita
Dave hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya...
******
Sore hari Verlita berniat untuk jalan-jalan ke kota....
Ia di beri tahu oleh Imel bahwa ada pasar malam yang di buka sejak kemarin.
Verlita berjalan sambil melihat-lihat banyak nya stand-stand di pinggir jalan yang buka.
Banyak sekali yang berjualan...
Dari pakaian,aksesoris,makanan hingga permainan.
menjelang malam area ini telah penuh dengan pengunjung yang ingin menikmati pasar malam.
Evan yang melihat banyak orang,dengan segera menggandeng tangan Verlita agar tidak hilang.
Evan juga beberapa kali merangkul pundak Verlita saat dari arah berlawanan hampir menyenggolnya.
Dengan sigap Evan melindungi Verlita...
Verlita juga tanpa sadarnya nyaman dengan perilaku Evan.
Bahkan Verlita tak segan-segan merangkul lengan Evan.
Verlita terlihat sangat bahagia menikmati pasar malam.
Ia ingat dunianya yang dulu saat pergi ke pasar malam. Adik-adiknya yang dengan bahagia ikut dalam permainan.
Verlita melihat keseruan orang-orang yang bermain.
Walaupun dengan suasana berdesak-desakan,..Verlita benar-benar bahagia.
Dan semua itu di lihat oleh Evan. Semakin dalam lah keistimewaan Verlita di mata Evan.
'' Apa putri mau bermain itu?'' tanya Evan yang menunjuk pada permainan memanah
'' Tapi aku tak bisa memanah...'' kata Verlita
Evan langsung menarik Verlita ke stand itu...
'' Biar aku yang melakukannya...aku akan mendapatkan hadiah itu'' kata Evan sambil menunjuk salah satu boneka beruang besar
( dia pakai bahasa ''AKU''...?. Jadi rasanya aneh ya...) batin Verlita
'' ehm'' kata Verlita sambil mengangguk
Evan membayar dan mengambil panah yang di sediakan....
Tentu saja dia akan menang...
Dan boneka itu menjadi milik Verlita...
Dengan wajah senangnya Verlita memeluk boneka beruang itu....
'' Ini bisa ku peluk saat tidur....makasih Evan..'' kata Verlita dengan memeluk boneka itu
__ADS_1
Sontak saja wajah Evan memerah..seakan dia merasa sedang di peluk Verlita.
'' Aku haus....ayo kita beli minum'' ajak Verlita
Evan membawa boneka itu di tangan kirinya dan memegang tangan Verlita di tangan kanan nya.
Setelah membeli minuman ,mereka pun berniat untuk pulang karna sudah terlalu larut.
Di kamar.....
Verlita yang belum tidur menatap boneka beruang yang kini di depannya.
Terukir senyum di wajahnya...
'' Aku tak berharap lebih...aku cukup senang dengan mu yang seperti ini. Terima kasih telah menemani ku....'' guman Verlita
Verlita lalu memeluk boneka itu dan tidur dengan lelapnya....
\*\*\*\*\*\*\*\*
Kini di meja makan sudah bertambah satu anggota baru lagi...
Luis...sang bayi tampan...
Leanna dengan penuh kasih menyuapi Luis.Dia lebih suka mengasuh Luis sendiri dari pada di berikan pada pelayan.
Menurut Leanna itu bisa membentuk ikatan antara ibu dan anak.
Ragel yang melihat jiwa keibuan Leanna menjadi sangat takjub.
'' Ohya...aku lupa mau bilang pada kalian semua.'' kata Ragel tiba-tiba
Semua mata langsung tertuju pada Ragel..
'' Ehm...Verlita kamu mendapatkan surat lamaran'' kata Ragel
'' Aku??'' tanya Verlita kaget
'' Ya. Kemarin surat itu datang.'' kata Ragel
'' Dari siapa kak?'' tanya Dave
'' Ehm....Dari Raja Negara Lanchia .. CALLEID DE LANCHIA.'' kata Ragel
'' Udah tua??'' tanya Verlita
'' Gak...dia baru saja menggantikan ayah nya yang wafat setahun lalu. Mungkin para menteri nya mendesak untuk menikah. Dia berumur 30 tahun.'' jelas Ragel
'' Kok ngelamarnya ke aku??'' tanya Verlita
'' Kamu ingat kisah kakak ngelamar kan?? hampir mirip'' kata Ragel
__ADS_1
'' Berarti kamu sudah masuk proses seleksi yang ketat ....heheheh'' kata Dave
'' Tapi....'' kata Verlita dengan wajah sendu
'' mau kamu tolak? tapi kamu tak memiliki tunangan sekarang. Ini akan sedikit sulit...'' kata Ragel
'' Lalu aku harus gimana?'' tanya Verlita
'' Terima saja...'' kata Dave
'' Apa dia memiliki sifat seperti kakak?'' tanya Verlita pada Ragel dan Dave
'' Kalau itu kakak kurang tau..Tapi informasi yang kakak dengar, Dia hampir di bunuh oleh kakak nya yang takut kalau dia mengambil tahta. Lalu dia melakukan perlawanan pada kakak nya. Dan akhirnya terjadilah pertumpahan darah itu'' kata Ragel
'' Berarti masih ada sifat kejam nya....'' kata Verlita
'' Kamu fikit-fikir saja dulu ...masih ada waktu satu bulan untuk memberi jawaban'' kata Ragel
'' Kalau aku menolak bagaimana?'' tanya Verlita
'' Kalau dia tidak terima dengan alasan kita,mereka bisa dengan paksa melakukan pernikahan dengan mu.'' kata Ragel
'' Berarti sama aja gak bisa nolak dong....'' sungut Verlita
'' Itu sebabnya pertunangan saat belum dewasa itu penting....untuk menghindari hal-hal seperti ini. Tapi karna kita sibuk dengan keadaan kita yang kacau waktu itu,,jadinya seperti ini. Dan sekarang sudah saat nya kamu masuk usia menikah..Pasti cepat atau lambat akan ada lamaran resmi seperti ini.'' jelas Ragel
'' Kecuali kalau kamu menikah sekarang,,,jadi kamu gak perlu menerima lamaran itu'' sahut Dave
'' itu lebih sulit lagi....masa aku asal nikah sama orang yang gak di kenal...'' sungut Verlita
'' Kalau gitu carilah orang yang di kenal...'' sahut Ragel
'' Gak ada'' jawab Verlita tegas
'' Ya sudah..pokoknya kamu pikirkan baik-baik masalah ini'' kata Ragel
'' iya..'' jawab Verlita lemas
\*\*\*\*\*\*\*\*
Seminggu berlalu wajah Verlita terus terlihat frustasi...
Dia sering pergi ke taman untuk mencari jawaban melalui rumput yang bergoyang...
Tak mudah untuk menikah dengan laki-laki yang tak kita kenal.
Banyak ketakutan di hati Verlita untuk menerima lamaran itu.
Tapi negara Lanchia hampir setara besarnya dengan Krynova. Kemungkinan terburuk dari penolakan ini adalah perang.
Karna mereka pasti merasa harga dirinya hancur karna telah di tolak.
__ADS_1
Lalu harus bagaimana??