Anak Genius : First Night With CEO

Anak Genius : First Night With CEO
Bab 41. Hallo!


__ADS_3

Aku hanya ingin keadilan. Aku hanya ingin menempatkan sesuatu pada tempatnya lagi. Aku juga ingin, dia mendapat balasan atas semua perbuatannya. Terlepas dari Gavin adalah Ayah anakku, itu semua tak menghalangiku untuk melakukan pembalasan ini. Aku tak ingin Gavin juga mengikuti jejak Daddynya. Aku takut, kekayaan dan kekuasaannya membuat Gavin gelap mata, hingga mengikuti jejak kedua orang tuanya. Batin Ellea saat ia turun sari mobil.


Akhirnya, Merry dan Ellea telah sampai di restoran yang mereka tuju. Perasaan Ellea sedikit gugup, karena ia merasa tak siap, jika harus berhadapan dengan orang-orang kaya. Ini jelas pengalaman pertama baginya, karena Ellea hanya memberanikan diri untuk menemui rekan-rekan dari mertuanya.


"Halo, jeng and sista ... So sorry, aku terlambat. Ada beberapa urusan mendadak, dan ya ... seperti kalian lihat, aku membawa seseorang. Jangan anggap dia, dia tak penting. Seperti benalu yang selalu menempel. Mohon dimaklum ya," Merry terlihat sombong dan angkuh.


Ellea sudah siap akan hal ini. Ia tak peduli jika Merry akan merendahkannya. Ellea menatap satu persatu wajah rekan mertuanya, namun orang yang dimaksud Ellea, Bibi nya ternyata tak ada di tempat. Ellea kesal, karena tak sesuai dengan keinginannya. Namun, Ellea berharap, semoga saja Bibinya masih belum datang.


"Oh, ini wanita yang dinikahi anakmu itu, ya? Penampilannya cantik dan menarik, pasti kau yang telah mendandaninya, ya Jeng Merry?" tanya salah seorang rekan Merry.


Merry terkekeh, "Ah, kau bisa saja, Jeng ... tentu saja, dia itu tak pandai berdandan. Maklum lah, dia kampungan, dan tak sama seperti kita," Merry mendelik pada Ellea.


Tak peduli, Ellea benar-benar tak peduli dengan apa yang Merry katakan Toh, ucapannya itu tidak benar sama sekali. Ellea tak sedikitpun didandani oleh Merry. Ellea hanya bisa menggerutu kesal dalam hatinya, karena Merry yang terlalu sombong dan berbicara omong kosong.


"Siapa namanya, Jeng? Anakmu tak salah memilih sebenarnya, wanita ini hanya tak beruntung saja. Coba saja kalau lahir dari keluarga terpandang dan terhormat seperti kita, mungkin nasibnya tak akan mengenaskan seperti ini," ucap salah seorang istri presdir Vins grup.


"Sayangnya, nasibku memang kurang beruntung, Kak. Aku harusnya menjadi putri pewaris, tapi sayangnya ... ada yang menggerogoti harta keluargaku, dan keluargaku begitu lemah pada saat itu. Kami tak bisa melawan, karena kondisi Ayah yang sakit-sakitan." Ellea membela diri.


"Benarkah? Apa kau tak bermimpi?"


Merry mulai tak suka jika Ellea terus menyinggung keluarganya yang bangkrut. Merry sangat risih mendengarnya, karena ia takut keceplosan lagi seperti di mobil tadi. Beruntungnya, Ellea tak menyudutkannya.

__ADS_1


"Ah, sudahlah. Tak penting membahas anak ini. Ngomong-ngomong, sis Helda ke mana? Kok dia belum terlihat diantara kota?" tanya Merry mengalihkan pembicaraan.


Ah, apa kubilang ... dia pasti mengalihkan pembicaraan. Dia takut, lidahnya akan keseleo lagi. Baguslah, Nenek tua ... itu yang juga ingin aku tanyakan sejak tadi. Di mana keberadaan Bibi Helda. Aku sangat penasaran, apa yang akan terjadi, jika dia melihatku. Batin Ellea.


"Ah, Helda, ya? Dia masih diperjalanan sepertinya. Kita tunggu saja, dia bersama Nyonya Chen, maklum lah ... si Helda kan memang hobi menjadi budak Nyonya Chen. Suaminya ingin mendapat tender dari perusahaan suami Nyonya Chen. Sudah tak heran, jika dia seperti itu!" celetuk Lily, pemilik hotel bintang lima di Ibu kota ini.


"Pantas saja, dia pasti disuruh-suruh. Maklum sih ya, usaha suaminya saat ini dilanda krisis moneter, karena sepertinya si Donny itu tak becus mengelola perusahaan," ucap pemilik Kendy Grup.


"Benar sekali. Bahkan, si Donny itu berkali-kali menghubungi suamiku, untuk mau membantunya. Jika perusahaan dia sudah begitu, mana mau suamiku membantunya. Biarkan saja dia mencari cara sendiri," Merry ikut menambahkan.


Lagi-lagi, Ellea dapat menggali informasi dari percakapan Ibu-Ibu rempong ini. Ellea yakin, jika Donny, pamannya itu hanya tahu uang saja, tapi ia tak tahu strategi dan taktik mengelola perusahaan. Ellea juga berpikir, mungkin saja Merry tak tahu, jika Helda dan Donny, adalah orang yang bekerja sama dengan suaminya.


