Anak Genius : First Night With CEO

Anak Genius : First Night With CEO
Bab 75. OMG


__ADS_3

Vanny selalu dibedakan denganku sejak dulu. Papa lebih mengistimewakan aku daripada dia. Awalnya, aku berpikir bahwa semua perbedaan itu karena aku adalah anak laki-laki.Tapi, melihat rekaman tadi, perlakuan sekretaris Papa pada Vanny, membuatku teringat sesuatu, dan itu ...


Kata-Kata itu terus terngiang di kepala Ellea. Jika begini ceritanya, menyalahkan Jordan sebagai pusat masalah pun tak ada gunanya, karena semua berawal dari Ayah Ellea. Pantas saja, sejak dulu Ellea tak pernah tahu, apa alasan Jordan menghancurkan keluarganya.


Tapi, kejahatan tetaplah kejahatan. Ellea tak akan membiarkan Jordan begitu saja. Karena perbuatannya, sudah lebih dari kriminal. Padahal, masih ada cara yang lebih baik daripada balas dendam sampai menghancurkan sebuah keluarga seperti itu.


Mungkin, kali ini masalahnya bertumpu pada Vanny. Semakin lama semakin terkuak, jika semua ini ada sangkut pautnya dengan Vanny. Ellea jadi berpikir, pantas saja selama ini Gavin selalu diam dan tak bertindak, ternyata dia memang sedang mengumpulkan informasi, agar tak salah kaprah dalam melakukan yang seharusnya ia lakukan.


Saat ini, yang terpenting adalah Vanny. Bagaimana caranya secepat mungkin mereka berdua bisa sampai ke rumah besar Gavin dan mempertanggung jawabkan apa yang telah Gilang dan Lay lakukan.


Sepanjang jalan, Ellea hanya terdiam. Ibarat berada dalam lingkaran, ia tak tahu ke mana arah untuk keluar dari lingkaran tersebut. Perasaannya kacau, hatinya hancur mendengar penjelasan Gavin tentang keluarganya, terutama Ayahnya.


Jika diingat, sudah berapa lama Ellea tak bertemu dengan keluarganya? Bertahun-tahun lamanya, sejak Daniel masih ada dalam kandungannya. Saat Ellea meninggalkan rumahnya, Ellea sadar betul, bahwa Ayahnya sedang sakit keras.


Ayahnya hanya bisa terbaring lemas di rumah, karena penyakit yang terus menggerogotinya. Jika Ellea mengingat akan hal itu, mungkin saja itu karma untuk Ayahnya, karena telah menyakiti hati Jordan dan mengkhianatinya.


Aku rindu Ayah. Walau dia ternyata tak sebaik kukira, aku juga sebenarnya ingin bertemu dengannya. Apakah dia sudah sembuh dari sakitnya? Ayah, kau telah melukai hati orang lain. Dan orang lain itu, aku salahkan habis-habisan atas semua perbuatannya pada kita. Ayah, kau harus meminta maaf pada Jordan Alexander. Hatinya terluka karena perbuatanmu dulu. Ayah, banyak sekali pertanyaan yang ingin aku berikan padamu. Benarkah kau dan Merry Alexander berselingkuh? Apa memang Vanny adalah anakmu, Ayah? Ucap Ellea dalam hati, sambil ia taj terasa, ada bulir bening menetes di pipinya.


Gavin menatap Ellea sekilas. Gavin bisa merasakan betapa hancurnya Ellea saat ini. Mungkin, kenyataan ini menyakitkan baginya. Ia pasti tak menyangka, jika akar dari semua masalah ini ada pada keluarganya. Selama ini, Ellea selalu membela diri dan keluarganya.


Ellea juga selalu menyudutkan Jordan dan mencari kejahatan yang dulu Jordan lakukan. Semua itu karena Ellea merasa, harus membalaskan dendam keluarganya pada Jordan. Inilah alasan Gavin sampai saat ini masih diam dan belum bertindak. Gavin harus tahu asal muasal dan sumber masalah yang menimpa Papa dan keluarga istrinya itu.


"Maaf, jika berita ini mengagetkanmu," ucap Gavin yang mulai sadar.


"I'm Okay. Tak apa, aku hanya kaget saja."

__ADS_1


"Aku tak akan melarangmu menjalankan misi balas dendam pada Papaku. Hal itu memang harus kau lakukan, karena Papaku memang sudah melakukan kejahatan. Hanya saja, aku mohon padamu ... kau jangan gegabah, kau harus melindungi dirimu, Ellea. Aku tak ingin kau ke napa-napa. Aku akan membantumu, karena Papa harus mendapat efek jera. Karena itulah, aku ingin kerja sama darimu. Kita lupakan sejenak masa lalu antara kedua keluarga kita, karena yang terpenting saat ini adalah, memberantas perlakuan Papaku, dan ..., mencari tahu, tentang kejelasan identitas Vanny. Aku sangat curiga akan hal ini, Ellea. Bantu aku, kerja sama lah denganku, untuk menuntaskan semuanya." Gavin menatap Ellea sambil mengemudikan mobil, namun tak sekencang saat tadi ia marah.


