
Sebulan berlalu....
Umur 17 tahun tak membuat verlita ingin mengerjakan hal lain..
tentu saja hobi membaca selalu menjadi kegiatannya...
namun...ada satu novel yang membuatnya penasaran.
sebuah cerita kerajaan yang memiliki banyak prajurit tampan...
Setelah selesai membaca novel itu,verlita langsung bangkit berdiri...
di carinya anna tapi tidak ada..
kemudian verlita keluar kamar..
'' Cailon...apa kau melihat anna?'' tanya verlita pada cailon yang berjaga di depan pintu kamarnya
'' anna sedang mengantarkan selimut ke bagian cuci..apa putri membutuhkan sesuatu?.'' kata cailon
'' ehm...aku mau pergi ke suatu tempat.'' kata verlita malu-malu
'' kemana? akan saya antar...'' kata cailon
'' ke tempat pelatihan prajurit..'' kata verlita pelan
'' untuk apa putri kesana?'' tanya cailon penasaran
'' aku membaca novel tentang kerajaan...saat menceritakan tentang prajurit...aku jadi penasaran dengan asli nya..heehe'' kekeh verlita
'' jadi putri ingin melihat kegiatan mereka..? itu area berbahaya putri...'' jelas cailon
'' iya...sedikit saja. aku janji tak akan mengganggu mereka latihan. atau kita lihat dari kejauhan saja...'' bujuk verlita
Melihat wajah verlita yang merayunya membuat cailon tak dapat menolak.
'' baiklah...tapi dari kejauhan saja ya...'' kata cailon
'' ehm..'' angguk verlita sambil tersenyum
Mereka berjalan ke arah pelatihan. Senyum ceria verlita terus terukir di wajahnya.
Cailon yang melihat itu hanya tersenyum..
Cailon membawa verlita ke bawah pohon besar yang tak jauh dari pelatihan.
karna tak ada kursi..cailon melepas jubahnya sebagai alas verlita duduk
'' silahkan putri...'' kata cailon
'' tapi nanti jubah mu kotor...'' kata verlita
'' tidak apa putri....nanti bisa saya cuci..'' cailon tersenyum
'' terima kasih cailon...'' kata verlita
'' sama-sama putri...'' jawab cailon
Verlita duduk beralaskan jubah cailon,,
ia meluruskan kakinya agar nyaman..
Melihat ke arah para prajurit yang sedang berlatih pedang...
Tentu saja mata verlita menatap lekat - lekat wajah mereka.
Para laki-laki yang memperlihatkan otot mereka di bawah sinar matahari...
Tubuh tinggi..
dan benar.....mereka tampan..!!
astaga...verlita tak berkedip melihat mereka.
'' ternyata apa yang ceritakan oleh novel adalah benar....'' guman verlita
'' maksud putri..? tanya cailon yang mendengar gumannan verlita
'' ah...tidak-tidak..'' kilah verlita
__ADS_1
Cailon hanya bingung sendiri...
'' cailon...sepertinya ini tempat membaca baru ku...heheh'' kekeh verlita
Cailon masih tak paham dengan perkataan verlita
'' ehm...nanti letakkan kursi dan meja disini ya...mulai besok setiap sore aku mau kesini..'' pinta verlita
'' di sini?'' tanya cailon
'' ya..di sini pemandangannya bagus..hehe'' kekeh verlita
'' baik putri...'' jawab cailon
'' baiklah...ayo kita kembali...'' ajak verlita
Mereka pun kembali ke kamar verlita....
Cailon tak paham dengan maksud verlita...
dalam pikirannya,mungkin verlita bosan di perpustakaan atau kamarnya.
Bagaimana cailon bisa tau..sedangkan cailon tak pernah mengenal rasanya tertarik pada wanita.
setiap harinya ia hanya melihat pertumbuhan verlita.
seakan hidupnya hanya di dedikasikan untuk melindungi verlita..
sungguh loyalitas tiada akhir....
Walau ia tak paham dengan maksud permintaan verlita,tapi ia tetap melakukannya.
ia pergi menyiapkan meja dan kursi santai di bawah pohon besar itu.
Lalu ia rapikan rumput di sekelilingnya...
sehingga tampak seperti tempat bersantai...
******
Esok harinya.....
di mulailah hobi baru verlita..
duduk di bawah pohon yang tentu saja menghadap para ksatria yang sedang berlatih...
Cailon dan anna yang mendampingi hanya mengamati verlita..
seakan ingin bertanya tapi ragu...
