AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 22


__ADS_3

6 BULAN BERLALU


Renovasi itu selesai di kerjakan..


Bailon segera melaporkan pada verlita.


Verlita datang mengunjungi kamarnya...


Dista dan teman-temannya telah berbaris menyambut kedatangan verlita.


Kamar yang tadinya dekorasi ala kerajaan tapi lebih mengarah ke ala tuan putri. dengan banyaknya embel-embel kelambu yang menghiasi dan juga interior yang terlalu mewah.


itu yang membuat verlita terkadang takut di kamarnya.


bagaimana tidak..lampu yang terbilang seperti 5 watt walaupun banyak tetap saja membuatnya bergidik kalau malam.


mungkin di jaman ini interior klasik dan dekorasi yang berlebihan membuat terlihat mewah.


tapi tidak bagi verlita...ini terkesan horor...


Hidup nya dulu yang biasa dengan kamar sepetak,dengan meja kecil di sudut ruangan untuknya membaca lebih terlihat nyaman dari pada kamar tidur yang penuh dengan aksesoris mewah.


Saat melihat karya yang di buat oleh Dista,membuatnya terpikir untuk merubah kamarnya.


Seakan kesempatan yang tak boleh ia sia-sia kan.


Bukan nya dia tak mau merubah sendiri kamarnya..tapi ia membutuhkan orang yang bisa di gunakan sebagai alasan.


Pemikiran gadis kecil yang hanya di perpustakaan bisa merubah interior kamar nya menjadi cantik,itu akan sulit di terima di dunia ini.


Sungguh takdir dia bisa bertemu Dista,sehingga ia tak perlu repot-repot merubah model kamarnya.


Ya ya ya...melakukan sesuatu tanpa harus lelah adalah hal terbaik.


Bukan hal yang merugikan untuk Dista melakukan hal ini.


Dengan ini Dista juga bisa menyalurkan bakatnya.


Verlita hanya akan sedikit mendorong bakat yang di miliki oleh Dista.


karna di dunia ini, sulit sekali untuk maju jika tak memiliki status orang terpandang.


mereka yang memiliki bakat seperti Dista,sayang sekali jika tidak di kembangkan.


Pintu kamar terbuka....


Verlita hanya bisa ternganga dengan apa yang di lihatnya.


Kamar bernuansa putih..benar-benar halus tapi cantik.


Tak sia-sia aku memintanya membuang furniture yang terlihat berlebihan.


ini lebih terlihat normal bagi verlita walaupun masih terbilang mewah untuk verlita.


karna tak mungkin di buat sederhana sedangkan verlita adalah tuan putri.


Bagi verlita ini sudah merupakan luar biasa.



Kamar yang membuatnya seperti kembali ke dunianya yang dulu.


Verlita melihat setiap isi kamarnya dengan terus tersenyum.

__ADS_1


Bahkan semua juga sangat kagum dengan kamar Verlita.


'' aku suka..sangat suka..'' kata Verlita


Dista dan teman-temannya tersenyum puas dengan perkataan Verlita.


'' Bailon,,,tolong siapkan ruang aula.aku ingin bicara disana dengan mereka.siapkan kursi yang cukup untuk mereka.Anna,siapkan hidangan juga untuk mereka.'' perintah Verlita


'' baik putri..'' jawab Bailon dan Anna yang langsung pergi menyiapkan yang di perintahkan Verlita.


Apa yang di pikirkan tuan putri? ...ini lah yang muncul di benak mereka semua.


Bailon yang sudah penasaran sejak 6 bulan lalu juga sudah menantikan saat ini.


Aula telah di siapkan.Verlita meminta Dista dan teman-temannya untuk duduk dengan nyaman.


Hidangan juga sudah tersusun rapi di atas meja.


'' terima kasih untuk kalian semua...'' Verlita membuka pembicaraan


Semua menatap Verlita yang sedang bicara.


Tuan putri yang belum tentu mereka temui seumur hidup.


'' kami yang harusnya berterima kasih pada putri..kami bahagia bisa melayani Tuan putri.'' jawab Dista


''aku hanya tak ingin menyia-nyiakan bakat yang kau miliki.'' kata putri


Dista menunduk mendengar perkataan Verlita.


'' aku sudah menyiapkan bayaran untuk kalian semua.Jangan berfikir untuk menolaknya, itu hak kalian karna telah bekerja pada ku.Bailon akan mengatur semua itu...'' tegas Verlita


Semua orang memasang wajah bahagia,lebih ke perasaan bangga karna memiliki tuan putri yang baik hati.


