
Dengan rajin Verlita melakukan tugasnya. Verlita menyukai pekerjaannya,apalagi dia selalu bisa bersama kakak-kakak nya.
Anna tak pernah ikut Verlita ke perusahaan..
Tapi Cailon selalu ikut menjaga Verlita kemanapun Ia pergi.
Ruangan yang sekarang bertambah menjadi tiga orang,semakin membuat suasana penuh canda.
Yang dulunya hanya terlontar keluhan karna dokumen yang menumpuk,sekarang Pangeran terlihat lebih menikmati karna adanya Verlita.
Untuk hal ketegasan,,,tentu saja Verlita lebih ke kritis.
Dia tak main-main dengan anggaran yang akan di keluarkan.
Kesalahan angka pun dapat ia ketahui.
'' Kak...apa Negara kita tak ada niat untuk membuat usaha lain?'' tanya Verlita di sela kerja nya
'' Usaha apa?'' tanya Dave menanggapi tapi tetap melihat kertas di mejanya
'' Pertanian mungkin...'' kata Verlita
'' Itu sulit....Tanah kita terlalu panas untuk bercocok tanam.'' jawab Dave
'' Tapi kan gak semua harus di tanam di tanah...'' sanggah Verlita
'' Emang nya bisa?'' Sahut Ragel
'' Gak perlu semua bahan makanan kita tanam..Tapi setidaknya untuk bumbu di dapur,setiap rumah bisa menanam sendiri. Jadi kita gak perlu beli dari Negara lain kan..'' Jelas Verlita
'' Iya sih..kasihan Rakyat harus membeli bahan makanan sampai hal yang kecil..'' Ragel setuju
'' Iya kan...? Kalau di setiap rumah bisa menanam sendiri,jadi mereka bisa lebih menghemat. Ku lihat pembelian bahan makanan yang datang dari Negara lain ada yang bisa kita tanam sendiri. Jadi nanti saat pemesanan terakhir, beberapa kita bisa buat sebagai bibit saja.'' jelas Verlita
'' Itu bagus..'' Kata Ragel
'' Lalu caranya bagaimana?'' tanya Dave
'' Ah....itu gampang..Nanti aku tunjukan saat hari libur.'' jawab Verlita
'' Baiklah kalau gitu...nanti kita kerjakan bersama'' kata Dave
'' oke..'' kata Verlita
Mereka kembali pada pekerjaan nya lagi.
Berharap semua kertas di atas meja mereka cepat habis.
Tapi apalah daya...laporan dari setiap wilayah terus berdatangan,belum lagi investor,dan juga hal-hal kecil lainnya.
Setiap hari....
Ya...ini terjadi hampir setiap hari...
Bagaimana mereka memikirkan pasangan hidup,sedangkan pekerjaan mereka selalu saja banyak.
Verlita yang bekerja di samping mereka pun mulai paham kenapa kakak-kakaknya belum memiliki istri.
Kalaupun mereka beristri,hanya akan membuat istrinya kesepian.
Ah...jangan sampai mengalami hal itu..
Menikmati masa muda itu penting.
Atau...jangan mencari laki-laki yang terlalu sibuk saat menikah nanti.
Ah...itu tidak mungkin..
Saat menjadi bagian dari kerajaan..Pasti akan menjadi manusia sibuk.
********
__ADS_1
Akhir pekan.....
Sesuai janji..Verlita akan menunjukan cara bertanam tanpa harus di tanah.
Verlita meminta Anna untuk membawa beberapa bahan dapur.
Ragel dan Dave berdiri melihat Verlita.
Beberapa pelayan membawa sekarung tanah dan sekarung kotoran kuda yang sudah kering.
Ada juga yang membawa peralatan dapur seperti ember yang sudah tak terpakai.
'' Oke...ayo kita mulai..'' ajak Verlita
'' Apanya?'' tanya Dave bingung
'' Menanam lah.....'' jawab Verlita
'' Jelaskan dulu...'' kata Dave
'' Kakak lihat saja dari situ...nanti kakak akan tau..heheh'' kekeh Verlita
Verlita meminta semua pelayan berbaris,lalu di dia membagi tugas untuk mereka.
Mencampur tanah dan kotoran kuda..
Menyusun rapi baskom bekas...
Memisahkan bumbu dapur (rempah-rempah) sesuai jenisnya..
Memasukkan Tanah yang sudah menjadi pupuk ke dalam baskom bekas.
Lalu memasukkan bibit (rempah-rempah) ke dalam baskom.
Banyak jenis yang Verlita tanam..