Ellea mengangguk, ucapan Gavin benar, dan memang Gavin adalah orang yang penuh pertimbangan. Gavin seringkali terlambat dalam menangani masalah, tapi ia tak pernah gegabah seperti Ellea. Ellea memang cekatan, tapi terkadang ia ceroboh dan tak pernah berpikir panjang. Mereka berdua sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.


Ellea dan Gavin, adalah sepasang sejoli yang cocok untuk saling melengkapi kekurangan satu sama lain. Masalah yang mereka hadapi saat ini, ternyata berkaitan dengan masa lalu kelam kedua orang tua mereka. Masalah yang muncul karena dendam masa lalu, hingga dampaknya merembet pada kehidupan anak-anak mereka.


Namun, takdir Tuhan memang tak pernah salah. Ellea dipertemukan dengan Gavin, walau dalam keadaan yang salah, tapi Gavin memang ditakdirkan untuk membantu Ellea, dan memecahkan semua masalah besar ini. Mungkin, jika masalah ini tak ada, Ellea tak akan ragu pada Gavin.


...........


Rumah besar Jordan Alexander ....


Gilang dan Lay kalang kabut, karena ternyata mobil Vanny dipakai oleh Gavin dan Ellea. Mereka melupakan dashcam yabg masih menempel di mobil Vanny. Gilang takut, jika Gavin menyadari dashcam itu, dan membukanya.


"Satu-Satunya yang bisa menjawab pertanyaan ini hanyalah gadis itu! Dia yang memberikan Tuan Gavin kunci mobilnya, kan? Dia pasti tahu, apa maksud dan tujuan Tuan Gavin meminjam mobilnya." tambah Gilang.


"Benar. Ayo, kita masuk ke kamarnya!" Lay memicingkan matanya.


Lay dan Gilang pun memerhatikan keadaan sekitar, rumah ini tampak nyaman dan tenang. Kesempatan besar bagi Lay dan Gilang untuk mendesak Vanny. Sesampainya di kamar Vanny, mereka berdua mengetuk pintu kamar pelan-pelan, agar Vanny tak curiga.


Beberapa saat menunggu, tiba-tiba Vanny membuka pintu kamarnya. Terlihat bahwa ia masih muka bantal, mungkin saja Vanny sedang tidur saat ada yang mengetuk pintunya. Dengan sigap, Gilang dan Lay masuk ke kamar Vanny, dan segera membekap Vanny agar gadis itu tak banyak bicara.


"Mmhhh, Mmhhhh," Vanny kaget, mereka membekapnya dan menjatuhkan Vanny ke kasur.


Gilang mengunci pintu kamar Vanny. Mereka khawatir, jika ada yang mengetahui keberadaan mereka di kamar Vanny. Vanny mukai berkeringat lagi. Kehadiran Gilang dan Lay, pasti akan membuatnya menangis dan meringis lagi seperti saat di mobil tadi pagi.

__ADS_1


"K-kenapa kalian masuk ke kamarku, ha? Apa yang kalian inginkan?" Vanny ketakutan.


"Kenapa Kakakmu memakai mobil milikmu? Apa yang akan dia lakukan dengan mobilmu?"


"Aku tak tahu! Gavin hanya meminjam kunci mobil, karena mobilnya sedang dicuci oleh sekretaris barunya! Sungguh, aku tak tahu apa-apa! Kenapa kalian harus terus menyiksaku? Padahal aku berada di pihak kalian!" teriak Vanny sambil menangis.


"Kau berbohong! Kakakmu orang kaya, mobilnya bukan hanya satu di rumah ini! Bisa-bisanya kau membohongi kami, dasar gadis bodoh! Lay, apa kita lakukan?" Gilang mengedipkan matanya pada Lay.


"Ya, lakukan saja, dia tak akan mengaku jika kita tak membuatnya takut. Lepaskan semua pakaiannya, dan kita nikmati dia, sampai dia mengakuinya." Kay tersenyum picik.


"J-jangan! Bajingan! H-hentikan perbuatan gila kalian, hentikan! Aku benar-benar muak melihat kalian berdua! PERGIIIII!" Vanny berteriak sekerasnya.


"Berteriak lah. Ruangan ini kedap suara, tak akan ada yang bisa mendengar suaramu." Lay beranjak naik ke kasur, dan mulai mendekati Vanny.


Vanny ketakutan. Ia benar-benar pasrah. Dirinya sudah tak kuasa menolak. dua lawan satu, tentu saja Vanny tak akan bisa melawan. Vanny hanya bisa berdoa, semoga kekuatan Tuhan mampu mengalahkan mereka. Vanny memohon, dan berdoa sambil menangis.


Keajaiban itu pun tiba, dan akhirnya ...


BRAKKKKKK, BRAKKKK, BUGGHHHH, pintu kamar Vanny dihancurkan dengan linggis dan besi yang kuat.


Gavin sudah berada di depan pintu kamar Vanny, dengan ekspresi yang menyeramkan. Kehadiran Gavin yang tiba-tiba, membuat Gilang dan Lay benar-benar ketakutan. Wajah Gavin sangat mengerikan, matanya benar-benar mengisyaratkan bahwa dia benar-benar sangat marah kali ini.


"BAJINGAN!!!!!!!!"


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2