Sepertinya, Merry hanya tahu jika Jordan menghancurkan perusahaan keluarga Ellea, tapi Merry tak tahu, jika orang yang dibantu Jordan adalah, Helda, yaitu Bibi Ellea sendiri. Ellea tahu sekarang, jika Merry tak tahu apa-apa soal ini. Ia hanya tahu sepintas saja. Ellea mencoret nama Merry, dari daftar orang yang ia incar.


Jika ditanya, kenapa Ellea tak meminta bantuan Gavin saja? Sebenarnya, mudah bagi Gavin untuk mengusut semuanya, dan membantu Ellea. Tapi, akankah Gavin mau menjebloskan Papanya sendiri? Ellea telah berpikir, jika Gavin pasti akan menutupi kejahatan yang telah dilakukan orang tuanya.


Sudah pasti, dan sudah yakin, dengan jalan yang Ellea tempuh. Sekalipun jika nanti Gavin tahu, bahwa dirinya sengaja menghancurkan Papanya, Ellea siap, jika Gavin akan marah dan menghakiminya. Entah apa respon Gavin, jika ia mengetahui semua ini.


Hanya satu yang Ellea takutkan, yaitu Daniel. Ellea takut, jika Gavin tahu semua ino, ia akan marah besar dan mengusirnya. Ellea hanya takut berpisah dengan Daniel. Namun, ia sudah mengantisipasi semuanya. Negara ini adalah negara hukum, setiap warga negara dilindungi hak asasinya.


Ellea tak akan takut. Jika nanti hal menakutkan itu terjadi, ia akan menuntut Gavin dan hak asuh Daniel. Ellea memang berpikir terlalu jauh, namun ia sudah yakin. Ia benar-benar merindukan keluarga besarnya. Ia rindu kedua orang tuanya, ia rindu adik-adiknya.

__ADS_1


Tekad ini memang sudah bulat. Ellea ingin pulang, dan kembali pada kedua orang tuanya. Kenapa Ellea harus susah payah melakukan semua ini? Karena Ellea ingin menebus semua dosa-dosanya. Ia malu, karena pernah mendapatkan uang haram dari perbuatannya.


Uang yang Gavin berikan, adalah hasil Ellea tidur dengannya. Hal itu tentu saja membuat kedua orang tua Ellea meradang dan marah besar. Sebenarnya, tanpa Ellea sadari, anaknya Jordan lah yang membantunya melunasi utang-utang keluarganya. Secara tidak langsung, Gavin telah membantu keluarga Ellea keluar dari jerat utang rentenir.


Jika diingat pada hal itu, tentu saja ada rasa terima kasih pada Gavin. Walau Ellea harus menerima konsekuensi atas perbuatannya sendiri. Orang tua Gavin menghancurkan keluarga Ellea, tapi Gavin sendiri menolong Ellea dari utang-utangnya.


Tiba-tiba saja, saat Ellea tengah melamun, dua orang wanita datang. Ya, itu adalah Nyonya Chen dan Bibi Helda. Perlahan-lahan, Bibi Helda mendekati meja VIP itu, dan ia mulai cipika-cipiki dengan rekan-rekannya, termasuk dengan Merry. Tatapan Helda semakin kaget, saat ia melihat sosok yang ia kenal duduk di meja itu.


Helda menohok kaget. Ia ingat betul, siapa sosok yang duduk di samping Merry. Ia tak mungkin lupa dengan wajah keponakannya sendiri. Elleana Patrice, adalah gadis yang dulu pernah memohon-mohon padanya dan juga Donny suaminya, agar membantu Keluarga Ellea bangkit.


Padahal, biang keroknya adalah mereka sendiri. Kini, melihat Ellea berada diantara mereka semua, tentu saja membuat Helda kaget. Karena Helda dan Merry sejatinya tak terlalu akrab. Hingga Helda tak tahu, jika anak Merry telah menikah dengan keponakannya sendiri. Untuk menutupi semuanya, Helda terlihat manis dan pura-pura tak mengenal Ellea.


"Halo, Jeng ... eh, sepertinya ada member baru ya. Siapa ini?" tanya Helda pura-pura tak kenal.


Apa? Dia pura-pura tak mengenali aku? Bisa-bisanya bermain drama bersamaku! Batin Ellea.


Ellea berdiri, dan menjulurkan tangannya pada Helda. Sembari tersenyum, ia berkata, "Kenalkan, saya Elleana Patrice. Saya adalah istri dari Gavin Alexander, CEO of Louvre grup dan Louvre gallery."


Merry kaget, karena Ellea bertingkah seenaknya. Tapi, Helda lebih kaget dan tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Ellea.


Sungguh, ini berita besar yang mendebarkan. Aku benar-benar kaget, tak mungkin jika Ellea adalah menantu Merry Alexander. Tapi, melihatnya duduk disamping Merry, membuat aku yakin, jika Ellea adalah menantunya. Tapj, untuk apa dia kembali? Kenapa dia bisa memasuki keluarga Alexander? Apa dia sengaja melakukan semua ini untuk menghancurkan suamiku? Oh Tuhan, Ellea seperti ancaman. Kenapa dia tiba-tiba datang dan mengagetkanku? Apa rencananya? Batin Helda yang kaget.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2