Mulai dari Kunyit,Jahe,Kencur,Cabe,Tomat,dan juga Bawang.
Semua berjalan dengan lancar di bawah instruksi Verlita.
'' Oke..semua sudah di tanam. Kita lihat dalam beberapa Minggu ini. Kalau ini berhasil,kita sebarkan cara ini ke seluruh rakyat. '' ujar Verlita
'' Hem....kalau ini berhasil,ini bisa menjadi terobosan baru buat rakyat.'' kata Ragel
'' Sebenarnya cara ini pasti berhasil...Tapi aku hanya ingin semua orang melihat sendiri cara dan hasilnya..'' jelas Verlita
'' Oke...setelah ini berhasil,kita sebarkan ke semua rakyat.'' kata Dave
Semua tersenyum bahagia...berharap hal ini bisa menjadi bantuan untuk setiap rumah tangga.
Di jaman Verlita dulu,hal ini bukanlah hal yang luar biasa.
Malahan terkadang Bawang yang berada di kulkas pun bisa tumbuh tunas.
Karena di Krynova tanah nya tidak cocok jika untuk bercocok tanam langsung,jadi budidaya menggunakan pot bisa di lakukan untuk beberapa rempah-rempah.
Bayangkan saja...
Selama ini Krynova selalu mendatangkan rempah-rempah dari negara lain.
Semua itu bahan dasar memasak dan mereka harus membelinya.
Jadi jika hal ini bisa di tanam sendiri di setiap rumah,pasti mengurangi beban mereka.
Itu juga bisa membuat Krynova tidak bergantung pada negara lain.
Yang paling sulit adalah jika negara itu tak dapat menyediakan yang kita pesan karna cuaca di negara mereka.
Hal-hal yang tampak nya harus di ubah secara perlahan agar rakyat bisa bahagia dengan cara yang sederhana....
*******
__ADS_1
Suatu pagi yang cerah...rengekan kecil terdengar.
" Anna.....baju ku sudah mulai sempit. Apa aku gemukan?'' kata Verlita sambil memandangi badannya di cermin.
'' Bukan gemuk putri...tapi bertumbuh..'' jawab Anna
'' Itu sama cuma beda bahasa '' sahut Verlita
'' hehehhe'' kekeh Anna
'' Aduh. Korset ini juga sudah sesak.!'' sungut Verlita
Anna hanya melihat tingkah Verlita yang tak terima tubuhnya mulai berisi.
'' Tapi putri tetap cantik kok...'' komentar Anna
'' Hei....bukan masalah cantiknya. Tapi nih baju jadi banyak yang gak muat.'' sanggah Verlita
'' Hahahhaha..'' Anna tertawa melihat ekspresi bibir Verlita yang di monnyong kan
'' Apa kita perlu memanggil desainer kemari?'' tanya Anna
'' Itu jadinya akan lama. Mendingan kita ke langsung ke toko baju aja.'' kata Verlita
'' Apa putri tidak pergi ke perusahaan hari ini?'' tanya Anna
'' Pergi lah...kan kita bisa ke toko saat aku pulang kerja. Nanti sore kamu ke perusahaan ya..kita pergi bareng'' kata Verlita
'' Baik putri..'' jawab Anna dengan tersenyum
'' Oke...sekarang kita ke ruang makan dulu..'' ajak Verlita
*****
Di meja makan semua menikmati sarapan dengan tenang.
Setelah selesai,,Verlita meminta ijin pada Raja untuk membeli baju.
'' Jangan terlalu malam pulangnya..,'' kata Raja
'' Baik ayah...'' jawab Verlita tersenyum riang
'' Apa perlu kakak temani?'' tanya Dave
'' Oh tidak bisa....aku mau jalan-jalan bersama Anna dan Cailon. Kalau ada kakak,kami tidak bisa leluasa..hehehe'' jawab Verlita sambil meledek
'' Hhhhhh baiklah...'' jawab Dave
'' Ayo kita berangkat kerja...'' kata Ragel
'' Siap...'' jawab Verlita semangat
Mereka bertiga pamit pada Raja untuk pergi ke perusahaan.
Dengan penuh canda tawa ketiganya pergi menaiki kereta.
######
Hai kakak....
terima kasih sudah setia membaca karya ku...
maaf jika masih banyak kesalahan kata...
saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik...
kalau untuk isi cerita,,itu semua langsung keluar dari imajinasi saya...
jadi maaf jika agak halu..😂
Terima kasih atas dukungan Vote dan Like bahkan komentar yang membuat saya lebih termotivasi.
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