'' kalian duduk lah....aku akan lama disini...'' kata verlita
Cailon dan verlita menuruti perintah verlita..
'' sungguh pemandangan yang menyegarkan...hhhhh.'' desah verlita penuh kagum
Cailon dan anna saling pandang...
pemandangan apa??
disini kan bukan taman yang indah...
itulah yang mereka berdua pikirkan..
*****
Sehari...dua hari....bahkan seminggu......
Verlita terus datang ke tempat pelatihan...
lalu tiba-tiba datanglah pemimpin ksatria menghampiri verlita yang sedang membaca....
'' salam tuan putri....saya Andrea pemimpin ksatria Krynova...'' salam Andrea sopan
Verlita langsung berdiri karna kaget..
'' ah...apa aku mengganggu kalian?'' tanya verlita gugup
'' tidak putri...tapi saya hanya ingin menyapa tuan putri..'' jelas andrea
'' ooh begitu...aku hanya akan duduk di sini..aku tak akan mengganggu kalian..'' kata verlita
__ADS_1
'' tuan putri bisa datang mengunjungi kami secara resmi jika ingin melihat langsung...kami akan menyambut kedatangan putri'' kata andrea
'' ehm...tidak perlu.aku hanya ingin melihat dari sini. terima kasih.'' jawab verlita
'' baiklah kalau begitu..saya pamit undur diri...'' kata andrea
'' iya..'' kata putri
Verlita menatap para prajurit yang sedang latihan...
membayangkan yang selama ini ada di novel.
''' sungguh indah ciptaan tuhan...'' guman verlita
Verlita tersenyum...
anna dan cailon yang melihat itu hanya mengernyitkan dahi..
'' baiklah...ayo kita kembali..aku sudah puas melihat disini.tolong bereskan meja dan kursi ini...'' kata verlita
'' baik putri..'' jawab cailon
mereka kembali ke kediaman verlita...
dengan perasaan bahagia karna ternyata apa yang di ceritakan oleh novel,benar adanya..
Di kehidupan sekarang verlita hanya ingin merasakan bahagia.
Dia tak pernah memikirkan ambisi untuk mendapatkan yang lebih.
Tapi sifatnya yang baik,membuatnya ingin mengubah jika ada yang menurutnya bisa menjadi lebih baik.
Mungkin nalurinya yang dulu hidup dengan apa adanya,membuatnya ingin membuat orang lain hidup bahagia.
kesempatan hidup kembali yang di berikan oleh Tuhan,ingin ia gunakan dengan sebaik-baiknya.
verlita bukannya tak mau langsung mengubah negaranya menjadi lebih baik,tapi dia harus mengerem semua itu.
kejadian yang menimpa ibu nya membuatnya ingin berhati-hati dalam bertindak.
keluar rumah...
jalan-jalan..
pergi belanja....
semua itu ingin ia lakukan...
tapi ia juga menyadari statusnya yang sebagai tuan putri tidak mengijinkan dia hidup seperti wanita biasanya..
dia juga tak mau menyulitkan ayah dan kakak nya jika terjadi sesuatu.
dia sudah cukup bahagia dengan hidupnya sekarang.
ya....ini memang sudah sangat bahagia....
#######
***MELVIS***
''Ayah...aku akan meminta bantuan pada Krynova. tolong ijin kan aku pergi...'' kata Hail
'' apa kamu yakin? bagaimana kalau ayah saja yang pergi...ayah tak ingin ada yang terjadi padamu...'' kata Raja Melvis
'' tidak ayah..kalau ketahuan kita meminta bantuan Krynova,bisa timbul masalah besar.! jadi aku akan pergi sendiri ke sana tanpa ada yang mengetahui...'' jelas Hail meyakinkan
'' hhhhh..baiklah..'' kata Raja mengalah
Keadaan yang terjadi di Melvis memang sudah sangat mendesak.
apalagi karna Hail adalah satu-satunya pewaris tahta,membuat semua mata melihat padanya.
Pertikaian politik yang terjadi di antara para bangsawan sangat membuatnya tercekik.
Pajak yang melambung tinggi pun sangat menyusahkan kehidupan rakyat.
Perjodohan yang di tawarkan oleh setiap bangsawan pun makin membuatnya jengah.
setelah Hail melihat kehidupan Krynova...dia benar-benar ingin mengubah Negaranya.
sebagai bonus....dia ingin melihat wanita pujaannya yang jauh di sana...
__ADS_1
*******