'' apa yang akan kau lakukan selanjutnya..?'' tanya verlita


'' maksud putri?'' Dista mengernyitkan dahinya,,tentu saja dia akan kembali ke toko nya.


'' aku tau..kamu pasti akan kembali membantu orang tua mu.tapi bagaimana dengan hidup mu? apa kau tak ingin ada kemajuan di hidup mu? begitu juga dengan teman-teman mu...apa mereka memiliki usaha seperti keluarga mu?'' tanya Verlita


Dista terdiam..Ia sadari bahwa teman-temannya tak seberuntung dirinya.


mereka bahkan ada yang tak memiliki pekerjaan.


apalagi mereka masih di usia yang muda semua.


suasana hening...


semua berkecambuk dengan perasaan masing-masing.


'' aku akan sedikit membantu mu..'' kata verlita


Semua menatap verlita,menunggu penggalan kalimat yang akan di lontarkan verlita.


'' aku benar-benar ingin melihat mu sukses dengan teman-teman mu.aku akan memberi hadiah kecil untuk kalian.kedepannya terserah kalian mau mengambil tindakan apa.


Ku harap kamu dapat memimpin mereka meraih masa depan yang bagus.'' kata verlita


'' terima kasih banyak putri..tapi boleh saya tau,apa itu?'' tanya Dista


'' Nanti kalian akan tau...sekarang kalian pulang ke rumah masing-masing.gunakan gaji kalian untuk kebutuhan keluarga kalian....hehehe'' kata Verlita


Semua perkataan verlita membuat mereka penasaran. kekeh verlita yang mengandung arti hanya membuat mereka akhirnya tersenyum.

__ADS_1


Mereka menikmati hidangan di atas meja hingga habis.setelah itu mereka semua pulang dengan membawa gaji yang sudah di siapkan oleh verlita.


Betapa terkejutnya mereka melihat jumlah yang mereka terima.


semua saling menatap seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


*****


Kabar kamar verlita yang telah usai pun terdengar oleh Raja dan Pangeran.


Rasa penasaran menghampiri mereka dan segera datang untuk melihat kamar verlita.


Malam hari setelah semua kegiatan selesai,mereka datang ke kamar Verlita.


Kagum...itulah yang ada di wajah mereka.


'' ini cantik....'' kata Raja


'' ya..ini indah sekali ..'' kata Ragel


Dave yang melihat ke arah jendela,merasa terpana.


'' kenapa tak dari dulu kita buat yang seperti ini.,.'' guman Dave


'' jangan ada yang meniru model kamar ku ya.....bikin sendiri yang lain'' tukas verlita


'' hei...jangan pelit begitu...'' kata Dave


'' pokoknya gak boleh...cari model sendiri.'' tegas verlita


'' ya ya ya....nanti kakak cari sendiri modelnya melalui anak itu'' kata Dave mengalah


'' ehem...jadi maksud perkataan mu waktu itu apa? apa yang akan kau minta?'' tanya Raja


Ragel dan Dave pun menatap dengan penasaran.


'' tunggu seminggu lagi....'' jawab verlita


'' heiiii jangan buat kami mati penasaran...'' sungut Ragel


'' iya...bukankah mendekorasi kamar termasuk permintaan mu?'' tanya Dave


'' beda kakak....ini kan tidak menyulitkan ayah dan kakak.'' terang verlita


'' setiap perkataan mu selalu ambigu di telinga ku'' kata Dave


'' benar...bahkan kerutan di wajah Bailon jadi bertambah karna berpikir tentang permintaan mu.'' kata Raja


'' heeeiiiii itu karna dia sudah tua ayah....'' kilah verlita


'' hahahahaha.. '' semua tertawa


'' biarkan aku menikmati kamar ku dulu....mungkin aku hanya akan merepotkan sedikit nanti..hehehe'' kata verlita sambil mengedipkan matanya


'' hhhhh....pokoknya nanti yang menyelesaikan adalah ayah.kami berdua tak mau ikut campur ya...pekerjaan kami sudah banyak '' kata Ragel sambil mengedipkan mata ke Dave


'' ya...kali ini kami serahkan pada ayah..'' sahut Dave


'' baiklah...ayah akan mengambil alih'' kata Raja


'' hehhehe...terima kasih ayah...tenang saja,,,,tak sulit kok..'' kekeh verlita


Raja dan pangeran hanya berharap tak ada dampak besar yang akan terjadi akibat ide verlita.

__ADS_1


__ADS_2